Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Babby sister


__ADS_3

"Bau..." Kata Kayra spontan. Ia curiga, mungkin saja babby M lagi pup. Makanya baunya gak enak banget.


Kayra buru-buru membuka chanel youtube dan mencari tutorial "mengganti popok bayi dan cara memandikan bayi." Setelah vidio berdurasi lima menit itu ditontonnya beberapa kali, Kayra langsung mempraktekkannya.


Kayra mengalami kesulitan saat mencobanya. Ternyata tidak semudah di vidio. Kayra kebingungan mencari-cari perekat pampers yang tak kunjung diketemukannya. Terpaksa ia mengguntingnya. Saat pampers penuh pup bayi, Kayra tak sengaja menjatuhkannya. Membuatnya tercecer mengotori lantai. Hampir-hampir ia muntah. Namun Kayra meneguhkan hati. Babby M adalah anaknya sekarang, jadi tidak ada alasan ia jijik pada kotoran anak nya sendiri bukan?


Pelan tapi pasti, akhirnya babby M sudah berhasil dimandikannya dengan aman dan sudah dipakaikan baju dengan rapi. Kayra membersihkan kamar dengan cepat. Sambil menyiapkan air panas untuk susu Babby M ia pun bergegas mandi. Sebelumnya ia sempatkan menelephon Dariel agar pulang untuk menjaga babby M saat ia mandi.


"Udah Riel... kamu boleh kembali ke rumah sakit." Kata Kayra saat ia selesai mandi.


"Aku mandi dulu di sini. Ra... jenasah kak Raka dan kak Keke disemayamkan di rumah duka. Setelah acara penutupan peti, sore nanti baru acara penguburannya. Gimana babby M? apa sebaiknya ia disini saja bersama mu?" Tanya Dariel meminta pertimbangan Kayra. Ia tidak berani memutuskan sendiri perihal babby M.


"Riel... saat acara penutupan peti, aku akan bawa babby M untuk bertemu papa dan mamanya terakhir kali." Dariel mengangguk, menyetujui usul Kayra.


"Papa gimana kabarnya Riel?" Tanya Kayra ingin tahu.


"Secara fisik, papa baik-baik saja, luka-lukanya sudah mulai sembuh. Namun psikisnya sepertinya bermasalah." Kata Dariel menghela nafas dalam.


"Bermasalah seperti apa?" Tanya Kayra peasaran.


"Papa tidak terima, keinginannya berkumpul bersama mendiang mama juga kak Raka dan kak Keke terhalang karena kita menyelamatkannya." Jawab Dariel kelu.

__ADS_1


Kayra tertegun mendengarnya. Mengapa ini bisa terjadi? Gumam Kayra dalam hati. Apakah usahanya menyelamatkan papa Erlangga adalah sebuah kesalahan?


"Ra... aku mandi dulu ya." Kata Dariel mengakhiri kebisuan diantara mereka. Kayra mengangguk. Membiarkan Dariel meninggalkannya. Beberapa saat kemudian Dariel telah selesai mandi. Kayra mengambilkan satu setel baju ganti namun Dariel menolaknya. Ia beralasan tadi sudah dibawakan baju ganti oleh Dio, kalau tidak dipakainya takut membuat orang-orang curiga padanya. Kayra mengerti.


Saat Dariel hendak pergi berteleportasi, Kayra memeluknya dari belakang.


"Ada apa Ra?" Tanya Dariel tidak mengerti pada tindakan Kayra terhadapnya.


"Riel... maafkan aku. Aku tidak akan meninggalkan mu lagi sendiri." Kata Kayra dengan penuh penyesalan.


Kata-kata Kayra menjadi setetes air segar di tengah-tengah keringnya gurun pasir. Inilah yang sangat diharapkan Dariel.


"Terimakasih Ra... kamu mau kembali pada ku. Jangan pernah meninggalkan ku lagi, apa pun yang terjadi. Oke?" Kata Dariel lega. Kayra mengangguk. Kedua orang itu berpelukan melepas rindu setelah beberapa waktu terpisah.


Jubah mandi Kayra tersingkap, menampilkan pemandangan yang memikat Dariel. Seketika membuat sesuatu dibalik handuk Dariel menegang. Saat gelora itu semakin menggebu, tiba-tiba tangisan babby M membuyarkan hasrat mereka.


Kayra buru-buru merapikan jubah mandinya menutupi bagian sensitifnya. Ia tersipu malu pada babby M, seperti baru dipergoki.


"Riel... cepat balik ke rumah sakit!" Perintah Kayra menahan malu. Dariel menuruti Kayra, ia berteleportasi kembali ke kamar mandi rumah sakit. Bersamaan didengarnya ketukan pintu. Rupanya ibu Neta mengkawatirkannya karena ia lama di toilet dan tak terdengar suara apapun dari dalam kamar mandi.


Untunglah ia kembali tepat waktu. Apa jadinya kalau sampai pintu kamar mandi di dobrak dari luar. Dan mereka tidak menemukannya di dalam nya. Pasti akan membuat orang lain mengkawatirkannya. Dua kali ia diselamatkan babby M. Jangan-jangan babby M punya kemampuan khusus seperti dirinya juga Kayra? Ya mungkin saja. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

__ADS_1


"Maafkan ibu ya Riel. Ibu hanya mengkawatirkan mu. Karena kamu sudah terlalu lama di kamar mandi dan tidak terdengar apa-apa dari luar. Ibu takut terjadi apa-apa padamu." Kata ibu Neta meminta maaf pada kenekatannya menggedor pintu kamar mandi Dariel.


"Tidak apa-apa bu... Tadi Riel sakit perut dan karena semalaman terjaga terus membuat Dariel tertidur di kamar mandi." Jawab Dariel membuat alasan agar ibu mertuanya tidak mengkawatirkannya.


"Riel... nenek Sari membawakan sarapan. Nanti makan dulu ya. Setelah itu sebaiknya kamu istirahat sebentar, mengumpulkan tenaga untuk acara pemakaman nanti sore." Ibu Neta menasehati Dariel.


"Iya bu. Terimakasih." Dariel merasa sangat beruntung. Keluarga Kayra sangat memperhatikannya. Ia merasa terhibur dengan perhatian yang diberikan ibu Neta juga kakek dan nenek Kayra.


***


Kayra sedang memberikan arahan pada salah satu pembantu untuk mencucikan botol susu babby M. Ia sudah mirip ibu-ibu muda dengan bayi digendongannya, ia terus mengintruksikan beberapa perintah pada pelayan. Mulai dari merapikan semua baju-baju dan perlengkapan babby M. Juga memberikan selembar kertas berisi puluhan list kebutuhan babby M yang disuruhnya untuk segera membelanjakannya.


Ia juga menuliskan beberapa keperluan untuk persiapan acara ibadah penghiburan di rumah, mulai malam nanti. Juga mulai membuat sekat darurat antara ruang utama dengan ruang keluarga juga akses ke kamar tidur mereka.


Kayra berinisiatif menghendel semua tanggung jawab di rumah. Karena Dariel disibukkan dengan menjaga papanya dirumah sakit. Jadi ialah yang harus memastikan keadaan rumah besar terkoordinir. Ia membagi tugas pada para pelayan sesuai dengan keahlian masing-masing. Untuk persiapan ibadah penghiburan nanti malam ia sudah memesan ratusan nasi kotak.


Sehingga pembantu di rumah bisa lebih fokus mempersiapkan ruangan untuk acara. Juga menata rangkaian bunga berduka yang dikirimkan oleh para kolega perusahaan Raka juga papa Erlangga.


Tengah hari, persiapan rumah sudah hampir sembilan puluh persen. Halaman depan sudah dipasang beberapa tenda besar dan disusun kursi-kursi untuk para tamu pelayat. Konsentrasi pekerjaan pelayan sekarang tinggal menata kursi di dalam ruang tamu yang sangat besar. Karena di sinilah nanti keluarga besar, juga relasi bisnis terdekat akan berkumpul.


Kayra tersenyum kagum melihat kesigapan para pembantu di rumah keluarga Dariel. Pekerjaan yang dikiranya tidak mungkin selesai hari itu. Malah bisa diselesaikan sebelum jam makan siang.

__ADS_1


"Setelah selesai, merapikan ruangan ini. Jangan lupa istirahat dan makan siang. Karena mungkin acara doa penghiburan bisa selesai sampai malam." Kata Kayra pada pak Hasan, kepala pengurus rumah tangga. Pak Hasan mengangguk hormat. Ia sangat kagum pada kebijakan Kayra. Meskipun masih baru bergabung di keluarga Erlangga sebagai nyonya muda. Kayra menunjukkan ketegasan dan perhatian pada setiap pelayan di rumah besar.


__ADS_2