
Sejak pertama melihat Rudy, ada rasa dalam hati Cerry. Rasa tertarik kepada seorang pria. Tidak ada teman sekolah di SMA nya yang bisa membuatnya penasaran dan membuat jantungnya berdebar- debar.
Wajahnya yang tampan, body nya atletis, senyumnya yang menawan. Terlebih umurnya yang sudah matang, bagi Cerry itu adalah paket komplit. Yang sangat ia dambakan dari seorang pria.
Tapi sayangnya Rudy adalah kekasih mamanya.
Namun perasaan itu tidak dapat dipendam, saat diabaikan malah semakin tumbuh, terlebih saat Rudy tinggal menginap di rumah mereka.
Ada hobby baru yang dilakukan Cerry, menjadi penguntit. Menjadi penggemar rahasia. Akal sehatnya sudah terbutakan karena cinta.
Cerry penasaran, ia ingin selalu tahu apa saja yang dilakukan Rudy. Sampai- sampai ia berani menyusup ke dalam kamar mamanya. Ia rela seharian berpanas- panasan bersembunyi di dalam lemari baju.
Melalui celah pintu yang sengaja tidak ditutupnya dengan rapat. Cerry bisa leluasa mengamati aktifitas pria yang dikaguminya itu.
Rasa cemburunya hadir saat siang itu ia melihat Rudy bercumbu mesra dengan mamanya. Hatinya terasa terbakar... kalau saja dia punya keberanian. Ia ingin berteriak dan menghentikan kemesraan mereka.
Ia mulai mengepalkan tangannya, sampai buku- buku jarinya bergetar. Gigi- giginya bergemeretuk menahan amarah. Cumbuan kedua orang itu semakin panas. Nafas memburu dari keduanya membuat panas telinga Cerry.
Cerry sudah tidak dapat menahan perasaannya. Dia mulai mengumpat dalam hatinya. Ia ingin keluar dari tempat persembunyiannya, kemudian berteriak kepada mereka supaya Rudy tahu kalau ia sangat mencintainya.
pikirannya yang kacau masih mempertimbangkan lebih aman kalau ia berdiam diri saja. Kalau salah langkah ia akan kena marah mamanya dan yang lebih menakutkan ia tidak akan ada kesempatan untuk bisa dekat dengan Rudy.
Beruntungnya pintu kamar diketuk dari luar. Itu pasti Kayra. Dan benar Kayra yang mengetuk pintu memberi tahu kalau makan siang sudah siap.
Baru kali ini ia merasa Kayra sebagai penyelamatnya. Ia akan sangat berterimakasih kepada Kayra karena telah. menolongnya. Kalau perlu ia dengan senang hati akan memeluk Kayra atau kalau mau ia akan mentraktir Kayra di cafe langganannya.
Hehehe.... Cerry menyeringai puas. Mama dan pria pujaannya akhirnya menghentikan kemesraan mereka dan memutuskan untuk makan siang. Kesempatan bagi Cerry untuk sengera menyelinap pergi. Lewat pintu balkon kamar ia keluar dan kembali masuk kedalam kamarnya sendiri.
Segera ia rebahkan tubuhnya. "Huhhh
capeknya...." Tidak menunggu lama Cerry
akhirnya tertidur pulas. Sesekali ia tersenyum dan mendesah dalam tidurnya. Rupanya adegan cumbuan panas antara mamanya dan Rudi terbawa dalam mimpi. Dan dialah yang menjadi aktrisnya...
Hari sudah gelap saat ia terbangun karena
perutnya berteriak kelaparan.
Segera ia ke ruang makan. Saat mendapati belum ada makanan yang tersaji segera ia samperin kamar Kayra. Menggedornya dengan tongkat sapu dan sekuat tenaga ia berteriak membangunkan Kayra.
"Kayra... bangun !!!! siapkan makan malam! dasar pemalas, tahunya hanya tidur melulu!" "Kayra....!"
Iya... sebentar" sahut Kayra dengan suara malas.
__ADS_1
"Hehh.... enak sekali si Kayra ini bisa-bisanya bermalas-malasan, aku akan membuatnya menyesali kemalasannya ini" Gumam Cerry.
"Cepat Kayra... kalau sampai terlambat makan malamnya, siap-siap saja dapat hukuman dari Mama". Cerry pergi sambil menyeringai puas.
Cerry berjalan kembali ke kamarnya, mengambil remot tv dan menyalakannya. Diganti- gantinya siaran tv karena tidak ada satu pun acara yang menarik hatinya.
Ting..ting....ada notif pesan masuk. Nama Rangga tertera pada kontaknya. Dengan malas- malasan dibukanya pesan dari Rangga.
" Cerry... kenapa telephonku tidak diangkat?"
"Angkat telephon ku please......."
"............."
Rupanya sudah ada dua belas
pesan.
"Ada apa ?" Balas Cerry dengan malas.
Tak berapa lama ada panggilan masuk dari Rangga.
"Hallo Cerry... seharian kamu tidak menjawab telephonku?" Terdengar sautan Rangga dari seberang.
"Seharian aku sibuk." jawab Cerry enggan
"hehehe sibuk ngintip cowok idamanku" gumam Cerry dalam hati.
"Cer... ngafe yukkk, kujemput ya?" Tanya Rangga penuh harap.
" Aku kecapekan. Lain kali aja ya...?" Elak Cerry. Baginya sekarang tidak ada cowok lain lebih menarik dari Rudy. Hingga ia mau menghabiskan waktu hanya untuk melihat dan bersamanya.
"Udah ya... aku dipanggil mama untuk makan malam. Bye.... Rangga." Bohong Cerry sambil memutuskan panggilan sepihak.
Cerry segera keluar kamar untuk melihat apakah makan malam sudah siap atau belum.
Bersamaan mama dan Rudy keluar dari kamar sehingga ia berjalan beriringan menuju ruang makan.
Cerry beberapa kali mencuri pandang
pada Rudy dan berharap mendapat senyuman darinya. Namun Rudy sibuk dengan makanannya sendiri dan pandangannya tidak beralih dari mamanya.
"Ih.... sebel... gak peka banget nich cowok." batin Cerry dalam hati. Ia sudah terpikat oleh pesona Rudy.
__ADS_1
Tiba-tiba Neta mencium puncak kepala Cerry, membuat lamunan nya buyar.
"Anak ku sayang.... selamat ya atas kelulusan mu, kamu minta apa sebagaip hadiahnya? pasti mama akan kabulkan."
"Aku mau mama lepasin Rudy untuk aku."
Batin Cerry. Hanya Rudy yang menjadi satu-satu nya tujuan hidupnya saat ini. Tapi Cerry tidak mau gegabah.
"Ma aku mau mobil baru dan aku juga mau lanjut kuliah paling tidak di Singapura." Rengek Cerry.
"Gampang itu, apasih yang gak bakalan mama lakuin buat anak kesayangan mama."
Cerry tersenyum dan kembali ia bergumam dalam hatinya. "Kalau mama memang sayang sama Cerry harusnya mama tahu apa yang bisa buat aku bahagia. Cuma Rudy ma." Sambil ia mengerlingkan matanya mengharapkan perhatian dari Rudy.
"Eh... apa yang diliatin terus sama Rudy? Dia melihat Kayra? eh.... itu kenapa Kayra tampak cantik sekali? pasti ia sengaja berdandan untuk menggoda Rudyku. Dasar penggoda. Aku benar-benar membencinya." Geram Cerry dalam hatinya.
Ia tidak boleh berdiam diri, Cerry menggertak Kayra.
"He... pemalas kurang kerjaan ya kamu. Bengong aja dari tadi. Lebih baik kamu menyingkir dari pada merusak pandangan kami!"
Cerry pun lega setelah melihat Kayra pergi.
Dan suasana berubah menjadi lebih menarik. Mereka terlibat percakapan seru, mengenai rencana kuliah Cerry juga tidak lupa membahas rencana perayaan Ulang Tahun Cerry Seminggu lagi.
Kenyataan bahwa ulang tahun Cerry dan Kayra sama persis di tanggal 17 April. Sebuah kebetulan yang menggelikan. Dan tidak pernah ada lagi perayaan ulang tahun bersama Kayra semenjak kematian Om Mahendra. Ini membuat Cerry tenang. Sebelumnya sempat ia takut ibunya akan membagi rasa sayangnya kepada Kayra. Rupanya mamanya tetap pegang komitmen hanya menyayangi Cerry saja.
"Cerry dua minggu lagi loh ulang tahunmu...mau dirayakan dimana?" Tanya Neta.
"Gak tahu ma..... ini kan ulang tahun ku ke -17 jadi harus dirayakan lebih meriah dari tahun- tahun sebelumnya."
"pasti sayang..." janji Neta
"Sepertinya sudah terlalu malam ini, lebih baik kita istirahat saja." Sela Rudy sambil mengerling penuh arti kepada Neta.
Neta dan Rudi segera beranjak meninggalkan ruang makan, berjalan bergandengan menuju ke kamar Neta.
Meskipun sedikit kesal Cerry juga menyusul pergi. Untuk segera masuk ke kamarnya sendiri.
Sambil berjalan ia berfikir cara untuk bisa mendapatkan hati Rudy. Tapi otaknya seperti tersumbat. Benar- benar buntu. "Lebih baik tidur aja memimpikan Rudy. Siapa tahu setelahnya dapat wangsit. Heheheee... ." Cerry pun merebahkan tubuhnya dan berusaha untuk tidur.
Beberapa lama ia memejamkan mata, dan sudah beberapa kali menguap. Saat hampir terlelap ia mendengar suara pintu terbuka dan derap kaki melangkah perlahan- lahan.
Cerry segera terbangun, ia curiga jangan-jangan ada pencuri masuk rumahnya. Dengan mengendap- endap ia mengintip keluar. Kemudian mulai mengikuti bayangan orang yang berjalan dalam gelap.
__ADS_1
Sosok siluet seorang pria berjalan menuju dapur dan terus berjalan menuju deretan kamar pembantu. Terus berjalan sampai di depan kamar Kayra?
"Ha.... apa yang dilakukannya?" Cerry mengenali orang itu dan lebih terkejut saat melihat yang dilakukan pria itu. Ia menutup mulutnya dengan dua belah tangannya dan segera masuk kembali ke kamarnya.