Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Wasiat


__ADS_3

"Ra... ini sudah takdir dari Tuhan. Kak Raka dan kak Keke bersatu untuk slamanya." Hibur Dariel.


Kayra hanya menangis dalam diam. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Mungkin ini memang takdir tapi kalau ia tidak mengulur waktu saat Dariel datang minta tolong padanya. Bisa saja kak Keke dan kak Raka masih bisa diselamatkan. Entahlah... yang jelas hari ini ia bisa menyembuhkan babby M dari serangan santet orang jahat.


Memikirkannya membuat Kayra mencemaskan babby M. "Riel... dimana babby M ?" Tanya Kayra tiba-tiba.


"Aku tinggalkan sama pengasuhnya di rumah." Jawab Dariel.


"Pastikan, babby M baik-baik saja!" Kata Kayra tidak bisa menahan kekawatirannya.


Dariel mengambil ponsel dari dalam kantong celana tidurnya. Ia menghubungi orang rumah. Seorang pelayan yang menerima panggilannya. Memberikan laporan kalau sesaat lalu, satpam berhasil menangkap perawat babby M yang berusaha membawa kabur putra tunggal kak Raka. Perawat babby M sudah dibawa ke kantor polisi, sementara babby M sudah aman dijaga pelayan rumah.


"Oh... syukurlah... jaga baik-baik babby M. Suruh salah satu orang untuk membelikan susu formula dan botolnya." Kata Dariel mengakhiri panggilan telephonnya.


Kayra melihat ekspresi Dariel saat melakukan panggilan ikut panik.


"Riel... apa yang terjadi?" Tanya Kayra penasaran.


"Babby M hampir dibawa kabur perawatnya." Jawab Dariel dengan emosi meledak-ledak. Bagaimana bisa dalam kondisi seperti ini ada saja orang tak bertanggung-jawab memanfaatkannya untuk melakukan kejahatan?


"Terus... bagaimana babby M ?" Kayra semakin kawatir dengan keadaan keponakannya.


"Untunglah ia baik-baik saja." Jawab Dariel menggantung karena ia pun tidak tahu persis keadaan babby M. Ia hanya tahu dari laporan pelayan di rumah.


"Riel... apakah aku boleh melihat keadaan babby M? Aku sedikit mengkawatirkannya." Kata Kayra meminta ijin. Karena sebenarnya ia merasa tidak enak untuk meninggalkan Dariel sendirian pada saat-saat seperti ini.


Seketika Dariel mengingat beberapa waktu yang lalu, kak Keke berpesan untuk menjaga dan merawat Mirachel Erlangga. "Iya Ra... aku antarkan kamu pulang." Kata Dariel. Belum juga Dariel membawa Kayra berteleportasi. Ada seseorang berlari kearah mereka.

__ADS_1


"Tuan muda...!" Suara Dio mengagetkan Dariel dan Kayra. Mereka menoleh kearah datangnya suara. Terlihat Dio, asisten kepercayaan papa Erlangga berlari ke arah mereka.


"Iya ada apa kak Dio?" Tanya Dariel penasaran.


"Tuan.. tuan..." Kata Dio tersengal.


Saat papa nya disinggung Dio, Rasa panik seketika menyergap perasaan Dariel dan Kayra.


Takut membuat Tuan mudanya kawatir Dio melanjutkan informasinya.


"Tuan Erlangga sudah melewati masa kritisnya. Kata dokter, operasinya berjalan lancar dan sebentar lagi tuan Erlangga akan sadar. Saya disuruh dokter untuk memanggil tuan muda. Kata dokter, tuan Erlangga harus didampingi saat terjaga nanti, supaya bisa dijaga emosinya tetap stabil." Kata Dio bersemangat.


"Iya kak, aku akan segera menyusul. Aku antarkan dulu Kayra ke depan." Kata Dariel memberikan isyarat agar Dio segera pergi.


"Baik tuan muda, saya akan menjaga tuan Erlangga." Dio segera bergegas kembali ke ruang perawatan Erlangga. Sementara Dariel berteleportasi membawa Kayra ke depan gerbang kediaman Erlangga. Seorang satpam langsung membukakan pintu saat mengenali yang datang adalah nyonya muda di kediaman Erlangga.


Dariel kembali ke rumah sakit, di sebuah ruangan perawatan vvip. Ia menunggui papanya yang terbaring lelap. Kerutan penuaan mulai tergaris di dahinya. Membuat hati Dariel tergetar. Selama ini papanya adalah seorang pekerja keras yang tidak pernah sekalipun dirawat di rumah sakit. Papanya jarang sekali sakit, kalaupun sakit mungkin hanya flu ringan.


Ada sebutir air mata lolos dari tepi matanya.


"Kenapa Kalian menahan ku? Hampir saja aku bisa bersama kembali dengan Jasmin. Tapi kalian menahan ku." Gumam Erlangga meluapkan kekecewaannya.


"Kami masih membutuhkan papa... Jangan berfikir meninggalkan kami ya pa... tolong. Kami tidak siap ditinggalkan sendiri." Bisik Dariel seraya menggenggam tangan papanya erat.


"Riel... mana mama mu nak? Katakan pada mama, papa akan menyusulnya." Kata Erlangga penuh harap.


Kata-kata papanya membuat hati Dariel seakan teriris perih. Apakah papanya sudah tidak ada semangat hidup? Dariel menunduk. Menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca dari pandangan papanya.

__ADS_1


"Riel... mama menjemput kak Raka dan kak Keke. Tapi kenapa ia meninggalkan ku? Mama mu tidak mau mengajak ku serta." Kata Erlangga dengan kekecewaan mendalam.


Dariel menghela nafas dalam.


***


"Ra... kamu dimana nak? Kenapa tiba-tiba pergi dari rumah?" Tanya ibu Neta.


Kayra, seketika diliputi rasa bersalah karena tadi ia begitu kalut sampai tidak mengatakan apa-apa pada nenek Sari dan pada akhirnya membuat keluarganya diliputi kecemasan. Dini hari mereka berusaha mencari Kayra ke mana-mana.


Kayra menggenggam ponselnya erat-erat. Berusaha mencari kekuatan sebelum ia memberitahukan berita sedih keluarga Dariel.


"Ibu, maafkan Kayra. Tadi Kayra begitu panik. Keluarga Dariel baru mengalami musibah. Kak Raka dan kak Jasmin meninggal, sementara papa Erlangga masih dalam perawatan." Informasi yang diberikan Kayra sangat mengejutkan ibu Neta.


"Ra... ibu, kakek dan nenek menyusul ke rumah sakit." Kata Ibu Neta langsung menutup telephonnya. Kayra hanya mengannguk, lupa kalau ibunya tidak akan mungkin melihat anggukan kepalanya.


Kayra mencium babby M yang mulai terlelap. Saat ia sampai ke rumah tadi, babby M sedang menangis. Ia kehausan sekaligus mengantuk dan tak seorangpun berhasil menenangkan nya. Dan syukurlah saat Kayra datang, babby M mau meminum susu botol yang dibuatkannya, dan tak berapa lama bayi mungil itu terlelap.


Kayra tersenyum melihat babby M yang sangat lucu. Ia terhanyut dalam pesona senyuman damai bayi mungil itu. Semua kesedihan karena kehilangan kak Raka dan kak Keke seakan terhapus oleh senyuman bayi mungil di depannya.


Kayra berjanji dalam hati, ia akan menjaga dan merawat babby M dengan segenap hatinya. Seakan mengiyakan janji Kayra, bayi mungil itu tersenyum dan tertawa gembira dalam tidurnya.


Memancing gemas Kayra untuk melabuhkan ciumannya dipipi babby M. Aroma minyak telon juga bedak bayi yang harum, membuat Kayra terpancing untuk merebahkan diri di samping babby M. Tak berapa lama, Kayra jatuh tertidur.


Dalam tidurnya, Kayra didatangi kak Raka dan kak Keke. Mereka menyerahkan babby M, dan memintanya untuk menjaga babby M juga memintanya dengan sangat, apapun alasannya ia tidak boleh meninggalkan Dariel.


Kayra terjaga dari tidurnya. Mimpi itu terasa sangat nyata, hingga saat bangun pun ia masih ingat detail mimpinya. Mungkinkah ini sebuah wasiat kak Raka dan kak Keke untuknya.

__ADS_1


Kayra melihat babby M di sampingnya. Bayi itu sudah terbangun, ia menggerak-gerakkan tangan-tangan mungilnya. Kayra mencium pipi babby M dan mengucapkan selamat pagi pada nya.


Sesaat Kayra tertegun, ia mencium bau tidak enak.


__ADS_2