
Dariel pun tersenyum lebar. "Cinta.... kalau kamu atau cewek lain ngejar - ngejar aku maka aku pasti lari."
"Tuch..... kan berarti benar kata Mang Ujang." Kayra sangat kaget dengan perkataan Dariel.
Dariel melanjutkan "Kalau ada cewek lain mengejarku, aku akan lari menjauh. Tapi kalau cintaku Rara yang mengejar, aku akan lari mendekat Heheheh."
Seketika pipi Kayra merona. Ya begitulah kalau seorang cewek mendengar kata - kata cinta atau gombal pasti efeknya hati yang berbunga dengan tanda pipi merona merah.
"Cinta....jangan pernah menjauhi aku ya... dengan alasan apapun." Kata Dariel sambil menggenggam jari - jari Kayra erat.
"Ehmmmmm tapi apa benar cowok suka tantangan dalam menakhlukkan cewek?" Tanya Kayra sedikit ragu.
"Ya... benar, aku juga ingin menakhlukkan hati mu selama - lamanya cuma kamu cinta ku.." Dariel semakin mengetatkan genggaman tangannya.
"Janji ya... gak usah ikutin ide Mang Ujang, Cinta juga rasakan, semakin sering ketemu aja kita semakin rindu. Apa jadinya kalau sampai jaga jarak. please jangan pernah dipikirkan atau bahkan dilakukan ya?" Ada rasa takut mulai mengusik hati Dariel. Tidak dapat ia membayangkan kalau Kayra sampai menjauhinya.
"Ya... ketemu fisik nya dikurangi, kalau telephon, vcall, kirim pesan gak pa pa seperti biasa." Tekat Kayra untuk menjaga jarak dengan Dariel.
"Rara cinta ku.... kita nich sudah dua tahun bebas dari wabah covid 19 ngapain lagi mesti jaga jarak coba?" Dariel tidak habis pikir dengan jalan fikirannya Kayra.
"Bukan gitu Riel.... maksud aku tuch.... kalau kita agak mengurangi acara ketemuan, itu akan membuat kita semakin rindu trus hubungan kita akan tambah mesra." Kayra terus berusaha memberikan pengertian kepada Dariel, yang manggut - manggut seakan memahaminya?
"Maukan... Yang... ini juga untuk kebaikan hubungan kita." Kayra terus meminta pesetujuan Dariel.
Dengan senyum penuh arti Dariel berkata "Ya.. oke... cinta, aku setuju aja. Tapi kalau ada satu diantara kita kangen, bisa ketemu ya kan?"
__ADS_1
"Ya boleh." Jawab Kayra mantap.
Dariel sudah mempertimbangkan keputusnnya untuk mengiyakan aja permintaan Kayra. Lagian kalau ia kangen masih bisa ketemu Kayra, itu sudah cukup baginya. Jadi tidak akan terlalu bermasalah baginya.
Tanpa disadari oleh kedua anak muda yang lagi kasmaran, ada sepasang mata yang mengawasi keduanya. Orang itu mencuri dengar semua pembicaraan mereka. Dan sesekali orang itu mengambil foto dimana ada moment mereka sedang menyuapi atau berpegangan tangan. cukup lama pengintaian itu dilakukannya sambil ia pura - pura menikmati kopi latte nya.
Saat ia menerima pesan dari seseorang ia segera bangkit dari kursinya dan berjalan menuju lift. Tujuannya lantai 7 ruangan presedir pt Erlangga Makmur.
Tok..... tok.... tok...
"Masuk..!" Jawab orang diluar ruangan.
"Tuan, mau melaporkan kegiatan tuan muda hari ini." Kata si mata - mata.
"Hari pertama ini Tuan Muda datang tepat waktu dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Tuan muda tadi makan di kantin." Sambil menghela nafas dalam - dalam si mata - mata menyampaikan berita yang mungkin akan mengejutkan buat tuannya.
"Apa ? punya kekasih? Tidak mungkin kabar sebesar ini disembunyikan dari keluarga." Kata Toni Erlangga dengan mengepalkan tangannya.
"Mana buktinya ? Siapa gadis itu?" Kata Erlangga dengan tidak sabarnya.
"Sudah saya kirim ke hp Bapak." Si mata - mata dengan segera mengirimkan foto ke hp bosnya.
"Dio.... Siapa gadis ini? Apa karyawan di sini?" Tanya Erlangga saat ia mengenali latar tempat foto diambil.
"Bukan Tuan, namanya Kayra Mahendra. Ia putri kandung dari pengusaha parfum dan perhiasan, mendiang tuan Mahendra dan harusnya menjadi ahli waris syah keluarga Mahendra." Dio menjelaskan sedikit informasi tentang Kayra.
__ADS_1
"Maksud mu ini anak kandung dari pemilik pt Kayra parfum ?" Tanya Erlangga semakin antusias. "Bagaimana bisa ini terjadi." Erlangga menggeleng - gelengkan kepalanya. Ia benar - benar tidak habis pikir akan apa yang terjadi.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk membuat mereka kapok." Kata Erlangga sambil menunjukkan senyuman misteriusnya.
"Maaf Tuan, Non Kayra itu gadis baik - baik, ia juga berprestasi. Apa tidak sebaiknya dipertimbangkan?" Tanya Dio yang adalah asisten pribadi Erlangga.
"Sini...!" Erlangga mendekatkan bibirnya ketelinga Dio. Membisikkan sesuatu di telinga Dio. Kalau saja ada orang lain yang melihat pasti heran. Suatu pemandangan yang janggal. Dua orang pria dewasa di ruangan tertutup dengan pengedap suara. Mereka berbisik - bisik? Sangat mencurigakan. Ada sebuah konspirasi terselubung.
Terlihat raut muka terkejut Dio
si Asisten, matanya melotot dan mulutnya sedikit terbuka. "Maaf, Tuan serius akan melakukannya?"
"Dio, Apapun yang kulakukan itu semua untuk kebaikan Dariel. Kamu sudah mulai berani menentangku?" Erlangga menggertakkan giginya, menunjukkan ketidak sukaannya karena Dio mulai meragukan perintahnya.
"E.... Maaf Tuan, saya tidak bermaksud demikian. Ba... baik tuan... akan segera saya laksanakan." Masih dengan sedikit keraguan, Dio tidak bisa menentang perintah atasannya. Selama ini Dio mengenal Erlangga sebagai orang terbuka dan baik hati. Dirinya adalah salah satu orang yang menikmati kebaikannya.
Lima tahun lalu Dio hanya seorang cleaning service karena ia hanya lulusan SMA. Dia termasuk siswa berprestasi selama disekolah. Karena masalah biaya ia harus puas hanya bisa menamatkan sampai SMA saja. Lulus SMA ia bekerja sebagai kuli bangunan lepas dan kadang juga menjadi kuli perkerasan jalan raya. pekerjaan berat dengan gaji pas - pasan. Hanya cukup untuk makan bersama ibu dan dua adiknya yang masih kecil - kecil.
pada saat itu, ia bekerja menjadi kuli bangunan. Mandornya memberi tahu kalau ada penerimaan karyawan besar - besaran di perusahaan Erlangga. Ia mencoba mengajukan lamaran. Dio diterima sebagai cleaning service. Setelah tiga bulan masa treaning ia mendapatkan kontrak kerja dengan gaji lumayan menurutnya.
Dio sangat loyal dalam bekerja, dia rela lembur sekalipun tidak mendapat gaji tambahan. Dio mulai menyisihkan gajinya untuk ikut kuliah padat dan itu dijalaninya setiap week end. Ia ingin maju, mendapatkan pekerjaan bagus dan gaji yang bagus. Ia sangat ingin membahagiakan ibunya yang sudah mulai sakit - sakitan. Ia juga ingin menyekolahkan adiknya sampai ke perguruan tinggi.
Di perusahaan juga ada program pengembangan karier bagi karyawannya.
Dio sangat antusias mengikuti Skill treaning yang diadakan oleh perusahaan. Ia belajar dengan keras dan mendapat prestasi yang cukup membanggakan. Sehingga ia mendapatkan promosi untuk diperbantukan di bagian recepsionis. Sebuah kemajuan yang semakin
__ADS_1
memacunya untuk lebih berprestasi. Hingga ia sampai di jenjang ini. Sebagai asisten pribadi Sang presedir. padahal ia masih D1 di Universitas Terbuka.
Dio tidak pernah tahu kalau Erlangga sangat pemilih dalam menyeleksi karyawannya. Terlebih untuk menjadi seorang Asisten pribadinya. Dio secara mengejutkan memenuhi semua kriteria yang Erlangga perlukan untuk seorang asisten pribadinya. Cerdas, terpelajar, menguasai beberapa bahasa asing, loyal dan jujur. Bagian terakhir ini Dio telah lulus menjalani tes yang dibuat secara tersembunyi oleh Erlangga.