
Kayra tidak jadi menolong ibunya. Ia terpaku beberapa langkah dari tubuh ibunya yang terbujur kaku. Ia benar-benar bingung, pikirannya diliputi segala pertanyaan yang tak juga mendapatkan jawaban. Sesaat ia terdiam, mencoba membuat pertimbangan.
Kayra memutuskan menjauh dari mayat ibunya. Kejadian barusan membuatnya ragu. Hatinya telah dikhianati oleh ibu kandungnya sendiri. Hatinya diliputi kekecewaan yang sangat dalam dan tak dapat digambarkan dengan sebuah kalimat panjang. Kayra menjauh, ia membawa babby M pergi bersamanya.
Langkah kaki nya terasa berat, namun hatinya sudah bulat. Ia akan meninggalkan mayat ibunya bersama dengan ratusan mayat-mayat yang lain. Ia ingin melupakan semua hal-hal buruk yang barusan dialaminya.
Kayra menemukan sebuah tangga tersembunyi. Tangga putar itu membawanya ke sebuah ruangan yang tidak terlalu lebar. Sebuah ruangan dengan beberapa layar monitor yang tidak menyala. Saat Kayra berniat keluar dari ruangan itu, ia melihat sesosok tubuh wanita terbaring di lantai.
Kayra penasaran, ia mendekati sosok tubuh itu. Alangkah terkejutnya dia saat mengenali wanita berwajah rusak itu adalah Amanda, ibu angkat kak Keke. "Bagaimana Ia bisa terbunuh di sini?" Gumam Kayra dalam hati. Mungkinkah sebelumnya Amanda bekerja sama dengan ibu Neta dan berakhir dengan kematian Amanda? Kayra tak bisa mendapat jawaban yang memuaskan mengkaitkan hubungan Amanda dan ibu Neta.
Kayra tidak tahu menahu bagaimana Amanda yang selama ini berniat jahat pada keluarganya bisa bekerja sama dengan ibu Neta.
Ia melihat ada bekas luka sayatan di lehernya yang meninggalkan bekas luka menganga. Kayra terkesiap, akhirnya ia bergegas pergi meninggalkan ruang operator.
Kayra ingin segera pulang, menemui Dariel dan papa Erlangga. Ia sangat kangen pada mereka. Suasana lorong dalam Villa sangat lengang, tak terlihat seorangpun berseliweran. Tanpa kesulitan, Kayra berhasil menemukan jalan keluar villa. Ia berjalan terus menyusuri jalanan villa yang turun naik.
__ADS_1
Saat ia melalui sebuah warung. Nampak lima orang pemuda sedang asyik main kartu. Salah satunya melihat kedatangan Kayra. Pria itu bersiul menggodanya, empat orang pria yang lain mengalihkan pandangan mereka untuk melihat siapa yang digoda temannya itu. Seketika pria-pria genit tanpa dikomando beranjak berdiri dari tempat duduk mereka.
Pria-pria itu tertarik pada kecantikan Kayra. Pria-pria itu tidak ragu segera menggoda Kayra. Mungkin pria-pria genit itu mengira Kayra adalah wanita malam. Gaun merah yang Kayra pakai memiliki belahan paha yang sangat tinggi, juga bagian dadanya cukup terekspos menampilkan kulit putih mulusnya.
"Ckkk ckkk ckkk... Cewek cantik, malam-malam gini jalan sendiri, cari pelanggan ya non? Bagaimana kalau melayani kami dulu? Itung-itung pajak karena berani lewat kawasan kami." Kata salah satu pria yang terlihat paling dominan. Pria itu berusaha membelai rambut panjang Kayra yang berantakan tertiup angin.
"Aku wanita baik-baik, aku sedang mencari suami ku." Kayra berusaha menjauhi tangan-tangan jahil itu. Di dekapnya babby M lebih dekat ke dadanya. Kali ini ia tidak akan membiarkan seorangpun sampai memisahkan mereka.
"Hahahah... rupanya balon ini punya anak!? Hahaha... kau ingin suka rela atau dipaksa? Ini mangsa empuk. Setelah kita pakai, gampang saja nanti kita buang ke jurang." Kata salah satu pria dengan tatto di sekujur tubuhnya.
Kayra panik, ia begitu ketakutan. Saat itulah keluar kabut merah berpendar dari tubuhnya. Kabut itu langsung menerjang kelima pria yang mengganggunya. Dalam hitungan detik, pria-pria itu terkapar dengan tubuh kaku dan mulut-mulut ternganga seperti kehabisan nafas.
Melihat kejadian yang begitu cepat dan mengerikan membuat Kayra menjerit histeris. Apakah ia yang membunuh pria-pria itu dengan cara yang sangat mengerikan? Kayra mulai mengumpulkan ingatannya pada kejadian beberapa menit yang lalu di rooftop. Semua pria bertudung merah mati dengan cara mengenaskan bahkan ibu Neta pun demikian.
Terngiang kembali kata-kata terakhir ibu Neta yang mengatakan bahwa ia adalah 'Ratu Petaka' betapa mengerikan sebutan itu buatnya. Air mata Kayra seketika tumpah. Mengapa ia harus mengalami ini? Kutukan apa lagi yang bersarang dalam tubuhnya? Ia tidak mau kalau dia menjadi penyebab semua kematian aneh itu.
__ADS_1
Kayra berlari meninggalkan mayat-mayat terbujur kaku. Didekapnya babby M semakin erat, menjaganya aman dalam gendongannya.
Setelah berlari cukup jauh, Kayra memperlambat laju larinya. Nafasnya ngos-ngosan, ia berusaha menetralkan kembali jantungnya yang bertalu-talu. "Aku harus segera menemui Dariel, mungkin dia bisa menolongku." Bisiknya lirih dalam hati.
"Neng... kenapa lari-lari? Ada apa Neng?" Tanya seorang nenek tiba-tiba dari arah depan Kayra. Nenek itu tampak menggendong bakul besar, sepertinya ia hendak berangkat ke kebun memetik teh. Meskipun sudah terlihat lanjut umur, namun sang nenek masih terlihat bugar.
"Sa...." Kayra hendak menjawab pertanyaan sang nenek. Kata-katanya tak jadi terucap. Kayra tercengang karena nenek di depannya sudah terbungkus cahaya merah kabut. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Hingga hitungan detik, sang nenek sudah terjatuh rebah dengan tangan dan kaki terjulur kaku. Seketika Kayra terpekik, ia menjauhi mayat nenek itu. Belum juga ia melangkah terlalu jauh tiba-tiba serombongan ibu-ibu muncul dari tikungan jalan.
Kayra panik, ia bersembunyi disalah satu rumpun belukar pinggir jalan. Saat rombongan ibu-ibu pemetik teh itu semakin mendekat ke arahnya, Jantung Kayra berdegup semakin kencang. Ia takut keberadaannya diketahui dan yang sangat ditakutinya kalau sampai ada kematian lagi. Kayra memejamkan mata dan berdoa agar tidak ada korban lagi yang jatuh.
Beberapa waktu keheningan mencekam, namun tiba-tiba suara teriakan-teriakan panik dari rombongan ibu-ibu itu membuat Kayra membuka matanya. Alangkah terkejutnya Kayra, ada tiga ibu-ibu yang berada terdekat dengan tempat persembunyiannya telah terbujur kaku. Sementara ibu-ibu yang lain tampak berlarian menjauhi tempat itu.
Kayra beringsut mundur. Ia benar-benar terpukul dengan kejadian barusan. Saat ini ia benar-benar yakin kalau semua kematian itu berkaitan dengan nya. Kabut merah yang keluar dari tubuhnya menjadi penyebab kematian orang-orang di dekatnya tanpa pandang bulu. Tidak memandang entah orang itu berbuat jahat pada Kayra atau tidak. Hanya babby M yang seakan kebal dari kekuatan kabut merah pencabut nyawa.
Kayra semakin menjauhi jalan raya. Tanpa disadarinya tanah yang dijejaknya berupa jurang. Membuatnya tergelincir dan jatuh ke dalamnya.
__ADS_1