
Saat Kayra baru saja duduk, ada hal aneh terjadi. Teman- temannya datang berkerumun. Teman- teman ceweknya heboh mengajaknya bercerita panjang lebar.
Sementara teman- teman cowoknya tidak pernah lepas menatapnya. Dengan tatapan aneh menurut Kayra. Tatapan kekaguman padanya, yang hampir sepanjang umurnya sampai saat ini belum pernah didapatinya.
Kayra membatin "Ini benar- benar ABNORMAL." Ia pun menggeleng- gelengkan kepalanya, meragukan yang terjadi di sekelilingnya. "Jangan- jangan ini hanya sebuah mimpi?" Batinnya berkecamuk tidak percaya pada apa yang dialaminya saat ini. Ia bahagia diperlakukan sebagai manusia normal.
Bahkan mungkin lebih karena ada yang memberi perhatian padanya. Seperti punya banyak teman akrab yang lama tidak berjumpa? padahal ia ingat benar, terakhir ia bertemu dengan teman- teman sekelasnya saat pengumuman kelulusan empat hari yang lalu. Mereka memang memberi ucapan selamat kepadanya namun setelahnya masih memandang Kayra dengan tatapan tak bersahabat.
Sekarang benar- benar berubah seratus delapan puluh derajat. Nina si ketua kelas yang biasanya sok sibuk dan senangnya hanya berteman dengan anak- anak populer di sekolah, langsung merangkulnya, menanyakan banyak hal kepadanya. Makanan kesukaan, hobby dan banyak hal lain yang membuat Kayra pusing sendiri.
Dita yang biasanya paling galak terhadapnya, sekarang ramah dan juga mengajaknya ngobrol panjang lebar. Juga menanyakan rencana ulang tahun Kayra hari Jumat depan.
Sanah mengusulkan agar perayaan Ulang Tahun Kayra bersama teman- teman sekelas saja. Ada juga yang mengusulkan jalan- jalan ke mall dan dilanjut makan di restorant. Ada yang mengusulkan ultah di rumah Kayra saja, supaya mereka bisa mengenal keluarga nya juga.
Berbeda dengan Shinta serta merta membuat pengumuman. Ia dikenal sebagai anak orang kaya yang nyasar sekolah di sekolahan mereka yang tidak populer yang didominasi anak- anak kurang mampu. Status ekonomi Shinta yang sangat bagus membuat tak seorangpun yang berani mendebat perkataannya.
"pengumuman.... pengumuman... ada berita penting harap didengarkan. teman- teman kelas XII Ipa 1, hari Jumat pukul 5 sore semua diundang di acara ultah Kayra. Tempat Kafe Bunga. Jangan lupa bawa kado!"
Semua anak dikelas pada bersorak heboh.
Kayra kaget dan segera mengamit tangan Shinta. Sambil berbisik.
"Shin.... please.....aku gak bisa bikin perayaan, gak ada dana." Kayra memelas.
"Tenang aku nanti yang bakalan traktir." Jawab Shinta menenangkan Kayra.
Mereka masih ramai membahas rencana perayaan ulang tahun Kayra, dresscode apa yang akan mereka pakai, tema apa yang akan mereka buat dan apakah sebaiknya mereka juga mengundang guru? Banyak yang tidak setuju jika mengundang guru dengan alasan pestanya nanti jadi gak seru. Tapi saat Nina mengusulkan agar pak Tono diundang semua setuju. Mengingat kebaikan dan kesabaran pak Tono dalam membimbing mereka, menjadikan pak Tono sebagai guru favorit di kelas.
__ADS_1
Shinta pun setuju. "Ya sebaiknya pak Tono diundang juga, sekalian kita bikin acara perpisahan kelas." dan bla....bla...bla... Shinta ngomong panjang lebar, hingga terhenti saat dikagetkan sebuah suara.
"Ada apa ini, kenapa nama saya disebut- sebut?" Suara pak Tono tiba- tiba membuat kelas terdiam karena kaget.
Nina si ketua kelas segera menjawab "Maaf pak, kami berencana akan membuat perayaan ulang tahun Kayra sekaligus acara perpisahan kelas jadi mengharap pak Tono untuk bisa datang."
"Oh ya.... Bagus itu, saya usahakan datang. Kapan acaranya?" Tanya pak Tono antusias.
"Hari Jumat pak jam lima sore di Kafe Bunga." Jawab Shinta.
"Sepertinya saya tidak ada acara, mudah-mudahan saya bisa datang. Tapi...." pak Tono seperti memikirkan sesuatu.
"Tapi kenapa pak?" Rupanya Nina peka pada keraguan pak Tono.
"Kalau saya datang ke acara kalian sendirian pastinya gak nyaman, nanti orang liatnya saya siswa paling tua?" jawab pak Tono melawak.
Satu kelas tertawa kompak.
pak Tono menoleh ke arah Kayra. "Trimakasih undangannya Kayra.."
Kayra seketika gugup " E.... bukan saya yang merencanakan acara ini pak, tapi teman- teman." Sambil mengarahkan pandangan gugupnya pada teman-temannya yang sedari tadi heboh merencanakan pesta.
Shinta mewakili teman- temannya. "Iya pak kami sengaja merencanakan pesta ulang tahun Kayra, sekalian acara perpisahan kelas kita. Karena sebentar lagi kita akan berpisah dengan kesibukan dan tujuan masing-masing. paling tidak kita punya kenangan yang indah bersama kelas XII Ipa 1."
"Ide yang sangat bagus, bapak pasti dukung." jawab pak Tono sambil berjalan ke depan kelas, karena ia akan memberikan pengumuman penting.
"perhatian untuk kalian semua, Bapak ada pengumuman penting yang perlu saya sampaikan. pertama pembagian ijazah baru akan dilaksanakan ,sekitar bulan Agustus, karena masih dalam proses pencetakan. Jadi untuk kelengkapan pendaftaran bagi yang mau melanjutkan kuliah, akan dibuatkan surat keterangan lulus. Nanti bisa diambil di ruang administrasi, dengan syarat sudah menyelesaikan segala masalah keuangan dan tidak ada tanggungan buku pinjaman di perpustakaan." Kayra bernafas lega karena sekalipun ibu tirinya jahat namun untuk urusan pembayaran uang sekolah tidak pernah sekalipun telat.
__ADS_1
pak Tono melanjutkan pengumumannya kembali setelah sedikit terjeda karena
ada beberapa siswa yang berbisik- bisik. Sehingga ia perlu menenangkannya sebentar.
"pengumuman kedua acara perpisahan sekolah akan diadakan hari Sabtu tanggal 2O Mei, undangan bagi keluarga nanti akan dibagikan ketua kelas. Bagi pengisi acara harap mempersiapkan diri, mulai dari sekarang. Karena menurut rencana akan ada perwakilan dari Yayasan Tunas Harapan yang akan menghadiri acara tersebut. Tampilkan yang terbaik. Karena sekaligus untuk promosi bagi sekolah kita."
"Ada pertanyaan?" Sejenak kelas menjadi senyap "Sudah jelas semua?"
"Jelaaass.."
serempak siswa satu kelas menjawab.
"Kalau sudah jelas, bapak akhiri pertemuan kita hari ini. Selamat siang semuanya."
pak Tono beranjak meninggalkan kelas. Semua siswa serempak bubar keluar kelas. Kayrapun segera pergi dan bergegas ke ruangan kepala sekolah.
Rupanya bapak kepala sekolah sedang ada tamu. Kayra menunggu di sebuah bangku dekat ruang perpustakaan. Sambil menunggu ia segera mengeluarkan ponselnya. Belum ada pesan dari kekasihnya. Ia segera mengetikkan sebuah pesan.
"Hai .... Riel sayang, masih di sekolah kah? Aku mau ketemu kepala sekolah. Tapi beliaunya masih ada tamu. Jadinya aku nunggu sendirian nich, jadi bosan."
Tulis Kayra kemudian segera dikirimnya kepada Dariel.
Satu menit.... Dua menit...... Tiga menit.... lima belas menit tidak ada balasan. Membuat Kayra gundah. Ia kembali mengetik pesan.
"Riel sayang, .... plz blz...."
Namun tak kunjung ada balasan.
__ADS_1
"Sebaiknya aku segera ke ruang Bpk kepala Sekolah, siapa tahu tamunya sudah pulang." Kayra segera melangkahkan kakinya menuju ruang kepala sekolah.
Hampir saja ia menabrak seseorang yang baru keluar dari ruangan bpk kepsek. Seorang wanita berjalan buru- buru dan tidak memperhatikan jalan. Wanita yang tidak asing bagi Kayra. Kakinya langsung membeku di tempat dan jantung nya hampir copot karena terkejut.