Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Ide Cemerlang


__ADS_3

Membuat rencana Ratih berjalan mulus.


Baru di ketahuinya belakangan kalau ternyata sangkaannya salah. pasangan suami istri di stasiun itu bukan orang tua Kayra. Juga ternyata Kayra kabur dari rumah, mungkin karena mendapat perlakuan buruk dari keluarganya. Namun Shinta tidak perduli, harus lebih banyak lagi gadis yang mengalami nasib sepertinya.


Kayra seketika tersedak dan terbatuk- batuk. Ia sangat terkejut mengetahui masa lalu Ratih yang begitu gelap. Seketika ada rasa simpati menjalar dalam hatinya. Ingin rasanya memeluk Ratih, dan memberikan kata- kata dukungan baginya. Namun Kayra harus banyak pertimbangan untuk bertindak. Ia sudah tahu motif Ratih/Shinta yang berniat menjualnya. Ia harus lolos dari jeratan Shinta dan kalau bisa membuat Shinta tidak melakukan kejahatan lagi.


"Ra... ini. Minum air putih untuk meredakan batuk mu." Shinta/Ratih menyodorkan sebotol air mineral pada Kayra. Segera di teguknya hingga batuknya mulai reda. Kayra sudah kenyang, ada ide cemerlang melintas dalam benaknya.


"Ratih... bolehkah aku minta uang sepuluh ribu rupiah. Kalau kamu tidak keberatan." Kata Kayra dengan hati- hati.


"Buat apa?" Shinta merasa curiga kalau Kayra berniat kabur darinya.


"Aku ingin beli es krim." Shinta segera memberikan selembar lima puluh ribuan kepada Kayra. Toh ia tidak akan rugi. Ia akan mendapatkan uang lebih banyak dari Kayra. Shinta terus mengawasi gerak-gerik Kayra. Sedetik pun ia tidak melepaskan Kayra dari pengawasannya. Ternyata Kayra benar- benar hanya membeli es krim. Ia menyerahkan uang kembalian juga sebungkus es krim pada Shinta.


Shinta segera mengantongi kembali uang kembalian dari Kayra.


"Aku sudah kenyang Ra... sudah tidak bisa lagi makan es krim." Kata Shinta sambil mengelus perutnya yang keras kekenyangan.


"Kak Shinta tidak mau? Bukan kah ini es krim kesukaan kak Shinta?"


Kayra balik bertanya. Membuat Shinta alias Ratih terkejut seperti tersambar petir. Mana mungkin ada yang mengenalinya sebagai Shinta? Ia sudah operasi plastik merubah wajahnya. Bahkan ayah ibunya sudah tidak bisa mengenalinya. Sementara Kayra baru mengenalnya sehari. Bagaimana mungkin Kayra bisa tahu identitas asli yang telah dikuburnya dalam- dalam?


"A... apa yang kamu katakan? Aku Ratih bukan Shinta!"


Shinta mengeram penuh amarah. Seumur hidup ia tidak ingin mendengar nama Shinta ataupun Sandra disebutkan. Karena akan membangkitkan trauma yang mendalam.


Kayra tidak menanggapi kemarahan Shinta. Ia dengan tenang membuka bungkusan es krim vanilla dan menikmatinya. Shinta melongo melihatnya. "Es Krim vanilla kesukaan Sandra, sementara aku sangat suka es krim coklat...." gumamnya dalam hati. Seketika ia mengamati es krim ditangannya yang baru diberikan Kayra. Es krim coklat. "Bagaimana Rara... bisa tahu tentang Shinta dan Sandra?"

__ADS_1


"Kak Shinta, tidak kah kau mengenali ku? Aku adik kembar mu Sandra." Kayra menatap tajam tepat pada mata Shinta.


Shinta kembali tergagap. Apakah mungkin saudara kembarnya datang dari kematian? Bertahun- tahun ia tidak pernah sekalipun bisa memimpikan adiknya. Walaupun ia sangat ingin menemui adiknya sekalipun hanya sekejap dalam mimpi. Mana mungkin ini terjadi sekarang?


"Be... benar... kah ini kamu San?"


"Ya... ini aku Sansan. Saudara kembar mu."


Seketika mata Shinta berbinar, hanya Shinta yang tahu nama rahasia mereka. Sansan untuk Sandra dan Tysu untuk Shinta. Hubungan kedua orang bersaudara Sandra dan Shinta sangat dekat. Semenjak kecil mereka seperti anak kembar siam yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.


Shinta tidak menyangka mendapat kejutan yang luar biasa. Ia pernah mendengar kalau roh orang mati penasaran bisa merasuk ke dalam orang hidup sehingga bisa berinteraksi dengan orang yang dikenalnya semasa hidup. Apakah ini yang terjadi pada Sansan saudara kembarnya? Ia telah merasuki Rara yang baru dikenalnya?


"Kak Tysu waktu ku tidak banyak. Aku hanya ingin kakak tahu ... aku menyayangi mu. Tapi aku tidak suka pada apa yang telah kak Tysu lakukan selama ini." Kayra menatap mata Shinta dengan tatapan tajam.


"Apa maksud mu Sansan? Aku melakukan semua ini supaya kamu tidak kesepian?"


"Bodoh, itu tindakan bodoh. Engkau membuat ku lebih tersiksa!"


Hardikan Kayra membuat Shinta gentar dan gemetar.


"Maaf kan aku Sansan aku tidak tahu. Trus apa yang harus ku lakukan?" Kata Shinta dengan penyesalan mendalam.


"Berhentilah!!!" Gertak Kayra.


"Ya... aku akan berhenti Sansan. Apapun akan ku lakukan buat mu." Janji Shinta pada Kayra.


"Sepertinya sandiwara ini sudah cukup, maafkan aku ya arwah Sansan, semua ini kulakukan untuk menghentikan kejahatan Shinta saudara kembar mu. Semoga berhasil ." Batin Kayra. Kayra berpura- pura duduk tertunduk.

__ADS_1


Shinta menggoyang- goyang kan pundak Kayra berusaha membangunkannya.


"Sansan... aku ingin bicara banyak pada mu. Sansan bangun lah!" Shinta berusaha membangunkan Kayra.


Kayra mengerjabkan matanya dan memasang ekspresi kebingungan.


"Ratih... apa yang terjadi pada ku?" Kayra berpura- pura baru tersadar dari tidur.


"Ini kamu ya Ra...?" pertanyaan yang tidak jelas dari Shinta langsung direspon dengan tatapan bingung Kayra.


"Ehmmm.. aku mau cerita. Ratih boleh percaya boleh juga tidak. Seringkali aku terkena serangan mendadak. Saat ada Roh merasuki ku, aku langsung kehilangan kesadaran. Ada yang bilang saat aku kehilangan kesadaran aku berkata- kata ataupun berlaku persis seperti roh orang yang merasuki aku. Apakah kali ini aku juga melakukannya.?" Tanya Kayra.


"Entah lah Ra... aku bingung. aku tidak tahu." Jawab Shinta berbohong. Shinta masih syok dengan kejadian yang terjadi pada Kayra barusan. Tetapi ia mulai percaya kalau tadi Sandra benar- benar datang kepadanya. Dan ia tidak mau mengecewakan Sansan. Ia harus berhenti melakukan kejahatan. Shinta bertekat dalam hatinya ia akan segera melepaskan Kayra. Kalau perlu ia sendiri akan mengantarkan Kayra pulang ke rumahnya dengan selamat. Shinta tersenyum tulus.


Kali ini Shinta bertekat untuk tidak salah melangkah ataupun bertindak. Agar jiwa Sandra saudari kembarnya bisa tenang dan bahagia di alamnya.


Drrrttttt.... drrrtt...


Sebuah notifikasi pesan masuk. Kayra segera memeriksanya. pesan dari Tino.


"Aku otw, sepuluh menit lagi sampai."


Biasanya sms dari Tino selalu dinantikan Shinta. Namun kali ini ia merasa muak dan tidak suka segala hal berhubungan dengan Tino. Sekalipun keputusannya ini membawa resiko yang sangat berbahaya baginya. Ia hanya mengenal Tino selain sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Ia juga mempunyai hubungan sangat baik dengan banyak pejabat tinggi yang menjadi bekingannya. Sehingga usaha jual beli gadis sejauh ini tak terendus pihak berwajib.


Setelah ia berkomunikasi dengan roh Sansan adiknya. Tidak ada lagi ketertarikan pada profesi mucikari yang selama ini digelutinya. Shinta harus segera kabur dan menyelamatkan Kayra menjauhi perangkap.


"Ra... ayo kita segera pergi dari sini."

__ADS_1


__ADS_2