
Kayra ketakutan.
Ia segera menyalakan wiper kaca mobilnya. Mencoba membersihkan tulisan itu beberapa saat, namun tulisan dikaca tidak bergeming sama sekali. Sepertinya cat permanen. Kayra mengambil tissue, membawanya keluar. Di dalam pikirannya, mungkin dengan tissue bisa menghapus tulisan itu. Ia terkejut saat keluar dari mobil. Kaca mobilnya mulus, tidak berbekas sama sekali.
"Mungkin ini hanya ilusi?" Kayra membatin, ia geleng - geleng kepala.
Kayra kemudian masuk ke dalam mobilnya kembali. Saat ia baru duduk di bangku kemudi, tulisan merah darah itu kembali muncul.
"Apa ini? Ya Tuhan aku takut sekali."
Kaira merasa ketakutan dia berfikir akan menghubungi Dariel, namun ia ingat Dariel pasti sedang sibuk sekarang. Ia tidak mau mengganggu kesibukan kekasihnya. Kaira kemudian berdoa dalam hatinya karena tidak ada lagi yang bisa diperbuatnya. Sambil ia memejamkan mata . Beberapa saat kemudian ia merasa tenang. Kayra membuka matanya, tulisan di depan kaca mobil sudah hilang tak berbekas. Kaira mengambil nafas lega kemudian ia segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan hati - hati.
Kaira tidak habis pikir bagaimana hal itu bisa terjadi? tulisanan yang tiba-tiba muncul dan tiba-tiba juga lenyap. Dia kemudian mencoba menghubungkannya dengan kemunculan kucing hitam legam di parkiran yang seperti mau menyerangnya.
"Apakah ini sebuah pertanda?" Entahlah Kayra tidak bisa menemukan keterkaitannya. Ia menghela nafas berat. Kejadian barusan yang terjadi seperti cerita horor. Tak terasa peluhnya mengalir padahal ac mobil dipasang dengan suhu terendah.
"Cuaca di Ibu kota tak pernah ramah." Gerutunya dalam hati. Kayra mengarahkan mobilnya ke jalan puri permai. Ia berniat untuk mampir sebentar ke Hypermart puri Indah untuk memberikan buah sebagai oleh-oleh untuk bik Sari.
Jalanan cukup padat. Untungnya kemacetan segera terurai. Saat ia melintas di fly over, ada sesosok anak kecil menyebrang jalan? Kayra segera menginjak rem mendadak. Bagaimana bisa ada anak kecil bermain - main di fly over. Untunglah Kayra bisa menghindari kecelakaan. Dari sudut matanya ia mencari sosok anak kecil yang baru menyeberang, tapi tidak diketemukannya. Hingga ia dikejutkan suara klakson mobil dibelakangnya.
Kayra segera melanjutkan kembali perjalanannya. "Ya Tuhan ada apa dengan ku?" Kayra mendesah sambil mengusap keringat di dahinya. perasaannya tidak enak. Benarkah ini pertanda akan ada kejadian yang lebih mengerikan? Kayra menjadi kecut hati. Hari pertamanya bawa mobil. Ia mengalami hal - hal aneh.
Sampai di persimpangan jalan Saat Kayra hendak berbelok. Dari arah berlawanan muncul sebuah truk kontainer melaju dengan sangat cepat. Kayra menginjak pedal rem berusaha menhentikan laju mobilnya. Remnya tiba - tiba blong. Ia membanting setir ke kiri berusaha menghindari tabrakan namun seakan ada yang mengambil alih kemudi. Mobilnya semakin laju dan mengarah ke truk container.
"Ya Tuhan.... tolong saya!!" Teriak Kayra putus asa. Tabrakan tak dapat dielakkan. Mobil Kayra menghantam container truk. Bagian depan mobil Kayra hancur. Kemudian disusul mobil dibelakang Kayra meluncur tak terkendali menabrak bagian belakang mobilnya. Truk container terbalik menimpa mobil Kayra. Mobil Kayra tergencet Truk container, membuatnya ringsek dan hancur. Disusul lima mobil dibelakangnya juga mengalami kecelakaan. Kecelakaan beruntun yang sangat mengerikan, melibatkan satu truk container, tujuh mobil dan tiga buah sepeda motor.
__ADS_1
Ditengah kekacauan yang mencekam ada kengerian yang semakin menjalar. Saat mesin truk container mengalami konsleting listrik. Api memercik menyambar apa saja didekatnya. Api segera membesar menjilat bensin yang tercecer dari tangki bensin truk yang bocor. Beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan yang sangat keras.
Duammmmm........
Mesin truck kontainer meledak. Suara pekikan kesakitan dari sopir dan kenek truk. Mereka terjebak dan terpanggang oleh api. Jeritan kesakitan dari korban - korban yang lain juga tidak kalah menyayat hati.
Kemacetan total terjadi, membuat mobil polisi, damkar dan ambulans sulit menembus ke tempat kejadian. Disekitar tempat kecelakaan, orang - orang mulai berkerumun mencoba membantu korban kecelakaan juga membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Suara sirine meraung - raung minta diberi jalan. Suara Orang - orang yang berteriak mengintruksikan menolong korban, mencoba memadamkan api bergemuruh. Ada helaan nafas ngeri setiap ada korban yang berhasil dievakuasi. Semua mengalami luka parah, berdarah dan kehilangan anggota badannya.
Usaha keras dari damkar juga warga berhasil mengevakuasi dua puluh lima orang korban. Beberapa sudah meninggal, yang masih hidup dalam hitungan menit mengalami gejala kejang seperti orang yang tercekik kehabisan nafas. Kemudian mati dengan ekspresi penuh kengerian. Mata mendelik dengan lidah terjulur keluar, juga ada yang posisi tangannya terentang keatas seperti hendak menggapai sesuatu.
Orang - orang yang membantu mengevakuasi para korban tercengang, namun mereka tidak bisa berbuat apa -apa.
para medis yang menangani korban kecelakaan juga terheran - heran dengan kejadian itu. Mereka segera membawa mayat- mayat korban kecelakaan ke rumah sakit untuk segera diotopsi.
Tiga jam kemudian mobil derek datang dan segera memindahkan Container. Memerlukan usaha yang sangat besar. Saat container sudah mulai terangkat, tiba - tiba tali crane nya putus. Alhasil kontainer terhempas kembali menimpa mobil Kayra.
perlu waktu hampir satu jam untuk memperbaiki tali crane yang putus. Hari sudah mulai gelap saat container berhasil dipindahkan. petugas damkar segera membuka paksa pintu mobil Kayra.
pintu mobil tak bergeming karena ringsek cukup parah. Mereka terus berjuang, mulai memotong beberapa bagian pintu mobil hingga mereka berhasil mengeluarkan tubuh Kayra. Seorang petugas medis yang membantu mengevakuasi Kayra berteriak "Korban masih hidup, bawakan tandu."
Tubuh Kayra penuh luka. Kaki, tangan juga muka dan kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Dengan hati - hati paramedis membawa tubuh Kayra ke dalam mobil ambulans dan memberikannya pertolongan pertama. Mobil Ambulans meluncur cepat menuju ke Rumah Sakit.
Sementara di Rumah Sakit Melati tenaga medis, bersiap - siap menerima korban kecelakaan. Desas desus tentang kematian korban kecelakaan yang aneh, menjadi pembicaraan antar perawat dan dokter yang menangani korban kecelakaan jl puri permai. Sehingga saat tubuh Kayra datang ke rumah sakit segera diberikan penanganan terbaik.
__ADS_1
Kayra segera dibawa ke ruang operasi.
Sementara di rumah, Mang Ujang dan Bik Sari begitu cemas. Hatinya gelisah saat telphon dan sms nya tidak dibalas Kayra. Saat ia melihat Neta datang, bik Sari mendekatinya.
"Nyonya.... non Kayra belum pulang, padahal sudah malam,tadi bilangnya mau sebentar aja keluarnya, tapi sampai sekarang belum pulang - pulang."
Neta tertegun, ia seakan kehilangan kata. Saat bik Sari hendak mengungkapkan kerisauan hatinya ada panggilan masuk di hp Neta.
"Ya..... saya sendiri."
..............
"Iya sus minta alamat rumah sakitnya."
.............
"Trimakasih informasinya."
Neta menghela nafas berat seakan ada bongkahan besar menutup paru - parunya. Ada setitik air mata lolos diujung matanya.
"Bik, segera siap - siap kita ke rumah sakit. Kayra kecelakaan." Neta, Bik Sari dan Mang Ujang segera berangkat kerumah sakit. Dalam perjalanan hanya kebungkaman. Masing - masing sibuk dengan pikirannya sendiri - sendiri.
Saat mereka tiba di rumah sakit, Kayra sudah selesai dioperasi. Dia di rawat di ruang icu karena belum melewati masa kritisnya. Neta dan Bik Sari menemui dokter yang menangani Kayra.
"Dok.... bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Neta ragu.
__ADS_1
"Anak ibu mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya, tangan kanan dan kaki kirinya patah juga organ dalam mengalami trauma. Ada cidera di otak kecilnya." Dokter menjelaskan keadaan luka Kayra yang sangat parah.
"Maksud dokter, anak saya tidak bisa disembuhkan?" tanya Neta.