
"Mbak... tolong jaga kak Keke. Kalau dokter datang suruh segera memeriksa kak Keke. Saya akan mencoba menenangkan Babby M di kamar. Kalau ada apa-apa telephon aku ya.!" Kata Dariel sambil buru-buru masuk ke dalam kamar.
Dariel meletakkan babby M di atas ranjang. Ia membuka baju mungil babby M. Diletakkannya dua ujung jarinya di dada babby M. Ia mulai berkonsentrasi mengerahkan kemampuannya berusaha menyalurkan tenaga dalam nya untuk mengobati babby M dari sakit demamnya.
Beberapa waktu Dariel terus mencoba namun sepertinya ada penghalang. Membuat tenaga dalamnya tidak bisa masuk ke dalam tubuh babby M. Bahkan tubuh M tiba-tiba mengejang. Tangan dan kaki-kaki mungilnya menendang kaku. Membuat Dariel seketika panik.
Dariel menutup tubuh mungil babby M dan membawanya berteleportasi menuju rumah Kayra. Dariel langsung menuju kamar Kayra. Saat itu Kayra sedang ganti baju. Saat ia melihat Dariel berada di kamarnya. Kayra terkejut. Serta-merta ia menumpahkan amarahnya pada Dariel.
"Riel... Apa yang kamu lakukan di sini? Jangan dekati aku lagi! A...aku... akan mengurus perceraian kita! Pergilah Riel... aku tidak mau bertemu dengan mu!" Kayra panik.
Ia menekan rasa cintanya pada Dariel. Yang membuat Kayra seketika lemah di hadapannya. Keinginan untuk bersatu tergaung dalam hatinya. Ia sebenarnya tidak ingin berpisah. Namun ia ingat bagaimana parahnya keadaan Dariel karena perbuatan yang tidak disadarinya.
Kayra bergelut dalam hatinya. Ada kata-kata terngiang di pikirannya. 'Ia harus cerai!' Ya hanya itu satu-satunya cara sebagai bukti besarnya cintanya pada Dariel. Cinta yang rela berkorban walau itu sangat menyakitkan bagi Kayra juga keduanya.
Dariel menatap Kayra ragu-ragu. Namun ia tidak bisa pergi sekarang. Ia sangat memerlukan bantuan Kayra. Babby M dalam gendongannya, Kak Raka dan Papa nya yang sedang kritis di rumah sakit juga kak Keke yang tadi pingsan setelah menerima panggilan telephon dari rumah sakit.
"Riel... kalau kamu tidak mau pergi dari sini, aku yang akan pergi!" Ancam Kayra. Dariel tak bergeming dari tempatnya berdiri. Ia menjatuhkan diri menumpu pada lututnya. Dariel berlutut.
"Ra... babby M perlu bantuanmu." Kata Dariel seraya membuka kain yang menutupi tubuh babby M. "Ra... lihatlah babby M sedang sakit, kemampuan ku tidak cukup untuk menyembuhkannya." Kata Dariel memelas. Ia sangat berharap Kayra mau membantu menyembuhkan babby M.
__ADS_1
Kayra seketika terdiam. Ada perasaan perih yang tiba-tiba menyerang hatinya. Ia salah paham, ia mengira kedatangan Dariel untuk membujuk agar ia kembali padanya. Namun ternyata kedatangan Dariel hanya karena membutuhkan bantuannya?
Kayra mendekati Dariel. Ia menatap tubuh mungil babby M yang baru berumur dua minggu. Bayi itu menggeliat tidak nyaman dalam dekapan Dariel. Kayra memutuskan untuk membantu Dariel.
Diambilnya babby M dari gendongan Dariel. Bayi itu di baringkannya di atas ranjang. Kayra mulai berkonsentrasi, ia memejamkan mata. Saat ia membuka mata, tampak olehnya sebuah tali dengan api menyala mengikat erat babby M. Kayra terdiam, benarkah penglihatannya ini?
Kayra mencoba memegang tali berapi itu namun tangannya tidak menyentuh apa-apa. Apakah ini mungkin sebentuk santet? Kalau benar seperti itu. Ini sebuah tindakan paling keji dan pengecut. Apa kesalahan seorang bayi mungil seperti babby M yang belum tahu apa-apa, sehingga menjadi pelampiasan seseorang yang mungkin menaruh dendam?
Kayra tidak pernah belajar tentang bacaan mantra apa pun. Ia hanya mengingat pelajaran yang pernah didapatnya dari Dariel. Ia berkonsentrasi, jari-jarinya disentuhkannya di tempat tali berapi itu berada. Diatas perut dan dada babby M. Ia membayangkan tali-tali berapi itu mati. Saat itu juga tali berapi itu padam apinya. Suhu tubuh babby M seketika berangsur normal.
Kayra kembali berkonsentrasi membayangkan tali-tali itu longgar dan terlepas dari tubuh bayi M. Keajaiban terjadi kembali, tali-tali yang mengikat tubuh babby M melonggar dan lepas dari tubuh babby M. Bayi itu sekarang tidur dengan lelapnya. Ada senyuman tersungging di bibir mungilnya.
Kayra berkonsentrasi kembali, ia membayangkan tali-tali yang tadi mengikat babby boy mengembang menjadi sangat besar. Tali-tali tak kasat mata itu membesar dan memanjang. Api biru yang sangat panas membakarnya tanpa sedikitpun membuat kerusakan pada tali. Kayra mengirimkannya pada si pengirim.
***
Di tempat lain di pinggir kota, di sebuah ruangan kamar remang-remang. Nampak seorang pria dengan penampilan rambut panjang awut-awutan sedang duduk menghadapi tiga buah boneka jerami. Salah satunya boneka yang sangat kecil. Ia terlihat sangat kerepotan membuat ikatan benang pada boneka itu. Setiap kali usahanya mengikatkan tali selalu gagal. Tali yang dipasangnya tiba-tiba luruh dan terlepas dari boneka.
Keringat dingin membasahi tengkuk dan dahinya. Dirapalkannya mantra-mantra namun tidak juga membuahkan hasil.
__ADS_1
Tiba-tiba berkelebat tali besar dengan api biru. Tanpa peringatan api itu langsung membebat tubuhnya. Menimbulkan rasa terbakar yang sangat menyakitkan. Sang dukun berteriak kesakitan.
"Aaaa...aaa.... panas.....!" Sang dukun berguling-guling berusaha melepaskan tali besar berapi itu dari tubuhnya. "Aaaa.... aaaa.... panas....!"
Teriakan sang dukun membuat seorang wanita paruh baya dengan penampilan elegan terkejut. Ia adalah klien sang dukun. Wanita itu berlari dan masuk ke dalam kamar sang dukun. Ia sangat terkejut melihat keadaan sang dukun yang sangat mengenaskan.
Sang dukun berguling-guling dilantai tampak tubuh dan wajahnya terbakar dan menguarkan aroma daging gosong. Wanita paruh baya itu terpaku di ambang pintu. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
Saat kesadaran timbul dalam pikirannya. Ia bermaksud segera pergi dari tempat itu. Ia tidak mau dituduh menjadi penyebab kematian sang dukun. Saat si wanita paruh baya itu berbalik hendak lari, sekilas cahaya seperti kilat menyambarnya. Membuat wajahnya yang cantik seketika melepuh terbakar.
"A....a.... sakit...." Wanita itu berteriak-teriak dan segera lari keluar dari rumah. Saat ia berhasil menapakkan kaki nya di halaman. Rumah sang dukun habis dilahap api.
"Nyonya... ada apa nyonya?" Tanya sang sopir keheranan.
"Aduh.... sakit.... bawa aku ke rumah sakit terdekat!" Perintah wanita itu sambil terus mengaduh menahan sakit yang luar biasa.
***
"Riel... sepertinya babby M sudah sembuh." Kata Kayra ceria. Namun respon Dariel tidak seperti yang diharapkannya. Dariel nampak diliputi kecemasan.
__ADS_1
"Riel... babby M sudah sembuh!" Kata Kayra mengulang kembali.