
Sosok wanita itu, tiba- tiba sudah berada persis di depan Kayra. Membuatnya terloncat kaget karena ketakutan.
"Si...si apa kamu..?" Tanya Kayra gagap.
"Batalkan pernikahan mu!!!" Teriak wanita itu dengan amarah yang meluap- luap. Mata nya melotot marah menatap Kayra. Wajah nya yang semula cantik tiba- tiba berubah menyeramkan. Mata gadis itu melotot hingga matanya hampir lepas. Leher jenjang si gadis tiba- tiba mempunyai tanda garis merah. Yang kemudian mengucurkan darah segar hingga terdengar bunyi 'kriek...' seperti suara dahan patah. Yang ternyata adalah leher gadis di depannya. Kepala gadis itu nyaris lepas dari pangkal lehernya hanya ditahan oleh urat yang tak terpotong sempurna. Terdengar suara menggelegak dari mulut si gadis, sepertinya ia tersedak darahnya sendiri.
Gumaman- gumaman menggaung menyayat hati. "Batalkan.... batalkan... batalkan... batalkan pernikahan mu...!!!" Gumam2an itu memenuhi telinga Kayra. Ia pun berusaha menyumpal telinga. Namun suara- suara itu semakin keras menggema.
"Tidak...." teriak Kayra keras- keras. Ia sangat terganggu dengan suara gumaman sosok wanita aneh di depannya.
"Ra... Nak... ada apa?" Suara bu Neta mengagetkan Kayra. Ia segera berlari ke dalam pelukan ibunya.
Kayra menangis, ia meluapkan segala ketakutannya dalam tangisan. Ada kelegaan luar biasa saat mengetahui ia tidak lagi sendiri. Ada ibunya di dekatnya kini. Dengan takut- takut, Kayra menoleh ke belakang. Tempat dimana wanita misterius tadi berdiri dengan meninggalkan genangan darah di lantai.
Alangkah terkejut nya Kayra, wanita misterius itu telah menghilang. Demikian juga jejak tetesan darah tempat wanita itu tadi berdiri pun tidak ada sama sekali.
"Ra... ada apa? Apakah kamu baik- baik saja?" Tanya ibu Neta lembut.
"Iya... Bu, Kayra baik- baik saja." Kayra tidak menceritakan kejadian mengerikan yang baru dialaminya.
"Kalau begitu cepat tidur ya!" Perintah Neta lembut.
"Iya Bu." Kayra segera berbalik dan akan pergi ke kamarnya, saat ia ingat bik Sari.
"Ibu... gimana kabar bik Sari? Apakah ia baik- baik saja?" Tanya Kayra penasaran.
__ADS_1
"Sedikit kecapekan, tadi bik Sari langsung ke kamar nya. Katanya mau langsung tidur." Neta masih menutupi tes DNA yang mereka lakukan tadi di rumah sakit.
Kayra mengangguk, ya... bik Sari sudah lanjut umur. Sebenarnya sudah tidak sepantasnya mempekerjakannya. Namun, Bik Sari dan mang Ujang masih sangat energik dan sehat. Juga dengan mempekerjakan mereka secara tidak langsung memberikan kesempatan Kayra mendapat kasih sayang dari dua orang itu.
Kayra mendesah dalam hati berharap bik Sari dan mang Ujang akan terus tinggal bersama mereka. Sekalipun mereka sudah tidak sanggup bekerja lagi. Kayra sudah menganggap Bik Sari dan Mang Ujang sebagai bagian dari keluarganya. Keberadaan mereka dalam suka dan duka yang telah Kayra lalui itu sebagai bukti kasih sayang mereka pada Kayra.
Kayra segera naik ke lantai dua untuk segera brristirahat. Ia duduk di tepi ranjang. Ia kembali mengingat, sosok wanita misterius yang baru saja menakutinya. Ia tidak habis pikir kenapa wanita itu menyuruhnya membatalkan pernikahannya? Apakah itu hanya ilusi karena ia terlalu tegang memikirkan acara pemberkatan nikah mereka besok pagi? Entah lah... Memikirkannya membuat Kayra bertambah pusing. Ia cukup lelah.
Kayra memutuskan untuk segera tidur agar ia bisa bangun segar di pagi hari. Tak berapa lama Kayra tertidur. Dalam mimpi wanita misterius itu datang lagi. Wanita itu terus mengejar- ngejarnya dan menggumamkan kata- kata yang sama, agar ia membatalkan pernikahannya dengan Dariel.
Mimpi Kayra berakhir dengan nafas memburu. Kayra seperti baru berlari marathon mengelilingi stadion bola.
Hari masih sangat pagi baru setengah lima, namun Kayra sudah tidak bisa memejamkan mata nya kembali. Ia terus bertanya- tanya dalam hati nya. Mengapa wanita misterius dan menakutkan itu juga hadir dalam mimpinya? Apakah sebenar nya arti dari semua kejadian ini?
Handphone Kayra bergetar. Ia segera melihat siapa yang menelephone nya. Sebuah panggilan vidio dari calon suaminya Dariel. Kayra bergegas mematikan panggilannya. Dan ia mengetikkan pesan pada Dariel.
"Riel... ada apa? kirim pesan aja. I love you. Sampai bertemu di altar nanti siang." Dengan harap- harap cemas Kayra menantikan balasan dari kekasih nya.
Thring... Sebuah notif pesan masuk. Kayra tidak sabar, ia segera mengecek pesan Dariel.
"Cinta... I love u too, gak sabar ketemu kamu... ❤❤❤" Saat membaca pesan Dariel, Kayra tersenyum. Beberapa jam lagi ia akan resmi menjadi istri Dariel. Jantung nya berdebar- debar tidak sabar menantikan saat pemberkatan mereka sebentar lagi. Jam sepuluh nanti mereka akan di berkati. Kayra masih bermalas- malasan di kamar nya. Ia membuka galeri foto disana ia mencari foto ayah nya.
"Ayah... hari ini Kayra menikah, doa kan kami bahagia ya Yah..." Air mata mengalir dari sudut mata Kayra. Rasa haru karena pernikahan nya nanti tanpa dampingan ayah yang sangat disayangi nya. Apalagi, kesibukan nya akhir- akhir ini merawat ibunya, membuat Kayra belum sempat menjenguk pusara ayah nya.
Tok...tok... tok
__ADS_1
Suara ketokan pintu menghentikan tangisan Kayra, ia segera menghapus air mata nya dan berjalan membukakan pintu.
"Sayang... kenapa kamu menangis di hari bahagia mu ini?" Tanya ibu Neta saat ia memperhatikan mata Kayra yang sembab. Tanpa menunggu jawaban Kayra, ibu Neta langsung merengkuh Kayra dalam pelukannya. Kayra menguatkan hati untuk tidak lagu menangis. Ia menahan agar tak ada setetes pun air mata yang menetes dari kedua belah matanya.
"Sayang... hari ini kamu akan memulai hidup baru mu. Sebagai seorang istri, kamu harus menghormati dan mencintai suami mu dengan segenap hati. Jadilah istri yang bijaksana, juga harus pintar mengatur keuangan. Rara... mama akan selalu mendoakan untuk kebahagiaan mu nak..." Ibu Neta memeluk Kayra erat- erat. Seakan ia takut kehilangan anak nya.
"Ibu... trimakasih. Rara sayang sama ibu." Air mata kedua orang itu akhirnya tumpah, karena kebahagiaan juga takut akan perpisahan yang sebentar lagi pasti terjadi.
"Cukup nak jangan menangis lagi... hari ini kamu harus tampil cantik." Kata ibu Neta sambil menghapus air mata Kayra.
"Sebaik nya cepat mandi ya, selesai mandi ke kamar ibu. Katanya mau di make up?" Ibu Neta mengingat kan Kayra pada rencana Kayra untuk memakai jasa ibu nya untuk me- make over diri nya.
"Iya bu, Rara akan cepat mandinya." Kata Kayra sambil buru- buru akan mandi.
"Sebelum mandi Ibu bantu Rara luluran." Kata ibu Neta sambil berjalan menuju kamar mandi Kayra mengambil lulur juga masker untuk Kayra.
Kayra berganti dengan jubah mandi, Ia segera dipakaikan lulur dan masker.
"Rara... kamu baring dulu, setengah jam lagi baru bilas ya. Ibu mau siapin sarapan buat kita." Kata ibu Neta sambil berlalu menuju ke dapur, dimana bik Sari sudah sibuk menyiapkan menu sarapan.
Kayra membaringkan badan nya di atas sofa. Aroma wangi lulur dan masker yang dipakainya membuat nya rileks dan ia pun memejamkan mata. Beberapa saat ia terlelap. Namun tiba- tiba hawa dingin menghembus wajahnya, juga bau amis memuakkan singgah di hidungnya. Dengan waspada ia membuka matanya.
Tepat di depan wajah nya terpampang wanita misterius yang memghantuinya tadi malam. Wajah itu penuh luka dan mengeluarkan darah. Kayra ketakutan, hingga ia tak bisa bergerak, bahkan lidah nya kelu tak bisa berteriak.
"Batalkan Pernikahan mu!!" Gumam wanita misterius itu.
__ADS_1