Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Asisten pribadi


__ADS_3

Erlangga bukan orang biasa, ia terkenal sebagai pengusaha bertangan dingin. Banyak usaha yang dirintisnya berkembang dengan pesat. Banyak orang tidak tahu bahwa pencapaiannya saat ini melalui proses yang tidak mudah.


Erlangga mendapat warisan sebuah perusahaan makanan ringan yang terancam gulung tikar dan menanggung hutang ratusan milyar.


pada masa kepemimpinan ayahnya, perusahaan sempat berjaya. Namun seiring waktu dengan banyaknya saingan produk - produk baru per snack an dan kurangnya berinovasi membuat perusahaan mengalami kemerosotan penjualan dan berakhir bangkrut.


Ayah Erlangga meninggal terkena serangan jantung saat mendapati pabriknya disita bank, juga rumah dan mobil. Hingga tak tersisa aset satupun, kalaupun dijual tidak bisa menutupi semua hutang ayahnya. Saat itu Dariel anak Erlangga baru berumur sembilan tahun dan Raka berumur tujuh belas tahun.


Erlangga dan istrinya terpaksa menjual aset yang masih dimilikinya berupa rumah serta dua buah mobil miliknya. Mereka rela menyewa rumah kecil di sebuah gang sempit. Mereka mulai usaha dari nol, berjualan kue basah, kacang goreng, nasi bungkus, menjadi makelar tanah bahkan Raka juga ikut bekerja menjadi tukang parkir. Keluarga ini berjuang pantang menyerah.


Tiga tahun kemudian mereka berhasil membangun sebuah pabrik makanan ringan. Masih skala rumah tangga. Erlangga berinovasi menciptakan berbagai macam snack berbahan dasar tepung jagung. Ia pun mendapatkan respon pasar yang sangat baik. Dengan membuat varisi bentuk dan rasa snack dengan resep dasar sama, sudah bisa mendongkrak pemasaran. Saat ia iseng mengubah design kemasan lebih elegant, produknya sudah layak ekspor. Negara pertama yang berhasil dimasuki adalah Singapura.


Usahanya semakin berkembang saat ada seorang teman lama yang bersedia menjadi investor. Dari sinilah Erlangga berhasil mendirikan perusahaan - perusahaan baru dibantu Raka anak sulungnya.


Erlangga Corp bergerak dalam bidang makanan ringan, minuman kaleng, yayasan pendidikan dan masih banyak yang lain. Seakan mendapat cambukan dari pengalaman kegagalan sang Ayah membuat Erlangga memacu diri untuk membangun pabrik - pabrik baru yang nantinya akan menjadi sumber uang untuk keluarganya.


Selama hampir sepuluh tahun Erlangga selalu menyibukkan diri dalam dunia bisnisnya. Ia mulai berfikir untuk mengangkat seorang asisten pribadi supaya pekerjaannya lebih ringan dan ada sedikit waktu luang untuk menikmati kebersamaan dengan istri dan kedua anaknya.


Dari sekian banyak karyawan, ia belum mendapatkan calon asisten pribadi yang cocok. Belum ada satupun yang sreg di hatinya. Hingga suatu hari, saat ia sedang bermobil sendiri, tiba - tiba ban nya bocor di tengah jalan. Mau menghubungi tukang derek atau bengkel hp nya mati. lengkap sudah. Terpaksa ia mencoba untuk mengganti dengan ban serep ternyata tidak segampang perkiraannya.

__ADS_1


Tiba - tiba ada seorang pemuda seumuran Raka anak sulungnya, berbaju lusuh dan kotor ia seorang buruh bangunan. Dia adalah Dio yang datang menawarkan bantuan. Dio ternyata sangat cekatan mengganti ban, karena ia pernah berpengalaman di bengkel mobil saat ia sekolah SMA. Kerjaan paruh waktu yang dijalaninya untuk membantu ibunya sambil sekolah. Sehingga dalam waktu singkat ban serep mobil terpasang dengan sempurna.


Menariknya, saat Erlangga memberikan uang, Dio menolaknya dan mengatakan bahwa ia tulus membantunya.


Saat itu Erlangga sangat kagum pada Dio.


Erlangga merasa Dio sangat cocok untuk menjadi calon asisten pribadinya. Banyak skenario yang ia buat hingga Dio bisa diterima kerja di perusahaannya. Sepertinya Erlangga juga seorang yang sangat berbakat menjadi sutradara Film. Sebuah bidang bisnis yang belum di rambahnya. Erlangga sangat puas mendapati kalau ternyata Dio memenuhi semua kriterianya. Hal terakhir adalah moment pengangkatan Dio sebagai Asisten pribadinya. Lagi - lagi sebuah drama dibuatnya.


Erlangga memanggil Dio yang saat itu sudah naik posisi menjadi manager pemasaran. Erlangga mengatakan bahwa sangat membutuhkan seorang supir dengan banyak kriteria. Ia akan memberi gaji sama besar dengan gaji seorang manager. Erlangga mengatakan bahwa dari sekian karyawan hanya Dio yang memenuhi persyaratan itu. Erlangga memberikan waktu untuk Dio memikirkan tawaran itu. Tidak ada paksaan sama sekali. Erlangga juga menjelaskan kalau posisi sebagai sopir ini mentok. Tidak ada kemungkinan untuk mendapat promosi ke jenjang lebih tinggi.


Dalam pikiran Dio, Ia mau membaktikan diri seutuhnya pada perusahaan. Mengingat pada kebaikan Erlangga yang telah memberikan kesempatan padanya merawat ibunya hingga hari terakhirnya di dunia. Juga kebaikan perusahaan yang telah memberikan beasiswa untuk kedua adiknya di sekolah berstandart internasional. Dan banyak kebaikan lain yang ia sudah rasakan.


Erlangga sangat senang semua rencananya berhasil. Dio pun mulai melakukan tugasnya sebagai sopir sekaligus menjadi tangan kanan Erlangga. Sebuah keputusan berbuah manis. Sudah setahun berjalan ia menjadi seorang asisten pribadi presedir Erlangga Corp. Banyak vasilitas yang ia terima. Sebuah rumah mewah dikawasan elite, mobil Honda Brio, Tunjangan kesehatan kelas vip, Asuransi jiwa, dan pastinya gaji yang sangat besar lebih besar dari gaji seorang manager bahkan empat kali lipat gaji seorang manager.


Dio sangat bersyukur atas pencapaiannya saat ini. Ia selalu mengingatkan dirinya sendiri tanpa Erlangga Corp ia bukan siapa - siapa dan mungkin tidak akan jadi apa - apa. Jadi ia harus bekerja dengan sebaik - baiknya.


Seperti saat ini, setelah mendengar perintah berupa bisik - bisik dari bosnya. Sekalipun itu bertentangan dengan hatinya, ia akan tetap mengerjakannya dengan sungguh - sungguh.


Dio segera minta diri. Ia segera menaiki lift mengarah pada lantai satu. Sepanjang jalan ia menelephon beberapa orang mengintruksikan apa-apa saja yang perlu mereka kerjakan. Segera setelah sampai dilantai satu ia segera menemui Dariel yang masih terlihat berbincang mesra dengan Kayra.

__ADS_1


"Maaf tuan muda, diminta segera menemui Tuan besar."


Dariel tidak bisa memungkiri hatinya. pertemuannya dengan Kayra terasa terlalu singkat. Kalau boleh memilih ia ingin menghabiskan waktu seharian bersama Kayra dari pada kerja.


"Ya udah kalau gitu aku pamit pulang dulu." Kayra segera beranjak dari tempat duduknya. Dariel juga beranjak hendak mengantarkannya ke parkiran mobil.


"Riel... gak usah diantar, deket aja kok." Tolak Kayra halus. Ia merasa tidak enak merepotkan Dariel didepan asisten ayah Dariel. Sebenarnya rasanya sedikit berat. Di celah hatinya terdalam ia masih ingin berlama - lama bersama Dariel. Tapi ia pun tahu diri karena Dariel juga harus kembali bekerja.


"Baiklah, hati - hati di jalan, kabari kalau sudah sampai rumah." Kata Dariel sambil menggenggam tangan Kayra. Sebenarnya berat melepaskan Kayra. Namun ia harus melakukan kewajibannya bekerja kembali. Ya sudahlah toh nanti malam ia bisa menelephon Kayra untuk melepas rindunya. Dariel melepaskan Kayra.


Kayra berjalan dengan riang. Sambil mengenang pertemuannya dengan Dariel sesaat lalu yang sangat berkesan. Ada kepuasan dalam dirinya ketika ia bisa menunjukkan perhatian kepada kekasihnya. Saat melihat senyum Dariel, saat mereka makan bersama. Ah segalanya menyenangkan saat bersama Dariel.


Kayra tersenyum simpul dan ia berjalan dengan girang menuju parkiran mobil. Hari ini ia sangat bahagia. Kayra tidak menyadari ada hal besar akan terjadi dalam hidup nya. Dimulai dengan kemunculan seekor kucing hitam legam dengan mata ungu yang terus mengawasi gerak - geriknya sejak ia masuk ke lahan parkir.


Saat jarak mereka cukup dekat tiba - tiba kucing itu melompat dan berusaha mencakar tangannya. Kayra menjerit tertahan karena kucing itu muncul tanpa diduganya. Kucing itu melesat kabur saat usahanya mencakar Kayra gagal. Kayra mengelus dadanya yang berdebar kencang karena keterkejutannya.


Ia segera menuju ke mobil dan segera masuk ke dalamnya. Saat ia akan melajukan mobil, tiba - tiba timbul tulisan di kaca mobil. Seperti ada orang yang sedang menulisnya, namun baik tangan atau penulisnya tak terlihat sama sekali. Tulisan berwarna merah seperti dari cairan darah.


"GILIRAN MU MATI !!!"

__ADS_1


Dada Kayra berdetak kencang. Ada kengerian besar ia rasakan.


__ADS_2