Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Hari Baru


__ADS_3

Hari senin yang ditunggu- tunggu Kayra, akhirnya tiba. Hari ini ia ada pertemuan dengan Kepala sekolah. Rencana akan membahas mengenai seputar pendaftaran dan segala kelengkapan yang diperlukan untuk mendapatkan beasiswa di Universitas Tunas Harapan.


Ia harap- harap cemas karena belum mendapat persetujuan dari Neta sebagai walinya. Sampai saat ini, Kayra belum berani bilang pada ibu tirinya. Ia berharap, ibu tirinya akan memberikan ijin untuk ia dapat melanjutkan kuliah setelah ia positif diterima di Universitas Tunas Harapan dengan jalur beasiswa. Kayra bertekat, apapun yang terjadi nanti, ia akan berusaha tetap kuliah.


Sebelum berangkat ke sekolah, ia sempatkan diri untuk berkirim pesan kepada kekasihnya. Namun saat ia membuka hp nya sudah ada dua pesan masuk dari Dariel.


#"Morning Cinta..... lagi ngapain?"❤


#"Siang nanti, sepulang dari sekolahan aku akan mengantarkan perlengkapan dekorasi. Tunggu kedatangan ku ya! " Isi pesan Dariel.


Kayra segera mengetikkan balasan.


" Met pagi juga sayang. Aku lagi siap-siap berangkat sekolah." balas Kayra.


"Kita barengan aja berangkatnya. Tunggu aku di halte depan gang perumahanmu ya."


Harap Dariel.


"Yang... nti malah ngerepotin kamu. Mending aku berangkat sendiri aja."


Kayra mencoba menolak dengan halus. Ia sangat takut hubungannya dengan Dariel yang baru berjalan beberapa jam akan di ketahui Neta, dan imbasnya hubungan mereka hancur sebelum kuncup cinta itu mekar.


#"Cinta.... kita kan baru jadian. Sekali-kali jalan bareng. Aku dah siap mau meluncur." Dariel tetap mendesak.


Kayra bertambah bingung .


"Apa yang harus kulakukan?"


Kayra mondar- mandir dalam kamarnya. Kali pertama ia jalan sama cowok yang dicintainya, meskipun hanya bareng berangkat ke sekolah. Ini seperti kencan baginya. Tidak bisa dipungkirinya kalau Ia pun ingin bisa barengan sama Dariel. Kalau bisa ingin selalu bersama dan semakin dekat dengan nya.

__ADS_1


"Aku harus berbuat sesuatu supaya ibu Neta tidak curiga padaku." "Aha.... aku ada ide"


Kayra mengambil sebuah paku berpura - pura memeriksa keadaan ban sepedanya dan bless... ia menancapkan paku ke dalam ban sepedanya. Seketika ban menjadi kempis.


Kayra sudah mempersiapkan alibi untuk mendukung alasannya nanti bila ia sampai diinterogasi ibu tirinya. Dia sudah merangkai sebuah alasan yang cukup masuk akal. pagi hari waktu ia mau berangkat, ban sepedanya bocor kena paku. Sehingga ia harus naik angkutan umum dan saat menunggu angkutan umum ada temannya lewat menawarkan tumpangan, jadilah ia berangkat sekolah naik mobil temannya.


"Rencana yang hebat bukan ? Aku punya bakat jadi sutradara penjahat licik. heheheh... gak apa- apa deh jadi penjahat demi cinta. Semoga berjalan lancar dan ibu Neta tidak tahu",


gumam Kayra sambil nyengir sendiri.


Ia melangkah dengan ringan menuju halte dan menunggu Dariel di sana. Beruntung halte sedang sepi jadi tidak perlu bertemu dengan orang- orang yang nantinya akan menghinanya.


Kayra sama sekali tidak menyadari kalau mantra jahat yang selama ini menyelubunginya sudah hancur. Ya... mantra itu telah lenyap saat ia mendapatkan cinta sejatinya. Semalam, saat Dariel menyatakan cinta dengan kesungguhan hatinya. Mantra itu hancur hingga menimbulkan suara ledakan keras.


Mantra kegelapan selama ini menutupi aura kecantikan Kayra. Sehingga orang melihatnya sebagai gadis yang tidak menarik dan menimbulkan kebencian pada orang yang melihatnya. Itulah mengapa selama ini tidak ada seorangpun yang bersikap baik kepadanya. Hanya ayahnya dan Dariel yang memperlakukan nya dengan baik. Mereka berdua adalah orang- orang tulus hati sehingga mantra dalam Kayra tidak berpengaruh.


Sekarang Kayra telah terbebas dari mantra jahat. Kecantikan yang diturunkan dari ibunya kini kembali bersinar. Kecantikan yang akan mengubah hidupnya menjadi seorang wanita dengan sejuta pesona, sekaligus juga akan membawa petaka besar dalam hidup Kayra, sama seperti yang telah dialami ibunya.


.......


Tidak seberapa lama mobil Dariel pun tiba. Dariel menghentikan mobilnya dekat halte, ia segera turun dan membukakan pintu untuk kekasihnya. Kelihatan romantis.


Kayra pun tidak lupa menyatakan terimakasihnya pada Dariel. "Makasih Sayang..."


"Sama- sama tuan putri Cantik yang paling ku cinta." Gombal Dariel, tersenyum manis.


Wajah Kayra bersemu merah, baru pertama kali dalam hidupnya ia mendapatkan perlakuan sangat baik dari orang lain, selain ayahnya.


Ia semakin jatuh hati pada Dariel kekasih hatinya.

__ADS_1


Dariel segera masuk ke bangku kemudi. Saat itu Kayra kesulitan memasang seatbelt nya. Beberapa kali Kayra berusaha menguncinya, namun lagi- lagi terlepas. Dariel segera turun tangan dan membantu memasangkannya.


pandangan mata keduanya bertemu, masing - masing mengirimkan pesan cinta dan kerinduan yang mendalam. Kayra seperti terseret magnet hingga nafasnya berubah menjadi desahan. Ditelinga Dariel desahan Kayra seperti undangan untuk ia bisa melepaskan rindunya. Ia mendekatkan wajahnya pada Kayra.


Seketika Kayra merasakan bibirnya kering dan tidak nyaman, sehingga ia membasahi dengan salivanya. pemandangan itu seketika membuat Dariel tidak bisa menahan diri untuk merasai bibir Kayra yang basah menggoda. Semakin dekat bibir mereka, Kayra mulai gugup sehingga ia memejamkan matanya. Kecupan lembut Dariel mendarat pada bibir Kayra yang basah. Sebuah ciuman singkat.


Mereka tidak puas.


Ada getaran hangat yang semakin bergelora di hati mereka. Mereka ingin lebih menyatu dalam cumbuan yang semakin dalam. Namun suara keras klakson mobil mengagetkan mereka. Seketika mereka tersadar dan memperbaiki posisi duduknya. Dariel menginjak pedal gas melajukan mobilnya.


Disepanjang jalan menuju SMA 13 mereka membisu merenungi kecanggungan yang tiba - tiba hadir mengganggu mereka.


Sesekali Dariel melirik ke arah Kayra. Dia mau memastikan kalau Kayra tidak marah pada dirinya atas insiden di depan halte.


Sementara Kayra diam mematung, matanya menatap keluar kaca mobil. Ia berusaha menetralkan jantungnya yang bertalu-talu. Hingga ia disadarkan oleh suara Dariel.


"Cinta.... apakah kamu marah karena aku telah menciummu?" tanya Dariel.


"E... enggak, aku cuma malu." Jawab Kayra menundukkan wajahnya sambil meremas tangan diatas pahanya.


Dengan tangan kiri, Dariel menggapai tangan kanan Kayra mengusap lembut dan meremasnya. "I love you Cinta, Semoga cinta kita untuk selamanya."


Kayra membalas dengan senyuman. Tak terasa mereka sudah sampai di depan sekolah Kayra SMA 13. Kayra segera membuka seatbelt nya dan akan membuka pintu, saat tangan Dariel menahannya.


"Cinta.... nanti pulangnya ku jemput ya.? Kabari kalau urusan di sekolah sudah selesai!"


Kayra mengangguk dan memberikan senyum terindahnya.


Kayra kemudian, keluar dari mobil dan segera melangkah keluar. Tidak lupa ia melambaikan tangan pada Dariel dengan sedikit canggung. Dan segera masuk ke gerbang sekolah.

__ADS_1


Saat ia berjalan melewati koridor menuju ke kelasnya, banyak pasang mata mengawasinya. Membuat Kayra jadi semakin serba salah. Ia coba abaikan dengan langkah sedikit berlari. Kayra ingin cepat-cepat bersembunyi dengan duduk dibangku kesayangannya yang telah menemani dalam kesendiriannya selama satu tahun terakhir ini. Kursi yang terletak di pojok paling belakang.


Saat Kayra baru saja duduk, ada hal aneh terjadi....


__ADS_2