
Ilustrasi Tokoh Utama:
Kayra Mahendra
Dariel Erlangga
Semoga dengan pict yang aku kasih lebih menghidupkan tokoh cerita.
Kisah horor ini versi "Ulun", mungkin para Reader gak bakalan nemu hantu - hantu
yang udah ngehits dan terkenal di Indo atau Mancanegara. Karena terus terang aja, Ulun fobia kalau nyebut-nyebut nama mereka. Tetap setia ngikutin ceritaku ya, karena selalu ada kejutan manis setiap episodenya. "Tidak ada orang baik yang benar - benar baik, dan tidak ada orang jahat yang benar - benar jahat."
SO WASpADA n JANgAN MENGhAKIMI
Maaf ya karena hp masih bermasalah, "Ulun" /"Author" belum bisa kasih respon di kolom komentar. Apapun masukan, kritik ataupun saran pembaca pasti Ulun baca untuk lebih meningkatkan mutu karya ini.
Juga trimakasih banyak dah tinggalkan jejak like, vote dan tip yang diberikan. Ini akan memberi semangat buat Ulun lebih produktif sehingga bisa up setiap hari.
I love u fulll ......reader tercinta.
********
Mahendra tahu balas budi. Dengan kesuksesannya ia tidak melupakan budi baik Bik Sari dan Mang Ujang. Mahendra merenovasi warung sederhana bi Sari menjadi restoran mewah bertema tradisional sesuai dengan menu yang dihidangkan. Memberikan suntikan dana dan membantu mengembangkan Restoran Bik Sari. Hingga omset mereka cukup besar. Mahendra juga membangun sebuah rumah yang cukup besar untuk bik Sari dan Mang Ujang.
__ADS_1
Kehidupan Bi Sari dan Mang Ujang semakin meningkat. Mereka menjadi semakin kaya, Namun mereka tidak merasa bahagia. Bagi mereka kekayaan tidak lah cukup untuk membayar kebahagiaan. Sekalipun deposit mereka semakin menggunung di rekening. Ada yang terenggut dari hidup mereka. Sebentuk kasih sederhana dari seorang gadis kecil yang sangat mereka kasihi, seorang Kayra Mahendra.
Bi Sari dan Mang Ujang, merasa tidak bisa hidup berjauhan dengan Kayra. Mereka ingin terus mencurahkan kasihnya semata - mata untuk Kayra. Hingga mereka membuat sebuah sandiwara, kalau usaha mereka mengalami kebangkrutan. Hingga mereka melamar kerja sebagai pembantu di rumah Mahendra.
Suami istri milyarder rela menjadi pembantu dan sopir semata- mata untuk bisa selalu dekat dengan anak angkatnya. pengorbanan diri yang tidak sia- sia bagi mereka, karena merekapun mendapat perlakuan dan kasih dari Kayra. Kebahagiaan itu bisa mereka dekap bersama.
Namun saat Mahendra, majikan mereka jatuh cinta pada Neta mereka tersingkir bersama dengan pembantu - pembantu yang lain. Mereka sempat berfikir, mereka dipecat karena umur atau kinerja yang kurang baik. Namun ternyata pemecatan mereka semata - mata untuk menyiksa Kayra.
Setelah mereka dipecat mereka kembali pada usaha restorannya. Namun tak seharipun mereka lalui tanpa memikirkan Kayra. Mereka selalu berusaha untuk mengetahui keadaan Kayra, namun tidak pernah berhasil. Ada tembok berlapis yang tidak bisa mereka tembus walaupun hanya sekedar untuk tahu keadaan Kayra. Berbagai cara mereka lakukan untuk mendapat sekecil apapun informasi mengenai Kayra. Mereka menyusupkan tukang service AC, layanan jasa, dll semua tidak membuahkan hasil seperti yang mereka harapkan.
Sampai ketika mereka mendapat kabar kematian Mahendra. Bik Sari dan mang Ujang menghadiri pemakamannya. Di sana mereka melihat Kayra terpuruk dan sangat berduka. Ingin rasanya Bik Sari segera memeluk dan menghibur Kayra. Tapi saat melihat Neta, ibu tiri Kayra membuat bik Sari urungkan niat. Ia merasa takut pada Neta.
Bik Sari hanya bisa melihat dari kejauhan. Kayra terlihat semakin kurus. Membuat hatinya trenyuh. Sisi keibuannya teriris dengan ketidak berdayaannya. Hanya memandang tanpa bisa menyentuhnya. Sebuah siksaan yang membuat hati semakin lara tak berdaya.
Setelah acara pemakaman Mahendra, Bik Sari dan Mang Ujang terus berusaha untuk mengetahui keadaan Kayra. Mang Ujang merasa aneh, karena tidak sekalipun terlihat Kayra keluar dari rumah. Bahkan saat dia menyewa detektif tidak berhasil menemukan keberadaan Kayra. Hingga suatu waktu Mang Ujang bertanya pada orang pintar, memgenai keberadaan Kayra.
Sang dukun memberi tahukan nya bahwa selama ini Kayra tertutupi mantra kegelapan. Hal itu membuat bik Sari dan Mang Ujang sampai tidak mengenali Kayra. Ya Kayra yang dilihatnya sebagai gadis buruk rupa. Bahkan ia enggan hanya untuk sekedar menyapanya saat tak sengaja mereka berpapasan. Kebenaran yang diketahuinya, membuat bik Sari semakin putus asa. Bagaimana ia tidak bisa mengenali Kayra, anak angkatnya yang sangat disayangi?
Saat melihat Kayra menjadi cantik kembali Bik Sari sangat bahagia. Ia berjanji akan menjaga Kayra untuk mendiang Bapak Mahendra. Setiap mengingat perjuangannya untuk bertemu Kayra sampai mereka berhasil saat ini, membuat Bik Sari terharu. Dan selalu, saat rasa haru dan bahagia bergulat dalam dada, hanya air mata yang bicara tanpa kata.
Sementara di ruang depan Kayra menemui pangerannya yang sedang sibuk mengarahkan pekerja.
"Yang.... istirahat dulu, ini kue brownisnya dah jadi, kita makan bareng yukkk." Kata Kayra sambil menunjukkan kue yang dibawanya.
"Wah.. brownis buatan Cinta ku? hmmmm pasti enak ya?" Tanpa menunggu disuruh untuk ke dua kalinya, Dariel segera mencomot sepotong brownis yang masih hangat. "Hemmmm enak sekali Cinta." Sambil tak henti - hentinya ia mengunyah kue nya dan memberi pujian.
"Yang,,, brownis nya bukan aku yang bikin, tapi Bi Sari. Beliau sangat pintar masak dan bikin kue." Kayra memberi penjelasan.
__ADS_1
Supaya Dariel tidak salah memberi pujian.
"pastinya murid nya juga bisa masak enak donk?" Dariel memandang Kayra sambil menggodanya.
"Iya Yang.... aku udah banyak belajar masak dari Bik Sari." Kayra juga ikut makan kue brownis yang dibawanya.
Mereka menikmati brownis spesial sambil tak henti - hentinya bercanda.
"Riel .... Sayang, aku ada kabar gembira." Kayra tidak sabar menceritakan kejadian luar biasa yang terjadi padanya hari ini.
"Oh.... ya. Kabar apa? cerita kan Cinta..."
"Aku diperbolehkan lanjut kuliah di Universitas Tunas Harapan." Senyuman Kayra mengembang sempurna sambil ia menceritakan kabar bahagianya.
"Cinta aku ikut senang." Kata Dariel sambil menggenggam jemari Kayra.
"Berita kedua, Bik Sari yang bikin brownis dan suaminya mereka kerja kembali di sini. Riel.... mereka orang - orang yang mengasihiku dan aku juga sayang sama mereka. Baru hari ini aku tahu mereka di sini. Aku sangat bahagia. Yang..."
Dariel semakin erat menggenggam jemari Kayra seakan itu sebagai sebuah janji bahwa ia tidak akan meninggalkan Kayra.
"Ya Cinta.... bila sudah datang waktu bahagia, tidak akan ada seorangpun bisa merampasnya. Tetap bahagia cinta ku, aku akan terus mendukungmu." Dariel ingin sekali memeluk Kayra, namun ia tahu tidak pantas itu dilakukan, sementara ada orang - orang bersliweran sibuk kerja. Ia hanya menepuk - nepuk punggung tangan Kayra.
Dariel mencoba mengalihkan keinginannya untuk memeluk dan mencium Kayra. Ia kembali mencomot brownis "Tahu gak Cinta.. kenapa brownis ini sangat nikmat dan tidak cukup makan hanya sepotong atau dua potong?"
"Ya karena yang bikin emang ahlinya." jawab Kayra yakin.
"Kurang tepat. Brownis, atau makanan apapun jadi nikmat kalau makannya bareng cintaku yang cantik jelita." Jawab Dariel gombal. Dan itu membuat Kayra spontan merona. Kayra gak habis pikir mana mungkin mantan jomblo sejati seperti Dariel pintar ngegombal.
__ADS_1
Seperti bisa membaca pikiran Kayra Dariel membela diri. "Cinta.... semenjak aku mengenalmu, aku tidak bisa lagi menahan diri ku. Kalau dulu aku cuek, sekarang aku ingin menunjukkan semua perhatianku padamu. Kalau sekedar gombal bisa membuatmu sedikit tersenyum akan kugombalin kamu sampai ada tawa keluar dari bibir manismu. Rara aku sangat mencintaimu."
Kayra pun tak bisa menahan tawa bahagianya.