Jangan Anggap Kami Lemah

Jangan Anggap Kami Lemah
Sembilan Puluh Lima: Pengendali Waktu


__ADS_3

Sebelum kehancuran datang ketika imajinasi masih mencari tempat untuk bersemayam. Seorang gadis keluar dari bawah tanah dan berjalan menuju ke kota.


   Beberapa bulan kemudian seorang pemuda dengan gaya rambut berdiri seperti landak. Ia berjalan santai menuju ke restoran buat makan siang. Ketika membuka pintu dan selesai pesan makanan ia duduk di kursi kosong, menunggu pesanannya datang.


  Lalu datanglah seorang gadis cantik dengan rambut di biarkan terurai bebas,ia mengenakan pakaian berwarna ungu dan hitam. "Permisi. Apakah aku boleh duduk di sini?"tanyanya ramah ke pemuda bernama Riko itu.


Ia sempat terpana dengan pesona gadis di depannya ini tanpa mengatakan apapun ia mengangguk mengiyakan. "Terima kasih."katanya.


Lalu keduanya hening sesaat dan akhirnya gadis itu angkat bicara menatap seorang pemuda tampan, unik menurutnya. "Kau sangat menarik."ucapnya membuat Riko kaget mendengar gadis itu tiba-tiba mengatakan itu.


"Apa yang kau bicarakan?"tanyanya sedikit risih dengan perkataan itu. Sungguh itu menjijikan sekali.


"Kau menarik. Bagaimana kalau kita kerja sama?"tanyanya membuat Riko diam sesaat merasa bingung dan heran. Tidak ada angin atau apapun tiba-tiba saja mengatakan hal tidak terduga dan mengajaknya kerja sama.


"Kerja sama apa?"tanya Riko menatap gadis di depannya bebarengan pesanan Riko sudah datang.


Gadis itu hanya tersenyum simpul. "Kerja sama yaitu menjadi mata-mata mencari imajinasi tumbuhan kuat yang mengaku kalau dia itu pangeran tumbuhan. Kalau kau sudah tahu. Giliran mencari penulis karakternya dan bawa ia kesini!"ucapnya memerintahkan Riko seenak jidat.


Pemuda tersebut awalnya tidak tertarik dengan hal itu dan tidak ada manfaatnya cukup kehidupannya yang pedih. Gadis itu menatap Riko tajam, "ku mohon kerja sama lah denganku. Aku bakal kasih rahasia kekuatan sembunyimu karena kau unik."ucapnya menatap Riko penuh memohon dan keyakinan.


-


-


-


-


-


-



"Aku sudah tahu semuanya. Kalau Tera adalah pangeran tumbuhan itu."lapor Riko membuat gadis itu tertawa puas berbalik menghadap seorang pemuda yang tidak sia-sia ia pilih. Kekuatan pengendali waktu memanglah sangat mudah.


"Bagus. Dan siapa penulis karakternya?"ucapnya senang dan bertanya balik.


"Lidya."jawabnya singkat.


"Oh ternyata anak itu toh penulisnya. Kalau begitu bawa dia ke sini Riko!"titahnya di balas angguk oleh Riko.


Selama lima hari ia memata-matai Lidya dan sempat melihat kebiasaan Lidya di dimensi lain. Perlahan ia mengurungkan niat untuk membawa Lidya ke gadis itu. Kemudian ia melihat temannya terluka ia sering khawatir dan berusaha menyelamatkan mereka. Tetapi imajinasi lain seolah melindungi Lidya dari apapun sampai ada yang me-mentaruhkan nyawanya.


Riko sendiri tidak tahu siapa yang menciptakan imajinasi di dalam tubuhnya. Waktu berjalan begitu cepat saat semua sudah mencapai tujuan yang diingankannya. Riko tidak sengaja mendengar suara yang ternyata atasannya sendiri, Keysa-- yang memiliki kekuatan tumbuhan penghancur dan tumbuhannya juga terkesan menakutkan.


Ia memilih untuk menguping.

__ADS_1


"Tidak kusangka mereka bertiga adalah imajinasi bodoh yang aku pilih. Aku akan memanfaatkan kekuatan mereka untuk kehidupan keabadian ku karena musuh secara tidak langsung aku habisi. Jika penulis berhasil aku bunuh otomatis mereka akan menghilang bersama imanjinasinya hahahaha. Termasuk Riko dan juga Meika akan hilang tuk selamanya."ucapnya panjang lebar pada dirinya sendiri tertawa puas di dalam bangunan terbengkalai.


Riko membulatkan bola matanya mendengar rencana busuk dari tuannya, Keysa. Ia tersenyum simpul, "aku akan memanfaatkan situasi ini. Tunggulah aku,Keysa. Aku bukanlah manusia bodoh dan imajinasi lemah. Aku sangat berterima kasih padamu telah mengajariku kekuatan tersembunyi."ucap Riko pelan lalu pergi dari tempat terbengkalai itu menuju ke sekolahnya.


-


-


-


-


-


-


Keysa menatap Riko seksama pemuda itu ingin turun tangan buat ngehancurin kota hingga tidak tersiksa. "Bagus, Rik. Kau adalah orang yang berguna. Kalau kau ingin pasukan bilang saja padaku, aku sudah mengumpulkan Imagination Alone yang sudah ku tawarkan kerja sama."ucapnya tersenyum simpul.


Riko tersenyum mendengarnya, "tidak perlu. Aku bisa sendiri. Aku bisa menghabisi semua orang tidak berdosa dengan kekuatan pengendali waktuku. Aku akan membuatmu bahagia tuk selamanya."ucapnya tersenyum lebar dan pergi menunggangi jangkirk berukuran besar menuju ke kota bagian Selatan.


"AKU AKAN MENGUASAI DUNIA!"Lantang Riko sebelum ia pergi menjauh. Keysa tertawa mendengarnya dan bergumam kalau Riko adalah imajinasi paling bodoh--ia sama saja, bunuh diri.


"Aku akan mengubah takdirku dan akan menjadi abadi tuk selamanya sebab tidak ada satu orang pun yang akan menghentikanku bersama budak-budakku."ucapnya begitu yakin kalau ia akan mengubah takdirnya seratus persen dan ia tidak tahu kalau sebenarnya Riko memiliki tujuan lain tanpa sepengetahuan Keysa.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


"Aku akan menguasai dunia sesuai keinginanku, Vin!"ucapnya penuh keyakinan bahwa tujuannya sebenarnya yaitu menguasai dunia. Vin menyuruh Riko untuk membunuhnya segera dan berkata kalau ia membunuhnya maka nyawanya bakal tenang.


Tentu saja mendengar hal itu langsung membuat hati Riko semakin lama semakin menciut terasa sedih. Riko merasa kalau ucapan Vin bagai petir yang menyambar. Pemuda tersebut mengambil belati yang ada di bajunya, tangannya sedikit bergetar.


Vin sudah memejankam matanya menunggu ajalnya di tangan temannya sendiri, penghianat kejam. Riko mengangkat belatinya menutup matanya tanpa melihat ia menurunkan belatinya ke perut Vin.


Jleb!


Ini tidak sesuai rencananya tidak sesuai apa yang di harapkan. Perlahan matanya terbuka melihat Vin sudah tiada, ia tercengang telah membunuh temannya sendiri.


"TIDAK!"


Ucapnya begitu lantang sampai memenuhi kota bagian Selatan yang sudah tidak ada cahaya kehidupan. Riko memegang tangan Vin begitu kuat tidak terima melihat masa depan yang akan terjadi kehancuran bak neraka.


"Aku mau kita kembali ke awal!"serunya lantang. Tangan kanan Riko keluar sepercik cahaya yang semakin lama menyilaukan.


Waktu berjalan mundur begitu cepat,Vin yang terpental jauh berkali-kali sampai akhirnya di tempat di mana Vin mendongak melihat seorang pemuda berada di atas gedung.


"Woi!! Iblis! Turun lo! Apa kau nggak punya hati apa telah membunuh banyak orang!"lantang Vin pada pemuda tersebut.


Pemuda itu tersenyum simpul dan memilih turun dari gedung membuat Vin terheran-heran. Ia menunggu pemuda tersebut dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi buat berjaga-jaga jika ada serangan tiba-tiba.

__ADS_1


Kedua matanya terbelalak melihat seorang pemuda yang ada di hadapanya. Tidak percaya,sungguh tidak percaya ia adalah Riko.


"Kau."ucapnya penuh tekanan ia tidak menyangka bahwa kehancuran kota ini adalah perbuatan keji Riko, penghianat.


Vin mengepalkan tangannya ingin meninju wajah Riko sampai babak belur. Riko berdiri di hadapan Vin penuh dengan air mata membuat Vin kesal sekaligus bingung melihat seorang penghianat menghampirinya dengan air mata bercucuran.


"Vin!"serunya memeluk Vin dan disana Riko menangis. Pemuda tersebut kebingungan melihat temannya tiba-tiba menangis.


"Vin, syukurlah kau masih hidup. Aku tidak akan memukulmu, aku tidak mau membunuh temanku."ucapnya melepaskan pelukan. Vin hanya memandang ling-lung tidak mengerti tetapi ia memilih memasang wajah datar.


Vin menatap Riko penuh was-was dan berpikir negatif kalau semua ini adalah tipuan musuh untuk membunuhnya dengan cara mudah yaitu mengkelabuhi lawannya.


Riko menghapus air matanya cepat. Vin bertanya ke Riko, "Apa aku pernah mati sampai kau tiba-tiba menangis seperti orang kehilangan salah satu temanmu?"tanya Vin pada akhirnya.


Riko hanya bisa tersenyum tipis menganggapi pertanyaan Vin. "Lupakan biarkan itu menjadi rahasia yang tidak perlu kau ketahui. Yang perlu kau ketahui adalah teman-teman lainnya dalam bahaya."ucap Riko membuat Vin terbelalak.


"Sial. Aku terkecoh dengan musuh. Kita harus kesana!"ucap Vin semangat. Riko mengangguk dan keduanya berangkat bersama-sama meninggalkan monster jangkrik yang berdiam diri di sana.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Hana terbelalak melihat pistol itu. Pandu merasakan ada getaran tubuh Hana yang semakin lama merasa ketakutan,ia menoleh bersamaan meluncurnya peluru yang mengarah cepat ke Hana.


Pandu terbelalak lebar begitupun Hana melihat peluru tersebut menuju ke arahnya.


Deg!


Tiba-tiba sebuah temeng besi berada di depan keduanya dan peluru tersebut jatuh ke tanah. Hana dan Pandu terbelalak lalu temeng tersebut menghilang. Mereka berdua mendongak ada dua Yusuf di sana.


"Yusufnya ada dua!"ucap Hana.


Pemuda berjaket abu-abu itu tidak terima kalau ia di kira Yusuf. "Hei enak saja kau mengira kalau aku kembarannya Yusuf. Aku ini adalah Akbar, kekuatan imajinasi Billy Iron sedangkan Yusuf itu Joe Sugar."ucapnya tidak terima di balas kekehan dari Yusuf.


"Akbar. Kau bersama Pandu dan Hana sedangkan aku bersama yang lain."ucapnya langsung melesat pergi.


Akbar mendengus sebal mendengarnya. Ia ingin menyerang orang-orang yang mengepung Hana dan Pandu sebelum Akbar meluncurkan serangannya Pandu berkata, kalau mereka semua di kendalikan oleh seseorang jadi mereka sadar akan tetapi tidak bisa di mengendalikan tubuhnya sendiri.


"Oh itu sangat buruk sekali."komentar Akbar.


"Baiklah kalau gitu aku akan membuat mereka semua pingsan sementara waktu."ucapnya meluncurkan meriam dari tangannya dan mengenai beberapa orang hingga pingsan.


  Dari jauh seroang gadis mengumpat karena banyak bonekanya telah ambruk. "Sial! Kenapa mereka bisa menumbangkan bonekaku. Awas saja kalian, aku akan meluncurkan semua kekuatan terhebatku hahaha!"


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Bersambung....


Ikuti terus ceritanya ya, kawan-kawan. Kalian tidak mau kan ceritanya kelewat begitu saja.

__ADS_1


Like,vote, comment nya ya:) see you


__ADS_2