Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Mengapa Babby M?


__ADS_3

Suara tangisan bayi semakin kuat terdengar. Membuat Kayra merasa yakin kalau bayi yang digendong sang pemimpin adalah Babby M, anak angkatnya. Meskipun ia tidak melihat secara langsung dan hanya mendengar suara tangisannya saja Kayra tahu itu adalah anaknya.


"Tidak.... tidak ...."


"Mengapa Babby M? Kalian pemuja iblis, jangan sentuh babby M!! Kalau babby M sampai terluka, kalian pasti akan menerima pembalasanku!" Teriak histeris Kayra.


Ia meronta dan berusaha melepaskan diri dari ikatan tali yang semakin kencang. Setiap ia berusaha meronta dan berontak, tali-tali yang mengikat tangan, kaki dan tubuhnya semakin kencang dan erat. Membuatnya merasakan rasa nyeri. Guratan merah seketika terbentuk dipermukaan kulitnya yang terikat kuat.


Sang Pemimpin memberi tanda pada penjaga yang berjaga di dekat Kayra. Dua orang pria itu datang dan menyumpal mulut Kayra. Ikatan-ikatan tali sudah tidak memberikan ruang sedikitpun, membuat Kayra tidak bisa lagi berontak. Nafas nya tersengal setelah usaha sekuat tenaganya sia-sia. Ia pun berdiam dalam keputus asaannya. Hanya air mata yang mengalir deras sebagai aksi protesnya yang sia-sia.


Tangisan babby M semakin menjadi. Kaki dan tangan mungilnya menendang dan menggapai. Seakan bayi mungil itu tidak rela kalau sampai ia mati sia-sia tanpa perjuangan.


"Babby M... maafkan mama Nak. Mama tidak bisa menyelamatkan mu." Isak Kayra dalam hati. Ia hanya bisa memandangi kain penutup babby M. Hatinya terus berseru minta perlindungan Tuhan baginya dan babby M.


Pria berjubah dan bertudung merah darah itu membawa babby M seperti membawa boneka. Babby M hanya dipegang dengan sebelah tangannya. Tangan yang satunya dipakainya untuk menggenggam belati perak kecil.


Kayra ingin menumpahkan amarahnya pada pria yang disebut-sebut sang pemimpin itu. Namun apa daya, mulutnya tersumpal kain dan tangan, kaki serta tubuhnya terikat rapat di tiang kayu. Kayra hanya bisa melampiaskan segala perasaannya dengan tangisan.


Pria bertudung merah itu berjalan mendekati Kayra. Ia meletakkan babby M di bawah kaki Kayra. Babby M terus menangis keras. Menyayat-nyayat hati Kayra. Tubuh Kayra terasa sangat lemah. Kakinya tak mampu lagi menopang tubuhnya. Ia hanya bisa menyandarkan tubuhnya pada tiang kayu dimana dia diikat kuat.

__ADS_1


Sang pemimpin mendongakkan kepala. Ia memastikan posisi bloodmoon sudah diposisi yang tepat. Ia berjalan memutari tiang kayu tempat Kayra terikat dengan babby M di bawah kakinya dengan merapalkan mantra-mantra aneh. Secara perlahan-lahan ada selubung kabut yang keluar dari tubuhnya. Naik membumbung mengitari rooftop terbuka tempat mereka berada. Kabut itu membentuk tudung perisai yang tidak bisa ditembus sembarang orang.


Saat Dariel mendengar suara tangisan bayi dari arah rooftop villa bloodmoon seketika ia merasa sebuah firasat buruk. Dariel berusaha naik ke rooftop. Ia memanjat melalui balkon villa, namun kabut aneh menghentikannya. Ia tidak bisa menembus kabut aneh di depannya. Kabut itu teraba seperti tembok kaca tak terlihat.


Sebesar apapun ia berusaha, namun Dariel tak juga berhasil naik ke roof top. Ia pun mencoba mencari jalan lain. Ia memutuskan masuk ke dalam villa lantai dua melalui sebuah pintu balkon kamar yang tak terkunci. Saat ia keluar kamar dan berjalan disepanjang koridor suasana terlihat sangat sepi. Tidak nampak seorangpun yang berlalu lalang.


Dariel berkeliling memeriksa tiap bagian mencari tangga yang mengarah ke rooftop. Beberapa waktu Dariel mengelilingi lantai dua namun tidak ada tanda-tanda keberadaan rooftop. Dariel sangat panik. Manamungkin tidak ada sebuah tangga pun yang mengarah ke rooftop?


Hingga akhirnya kaki Dariel terasa pegal setelah hampir satu jam mengelilingi lantai dua. Dalam keputusasaannya Dariel terduduk dilantai. Ia merasa tak berdaya. Bagaimana bisa ia tidak ada jalan untuk menolong Kayra yang mungkin sedang mengalami masalah diatas sana.


Sementara itu keadaan Kayra di rooftop tidak lebih baik dari pada Dariel. Ia tidak berdaya terjebak dalam ikatan tali-tali yang seolah punya fikiran sendiri. Setiap kali ia ingin berontak, tali-tali itu mengetat menjerat tubuhnya. Sakit yang ditimbulkan tali-tali itu tidak lebih menyakitkan saat melihat seorang bayi yang diletakkan begitu saja didekat kakinya.


Kayra tidak bisa berhenti meneteskan air mata. Hatinya sangat pedih melihat anaknya yang terus menangis. Meskipun babby M di depan matanya namun ia tidak bisa meraih dan membawa babby M kedalam dekapannya.


Pemandangan memilukan Kayra tertangkap oleh pandangan Alex. Ia merasa bingung saat melihat Kayra berontak hingga hancur hati saat melihat seorang bayi yang diletakkan di bawah kakinya. Alex mulai berasumsi kalau Kayra mengenal bayi itu. Saat bisikan Kayra yang tidak terlalu jelas didengarnya ia bertambah terkejut. "Bayi itu anak Kayra? Bagaimana bisa? Kayra menyebut dirinya mama dan ada papa?" Alex tak habis pikir. Ia berusaha menajamkan pendengarannya mencoba mencari penjelasan. Apakah mungkin Kayra sudah menikah? Jadi Kayra sudah tidak perawan? Ini sebuah kesalahan, gawat ini bisa jadi bencana.


Sang pemimpin telah bersiap mengangkat tinggi belati perak kecilnya. Setelah sebelumnya beberapa kali memutari Kayra dengan membaca mantra.


Alex berlari ke arah sang Pemimpin, ia berseru kuat-kuat. "Tuan Pemimpin hentikan! Kayra sudah tidak perawan!" Seru Alex. Harapannya ia menyelamatkan Sang Pemimpin sebelum melakukan kesalahan.

__ADS_1


Namun respon yang diberikan Sang Pemimpin tidak seperti yang diharapkan.


"Dasar idiot...! Kau pengacau...! Kau kira aku bodoh. Aku sudah tahu!" Sang pemimpin mengeram dalam amarahnya. Ia mengibaskan tangan kirinya ke arah Alex.


Efeknya sangat mengerikan. Dada Alex seperti dihantam benda keras dan berat. Membuatnya jatuh terpental ke belakang dan memuntahkan darah segar dari mulutnya. Alex terbatuk-batuk berusaha mengeluarkan cairan darah yang masuk dalam saluran nafasnya. Rasa sakit menyengat isi dadanya membuatnya pingsan tak sadarkan diri. teman-temannya yang lain tak bergeming dari posisinya berdiri mengelilingi Kayra dan bayinya.


Sang Pemimpin mendongakkan kepala mengamati blood moon yang tiba-tiba terhalang mendung hitam. Amarahnya seketika meluap, namun ia ingat harus konsentrasi penuh. Kalau kali ini ritual sampai gagal ia akan kehilangan kesempatan yang tidak mungkin akan datang lagi.


Kayra memohon belas kasihan dari Sang pemimpin. Meskipun ia tahu suara yang keluar dari mulutnya tidak jelas karena tersumpal kain. Namun ia terus berusaha untuk mendapatkan belas kasihan Sang Pemimpin.


Tak berapa lama bloodmoon kembali terlihat. Sang pemimpin bersiap mengangkat belati peraknya tinggi-tinggi. Ia bersiap menikam jantung Kayra. Babby M kembali menangis keras dan secara kebetulan bloodmoon kembali tertutup mendung hitam.


Sorot marah Sang Pemimpin mengarah pada babby M. "Inikah pelindung sang Ratu? Aku akan membunuhmu terlebih dulu." Geram Sang Pemimpin melotot kesal pada babby M. Ia berjongkok mendekati bayi kecil itu. Belatinya telah siap dihujamkan ke jantung babby M.


Sontak Kayra meronta sekuat tenaga. Ia berteriak sekencang-kencangnya, hingga sumpalan kain di mulutnya terlepas.


"Jangan kau sentuh anak ku!" Teriak Kayra marah. Teriakannya begitu keras hingga menggetarkan lantai rooftop. Bahkan Sang Pemimpin sampai terjengkang. Membuatnya tersulut dalam amarah.


"Kalian berdua benar-benar memancing amarah ku. Ku pastikan kalian berdua mati dengan perlahan." Ancam Sang pemimpin ia kembali mendekati babby M dan bersiap menghujamkan belati itu padanya.

__ADS_1


__ADS_2