
GAK TERASA SUDAH MASUK EPSD 120. TERIMAKASIH BUAT PEMBACA SETIA YANG TELAH MENDUKUNG DENGAN MEMBERIKAN: VOTE, RATE, LIKE DAN MOTIVASINYA MELALUI KOMENTAR MANIS KALIAN.
SEBAGAI APRESIASI BUAT PEMBACA SETIA, SAYA BERENCANA MEMBUAT SEBUAH EPISODE SPESIAL KHUSUS BAGI PEMBACA LOYAL YANG MEMBERIKAN VOTE TERBANYAK.
PEMBACA JUGA BOLEH MENYUMBANGKAN IDE CERITA, YANG AKAN SAYA MASUKKAN DALAM PART SPESIAL BUAT KALIAN. IDE CERITA, TULIS DI DALAM KOLOM KOMENTAR YA...
LOVE YOU.... ♡♡♡
《◇●☆☆♡♡♡♡♡♡☆☆●◇》
Alex menatap tajam ke arah Kayra dan Tia. Ia terlihat menyunggingkan senyum misterius.
Alex mengambil ponselnya dan ia mengetikkan sebuah pesan disana. Ia mengulang membacanya sesaat sebelum ditekannya tombol kirim.
Hari ini Alex bertekat harus bergerak secepatnya, sebelum semuanya terlambat. Ia membuat sebuah rencana sempurna untuk mendapatkan Kayra.
Alex kembali tersenyum penuh kemenangan saat membaca balasan sms yang baru diterimanya. "Sebentar lagi, kamu akan jadi milik ku Kayra Mahendra." Gumamnya dalam hati.
Kayra yang masih asyik berbincang dengan Tia sahabatnya, terusik oleh notif pesan masuk di handphone nya. Kayra segera mengecek pesan yang masuk. Sesaat keningnya berkerut, seperti sedang berfikir keras.
"Ada apa Kay... siapa yang kirim pesan?" Tanya Tia penasaran.
__ADS_1
"Tia, aku mesti pulang dulu. Nenek ku masuk rumah sakit, tolong minta kan ijin. Aku tidak bisa ikut mata kuliah berikutnya." Jawab Kayra panik. Ia segera membereskan buku-bukunya dan bergegas pergi.
Kayra begitu cemas memikirkan nenek Sari. Membuatnya lupa memberi kabar Dariel yang masih berkutat pada mata kuliah Hematologi Klinik nya.
Kayra bermaksud mencegat taxi yang lewat depan kampus. Ia berjalan menyusuri trotoar menuju halte. Namun tiba-tiba sepasang tangan kuat membekapnya. Aroma menyengat kloroform seketika merenggut kesadarannya. Tubuh Kayra rebah tak berdaya. Hingga ia tidak menyadari saat tangan kuat itu membopongnya masuk ke dalam sebuah mobil.
Kepala Kayra berdenyut, rasa pusing mencengkeram kepalanya. Pandangan Kayra masih berselubung kabut. Dipaksanya kelopak matanya terbuka, namun cahaya yang menyilaukan menambah denyutan nyeri di saraf penglihatannya.
Kayra membuka perlahan kelopak matanya. Berusaha beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sebuah kamar bernuansa maskulin. Aroma musk menguar di penjuru ruangan. Kayra diliputi ketakutan, bagaimana bisa ia sampai ditempat yang tidak dikenalnya ini? Pandangan Kayra tertumbuk pada sebuah foto besar menghiasi salah satu dinding kamar. Foto seorang pria.
Seketika mata Kayra melebar. Sebuah kesadaran menggugah fikirannya. Tangan-tangan kuat tadi telah membiusnya dan menyekapnya di sini. Di sebuah kamar seorang pria.
Kayra bergegas bangun, ia menghampiri pintu. Namun sayangnya pintu itu terkunci rapat. Kayra juga memeriksa jendela, namun teralis besi menghalangi.
Peluhnya menetes membasahi kening. Ia merasa kehilangan banyak tenaga. Rasanya seperti baru memforsir badannya untuk bekerja keras. Padahal kenyataannya ia hanya berusaha menghubungi Dariel lewat telepati. Sekuat kemampuannya sudah dicobanya namun tak juga ada hasilnya.
Kayra berakhir terduduk terengah-engah. Sepertinya ada yang salah pada dirinya. Ia merasa tubuhnya terasa lemah. Sepertinya kemampuan khusus yang dimilikinya tak lagi ada powernya. Apakah kemampuan khususnya telah hilang dari tubuhnya?
Pandangan Kayra nyalang mencari celah. Berharap ada jalan untuknya dapat melarikan diri dari ruangan kamar yang cukup luas itu. Namun ia harus menelan kekecewaan. Sepertinya kamar mewah bertema maskulin ini sengaja dirancang seperti penjara. Akses keluar masuk satu-satunya hanya melalui sebuah pintu kayu kokoh yang terkunci rapat.
Kayra kembali menjelajahi kamar dengan tatapan matanya yang mulai memanas. Ada ketakutan dan kecemasan menghinggapi hatinya. Kegentaran mulai mengacaukan pikirannya. Ia ingin berteriak sekencang-kencangnya memanggil Dariel suaminya. Namun suaranya hanya tercekat ditenggorokannya.
__ADS_1
Setetes air mata lolos dari sudut matanya. Ada firasat buruk yang ia rasakan. Kayra menyadari keberadaannya di tempat itu pasti ada niatan buruk seseorang terhadapnya. Kecemasannya terpisah dari babby M dan tidak bisa bertelepati dengan suaminya membawa siksaan tersendiri. Membuat air matanya semakin deras mengalir.
"Riel... tolong aku, keluarkan aku dari sini. Hiks...hiks.. hiks..." Kayra merosot hingga terduduk di karpet tebal nan lembut. Namun hatinya yang diliputi ketakutan semakin membuatnya terpuruk. Ia terduduk meringkuk. Memeluk tubuhnya sendiri, berusaha mendapatkan kembali keberaniannya.
Beberapa lama Kayra bertahan dalam posisisnya duduk meringkuk memeluk tubuhnya sendiri. Hari semakin malam, tetap tak terdengar pergerakan di luar kamar tempat Kayra disekap.
Kayra kelelahan, ia pun tertidur meringkuk diatas karpet. Tanpa disadarinya ada sepasang tangan kokoh membopongnya dan membaringkannya ke atas ranjang.
Pria pemilik tangan kokoh itu tersenyum puas. Ia memandang Kayra dengan penuh hasrat. Namun ia merasa kasihan pada Kayra hingga ia memutuskan untuk tidak mengganggu tidur Kayra yang pulas.
Pria itu duduk di pinggir ranjang. Ia membelai rambut Kayra yang halus. Dirapikannya anak-anak rambut Kayra yang menutupi wajahnya. Malam ini ia akan menahan diri untuk menyentuh Kayra. Panggilan telepon yang baru diterimanya menjadi alasan ia mengurungkan niatnya.
Ia telah mendapat instruksi untuk menjaga Kayra tetap perawan. Pimpinannya mengatakan kalau Kayra adalah gadis yang memenuhi syarat menjadi Ratu pilihan. Dimana ia akan dijadikan Ratu dalam ritual yang akan segera mereka lakukan dua malam lagi.
Tepatnya saat bulan darah bersinar terang. Disitulah seorang perawan akan diserahkan kepada sang pemimpin.
Pria itu mendesah. Ada sedikit kekecewaan yang harus diredamnya. Ia telah jatuh cinta pada gadis di depannya, sejak pertama ia melihatnya. Diantara ratusan mahasiswi, Kayra terlihat begitu bersinar. Gadis yang terlihat polos itu telah menyedot perhatiannya begitu dalam.
Saat itu ia baru turun dari mimbar selesai memberikan sambutannya pada Maba. Dan tak sengaja, diantara barisan mahasiswi ia melihat Kayra. Gadis cantik dan polos dengan senyuman bibir tipisnya yang memikat hatinya.
Alex merasa ia telah jatuh cinta pada Kayra. Namun loyalitas pada pemimpinnya membuatnya harus mengubur perasaan cintanya pada Kayra. Kayra adalah salah satu gadis yang dipilih pimpinannya untuk ritual pengangkatan ratu. Padahal ada puluhan gadis perawan yang telah disiapkannya untuk ritual itu. Mereka semua belia dan cantik, tubuh mereka mulus tak bercela namun tak satupun dari gadis-gadis itu yang dianggap pantas oleh pimpinannya.
__ADS_1
Namun anehnya, Kayra yang hanya dilihat sekilas oleh sang pimpinan, serta-merta terpilih menjadi calon Ratu. Ada sedikit rasa sakit di hati Alex. Ia terpaksa menyerahkan Kayra, menyerahkan pada pimpinannya untuk ritual nanti. Itu berarti ia tidak punya kesempatan untuk mendapatkan Kayra.
Tahun ini adalah ritual paling sakral diantara tahun-tahun sebelumnya. Karena bertepatan datangnya Bulan Darah yang hanya datang seratus tahun sekali. Alex memahami itu dan sekali lagi ia harus melepaskan dan siap kehilangan wanita yang dicintainya. Seperti tahun-tahun sebelumnya gadis yang terpilih menjadi ratu selalu berakhir dengan kematian.