
Tidak perlu menunggu lama, pelayan datang membawa beberapa makanan dan minuman. Ratih sudah memesannya sejak mereka baru tiba di rumah makan. Sup iga, Ayam bakar madu dan Seafood asam manis, juga jus alpukat untuknya dan jus strowberi untuk Ratih . Saat baru disajikan langsung meyebarkan aroma lezat hingga membuat Kayra meneguk ludahnya sendiri. Kayra makan dengan lahap. Masakannya benar- benar nikmat. Apalagi ada berbagai macam sambal sebagai pelengkapnya. Sambal terasi, sambal matah, sambal lombok hijau, sambal kecap juga sambal dabu- dabu yang baru pertama dicicipinya. Benar- benar pas saat dinikmati bersama ikan bakar madu dengan nasi hangat. Hingga tidak disadari ada nasi tertinggal di ujung bibirnya.
Ratih yang melihatnya hanya menahan senyum. "Anak ini polos banget, nikmati makan siang sebagai tanda dimulainya hidup barumu atau mungkin hari terakhirmu. Karena hanya ada dua pilihan. Kalau tidak jadi istri simpanan ya mati dibunuh. Karena Tuan kaya yang membeli gadis dari tanganku. Tidak pernah sekalipun membiarkan gadis yang telah dipakainya lepas. Karena orang- orang kaya itu sangat menjaga nama baiknya. Kalau kebanyakan mucikari menjadikan gadis- gadis sebagai wanita penghibur di bar, hotel, atau tempat lokalisasi. Tapi bisnis ku lebih berkelas. Klien ku bukan orang biasa, selain kaya, punya jabatan, mereka juga orang- orang dengan strata sosial tinggi."
Ratih menikmati makan siangnya dengan lahap. Berbeda dengan Kayra, makanan yang sebelumnya terasa lezat tiba- tiba berubah hambar dan seperti ada duri yang menyiksa di dalam lehernya. Itu semua karena ia mendengar kata hati Ratih yang semakin membuatnya kecewa dan marah.
"Hanya beberapa saja yang ku kenal. Ada pengacara terkenal di tanah air, juga seorang Jendral yang berpangkat tinggi. Aku sama sekali tidak bisa melacak atau mengetahui nasib gadis- gadis yang ku jual. Dan akupun tidak perduli, yang terpenting mereka sudah memberi keuntungan buat ku.
__ADS_1
Sebentar lagi Rara akan diambil Tino membuat tangan ku gatal ingin cepat dapat uangnya. Hmmmm siapa tahu setelah lolos cek himen ia masih perawan, nilai jual gadis ini jadi lebih mahal. Seperti keberuntungan ku dua minggu lalu. Seorang gadis dari kota "T" berhasil terjual dengan harga 5OOjt. Aku hanya dapat bagian 1/4 bagian, tapi itu jumlah yang cukup besar."
Ratih membayangkan mendapat kembali uang banyak, membuatnya senyum- senyum sendiri. Sambil terus menikmati seafood asam manis Ratih melanjutkan lamunannya.
"Sandra... ini juga semua kulakukan buat mu , saudara kembar ku. Kalau pun di masa lalu aku tidak bisa menolong mu. Tapi aku akan mengirimkan banyak gadis yang bernasib sama seperti mu. Untuk menemani mu di dunia mu. Supaya kamu tidak kesepian di sana. Aku Shinta kakak mu yang terlahir dua menit lebih awal dari mu tidak akan mengingkari janji. Aku sangat menyayangimu Sandra. Semoga kamu bisa melihat apa yang telah ku lakukan dan tersenyum bahagia. Kamu tidak sendiri dik akan lebih banyak gadis muda yang bernasib sama dengan kita."
Seketika raut wajah Ratih/Shinta terlihat penuh duka. Ia teringat kejadian yang menimpanya lima tahun lalu.
__ADS_1
Setiap hari mereka diperlakukan tidak manusiawi. Disekap di sebuah rumah kumuh dengan hanya sedikit makanan dan dijadikan pemuas nafsu sepuluh orang preman yang sangat tempramental. Selama hampir tiga minggu kehidupan mereka penuh siksaan seperti dalam neraka. Hingga suatu hari Sandra jatuh sakit, badannya demam tinggi. Shinta berusaha mengemis dan memohon pada preman- preman itu agar mengobati adiknya. Namun tidak diindahkan. Bahkan dalam keadaan sakit parah Sandra tetap dipaksa melayani mereka. Hingga suatu pagi, Shinta mendapati adiknya sudah terbujur kaku. Badannya sudah dingin dan pucat pasi. Tidak ada gerakan tarikan nafas sedikitpun. Bahkan saat ia menempelkan telinga di dada adiknya. Tidak ada detakan jantung terdengar. "Sandra... jangan tinggalkan aku sendiri. Aku tidak bisa menghadapi semua ini sendiri." Shinta hanya bisa menangis dan terisak.
Shinta sangat terpukul. Terlebih melihat bagaimana di depan matanya para preman itu membuang mayat adiknya ke sungai. Ia merasa sangat kehilangan. Bagaimana ia bisa menghadapi kerasnya dunia tanpa Sandra? Shinta putus asa ia berfikir lebih baik menyusul adiknya. Ia pun berusaha bunuh diri. Namun selalu digagalkan penyekapnya. Siksaan dan perlakuan lebih keji ia terima sebagai konsekuensi usaha bunuh dirinya. Saat itu lah ia mulai berpikir, kegagalannya dalam usaha bunuh diri mungkin rencana alam. Sebuah kesempatan agar ia bisa membalas dendam pada orang- orang yang telah berkontribusi dalam kehancurannya dan pembunuhan adiknya.
Kesempatan akhirnya datang. Shinta berhasil kabur dari sekapan para preman.
Namun ia tidak berani pulang ke rumah orang tuanya. Ia memutuskan untuk tetap bertahan di Jakarta. Merubah identitasnya menjadi Ratih. Bekerja sebagai wanita panggilan, dan mengumpulkan uang untuk usaha balas dendamnya. Harusnya sekarang Shinta bisa bernafas lega, kesepuluh orang preman itu telah mati di tangan pembunuh bayaran. Namun anehnya setelah lima tahun berlalu dendam nya belum juga terpuaskan.
__ADS_1
Ada rasa iri yang selalu menyiksa saat melihat gadis- gadis cantik yang terlihat bahagia. Shinta tidak rela kalau hanya ia dan Sandra yang mengalami kepahitan hidup. Itulah perasaan yang dirasanya saat ia melihat Kayra bersama pak Sukar dan istrinya yang dikiranya ayah dan ibu Kayra di stasiun Malang. Sebenarnya saat itu Ratih akan berlibur ke kota Apel untuk refreshing. Membuang semua kepenatan dan tekanan yang terus membebaninya.
Ratih baru turun dari kereta api saat melihat pemandangan yang mengganggunya. Seorang gadis cantik dengan wajah berbinar memeluk ibunya. Gadis itu sedang menunggu kereta api jurusan Jakarta. Ratih pun segera membeli tiket kereta api jurusan Jakarta. Ia mengabaikan kelelahan setelah lima belas jam dalam kereta api. Seperti ada magnet yang menariknya untuk menjadikan Kayra sebagai salah satu korbannya. Ratih sangat lihai hingga dengan sangat mudah mendapatkan tempat duduk persis satu bangku dengan Kayra.