
Perjalanan seorang gadis bernama Maulidya Wahyu Fatmawati sudah selesai. Perjalanan yang sangat melelahkan dan keterkejutan tidak tergugah. Harapannya untuk bertemu dengan imajinasi di dunia nyata benar-benar terkabul. Namun, itu tidak sesuai ekspetasi Lidya.
Ia mengira kalau imajinasi sudah menjadi real, Lidya tidak akan merasa sendirian lagi. Dan Lidya akan sering di bela oleh imajinasinya agar teman yang sering membulynya tersadar dan ketakutan ,mengingat imajinasi Lidya kebanyakan memiliki kekuatan.
Tidak di sangkah imajinasi menjadi real memiliki misi yang sulit,untung saja teman-teman Lidya sudah berbuat baik padanya dan mempermuda misi itu sampai sejauh ini.
Lidya sekarang duduk santai memandang kebun milik Yuli, mamanya Pandu. Sebab ia sekarang tinggal di rumah keluarga Dewana tempat William tinggal agar selama William pergi ke perusahaan di luar negri, Lidya tidak sendirian dan anak-anaknya tidak merasa bosan.
Zaman sudah lebih modern daripada zaman dimana Lidya menghabiskan masa-masa remaja, bisa dibilang masih tahap menuju modern. Sekarang sudah banyak elektronik yang berkembang pesat, semua di bantu alat elektronik dengan tujuan meringankan kinerja tenaga manusia. Dulu kalau belajar sama buku sekarang belajar dengan tablet, laptop atau meja yang seperti tablet. Murid masih di temani oleh buku tetapi kegunaannya sudah mulai berkurang.
Papan tulis juga begitu sudah tersambung elektronik. Lidya memejamkan matanya menikmati hembusan angin sejuk di tempat penghijauan seperti ini, baik untuk merilekskan badan. Lalu terdengar suara yang membuat Lidya mengulum senyum.
"Mama!"teriak ketiga anaknya berlari kecil menuju ke tempat duduk Lidya. Wanita itu menoleh melihat anak-anaknya sudah pulang dari sekolahnya, Lidya memeluk ketiga anaknya.
Seroang gadis kecil memeluk Lidya lebih erat daripada dua saudaranya,"mama. Tadi di sekolah Kak Prima sangat hebat!"cerita Nandya, anak Lidya nomer 2.
Anak laki-laki yang memiliki tubuh tinggi dari dua saudaranya hanya menatap datar, mata birunya melihat Nandya asik bercerita tentang aksi kehebatan bela diri Prima--bisa dibilang terlibat perkelahian antara kakak kelas. Lidya melotot melihat putranya tidak percaya.
"Kau tidak apa-apa? Prim?"tanya Lidya berusaha mengecek apakah putranya yang satu ini mendapatkan luka seperti kemarin. Nyatanya Prima tidak mendapatkan luka apapun. Satya, anak ke tiga Lidya, mengucapkan kalau kakaknya itu di tolong oleh seseorang misterius memegang pedang yang memiliki tekanan kuat.
Lidya segera merangkul ketiga anaknya mengucapkan kalau mereka tidak boleh berkelahi di sekolah. Memang anak Lidya sering terlibat perkelahian terutama Prima, kakak paling tua. Prima di umur 10 tahun sedangkan dua adik kembarnya berumur 8 tahun,di umur yang cukup kecil sudah memiliki prinsip hidup dan ambisi besar.
Prima Cahya Anggara, anak yang memiliki prinsip hidup menjadi orang yang tidak takut apapun meski hewan serangga sekalipun ia tidak akan pernah takut. Nyatanya Prima memiliki fobia takut dengan hewan sejenis reptil. Ambisinya ialah ia tidak akan pernah meminta maaf pada orang yang berani mencelakai adik-adiknya terutama Nandya. Ia akan menjaga adik perempuannya lebih apapun.
Wahyu Nandya Anggara, ia memiliki prinsip hidup tidak mudah menyerah melakukan apapun. Karena Nandya mudah untuk putus asa dan itu sudah menjadi musuh besar buat Nandya jadi ia harus memutuskan untuk berkerja keras dan tidak putus asa dengan mudah. Nandya belum punya ambisi kuat seperti kakaknya.
__ADS_1
Wahyu Satya Anggara, ia memegang prinsip sama seperti Pirma hanya saja berbeda dikit, berani melawan mereka yang berani mengganggu dirinya dan kakak perempuannya. Buat berjaga-jaga kalau Prima sedang ada urusan penting sekolah atau saat Prima masih ada kelas tambahan. Satya belum mempunyai ambisi lebih tepatnya belum mendapatkan ambisi kuat.
"Kalian tidak boleh cari masalah di sekolah ya? Terutama kau Prima. Jadilah kakak yang baik buat adik-adiknya?"peringatan buat Prima.
Prima menghela nafas kasar,"baik ma. Tapi kalau adik-adikku kena masalah, aku tetap menghajar mereka!"ucapnya berambisi. Lidya hanya menghela nafas panjang, Prima memang keras kepala.
Lidya menyuruh ketiga anaknya untuk mengganti seragamnya. Sampai di dalam rumah, Yuli merangkul cucunya bergantian sampai-sampai mereka bilang,"hampir tercekik!"
Pemandangan yang sangat bahagia. Lidya yakin, kalau imajinasi yang terjadi tahun-tahun lalu tidak kembali. Suasana keluarga Lidya sangat harmonis begitu banyak hari yang di lalui selalu bahagia tanpa ada masalah.
Nandya sangat senang apalagi kalau masuk ke dalam kamar orang tuanya tiba-tiba. Ia membuka pintu kamar seketika tertawa terbahak-bahak melihat tingkah orang tuanya saat kepergok Nandya. Mereka berdua menoleh ke arah Nandya yang sama sekali tidak memasang nampang muka bersalah.
"Nandya! Sedang apa kau ada disini?"ucap Lidya terkejut.
"Papa kan sudah bilang kalau mau masuk kamar orang harus ketuk terlebih dahulu sebelum yang punya kamar mengizinkan."tutur William pada anak perempuannya ini.
William yang gemas dengan tingkah laku Nandya, menggendong Nandya sambil mencubit hidung pesek anak perempuannya,"kalau di ulangi lagi, papa jewer telingamu."ancam William ke Nandya.
Nandya masih tertawa dan melihat papa membisikkan sesuatu ke Lidya. Lalu tiba-tiba Nandya tersenyum penuh maksud. "Pa,Ma. Nandya pengen banget punya adik perempuan biar Nandya tidak sendirian. Kak Prima enak ada temannya, Satya. Kalau aku, nggak ada."ucapnya begitu polos.
"Kan Kak Prima dan Adik Satya juga teman Nandya sekaligus saudara Nandya."ucap Lidya terkekeh. Nandya mengerucutkan bibir membuat pipi terlihat cubby seperti balon. William segera mengajak Nandya ke taman bermain.
Terdengar Nandya merengek minta adik perempuan. Lidya hanya bisa menggeleng melihat tingkah laku polos Nandya. Ia menutup kamarnya lalu duduk di atas kasur mengingat perkacakapannya pada William.
William sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Lidya dan setiap satu bulan sekali. Mereka sering mengunjungi pemakanan Pandu, respon anak-anak terutama Prima. Ia pernah bilang kalau cinta mamanya sangat luar biasa dan beruntung bisa bertemu papanya yang tidak lain adalah sepupu Pandu. Prima juga penasaran, Pandu itu orangnya seperti apa sampai-sampai mamanya tidak bisa melupakan sosok sepupu papanya itu.
__ADS_1
"Dia punya sesuatu yang tidak bisa mama lupakan. Sosok Pandu sikapnya mirip sekali sama Papamu, Prima. Dan kenapa namamu Prima?"kata Lidya waktu itu. William mengusap batu nisan yang tertutup debu, tulisan itu samar-samar jelas.
Prima mengerutkan keningnya melihat nama yang ada di tulisan tersebut, 'Prima Pandu Dewana'.
Lidya juga pernah mendongeng pada anak-anaknya tentang seorang gadis yang sering di bully sama teman-temannya sampai menangis sehingga ia berharap kalau ia bisa mendapatkan teman yang mengerti perasaannya. Contohnya saja, karakter yang selama ini ia tulis di buku atau aplikasinya. Dan harapan gadis itu terkabul.
Ketiga anaknya itu terkagum mendengar kisah luar biasa tentang gadis yang di maksud oleh Lidya. Mereka bertiga tidak tahu, kalau kisah itu nyata bukan dongeng belaka. Serta mereka bertiga tidak tahu bahwa gadis yang ada di cerita tersebut adalah mamanya sendiri.
"Aku ingin menjadi seperti gadis itu!kuat, tapi dia tidak menunjukkan betapa kuat dan beraninya di hadapan teman-temannya. Ia lebih cenderung terlihat lemah."kata Prima mengepalkan tangan lalu mengangkatnya ke atas layaknya superman.
Lidya hanya terkekeh lalu membenarkan,"bukan, karena ia memperlihatkan sisi lemahnya. Ia memang tidak tahu bahwa selama ini ia memiliki kekuatan kan dia hanyalah seorang penulis."Lalu mereka bertiga tertidur setelah Lidya mendongeng.
Wanita itu bangkit berdiri menatap luar jendela kamarnya berharap masa depan anak-anak lebih cerah. Ia tidak sanggup kalau masa depan anak-anaknya seperti dirinya dan teman-temannya.
"Aku harap. Masa depan sangat cerah, tidak ada tanda-tanda kekuatan itu muncul lagi."kata Lidya pelan.
*Jangan Anggap Kami Lemah*
Terima kasih semua telah membaca buku "Jangan Anggap Kami Lemah" sampai sejauh ini. Silahkan vote, Like, Comment. Buku ini tamat juga karena kalian yang selalu dukung dan setia membaca per-chapter. Kalau ada yang tanya-tanya sesuatu silahkan ke kolom komentar, insyaallah saya akan selalu menjawab hehehe.
Thank you
Terima kasih
Xie Xie
__ADS_1
Arigatou gozaimasu
Syukron.