
Selesai makan Kayra segera bercerita pada Bik Sari kalau ia berencana mengirimkan makanan untuk temannya yang baru pertama masuk kerja. Bik Sari pun mendukung dan akan membantu Kayra masak. Kayra memilih menu masakan oriental: cap jay, kwetiau goreng dan nila asam manis. Merekapun segera menyiapkan bahan - bahan yang diperlukan. Untungnya semua bahan sudah tersedia sehingga bisa langsung dimasak.
Sementara Bik Sari dan Kayra sibuk di
dapur, mang Ujang memeriksa mobil Kayra. Diceknya beberapa bagian mobil: ban, pedal gas, kopling, rem dan lampu sein, semua terlihat baik - baik saja tidak ada masalah. Tanpa disuruh Mang Ujang juga mencuci mobil Kayra. Apa saja akan dilakukan Mang Ujang untuk Kayra dengan senang hati.
Tidak beberapa lama acara masak Kayra dengan Bik Sari selesai, juga pekerjaan Mang Ujang. Bik Sari beres - beres peralatan masak. Sedangkan Kayra membuatkan jus tomat kesukaan Mang Ujang dan juga jus apel kesukaannya. Setelah semua pekerjaan rampung mereka pun berkumpul di taman belakang.
Taman belakang menjadi tempat favorit mereka untuk bersantai sejenak. Di sebuah bangku taman mereka menikmati jus buah yang sudah dibuat Kayra. Merekapun hanyut dalam obrolan santai..
"Non cowok yang tempo hari datang kerumah itu siapa namanya?" Tanya bik Sari.
"Yang mana Bik? Beberapa hari ini kan banyak cowok yang datang? Karyawan EO?" Kayra bertanya balik karena tidak tahu siapa yang dimaksud Bik Sari.
"Itu lho Non yang putih, tinggi trus ganteng, yang Non bikinin brownis?" jelas bik Sari.
"O....Itu Dariel Bik, teman sekolah." jawab Kayra.
"Non, kayaknya cowok itu suka sama Non. Dia juga keliatan baik orangnya. Cocok kalau jadi pacar non." Kata Bik Sari.
"Iyakah Bik? ya udah nanti aku pacarin. Hehehe." Canda Kayra.
"Cewek itu harus jaga harga diri, sedikit jual mahal. Jangan gampang bilang cinta sama cowok. Supaya cowoknya gak nyepelein trus lirik cewek lain." Nasehat Mang Ujang.
"Wah kayaknya nasehat dari pengalaman pribadi ya Mang?" Tanya Kayra sambil senyum - senyum penuh arti ditujukan nya pada Bik Sari.
"Anak sekarang ini kalau dinasehati malah dianggap lelucon." Mang Ujang mulai naik tensi.
"Mang jangan marah, Kayra setuju sama nasehat Mang Ujang. Kayra pasti jaga diri supaya tidak disepelekan sama cowok." Kayra mencoba menenangkan Mang Ujang. Dan berhasil. Mang Ujang kembali tersenyum.
__ADS_1
"Non Kayra emang paling bisa ambil hatinya Mang Ujang. Non itu cantik, tidak perlu cari perhatian, ataupun genit sama cowok. pasti ada cowok baik yang akan tulus mencintai non Kayra." Mang Ujang kembali berpetuah panjang lebar.
Kayra sangat bahagia, setelah sekian lama akhirnya ia mendapatkan perhatian dari orang- orang dekatnya. Ia sangat bersyukur adanya Bik Sari dan Mang Ujang membuatnya tidak kekurangan perhatian dan kasih sayang. Ia berjanji dalam hatinya untuk terus mengasihi dan menjaga pasangan paruh baya ini seumur hidup
nya. Ia akan membalas budi kebaikan hati mereka dengan segala yang bisa dilakukannya selayaknya seorang anak kepada orang tuanya.
Matahari naik semakin tinggi, tengah hari waktunya makan siang. Kayra melaju membelah jalan raya, ia belum tahu dimana kantor Dariel. Namun seakan dituntun oleh gps tak terlihat ia segera melaju menuju ke suatu tempat. Tepat di depan gedung Kantor pt Erlangga Makmur, Kayra segera memasukkan mobilnya di tempat parkir khusus mobil. Sebelum turun dari mobil, Kayra segera menelephon Dariel.
"Hallo, yang..... bolehkah aku mampir ke kantormu?" Tanya Kayra sesaat mendengar jawaban dari seberang.
"Boleh.... Cinta di mana sekarang? Aku segera turun." Hati Dariel melambung tidak percaya bagaimana bisa Kayra tahu kantornya? Dia merasa belum memberi tahu tempat kerjanya pada Kayra. Terlebih saat Kayra membagikan lokasinya membuat Dariel begitu antusias. Ia segera turun dan bergegas menuju ke parkiran. Di bawah pohon rindang, ia melihat seorang gadis muda cantik jelita, memakai celana jeans dan kaos putih ketat menenteng rantang makanan. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk gadis itu, yang selalu menyiksanya dalam kerinduan.
"Rara cintaku... wow surprise. Bagaimana cinta bisa tahu tempat kerjaku?" Tanya Dariel penasaran.
"Rasa kangen ku yang membawaku langsung ke sini. hehehhe.... Yang, dah makan siang belum? Aku bawain makan siang buatmu." Kayra menunjukkan rantang makanan yang dibawanya.
"Kebetulan aku belum makan, yukkk ikut aku, makannya di kantin aja." Dariel segera menarik tangan Kayra supaya mengikutinya ke kantin kantor yang letaknya di lantai satu.
Dariel melambatkan jalannya saat menoleh pada Kayra, ia tersenyum. "Maaf ..."
Mereka sampai di kantin dan memilih tempat di pojokan dekat kaca samping sehingga mereka bisa melihat pemandangan tanaman hias di luar kantin. Kayra segera membuka bekal makan siangnya untuk Dariel. Saat melihat menu makanan yang dibawa Kayra, seketika liurnya menetes.
"Hemmmm udah gak sabar nyobain masakan kekasih tercinta. Heehe..." Dariel segera menikmati masakan Kayra. Tak henti - hentinya ia menyuapkan makanan hingga.
hik..... hik... hik.... hik...
Dariel cegukan. Kayra segera berlari mengambilkan air mineral dingin juga ia memesan jus apel untuk dirinya sendiri.
"Ya ampun Yang.... pelan - pelan makannya. Gak ada yang bakal minta." Kayra menasehati Dariel sambil memberikan sebotol air mineral dingin padanya. Tengkuk Dariel dipijatnya perlahan. Beberapa saat, akhirnya cegukannya menghilang.
__ADS_1
"Trimakasih cinta..." Dariel memperlambat makannya.
"Cinta.... makanan yang kamu bawa banyak sekali, Cinta ikut makan ya?" Dariel
pun menyuapi Kayra. Mereka makan siang bersama saling menyuapi dan tertawa. Tidak mengindahkan karyawan - karyawan lain yang juga sedang makan di kantin. Seakan dunia milik mereka berdua. Tak terasa makananpun sampai ludes tak tersisa. Membuat Dariel dan Kayra kekenyangan.
"Makasih Cinta, nikmat banget masakannya." Dariel membantu Kayra merapikan tempat makannya. Masih cukup waktu untuk mereka bisa ngobrol sampai habis jam makan siang.
"Cinta tadi kesini naik apa?"
"Bawa mobil Yang..., dikasih Cerry mobilnya untuk aku pakai." Jawab Kayra.
"Berarti hubungan kalian sudah membaik?"
"Ya Riel... Ibu dan Cerry memperlakukanku dengan sangat baik." Dariel mangangguk - anggukkan kepalanya.
"Syukurlah.... aku ikut senang mendengarnya. Oh ya Cinta jangan lupa setiap mau tidur berdoa dulu ya supaya tidak mimpi buruk" Nasehat Dariel.
"Eh.... Iya, tadi malam aku lupa berdoa Yang.., trus mimpi buruk. Ngeri sekali." Kayra masih mengingat detail mimpinya semalam, bahkan masih lekat diingatannya bau busuk nafas orang - orang berbaju hitam dalam mimpinya.
"Rara... aku cinta sama kamu, sebisa mungkin aku akan melindungimu. Tapi percayalah perlindungan Tuhan lebih besar kuasanya. Jadi sekali - kali jangan lupa berdoa kepada Tuhan."
"Ya Yang.... aku akan slalu ingat nasehatmu." Janji Kayra.
"Cinta... kalau kamu gak keberatan bisa gak ya kalau setiap hari aku diantari makan siang? Heheh." Kata Dariel penuh harap.
"Emmmmm gimana ya? soalnya tadi baru dinasehati sama Mang Ujang gak boleh genit dan harus bisa jaga harga diri, jual mahal."
"Apa hubungannya antar makanan sama genit, sama harga diri ?" Dariel bingung dengan penjelasan Kayra.
__ADS_1
"Ya.... gak tahu berhubungan atau enggak, cuman kalau cewek terus yang nyamperin cowok kan gak bagus?" Kata Kayra sedikit membela diri.
Dariel pun tersenyum lebar.