
Sinar matahari semakin lama semakin cerah banyak burung bertebangan mencari makanan. Mereka semua masih mencari jalan keluar dari hutan terutama Beni. Ia menggunakan kekuatan penembus mencari jalan keluar tetapi tidak bisa menembus jauh karena belum menjelajahi hutan ini. Jadi ia bisa menembus pandang dengan jarak 10 meter saja.
"Aku tidak bisa menemukan jalan keluar dengan kekuatanku?aku harus berjalan jauh sampai bisa melihat ada jalan keluar. Tidak mungkin kan, aku jalan seorang diri."kata Beni pada yang lainnya.
"Apa aku saja yang cari jalan keluarnya menggunakan kekuatan flash milikku?"tanya Fitri menunjuk dirinya sendiri dibalas gelengan oleh Anggi.
"Kau gila apa?ini hutan dan aku yakin kalau disini masih banyak binatang buas."kata Anggi dibalas angguk Beni. Ia menjelaskan bahwa hutan ini banyak sekali binatang buas dan tidak pernah di kunjungi oleh manusia sama sekali dan disini juga tidak ada suku yang tinggal disini.
Pandu melihat mobilnya bentar dan menatap Beni,"aku tidak mungkin pulang ke rumah tanpa membawa mobil karena ini mobil keluarga."ucapnya pelan.
Aska bingung harus berkata apa dengan teman-temannya yang kini terjebak karena kekuatan yang tiba-tiba datang dan membawa semua temannya berada disini. Lidya berusaha berpikir cepat, ia bangkit berdiri dan berkata ke lainnya.
"Kita harus berkemah disini sementara waktu seperti yang dikatakan awal oleh Beni. Kita tidak punya pilihan lainnya."kata Lidya ke lainnya.
"Ini menyulitkan."gumam Riko yang masih bisa di dengar oleh yang lain.
Arkan memanggil yang lainnya untuk merapat, semuanya menghampiri Arkan termasuk Aska yang sedari tadi duduk bersandar di bawah pohon penuh penyesalan. Pemuda berkacamata tersebut memperlihatkan ke semua teman-temannya tentang artikel yang berhasil ia temukan.
"Eh bukanya di hutan tidak ada sinyal?"tanya Anggi baru sadar kalau di hutan sangat sulit mencari sinyal.
"Aku menggunakan robot tong itu terbang mencari sinyal jadi aku bisa terhubung dengannya. Meskipun tidak secepat di kota."jawab Arkan menekan layar ponsel dan disana banyak sekali kalimat berjejer serta gambar-gambar warna manik mata berbeda-beda.
"Aku menemukan artikel tentang warna mata yang memiliki kekuatan. Ini bisa disebut element eyes. Ada warna merah, hitam, oranye, biru,abu-abu, kuning, ungu, hijau dan yang terkahir warna putih dan warna kornea matanya warna ungu. Disini tertulis mata itu adalah mata yang sering di buruh karena memiliki kekuatan yang besar."ucap Arkan menyebutkan nama mata yang tertulis di artikel tersebut.
Red eyes, kekuatan paling keras dan brutal. Orang yang memiliki kekuatan Red eyes sering ditakuti oleh banyak orang karena sifat brutal yang dimilikinya dan selalu mengunci mangsa sampai terluka parah, kebanyakan sampai mati. Red eyes, kekuatan mematikan. Kekuatan tersebut akan keluar jika si pemilik merasa emosi dan tidak bisa mengendalikan emosi tersebut maka kekuatannya akan muncul dan langsung melukai orang yang membuat jengkel dan marah.
Lidya terkejut membaca tentang mata Red Eyes di artikel itu mengingat saat perkemahan di Drak Shadows 36. Vana membuat semua teman-temannya terluka untung saja tidak ada yang mati saat mode Red Eyes. Ia menelan ludahnya dan kembali membaca.
Green Eyes, kekuatan tumbuhan biasanya si pemilik mendapatkan mata hijau di tahap level tinggi yaitu level tumbuhan beracun. Ini juga kekuatan berbahaya, jika orang itu melilit orang dengan kekuatan tumbuhan beracun hanya hitungan detik saja orang yang dililit akan mati.
Pemuda bernama Riko terbelalak kaget melihat begitu luar biasanya dan berbahaya orang memiliki kekuatan tumbuhan apalagi jika dia mencapai level paling tinggi. Ia terdiam dan memilih untuk pergi mencari tempat sepi.
Fitri melihat Riko pergi ke suatu tempat, "Riko mau kemana?"batinnya bertanya-tanya dan memilih membaca artikel tentang element eyes daripada menguntit Riko,pemilik mulut cabai.
Oranye Eyes, memiliki kekuatan menguntungkan yaitu bisa melihat kelemahan, kelebihan, tidak merespon kekuatan negatif serta aura menyendiri dari Alone imagination dan kekuatan orang-orang di sekitarnya. Namun, ia hanya bisa sebagai pelindung bukan pertarung seperti Red eyes dan Green Eyes.
Blue Eyes, memiliki empat kekuatan yang berbeda. Jangan salah mengira setiap orang memiliki mata biru itu memiliki empat kekuatan sekaligus. Tidak, kalian salah kira. Mata biru memiliki empat warna. Biru mentah, udara. Biru laut, air. Biru mudah, angin. Biru laut cerah, Es. Keempat kekuatan ini adalah kekuatan bertarung.
__ADS_1
Black Eyes, memiliki kekuatan kegelapan. Orang memiliki kekuatan Black Eyes biasanya misterius tidak mudah di tebak keberadaanya, memiliki radar,lincah dan selalu tepat sasaran musuh. Assasint. Radar, seperti kekuatan Grey eyes--tahu segalanya.
Yellow Eyes, kekuatan penyembuh, pelindung hampir sama dengan Oranye Eyes. Hanya saja Yellow Eyes bisa bertarung dan sebagai perisai. Yellow Eyes, cahaya.
Purple Eyes, kekuatan kegelapan seperti Black Eyes. Kalau Black Eyes Assasint jadi Purple Eyes shadows. Ia bisa mengendalikan orang seperti boneka dan Purple Eyes bisa dibagi menjadi dua yaitu; Pengendali bayangan seperti boneka dan pengendali portal waktu--bisa kemana pun yang dia mau, Radar.
"Wow, kekuatan elemen eyes luar biasa. Tidak bisa ku bayangkan."kata Anggi.
"Iya. Kekuatan yang dimiliki elemen eyes sangat luar biasa. Tapi yang paling berbahaya adalah Red Eyes."komentar Pandu masih serius melihat layar ponsel milik Arkan.
"Kekuatan yang muncul saat kemah dulu."sahut Beni.
Arkan menggeser layar ke bawah tapi tiba-tiba sinyalnya hilang lalu mati membuat pemuda itu mengumpat.
"Ah mungkin batrai ponselku habis dan sinyalnya sudah hilang. Kita tidak bisa membaca bagian warna mata abu-abu dan putih."kata Arkan kesal.
"Pakai ponselku saja."kata Fitri tersenyum dibalas gelengan Arkan.
"Kemungkinan sudah tidak bisa. Sinyalnya sudah lemah dan tidak mudah mendapatkan koneksi intenet."jawab Arkan mengambil remot untuk memanggil robot kembali ke hutan setelah mencari sinyal.
"Hmm, maaf gara-gara aku kalian terjebak disini."kata Aska down. Pandu tersenyum menepuk bahu Aska, "tidak apa-apa. Aku sudah menganggap semua ini petualangan kita. Bagaimana cara bertahan hidup di hutan?"hibur Pandu.
Beni melihat sekeliling hutan dan memperingatkan teman-temannya lebih baik berkelompok dua orang untuk mencari bahan karena disini ada banyak binatang buas. Dibalas angguk mereka semua. Beni mengecek teman-temannya tapi ada yang kurang.
"Hmm, mana Riko?"tanya Beni dibalas gelengan tidak tahu.
"Aku tadi lihat ia pergi entah kemana?"Fitri menjawab, "dia merepotkan semua orang."
"Baiklah. Aku langsung bagi kelompok saja. Arkan sama Anggi mencari kayu bakar, Aska sama Lidya kalian berdua memburu hewan, aku yakin kalian berdua bisa memburu hewan. Pandu sama Fitri mencari tumbuhan dan air karena Fitri bisa lari cepat. Sedangkan aku akan mencari Riko sepertinya ia tidak jauh dari sini."kata Beni dibalas angguk mereka berenam lalu pergi.
Beni menghela nafas kasar ia mengambil sesuatu untuk menandai tempat, menancapkan ranting yang terdapat tiga pohon. Setelah itu pergi mencari Riko menggunakan kekuatannya.
-
-
-
__ADS_1
-
-
-
Terlihat seorang pemuda tengah duduk santai di atas batu besar menatap ke depan melihat rerumputan yang panjang, tidak ada apapun disana sesekali mendengar semak-semak dan disana ada hewan.
Ia berpikir bagaimana cara untuk tahu kelemahan kekuatan orang lain sedangkan dia hanya memiliki kekuatan waktu, bisa menjelajah waktu dan bisa melihat masa depan cara menyentuh orang lain---mengelilingi dimensi yang di lihatnya serta menghentikan waktu. Seperti tadi pagi ia melihat masa dimana Lidya menuliskan sesuatu di atas kertas lalu menuju ke tempat hutan begitu Indah.
Setelah itu tempat berganti sangat cepat membuat dia bingung dan tidak bisa mengamati dengan jelas karena waktu terlalu cepat. Ketika berhenti semuanya lenyap tergantikan warna hitam membuat umpatan serta kalimat serapah di hati Riko.
Mengingat perkataan gadis cantik yang pernah ia temuinya tentang kerja sama mencari seorang gadis pencipta Strong Imagination. Jika ia berhasil menemukannya dan mengajak ke gadis itu untuk bertemu. Gadis tersebut akan membunuhnya,secara otomatis kekuatan yang berada di dalam tubuh orang lain sesuai karakter yang di ciptakannya akan hilang tidak tersisa.
Dan ia akan menuruti permintaan Riko jika berhasil mencari sasaran gadis itu.
"Apa mungkin, pencipta karakter yang di maksud oleh gadis itu adalah Lidya?"ucapnya berpikir keras menatap ke depan. ia mengingat saat menjelajahi dimensi melihat Lidya menulis sesuatu di bukunya yang entah Riko tidak tahu isinya.
"Hmm,aku rasa. Sebaiknya menunda perintah gadis itu seharusnya ia yang turun tangan bukan aku. Kerja sama katanya, ia sendiri saja duduk santai. Kenapa aku mengiyakannya ya?"ucapnya pada dirinya sendiri betapa bodohnya dia mengiyakan perkataan gadis itu dan menyetujui bahwa semua ini adalah kerja sama.
"Lebih baik aku mencari kelemahan seseorang saja untuk kesenangan ku sendiri."ucapnya tersenyum tipis.
"Rupanya kau berada disana!"teriak seseorang yang suaranya sangat familiar di telinga Riko. Pemuda itu menoleh melihat kebawah ternyata, Beni, pemuda pemimpin kelas alias ketua kelas plus osis.
"Kau sedang apa disana ha?"
"Bukan urusanmu."ucap Riko dingin mengacuhkan pertanyaan Beni.
"Kita harus mencari barang untuk bertahan hidup sementara disini."
"Ck. Kenapa kau tidak suruh saja Aska? Dia kan penyebab semua ini."
Beni menatap datar Riko ia sangat bandel dan di sekolah memang sudah terkenal badboy,sering membolos. Herannya banyak sekali murid yang mengidamkan laki-laki seperti Riko.
"Baiklah kalau kau tidak ikut. Jangan harap kau bisa makan."ucap Beni kesal lalu pergi meninggalkan Riko disana yang masih duduk diam menatap ke depan.
*Jangan Anggap Kami lemah*
__ADS_1
Bersambung...