
Pak Arlan memasuki kelas 10 multimedia satu pria itu tersenyum sumringah memberitahu pengemuman yang luar biasa. "Bapak punya kabar bagus pada kalian!"serunya membuat semua murid tersenyum sumringah dan bertepuk tangan.
"Bapak akan memberitahu kalian bahwa sebentar lagi liburan semester ganjil datang dan selama liburan kalian akan diajak berkemah!"seru Pak Arlan dibalas seruan murid sedikitnya hanya 6 orang,29 orang lainya duduk diam dan tidak bersorak membuat Pak Arlan bingung.
"Mengapa yang lainnya pada diam?"tanyanya.
Salah satu murid angkat tangan melontarkan jawaban bahwa mereka semua 90 persen tidak menyukai kemah karena tidak seru. Pak Arlan memicingkan sebelah mata bibirnya menciut,"sayang sekali!"
Membuat Anggi kepo,"memangnya kenapa Pak?"tanyanya.
"Karena perkemahan tahun ini gratis dan bisa memiliki banyak teman disana dalam artian sekolah kita terpilih mengikuti kemah gratis di hutan paling indah."jawab Pak Arlan bernada sedih setelah mendengar itu semua murid bersorak riah memang berita Bagus. Yang paling heboh adalah Sarah, gadis itu terlihat senang dan mengangkat tangan ke atas ingin meluncurkan beberapa pertanyaan ke Pak Arlan.
Pria itu melihat ke arah Sarah siap menjawab pertanyaan gadis itu. "Pa, sekolah mana saja yang terpilih mengikuti kemah gratis ini selain SMK Cemerlang?"pria itu memegang dagunya dan menatap langit kelas.
"Saya tidak tahu kalau itu. Katanya banyak, SMP sebelah saja juga ikut dengan perkemahan ini."jawab Pak Arlan di balas seruan Vin, pemuda yang duduk di pojok kanan itu,"Yes, aku akan bersama Abimanyu!"
Beni sekarang angkat bicara,"apa perkemahan ini diikuti seluruh kelas?maksudku kelas 10,11 dan 12?"dibalas angguk Pak Arlan kemudian semua satu kelas berbisik-bisik membicarakan liburan perkemahan yang bisa dibilang sangat besar.
Di jam istirahat Lidya sedari tadi diam dan merenung seperti banyak sekali masalah. Ya, sekarang masalahnya adalah mengikuti perkemahan saat liburan semester ganjil dan barang bawaannya akan menjadi berat disisi lain ini sangat disayangkan kalau dilewati begitu saja karena Lidya penasaran apakah di sekolah lain ada murid berkekuatan seperti teman-temannya. Itulah yang sedari tadi di dalam pikirannya.
Lalu sekelompok grup gadis menghampiri ke bangku Lidya dengan perasaan riang. Mereka adalah Anggi, Fitri, Lina,Tera, Kak Cantika, Hana dan Bening. Mereka bertujuh sudah dekat dengan Lidya satu bulan yang lalu ketika melihat kekuatan mereka yang sangat menakjubkan.
Lidya juga tidak percaya bahwa teman-temannya akan mendapatkan kekuatan seperti Anggi. Anggi adalah gadis kutu buku suka sekali membaca buku jenis apapun. Saat ia di ganggu oleh penganggu kalau bukan Tina dan Ferdi.
Tina waktu itu merampas buku yang dibaca oleh Anggi ketika istirahat jam pertama datang. Anggi menyuruh Tina untuk mengembalikan buku novel miliknya tapi Tina mengacuhkannya dan membaca novel itu dengan seulas senyum miring---mengejek. Anggi kesal dengan perilaku Tina sama sekali tidak berubah sama sekali. Lalu datanglah Ferdi, biang kerok ia merampas buku novel dari Tina kemudian tertawa terbahak-bahak melihat judul buku yang sangat lucu.
"Hahahaha buku apaan itu! Buku novel yang menceritakan tentang piring terbang alias ufo."tawa Ferdi mengeluarkan sedikit air mata lalu ia singkirkan dengan satu jari.
"Ini bukan ufo tahu!"kata Anggi jengkel dan menarik novel itu dari genggaman kotor Ferdi. Kedua mata Anggi menyipit,"ini bukan Ufo melainkan transportasi baru yang akan datang di masa depan. Apa kalian tidak berpikir jernih."tawa mereka berdua pecah begitu saja.
"Piring apa?ha? Piring sebagai alat transportasi di masa depan huh."kata Tina tidak percaya,"tidak mungkin. Pikiranmu dimana ha Nggi, kau berpikir akan ada piring terbang di masa depan?kau gila!"lanjutnya menyindir.
"Aku serius."ucap Anggi menatap Tina kesal.
Ferdi tidak bisa menghentikan tawanya. Anggi benar-benar kesal, ia mengangkat kedua tangan mengepal ingin meninju wajah Tina dan Ferdi bebarengan supaya mereka sadar dan segera tobat. Di kedua tangan Anggi tiba-tiba keluar sebuah senjata piring berukuran sedang dan pinggirannya tajam seperti pisau.
Tina dan Ferdi yang melihat ada piring di genggaman Anggi terkejut. Kedua mata Anggi menatap tajam mengarah mereka berdua. "Rasakan ini pengganggu!"teriaknya melemparkan kedua piring ke samping seperti boomerang.
Mereka berdua melotot dan melihat kedua piring itu mengelilingi kelas lalu mengarah ke mereka berdua. Tina dan Ferdi berlari ketakutan memutari kelas sambil berteriak. Murid-murid yang selesai istirahat terkejut dengan apa yang terjadi termasuk Lidya. Tina dan Ferdi berlari ketakutan di belakang tidak jauh dari mereka ada dua piring terbang yang ingin mencelakai penganggu itu.
__ADS_1
Tina berteriak,"Hentikan!"teriaknya.
Anggi tersenyum penuh kepuasaan bisa memberi pembelajaran buat kedua biang kerok supaya tidak menganggu ia baca. Ia menarik kedua piring itu kembali kedua tangannya kemudian menghilang. Nafas Ferdi dan Tina ngos-ngosan. Murid yang melihat itu "Wow." artinya kekuatan Anggi adalah Hero Imagination.
Fitri, gadis itu memiliki kekuatan memperlambat waktu dan bisa berlari cepat. Ia pernah mengaktifkan kekuatannya dan itu membuat lainnya melongo.
Kejadian itu waktu olahraga dan di lihat oleh banyak penghuni SMK Cemerlang karena pengambilan nilai. Lidya tidak menyangka bahwa selama pengambilan nilai olahraga akan di tonton banyak orang, setahu Lidya tidak pernah seperti ini. Dan Fitri duduk termenung di kursi panjang depan kantor guru sedang tidak enak badan dan Pak Bambang menyuruh Fitri ke UKS. Namun, Fitri menolak untuk pergi kesana dan ia tetap dengan pendiriannya yaitu ikut olahraga karena ini penting baginya daripada kesehatannya sendiri. Keras kepala.
Fitri menghampiri Pak Bambang dan membujuknya dengan kedua puppy eyesnya, "ayolah pak. Boleh aku ikut untuk pengambilan nilai inikan hanya lomba lari memutari lapangan sebanyak 5 kali dan sebentar lagi waktunya absenku. Ayolah,Pak Please."ucapnya memohon sambil menggoyangkan tangan Pak Bambang.
Pak Bambang menghela nafas pasrah atas permintaan Fitri. "Baiklah, kau boleh ikut Fit. Tapi jangan sampai pingsan waktu lombanya karena badanmu lagi tidak Vit hari ini."ucapnya dibalas seruan Fitri.
"Okay Pak. Aku tidak akan mengecewakan bapak dan aku tentunya tidak akan pingsan. Aku akan ushakan lari secepat mungkin walau tubuhku sedang tidak Vit!"kata Fitri bersemangat. Pak Bambang memanggil nama absen selanjutnya antaranya: Fitri,Dafa,Caca,Arfi,dan Silvana.
Mereka berlima menatap ke depan, Pak Bambang mengasih aba-aba dan suara peluit berbunyi.
Prit!
Semuanya menonton perlombaan tersebut. Ini seperti perlombaan tournament lari aja tidak seperti perlombaan lari biasa, baiklah--batin Fitri berlari santai. Lidya berteriak ke Fitri,"lari Fit! Jangan jalan santai saja!"teriak Lidya menyemangati gadis itu tapi Fitri masih saja santai sedangkan keempat orang sudah berlomba-lomba untuk juara satu, Fitri jadi pelari paling belakang.
Itu membuat Anggi yang kebetulan di samping Lidya berdecih kesal,"Dasar Fitri, santai aja kerjaannya,"komentar Anggi pelan lalu ia berteriak kencang,"FITRI, KALAU KAMU NGGAK MENANG AKU TIDAK AKAN MENTRAKTIRMU MAKAN RUJAK MANIS!"Lanjut Anggi keras, semua orang yang ada di sana menutup kedua telinga mendengar teriakan Anggi yang cempreng. Fitri mendengar 'kata traktiran' kedua matanya jadi berbinar-binar dan ia menatap ke depan.
"Aduh, kenapa kita jadi lambat?"tanya Dafa.
Lalu semua orang bertepuk tangan meriah melihat Fitri "wow" artinya Fitri memiliki Hero Imagination.
Kak Cantika, ia memiliki kekuatan Alone Imagination. Lidya tidak pernah melihat Kak Cantika mengeluarkan kekuatannya sama sekali jika ia di jauhi oleh teman-temannya maka Cantika akan mengeluarkan aura hitam,kesepian itu sih kata Hana.
Hana, memiliki kekuatan bisa membaca kata batin bukan membaca pikiran orang lain. Kata Hana, ia sangat bersyukur memiliki kekuatan membaca kata batin karena batin kita tidak bisa berbohong seperti yang ada didalam pikiran kita. Lidya bisa mengambil sifat Hana yaitu tidak bisa berbohong dan menjadi orang paling peka. Hana juga bisa membaca ekspresi seperti psikolog, kekuatannya membuat semua orang iri. Lidya yakin kalau Hana memiliki Together Imagination artinya ia melengkapi satu sama yang lain.
Bening juga sama seperti Hana yaitu memiliki kekuatan harapan, Together Imagination. Bening itu membuat harapan setiap kali ia berharap, harapan itu akan terkabul. Bening bisa berharap pada dirinya sendiri dan orang lain. Kalau harapan untuk dirinya sendiri sekali berharap 10 detik sudah terkabul. Jika harapan untuk orang lain, orang itu harus di olok-olok dulu sampai sakit hati barulah Bening bisa mengaktifkan kekuatannya.
Tera, sudah tahu kan dengan kekuatan gadis berambut pendek ini. Tumbuhan ya dan kekuatan Tera ini disebut Hero Imagination karena dalam diri Tera ada Pangeran Tumbuhan dari planet Elementer.
Lina, teman dekat Lidya saat Mos dan sekarang jadi sahabat paling dekat Lidya. Ia satu-satunya gadis normal dalam grup ini. Lina tidak memiliki kekuatan padahal ia ingin menjadi kuat dan pukulannya itu seperti tangan pria dewasa. Lina sudah meminta harapan ke Bening tapi Bening menggeleng tidak bisa mengabulkan permintaan Lina. Gadis cantik dan imut itu tidak kehabisan akal, ia menyuruh semua teman-temannya membully dirinya sampai menderita tapi permintaan Lina tidak di penuhi oleh semua murid SMK Cemerlang. Biang kerok di 10 multimedia 01 yang sudah terkenal dengan kenakalan membully murid pun tidak menuruti permintaan Lina.
Tentu saja Lina menjadi kesal karena permintaan yang dibilang mudah itu tidak ada siapapun yang menurutinya. Ia juga pernah masuk ke multimedia 02 dan bertemu Jay di sana. Dengan pedenya Lina meminta murid multimedia 02 untuk membullynya sampai dia nangis dan menderita, satu kelas melongo dengan permintaan konyol Lina itu.
Jay menatap Lina tidak percaya ia akan meminta hal konyol itu. "Apa yang kau katakan tadi Lin?kau meminta kami semua orang untuk membullymu buat apa?"tanya Aska angkat bicara, Jay yang ingin mengatakan itu terkurung.
__ADS_1
Lina mengangguk mantap,"iya. Buat harapan agar aku memiliki pukulan seperti tangan pria dewasa. Aku lelah di ejek sama mama kalau aku itu lembek, tidak Strong girl seperti Shena."jawab Lina ngambek tidak sadar Jay terkekeh pelan melihat tingkah Lina seperti anak-anak. Lina melirik ke arah Jay dan kedua pipinya padam sejak itu ia malu,tidak berani masuk ke multimedia 02 lagi.
Belakangan ini memang ada kejadian aneh dan hampir 6% murid SMK Cemerlang memiliki kekuatan tidak terduga dan kejadian hal konyol juga terjadi.
Mereka berdelapan asik mengobrol tentang persiapan kemah saat hari libur sekolah datang. Hana yang paling serius membicarakan kemah ini. "Sudah kusimpulkan bahwa perkemahan ini adalah perkemahan paling besar pasti lokasinya luas seperti lapangan."simpul Hana yakin.
"Tapi kan, pasti lokasinya dekat hutan."kata Lina.
"Andai ya, disini ada yang bisa melihat masa depan atau bisa menerawang jauh gitu pasti enak."ucap Bening mulai berandai-andai memandang atap kantin.
Lidya yang sehari tadi diam menjentikkan jari. "Beni!"ucapnya membuat semua gadis menatap kearah Lidya, tidak mengerti.
"Beni kan bisa menerawang jauh dan dekat jadi kita perlu dia."lanjut Lidya senang.
"Oh ya, Beni!"kata Lina bangkit berdiri. Tera menoleh ke Lina,"memangnya kau tahu Beni dimana? Diakan tidak ada di kantin."kata Tera benar kalau Beni tidak ada di kantin sekarang.
Senyum Lina mengembang,"aku tahu, dia ada dimana."kata Lina berlalu pergi keluar kantin. Semua tatapan mereka mengarah ke punggung Lina dan pikiran mereka bertanya-tanya.
"Memangnya Lina tahu?Beni ada dimana?"tanya Cantika.
"Aku yang satu kelas sama Beni. Tidak tahu Beni dimana?malah Lina yang tahu?itu aneh nggak?"tanya Fitri bertanya-tanya.
Anggi melirik mengarah ke Hana,"Han. Apa kau tahu?"Hana menggeleng sebagai tanda tidak tahu.
"Aku tidak tahu karena hati Lina terus memanggil nama Jay."jawab Hana. Anggi mendengus sebal. Lidya melihat ke sebelah kanan kantin melihat trio Jakado makan-makan disana. "Padahal Jay dan teman-temannya berada disana?mengapa Lina manggil Jay."kata Lidya berkerut bingung.
"Mending Lina manggil Jay dalam hati. Kalau aku manggil Jimin berkali-kali sampai mikir dua kali sebelumnya aku tidak pernah memanggil nama itu."timpal Cantika nada kesal.
Hana hanya tersenyum,"sabar Kak."hibur Hana.
*Jangan Anggap Kami Lemah*
Bersambung....
Informasi dikit:
Jakado:Jay,Aska dan Nando[Multimedia 02]
Ikuti terus ceritanya ya!
__ADS_1