Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Lagi-lagi Hantu!!!


__ADS_3

Pak Drajat terpaku di tempatnya berdiri. Ia begitu terkejut melihat Dariel dan Kayra. Sementara Dariel dan Kayra mengacuhkannya karena merasa tidak mengenal pak Drajat. Juga saat ditanya tidak memberi jawaban. Hingga Dariel dan Kayra menganggap pak Drajat mungkin salah mengenali orang.


Sementara di mata pak Drajat, dua orang muda mudi di depannya dikenalinya sebagai pasangan kekasih yang dilihatnya seminggu yang lalu. Dua orang ini yang menghilang diantara tembok - tembok tinggi rumah tua.


Saat mengingatnya seketika tengkuknya terasa meremang, peluh dingin keluar dari pelipisnya. Tubuhnya menggigil ketakutan. Lidahnya menjadi kelu, membuatnya tak bisa berkata - kata. Sampai ada sebuah tangan menepuk pelan pundaknya membuatnya terjengat.


"Pak Drajat... ada apa pak?" Si mas pelayan warung, menyadarkan pak Drajat yang terlihat sangat ketakutan. Pandangan pak Drajat terus tertuju pada Dariel dan Kayra, terlebih melihat bagaimana Dariel dengan sangat lahap memakan sate hati yang baru dipesannya.


"E.... enggak.... ada..." Pak Drajat langsung berjalan cepat- cepat keluar warung. Tidak memperdulikan teriakan si mas- mas pelayan warung. Hingga membuat si mas pelayan warung geleng - geleng kepala.


"Pak Drajat aneh banget, tadi katanya mau minta sate hati sama pelanggan baru itu. Aku sempat takut, jangan- jangan dia mau palak pelanggan baru. Anehnya ... malah di sana tadi ku lihat dia gak berani ngomong apa- apa, Sampai ketakutan kayak lihat hantu saja. Eh.... sekarang main kabur, gak mau bawa nasi soto yang dah ku bungkus." Kata si mas pelayan yang baru ngantar sate ayam di meja Dariel.


"Biarin aja. Sekali - kali biar tahu rasa dia. Memang pak Drajat tuch pelanggan setia. tapi setiap beli cuma bayar sepuluh ribu trus minta bonusnya lebih banyak. Kasihan bos kita bisa rugi gara- gara pak Drajat." Kata si Mas pelayan yang bertugas meracik nasi soto.


"Sekali-kali biar preman tuch dapat karmanya. Tadi aku liat pak Drajat sangat ketakutan, mungkin kalau gak ku tepuk bahunya, sudah buang- buang air dia dicelana."


"Apa pak Drajat kenal sama muda- mudi yang duduk di pojokan itu ya?" Mereka serta - merta mencuri pandang ke arah Dariel dan Kayra yang masih kelihatan asyik menikmati makanan mereka.

__ADS_1


"Gak tahu... kayaknya mereka baru dua kali ini ke sini." Salah satu si Mas pelayan warung mencoba peras otak mengingat Dariel dan Kayra.


"Mungkin pak Drajat punya banyak utang sama orang tua mereka, jadi langsung ketakutan saat mengenali mereka anak dari bosnya."


"Bisa jadi." Heheheh


Merekapun tertawa terkikik... sekalipun berusaha menahan tawa sekuat tenaga namun kikikan mereka gak bisa ditahan.


"Mas... tolong di bungkus sisa satenya ya." Kata Dariel mendekati dua mas- mas pelayan warung. Diikuti Kayra di belakangnya. Dariel pun membayar makanannya. Dengan perut penuh dan sangat kenyang. Dariel dan Kayra meninggalkan warung soto. Kayra menenteng plastik bungkus sate hati ayam sisa mereka.


"Ra... mau kemana lagi kita?" Tanya Dariel pada Kayra.


"Oke kita pulang." Dariel menggandeng tangan Kayra mereka berjalan menuju ke jajaran rumah tua. Tempat mereka tadi datang. Sesampainya di belakang rumah tua, Dariel membawa Kayra berteleportasi.


Dariel dan Kayra sekejap mata menghilang dari pandangan. Meninggalkan bangunan rumah tua dalam kengerian yang mencekam. Ada gerakan mencurigakan dari sebuah tong sampah di ujung jalan buntu. Tempat Kayra dan Dariel baru saja berteleportasi. Dari dalam tong sampah menyembul sebuah kepala dari dalamnya. Kepala pak Drajat, pria yang tadi juga datang ke warung soto. Ia semakin bergetar ketakutan. Dengan mata kepalanya sendiri ia melihat hantu. Juga tadi sempat direkamnya dengan kamera hp nya. Ia sengaja menunggu di tempat terakhir kali melihat Dariel dan Kayra menghilang. Mengharap bisa mencari bukti mungkin muda- mudi itu cuma manusia biasa yang bisa memanjat cepat atau terbang naik ke tembok. Atau apalah. Yang jelas pak Drajat tidak mau mati karena penasaran. Sekalipun ia sebenarnya takut setengah mati, ia harus bisa membuktikan dengan cara apa mereka bisa hilang begitu saja?


"Muda- mudi itu benar - benar hantu. Hi... serem.... " pak Drajat keluar dari tong sampah. Bau busuk melekat pada baju yang dikenakannya. Ia segera berlari terbirit - birit bahkan sampai celananya basah dengan air seninya. Tanpa sadar ia menjatuhkan hp nya di jalanan.

__ADS_1


Saat itu kebetulan pak Drajat berpapasan dengan seorang pria berbadan tegap. Melihat hp pak Drajat terjatuh, pria itu berteriak memanggil - manggilnya namun bukannya berhenti. Pak Drajat semakin kencang berlari. Ia ketakutan, jangan- jangan ia ketemu hantu lagi? Karena jalan yang ia lalui minim penerangan.


Si pria berbadan tegap segera mengambil hp yang terjatuh dan berniat melemparkan pada pak Drajat karena gemas. Namun sesaat ia berfikir mungkin orang yang hp nya jatuh itu adalah seorang pencuri atau jambret. Jadi saat dipanggilnya malah lari ketakutan. Sesaat diamatinya hp ditangannya, merk terkenal dengan spesifikasi yang cukup canggih. Sepertinya hp keluaran baru.


Pria berbadan tegap itu tidak mau buang- buang waktu terlalu lama di jalan sepi itu, apalagi saat ini ia hanya sendirian. Ia juga ingin segera sampai di kos- kosan-nya untuk segera beristirahat. Hari yang cukup melelahkan baginya. Seminggu lebih ia mendapat tugas dari atasannya. Sebuah tugas rahasia. Dua minggu lalu ada seorang gadis hilang dari RS di Jakarta. Kemungkinan ada yang menculiknya. Sekitar tiga puluhan detektif disebar untuk mencarinya. Termasuk dia dan dua orang rekannya diberikan tugas secara khusus menyelidiki di daerah Jawa Timur.


Si pria berbadan tegap sudah sampai di kos-kosannya. Ia segera mandi dan berniat hendak tidur. Saat ada panggilan masuk di hpnya.


drrrrt... drrrt


"Ya... ada apa Don?" Rupanya telepon dari rekannya yang tadi pagi berangkat ke Banyuwangi. Doni rekan si pria berbadan tegap memberi kabar kalau mereka sudah tiba di Banyuwangi.


"Baik, jaga langkah disana. Cari info sebanyak-banyaknya jangan lupa harus tetap rapi. Besok pagi aku pulang ke Jakarta jam sembilan." Si pria bertubuh tegap segera menutup telephon.


Ia teringat pada hp yang tadi ditemukannya. Ia segera mengambil Hp yang disimpan dalam saku jaketnya. Diamat- amatinya hp berchasing silver gold itu. Hpnya masih terlihat baik, hanya sedikit goresan pada chasingnya. Ia mencoba menyalakan hp itu. Rupanya dikunci dengan password.


Bukan Rahardian namanya kalau tidak bisa membuka kuncian hp. Dalam waktu sekejab ia bisa memecahkan sandi kuncian hp, hp pun dengan mudah terbuka. Segera diotak- atiknya hp untuk mengetahui data pemilik hp. Hp itu atas nama Drajat, ada nomor kontak istri dan anaknya. Juga foto-foto mereka cukup jelas. Akan sangat mudah mencari pemilik hp. Namun besok pagi Rahardian harus kembali ke Jakarta karena tangan kanan bos besar nya memanggil.

__ADS_1


Rahardian sudah mulai mengantuk, ia berniat mematikan hp. Sesaat ia tertarik pada file rekaman vidio dengan tanggal dan waktu menunjukkan bahwa vidio itu baru sesaat lalu diambil. Naluri detektifnya tergerak. Serta merta jarinya menekan tombol play.


__ADS_2