Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
pesan


__ADS_3

Dariel dan Kayra telah kembali ke gua batu. Dariel berencana akan kembali ke mess sebentar, dan akan segera kembali menemani Kayra di gua.


"Riel.. bawa aku, jangan tinggalkan aku di sini, aku takut." Kata Kayra memelas, membuat Dariel luluh tidak tega meninggalkannya sendiri. Dariel kembali berteleportasi membawa Kayra ke kamar mes nya di proyek. Kayra segera berkeliling mengitari ruang kamar Dariel yang tidak terlalu besar.


"Riel... kamarnya kecil ya? nanti malam aku tidur di sini aja ya? boleh ya?" Kayra memohon.


"Bisa, tapi kita tidur seranjang karena gak ada sofa, juga kalau mau tidur dilantai kotor gitu, mana bisa tidur?" Dariel membayangkan bisa memeluk Kayra sepuasnya. Senyumannya mengembang di bibirnya. Malamnya tidak lagi sendiri, ada kekasih yang akan menghangatkan kasurnya. Dariel segera menepis lamunannya. Tidak, ia tidak akan memetik mahkota Kayra sebelum waktunya. Ia harus menjaga kehormatan Kayra karena Ia lah permata yang sangat berharga di mata Dariel.


"Cinta... kamu di kamar aja ya. Kalau ada orang yang masuk, Rara langsung sembunyi disini." Dariel menunjukkan sisi dinding yang telah ia gambar sebuah lingkaran besar menyentuh lantai.


"Gak paham Riel, gimana bisa sembunyi dilingkaran ini?" Tanya Kayra kebingungan.


"Temboknya dah ku kunci dengan rapalan, jadi saat Rara menempel ditembok ini. Orang biasa tidak akan melihat Rara." Kata Dariel sambil ia memperagakannya, dan benar saat Dariel menempel di tembok yang bergambar lingkaran. Kayra tidak lagi bisa melihatnya. Bahkan saat ia merabanya tidak teraba apapun.


"Wah benar, Riel kamu hilang?" Kata Kayra terkagum. Dariel keluar dari lingkaran seketika tubuhnya terlihat kembali.


"Jangan lupa pesan ku ya." Dariel kembali mengingatkan. Kayra menjadi semakin mengagumi Dariel kekasihnya ternyata sangat hebat dalam hal mistis. Dariel pun pergi keluar untuk mandi di kamar mandi umum. Namun tidak lama Dariel tiba - tiba sudah di dalam kamar kembali.


"Rara.... mau mandi?" Kayra langsung mengangguk dan Dariel langsung membawa Kayra ke kamar mandi dalam hitungan detik, mereka berdua sudah di dalam kamar mandi. Kayra kebingungan mana boleh ia mandi bareng cowok? Tapi apa boleh buat dari pada ketahuan orang lain, sementara badan dan rambutnya terasa lengket. Mereka mandi saling memunggungi. Kayra mandi cepat - cepat ingin segera mengakhiri acara mandinya.

__ADS_1


Saat ia mengambil baju ganti digantungan baju. Bajunya tak sengaja terlepas jatuh hingga basah terkena air bekas mandinya. Terpaksa ia hanya mengenakan dalaman saja. Dariel juga menyelesaikan mandinya dengan cepat dan segera memakai baju ganti. Dariel berbisik menanyakan apakah Kayra sudah selesai mandi.


"Aku dah selesai mandi," Jawab Kayra dengan berbisik. Dariel segera berputar badan dan menghadap Kayra. Seketika tubuhnya panas dingin melihat tubuh mulus Kayra hanya terbungkus dalaman saja. Sementara tangan lentik Kayra sia - sia berusaha menutup dada dan paha dengan bajunya yang basah kuyup.


Dariel memeluk erat tubuh Kayra membawanya berteleportasi ke dalam kamar nya. Setelah berhasil membawa Kayra ke dalam kamar dengan aman. Ia kembali ke kamar mandi untuk menjalankan skenarionya supaya tidak ada seorangpun yang curiga padanya. Saat ia keluar, di depan kamar mandi ia berpapasan dengan pak Rahmadi yang langsung menegurnya.


"Bagaimana kabar Tuan Muda? Sudah sembuh?" Tanya Rahmadi dengan penuh perhatian. Ia mengamati wajah dan tangan Dariel yang sudah normal, tidak ada ruam dan goresan atau bekas luka.


"Saya gak sakit pak. Cuma merasa sedikit kelelahan." Jawab Dariel sedikit malas. Saat ini ia ingin segera kembali ke kamarnya.


"Tuan muda istirahat saja, atau kalau mau saya panggilkan tukang pijat?" Rahmadi memberikan tawaran.


"Makasih pak, saya tidak biasa dipijat. Oh ya gimana apakah sudah akan mulai pembukaan tambang di kaki gunung Kwoka?" Tanya Dariel mengalihkan pembicaraan.


"Ada kabar dari kota? sudah hampir seminggu saya tidak ada komunikasi sama sekali dengan keluarga." Tanya Dariel.


"Kabar Tuan besar baik - baik saja, ada pesan untuk tuan muda dari tuan besar agar tuan muda menjaga kesehatan, banyak makan dan jangan memforsir diri."


Rahmadi sengaja hanya menyampaikan sebagian pesan. Karena sebagian besar pesan adalah perintah untuk dirinya. Menjaga Dariel dengan baik, tidak boleh dibiarkan sendiri terlalu lama, bahkan kalaupun Dariel sedang tidur harus selalu diperiksa keadaannya, minimal satu jam sekali.

__ADS_1


"Ehm ... apakah masih ada pesan yang lain? Mungkin pesan tentang Kayra?" Tanya Dariel menyelidik.


"Oh.. iya, tentang non Kayra, pesta ulang tahunnya berjalan lancar dan sangat meriah, banyak yang hadir." Kata pak Rahmadi bersemangat, ia mengira Kayra mungkin gadis spesial tuan muda.


"Trimakasih infonya pak." Dariel segera melangkah pergi, ada rasa dongkol dalam hatinya. Mengapa papa nya sampai sekarang tidak jujur saja, toh dia tidak akan apa - apa.


Rahmadi melihat perubahan wajah Dariel ada kekecewaan dan kemarahan disana. Mungkinkah ada cinta yang tidak mendapat restu dari orang tua terjadi pada tuan mudanya? Hingga tuan muda dikirim jauh ke tempat terpencil tanpa akses telephon ataupun internet. Sebagai cara memisahkan pasangan muda ini dengan cara yang halus, tidak kentara hingga tidak disadari keduanya? Entahlah. Rahmadi memilih untuk tidak terlalu jauh mencampuri atau pun sekedar memikirkan masalah bos nya. Ia segera masuk ke kamar mandi.


Sementara, Dariel bergegas kembali ke kamarnya. Saat ia membuka pintu, ia mendapati Kayra sedang bersembunyi di lingkaran tembok. Dan segera keluar saat mengetahui Dariel yang datang.


Kayra mengenakan celana pendek dengan tank top merah. Terlihat sangat menawan. Kontras dengan kulitnya yang putih mulus. Membuat Dariel membayangkan yang tidak - tidak. Untuk meredam hasratnya, Dariel segera pergi ke ruang makan. Ia menghabiskan beberapa waktu lamanya untuk makan malam. Mencari teman ngobrol.


Dariel takut tidak bisa mengontrol dirinya saat berdekatan dengan Kayra. Merasa sudah terlalu lama meninggalkan Kayra, ia pun kembali ke kamar. Ternyata Kayra sudah tidur pulas. Dariel menyusul tidur di samping Kayra, diletakkannya bantal guling di tengah - tengah mereka. Untuk berjaga - jaga supaya ia tidak lepas kontrol.


Dariel membolak - balik kan badannya. Sulit sekali untuk tidur, mungkin karena tempat tidur yang terlalu sempit.


Hingga diputuskannya tidur miring menghadap Kayra. Diamatinya paras Kayra yang cantik, bulu matanya lentik, hidung mungilnya yang lentik dan bibir tipis merah muda merekah. Dibelainya rambut hitam Kayra, diciumnya ujung - ujung rambutnya yang wangi. Aroma jasmin yang menenangkan. Membuat Dariel terbuai terbawa dalam ketenangan yang melelapkan.


Masuk kedalam mimpi indah bersama Kayra. Saat itu mereka sedang menikmati indahnya taman bunga. Beraneka macam tanaman bunga tumbuh subur, menghasilkan bunga beraneka warna memanjakan mata. Sejauh mata memandang hanya hamparan bunga. Mereka berjalan - jalan sambil bergandeng tangan. Dariel memetik sekuntum mawar putih dan menyematkannya di atas telinga kanan Kayra. Kayra terlihat sangat cantik membuat Dariel refleks mengecup bibir merah Kayra. Ciuman lembut penuh gairah. Namun tiba - tiba, jari - jari Kayra memanjang dan tumbuh kuku panjang dan tajam mencekik lehernya.

__ADS_1


Hhhhhhhp ......hhhhhhp


Dariel megap - megap kehabisan nafas.


__ADS_2