Jangan Anggap Kami Lemah

Jangan Anggap Kami Lemah
Empat Puluh Sembilan:Teka-teki Yang Sudah Terpecahkan


__ADS_3

Selena bingung mencari Farah sehari tadi tidak ketemu karena ia belum makan siang membuatnya khawatir. Lidya yang melihat gerak-gerik Selena yang kebingungan memilih untuk menghampiri gadis cantik itu.


"Sel, kau terlihat kebingungan, Kenapa?"tanya Lidya dahinya berkerut dan ada rasa khawatir.


"Duh, mana Farah. Ia sedari tadi nggak ada disini loh. Dia juga belum makan. Apa kita tadi menyuruh mereka terlalu keras sampai mereka berdua tidak kembali."ucap Selena. Lidya diam sejenak melihat wajah ketakutan kalau Farah dan juga Kevin terjadi apa-apa disana.


Waktu sudah berjalan sangat cepat dan tidak ada tanda-tanda dua makhluk yang tidak pernah akur selama mereka menempel. Selena memegang tangan Lidya menatap gadis kurus itu dengan mata puppy eyes miliknya. "Tolong mereka,Lid."pintanya.


Lidya sendiri tidak tahu harus melakukan apa toh dia juga tidak tahu mereka ada dimana sekarang.  Bening dan Vana datang menghampiri mereka berdua. Vana menatap keduanya datar dan serius, "ada apa?apakah Farah dan Kevin belum datang juga?"dibalas angguk Selena dan Lidya.


"Mereka berdua kemana sih?"tanya Selena gelisah. Bening tersenyum,"kalian positif thingking saja. Aku yakin, kalau mereka berdua itu akan baik-baik saja dan bisa kembali ke tenda."ucap Bening berusaha menenangkan kedua temanya yang khawatir. Selena mengerucutkan bibirnya menatap Bening.


"Aku tidak bisa diam saja,Ning. Aku ingin mencari mereka berdua!"ucap Selena kesal dan ia pergi untuk mencari Farah seorang diri. Lidya berteriak,"Selena!"menyusul Selena. Vana yang ada disebelah Bening hanya melirik sinis lalu menyusul Selena dan Lidya.


Bening diam dan melihat tatapan tidak suka dari Vana membuat hatinya merasakan was-was. Ia sangat takut kalau teman-temannya dalam bahaya. Harusnya tadi ia tidak mengatakan harapan yang tidak mereka sukai kecuali Lidya. Karena gadis itu sudah tahu, kelebihan dirinya daripada Vana, Farah dan Selena.


  Arsa yang kebetulan lewat melihat Bening menundukkan kepala bersalah dan perasaan takut. "Ada apa Ning?"tanya Arsa sudah disamping Bening. Gadis itu hanya menggeleng pelan menatap ke depan, tatapan kosong. Arsa melihat arah pandang Bening melihat ketiga gadis yang berbicara dengan Pak Ganda.


"Sebenarnya ada apa?"tanya Arsa lagi.


"A-aku mengucapkan satu harapan bahwa Farah dan Kevin akan baik-baik saja di luar sana. Tapi Selena ingin mencari Farah dan juga Kevin yang sama sekali tidak tahu, mereka ada dimana."jelas Bening menatap ke depan tatapan sendu ingin rasanya mengeluarkan air mata. Namun, tidak bisa. Orang yang mengerti perasaannya hanya Hana saja, yang lain tidak bisa mengartikan perasaan yang sesungguhnya. 


Arsa menghirup udara segar dan menoleh melihat Bening masih memasang wajah sedih,"kalau gitu kita sama."ucap Arsa, Bening menoleh kearah pemuda kembar disampingnya.


"Maksudmu sama."tanya balik Bening masih tidak mengerti maksud Arsa.

__ADS_1


"Kita sama. Sama-sama tidak mengambil bagian penting. Aku hanya bisa menembakkan gelang karet ke suatu benda yang aku inginkan. Hanya itu saja kemampuan ku, tidak lebih. Kalau kakakku Arka, dia bisa membuat tiruannya jadi meski kak Arka sendirian ia juga bisa melawan seorang diri dengan cara memecah dirinya menjadi dua, tiga dan seterusnya."jelas Arsa tersenyum tipis menatap ke depan.


"Tapi aku ingat sesuatu yang di ucapkan oleh kakaku. Yaitu, seseorang yang memiliki kelebihan tidak ada kata Kesempurnaan. Semua orang memiliki kelemahan dan orang lemah juga memiliki kelebihan, begitupun sebaliknya."lanjut Arsa membuat Bening tersenyum tipis mendengar kalimat motivasi supaya tidak ngedown.


"Mungkin kita sekarang tidak terlihat oleh orang lain tapi suatu hari nanti orang-orang akan membutuhkan kita."kata Arsa lagi, Bening mengangguk dan mengajak Arsa ke Pak Ganda untuk mencari tahu kemana Farah dan Kevin pergi.


  Ekspresi Selena bingung apa yang dimaksud oleh Pak Ganda, kepala sekolahnya. Tidak hanya Selena saja yang bingung tapi Lidya dan Vana juga bingung.


"Apa maksud bapak? Mencari bunga warna-warni di area terlarang di Drak shadows 36 ini!"ucap Selena sedikit tidak terima, kedua tangannya sedikit mengepal.


Pak Ganda hanya tersenyum tipis melihat ketiga anak didiknya terlihat kebingungan. "Lebih baik, kalian tidak usah ikut campur dengan urusan mereka berdua yang seenaknya tidak bekerja sama dengan kelompoknya. Malah berjalan berduaan, jadi Bapak paksa mereka masuk ke area terlarang itu sebagai hukuman!"ucap Pak Ganda dengan nada tinggi membuat semua murid dan guru pedamping terkejut mendengar teriakan dari Pak Ganda.


  Lebih terkejutnya lagi Selena, Lidya dan Vana karena Pak Ganda telah salah paham padahal mereka berdua keluar tenda untuk membantu kelompok lain dengan tujuan, tangan yang menempel bisa terlepas. Pak Ganda yang mendengar itu dari ketiga gadis terkejut. Ia membulatkan kedua matanya,"APA!"


Beni, Cantika, Tera, Melvi dan Pandu segera menuju ke Pak Ganda. Apa yang sebenarnya terjadi disusul Zaidan, Hilda dan Rian. "Kalau begitu, kita harus mencari Farah dan Kevin!"kata Selena tanpa berpikir panjang. Ia ingin pergi tetapi lengannya berhasil di cekal oleh Lidya.


"Tidak! Kita tidak akan menyusul mereka."kata Lidya serius menatap Selena. "Kenapa?mereka dalam bahaya di area terlarang itu!"ucap Selena berusaha melepaskan pergelangan tangan dari tangan Lidya.


"Tidak! Karena aku yakin, mereka akan baik-baik saja. Aku yakin dengan Kevin. Dia orangnya baik dan tidak akan membuat semua orang terluka seperti dia menyelamatkan teman-teman kita saat Vana dalam mode Red Eyesnya."ucap Lidya penuh keyakinan yang mendalam. Seleana hanya diam menatap wajah serius Lidya dan beralih ke wajah datar Vana sedikit mengisyaratkan bahwa dikatakan oleh Lidya,benar.


Vana menatap Pak Ganda, serius. "Apa maksud Pak Ganda mengenai bunga warna-warni itu?"


"Bunga warna-warni itu sebenarnya tidak ada di area terlarang dan dimana pun. Maksud kalimat itu adalah bekerja sama. Jika mereka berhasil menemukan jawaban dari kalimat itu, mereka terbebas dari hukuman yang aku berikan."ucap Pak Ganda nada serius menatap semua murid. Lidya sempat tercengang sedikit mendengar kalimat teka-teki yang baginya sulit.


*Jangan Anggap Kami Lemah*

__ADS_1


   Farah dan Kevin masih berjalan sambil mengedarkan pandangan ke segala arah mencari bunga warna-warni. Kevin berhenti membuat Farah bingung, "ada apa Kev?"


"Coba kau ulangi kata-kata Pak Ganda."pinta Kevin menatap Farah.


"Mencari bunga warna-warni di area terlarang Drak Shadows 36 kalau nggak bawa bunga warna-warni itu jangan harap bisa datang ke perkemahan."ucap Farah serius.


Kevin berjalan kedepan berpikir di ikuti oleh Farah. Pemuda itu dahinya berkerut berpikir sambil mendongak ke atas melihat beberapa burung kecil terbang melewati hutan lebat ini. Farah juga ikut berpikir apa maksud bunga warna-warni tersebut, baginya ini sangat membingungkan.


"Bunga warna-warni tidak akan bisa tumbuh dalam satu pohon. Jika pohon berbeda-beda itu sangat logis, bunga-bunga beraneka ragam warna tapi jika satu bunga dalam satu pohon dan bunga itu berwarna-warni itu sangat tidak logis."kata Farah tanpa disadarinya Kevin sudah menemukan jawabanya. Ia menjentikan jarinya dan bilang terima kasih pada Farah. Gadis itu masih loading dan mengikuti Kevin yang akan membawa dirinya entah kemana.


"Eh pelan-pelan Kev, jangan lari kayak gini!"ucapnya berlari mengikuti langkah galah Kevin. "Jangan lari nanti aku capek, Kev!"ucapnya membuat langkah kaki Kevin berjalan seperti biasa dibalas gelengan Farah. Nafas gadis itu sedikit ngos-ngosan akibat lari terlalu cepat.


"Memangnya arti bunga warna-warni itu apa?"tanya Farah menatap Kevin.


"Artinya bekerja sama. Jika kita bekerja sama kita semua akan bersatu menjadi satu bunga yang memiliki warna beraneka ragam. Itu kalau dalam pikiranku, kalau kau?"kata Kevin dan bertanya balik ke Farah.


"Hmm, aku juga berpikir hal itu."ucapnya.


"Kalau gitu, kita harus kembali."ucap Kevin dibalas anggukan Farah.


Mereka berdua berlari kecil menuju tempat dimana mereka berdua masuk. Diatas pohon Yusuf merasa senang kalau mereka berdua tidak terjadi apa-apa, ia khawatir sangat kalau mereka berdua di serang oleh binatang buas karena area terlarang ini masih banyak binatang buas dan liar. Yusuf mengikuti mereka berdua dari belakang sambil melihat sekitar.


*Jangan Anggap Kami Lemah*


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2