Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Spageti Saos Padang Seafood


__ADS_3

"Tidak masalah Tuan muda, kalau mau istirahat silakan saja." kata pak Rahmadi memakhlumi. "Kalau perlu dokter bisa saya panggilkan Tuan." Rahmadi menawarkan bantuannya.


"Trimakasih sepertinya saya belum perlu dokter, saya sudah siap salep. Kalau begitu saya duluan ya pak." pamit Dariel sambil melangkah meninggalkan meja makan. Saat ia hendak menyimpan piring di tempat piring kotor. Sesaat matanya tertuju pada piring saji dimana masih banyak tersisa ayam goreng di atasnya.


"Sebaiknya ku sisihkan barang sepotong ayam goreng buat Kayra. Siapa tahu saat bangun nanti ia kelaparan." Gumamnya dalam hati. Ia segera berjalan ke ruangp belakang dimana biasanya tukang masak berkumpul.


"Permisi, Bik Nah saya bisa minta tolong?" Tanya ramah Dariel pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sekalipun sudah tidak muda lagi, dialah sang kepala juru masak.


Kegesitannya mengarahkan koki - kok yang lain sangat hebat patut diacungi jempol. Dia seorang kepala koki yang cukup galak sekaligus kocak, bik Nah sangat suka bercanda. Itulah mungkin yang membuat


p empat koki dan empat orang asisten dapur yang dipimpinnya sangat betah kerja di sana. Dua orang koki pria dan dua orang koki perempuan, asistennya tiga orang perempuan dan satu orang pria bertugas membantu segala tugas di dapur. pastinya tugas yang cukup berat buat mereka, karena memasakkan hampir lima ratusan orang pekerja proyek tambang.


Dua hari sekali bahan makanan dikirim dari kota. Sembako juga berbagai bumbu dan sayuran segar. Ada pemasok khusus sehingga mereka tidak perlu repot - repot pergi ke kota. Setiap ada kiriman bahan makanan saat itu juga mereka menitipkan list belanjaan. Mengantisipasi karena tidak ada jaringan komunikasi sama sekali.


Sekalipun bik Nah bukan lulusan sekolah koki, masakannya tidak kalah dengan masakan restoran. Menurut cerita pak Rahmadi, bik Nah pernah menjadi juru masak di restoran jepang, juga di restoran dengan menu Westren. Bik Nah keluar dari tempat kerja yang lama dan rela kerja di proyek yang terpencil itu semua karena ia mengikuti suaminya yang juga kerja diproyek tambang emas PT. Erlangga.


"Ya... Tuan apa yang bisa saya bantu?" Tanya bik Nah penasaran.


"Ehm... sebenarnya saya kankgen makan spageti, apakah bisa saya dibuatkan satu porsi?"


"Bisa tuan, bagaimana kalau pakai seafood?"

__ADS_1


"Ya, boleh. Nanti kalau sudah masak langsung diantar ke kamar dan tolong sama dua potong ayam goreng tadi dan kalau ada sama beberapa potong buah." Dariel menjelaskan.


"Baik Tuan." jawab bik Nah memberi anggukan hormatnya.


"Trimakasih banyak bik Nah, saya pergi dulu." Dariel segera meninggalkan dapur. Dua orang koki yang saat itu juga masih di dapur segera mendekati bik Nah.


"Madam, saya masakkan Spagety seafood nya ya?" Tanya salah satu koki. para koki dan asisten dapur mempunyai panggilan khusus untuk bik Nah yaitu panggilan Madam. Hanya diantara mereka saja yang tahu alasan mengapa mereka pakai


panggilan itu.


"Nggak... yang masak spageti biar madam sendiri. Kamu berharap Tuan Muda jatuh cinta padamu setelah makan masakanmu? mimpi!" Goda Bik Nah pada Rina salah satu koki yang masih lajang.


"Ya.... kok tahu sih Madam?" Rina pura - pura memberengut. Mereka pun kompak tertawa.


Kata bik Nah sambil dimasukkan nya segenggam spageti ke dalam panci berisi air yang mulai mendidih. Tiba - tiba ia menepuk jidatnya sendiri. "Ya ampun.. lupa, di sini mana ada oregano?" gumamnya sendiri.


Sampai akhirnya bik Nah menemukan solusinya "Aha.... pakai bumbu saos padang, juga cocok sama seafood nya." Bik Nah segera mempersiapkan bahan - bahan yang dibutuhkan. Segenggam udang kecil kupas dan dua ekor cumi - cumi dibuang tinta dan tulangnya kemudian di potong tipis.


Untuk bumbu saus Padang: 1 buah bawang bombay diiris tipis, 2 buah cabai iris, 1 sdm saus tiram, 4 sdm saus tomat, 2 sdm saus sambal, sedikit garam, merica dan gula pasir secukupnya. 1/2 sdm tepung sagu, 200 ml air dan 2 sdm minyak untuk menumis.


Bumbu halus: 3 buah cabai merah keriting, 3 siung bawang putih dan 2 cm jahe.

__ADS_1


Bik Nah menyiapkan wajan kecil kemudian menuangkan sedikit minyak goreng, saat minyak sudah panas bawang bombay ditumis sampai keluar bau harum kemudian cabai dan bumbu halus dimasukkan. Bumbu ditumis sampai mengeluarkan bau harum, Kemudian dimasukkannya saus tiram, saus tomat, saus sambal, garam, merica bubuk dan gula pasir, lalu diaduk rata. Cumi dan udang dimasukkan ke dalam tumisan bumbu sampai udang berubah warna kemerahan kemudian dituangnya air sedikit. Dimasak hingga mendidih. Rahasia bik Nah untuk mendapatkan rasa saos padang yang nikmat dengan menambahkan beberapa potongan kecil - kecil nanas. Setelah dicicipi rasanya sudah pas, api kompor di kecilkan, spageti yang sudah matang ditiriskan, kemudian dimasukkan ke dalam saos padang seafood. Diaduk hingga saos rata melumuri spageti, api dimatikan.


Sentuhan akhir tinggal plating. Bik Nah mengambil piring porselen terbaik. Dituangnya spageti saos padang seafood kedalam piring saji. Ditambahkannya garnis dari daun sledri dan wortel yang dipotong dengan tekhnik kusus hingga bentuknya menyerupai bunga. Diaturnya sedemikian rupa garnisnya hingga membuat hidangan terlihat seperti makanan resto bintang lima.


Bersamaan salad buah selesai dibuat. Bik Nah menyuruh dua orang asisten dapur untuk mengantarkannya kepada Dariel.


Saat asisten dapur mengetuk pintu, Dariel sedang tertidur. Hingga mereka harus menunggu beberapa lama dan akhirnya Dariel membuka pintu kamarnya.


"Maaf, sudah lama ya? Saya ketiduran jadi tidak dengar suara ketukan."


"Baru aja kok Tuan." Kata salah satu asisten dapur.


"Ini makanan yang tuan pesan tadi." kata salah satu asisten dapur.


"Oh ya... bawa masuk, letakkan di meja. Trimakasih ya dan sampaikan ucapan trimakasih saya pada bik Nah." kata Dariel.


"Bik Nah berpesan, minta maaf pada Tuan muda tidak bisa membuat spageti ala Italia karena tidak tersedia bumbu - bumbunya, jadi dibuatkan yang ala Indonesia." Sang asisten dapur menyampaikan amanat Madam tanpa mengurangi atau mengubah satu katapun.


"Iya gak papa." Kata Dariel menenangkan hati kedua asisten dapur itu. Merekapun undur diri.


Setelah kepergian kedua asisten dapur, Dariel segera mengunci pintu kamarnya. Diambilnya semua makanan dimeja, ia kemudian merapal mantra tanpa bersuara. Dalam sekejap iapun menghilang, lenyap dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Pada waktu yang sama ia tiba - tiba telah muncul di dalam goa batu tempat Kayra tertidur. Dilihatnya di atas sebuah batu datar beralas coverbad Kayra tertidur dengan nyenyaknya. Sesaat Dariel ragu apakah ia harus membangunkannya atau tidak? Ia memutuskan untuk membangunkan Kayra. Diletakkannya makanan yang dibawanya. Dariel kemudian mendekati Kayra yang sedang terbaring.


__ADS_2