Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
My Princess


__ADS_3

***


Sementara itu, di kantor perusahaan, Raka terlihat mondar- mandir. Bagaimana ia tidak kawatir dengan keadaan istrinya. Ia tahu Keke punya alergi parah sama semua jenis olahan telur. Ia segera mengambil handphone dari dalam saku jas nya. Mencoba menghubungi telephon rumah papanya. panggilan tersambung, namun tidak juga mendapat jawaban. No hp Keke tidak aktiv. Membuat Raka semakin kalut. Ia memutuskan menelephon dr Mawan, mungkin terjadi sesuatu pada istrinya.


Dokter Mawan adalah dokter pribadi keluarga Erlangga juga bekerja di Rumah Sakit Melati. Dia sudah bekerja untuk keluarga Erlangga hampir dua puluh tahun. Bisa dikatakan dr Mawan juga salah satu orang kepercayaan Erlangga sehingga iapun diangkat menjadi direktur Rumah Sakit Melati.


"Halo...Dokter Mawan dimana sekarang?"


"......."


"Keke tidak menghubungi Dokter?"


"......."


"Tadi ia sarapan omelet telur, saya takut alerginya kambuh. Sampai sekarang belum ada kabar darinya. Iya... tolong dokter mengeceknya di rumah papa. Saya juga akan pulang. Kita ketemu disana."


"......"


"Oke. Trimakasih dok."


Raka menutup panggilannya, ia segera mendelegasikan tugas- tugas kantor pada sekretarisnya. Juga bersiap pulang kerumah papanya.


***


Di rumah Erlangga, masih tampak kesibukan. Mini bus sekaligus butik berjalan "Market Mobile" milik Raka baru saja meninggalkan halaman. Tak berapa lama datang lagi sebuah Mini bus berisi gaun- gaun pernikahan. Rupanya Keke sudah mengatur rencana pernikahan Kayra dan Dariel. Keke terlihat sangat bersemangat. Entahlah, ia merasa sangat menyukai Kayra menjadi calon adik iparnya. Ia sangat yakin kalau Kayra kelak pasti membahagiakan Dariel.

__ADS_1


Keke memeriksa beberapa koleksi gaun pengantin. Ada empat Ball Gown putih terpasang di manekin. Bahannya ada yang dari satin juga sutra berkualitas. Keke mengagumi design nya yang megah. Gaun-gaun ini sangat cocok untuk pesta ala kerajaan Disneyland. Juga ada design Mermaid dress terlihat elegant dan berkelas.


"Hemmm ... semua gaun ini, sangat cocok untuk Kayra." Gumam Keke.


Ia segera menyuruh pembantu untuk memanggilkan Kayra.


Kayra sangat terpesona dengan gaun dengan rok mengembang. Ia dulu punya impian pernikahan ala putri kerajaan Disney. Seperti film- film kesukaannya. Kayra memilih salah satu gaun itu.


"Kak Keke, gaun ini sangat cantik." Mata Kayra berbinar- binar menunjuk salah satu Ball Gown dipaling ujung. Keke menyetujui pilihan Kayra.


"Coba aja Ra... sepertinya ukurannya juga cocok." Keke membantu melepas gaun dari menekin.


"Hehehe emang gak pa pa kak aku coba gaunnya?" Kayra serasa tidak percaya.


"Ya gak pa pa lah ini memang gaun untuk mu. Sebaiknya cepat dicoba. Aku coba disini ya kak?" Kayra sedikit ragu karena ruang ganti dalam minibus cukup sempit. Mungkin ia akan mengalami kesulitan.


"Aku coba di kamar ya Kak..." Kayra bergegas membawa gaunnya ke kamar Dariel. Kayra mengagumi gaun yang sedang dicobanya. Gaun putih mengembang seperti gaun putri-putri ala princess Disney. Ia berputar- putar seakan tidak percaya dengan pantulan bayangannya dicermin. Sudah cukup cantik, tapi ia melihat ada sedikit kekurangan. Kurang pas kalau rambut sepunggungnya dibiarkan terurai.


Kayra mulai mencoba menyanggul rambutnya dengan alat seadanya. Menyisakan sedikit rambut depan telinganya. Dengan minyak rambut Dariel, dibuatnya rambut depan telinganya bergelombang.


"Tinggal kurang tiara... aku sudah seperti putri." Kayra memuji dirinya sendiri. Sayup- sayup di dengarnya suara ribut- ribut di luar. Kayra kawatir kalau terjadi sesuatu terhadap Keke. Ia pun segera menghambur keluar. Saat dia turun dari tangga ia terperangah. Di ruang tamu ia melihat Erlangga, Raka, Keke juga dua orang yang tidak dikenalnya berdiri di sana. Mereka berpelukan, anak dan ayah bertangis- tangisan.


"Dariel..." Spontan Kayra memanggil nama kekasihnya saat ia melihat Dariel ada di tengah- tengah orang yang bertangis- tangisan itu. Seketika orang- orang di ruang tamu menoleh ke arah sumber suara. Mereka auto terpesona melihat gadis cantik bergaun indah. Seperti calon pengantin?


Terlebih Dariel, ia terhipnotis pada kecantikan kekasihnya. Ia pun meletakkan semua bawaannya dan bergegas menemui Kayra di tangga. Ia menggenggam jemari tangan Kayra dan sedikit menundukkan badan. Dariel pun berbisik.

__ADS_1


"My princess... Kayra. Will you merry me?"


Kayra hanya mengangguk. Air mata bahagia menitik di ujung pelupuk matanya.


"Ra... sekarang kita langsung nikah aja ya?" Dariel sudah tidak sabar untuk menikahi Kayra.


"Hahaha.... Riel kita harus ijin dulu dengan orang tua, baru setelah mendapat restu kita bisa menikah.


"Kami merestui Dariel," Sahut Erlangga, Raka dan Keke berbarengan. Tepuk tanganpun riuh menggema dalam ruangan. Seketika membuat pipi Kayra merona merah. Saat melihatnya, Dariel gemas ingin mencium Kayra. Namun berhasil dielakkan Kayra.


"Riel.. tunggu bentar lagi baru boleh. Heheh... segera Kayra lari masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Bukan Dariel namanya kalau sampai terhalangi tembok atau pintu terkunci. Kedatangan Dariel mengagetkan Kayra. Saat itu ia kesulitan membuka resleting gaun. Dariel pun membantu Kayra.


"Ra... aku belum puas memujimu. Cinta ku... kamu cantik banget kayak bidadari. Jangan lama- lama, kita langsung nikah ya?" Tanya Dariel lagi dan lagi.


"Iya Riel, asal aku dapat restu dari ibu Neta hari inipun aku akan menikah dengan mu." kata Kayra bersungguh- sungguh.


Seketika membuat wajah Dariel muram. Ia sedikit mengenal ibu tiri Kayra. Saat itu ia hanya berpapasan sekejap di rumah sakit. Dariel merasakan aura gelap melingkupi Neta. Bagaimana mungkin Neta yang seperti itu akan merestui Kayra menikah sehingga lepas dari jeratnya? Dariel menghela nafas dalam- dalam. Bagaimana jadinya kalau Kayra tidak mendapat restu? Apakah ia siap?


"Kita akan menghadapi bersama bukan? Kalau kita memang ditakdirkan bersama, Tuhan pasti buka jalan buat kita." Kayra panjang lebar berusaha membuat Dariel bisa mengerti. Ia pun sebenarnya ragu. Namun ia mau menunjukkan baktinya pada ibu tiri yang masih tersisa padanya.


"Okelah kalau itu tekat mu. Aku akan selalu mendukung apapun hasilnya nanti." Dariel kembali memegang jemari Kayra. Ia pun segera mengecup keningnya.


"Ra... kita akan berjuang bersama memperjuangkan cinta kita." Dariel berbisik menyalurkan kekuatan dan optimistis pada Kayra.


"Makasih Riel atas pengertian mu." Ucap Kayra tulus.

__ADS_1


"Ra aku harus cepat kembali, takutnya ada yang menggedor kamar mandi gara- gara aku kelamaan tidak keluar. hahaha."


"Sana gih sana.... cepat pergi!!" Usir Kayra pura- pura. Malah membuat Dariel semakin gemas dan lepas kontrol. Hampir tiga hari ia ditinggal pergi Kayra tanpa kabar. Sempat membuatnya marah dan sangat kuatir. Dariel segera membawa dagu Kayra mendongak kearah wajahnya. Dariel mengecup perlahan bibir tipis Kayra yang kemerahan. Penyatuan bibir yang seakan enggan terpisahkan walau hanya sekejap saja.


__ADS_2