Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Berhentilah Cerry


__ADS_3

Cerry



"Rudy... aku ingin ngomong serius sama kamu. Bisakah kita ngobrol di kamarmu saja?" Kata Cerry dengan tanpa basa-basi.


"Hahhhhh?" Rudy tercengang


"Mimpi apa aku? mancing tiga ikan dengan satu mata kail? Hehehe.... beruntungnya aku." "Ibunya royal, tidak sayang duit, anaknya malah dengan sukarela menyerahkan diri. Yang satunya menarik hati tapi jinak-jinak merpati"


"Hahahha mana ada kucing menolak ikan di depan hidungnya?" gumamnya dalam hati.


Cerry dan Rudy berjalan beriringan, Rudy mengulurkan tangannya dan menggandeng Cerry. Kesempatan langka, Cerry segera bergelayut manja kepadanya.


Kamar Rudy ada dilantai tujuh, saat mereka menaiki lift, Rudy berbisik "Apakah aku boleh menciummu?" Sambil meniup pelan telinga Cerry.


Ia pun tersipu dan terbawa suasana.


Ciuman panas tak terelakkan. Sampai tidak mereka sadari lift sudah berhenti dan otomatis terbuka. Cerry sangat malu saat sadar bahwa di depan lift ada tiga orang yang hendak masuk kedalam lift. Ia mengetatkan pegangan tangannya bergegas melangkah keluar lift dengan wajah tertunduk.


Masih dengan bergandeng tangan mereka segera melangkah menuju kamar 7O5.


Rudy segera mengeluarkan kunci elektriknya, membuka pintu dan segera merengkuh Cerry dalam pelukannya. Sementara kakinya mendorong pintu hingga terkunci otomatis.


Cerry benar- benar sudah pasrah, saat Rudy melepaskan tas dari bahunya. Kemudian menyusul yang lain-lain, hingga tidak ada penghalang diantara mereka berdua.


Desahan dan teriakan-teriakan kecil Cerry memberikan sensasi baru bagi Rudy. Rupanya Cerry sudah berpengalaman, sudah tidak ada rasa canggung diantara mereka.


Hingga Rudy enggan melepaskan Cerry. "Temani aku di sini ya, besok baru kuantar pulang."


pastinya dengan senang hati Cerry menerima tawaran dari Rudy.


Malam ini benar- benar menjadi malam terbaik bagi mereka berdua. Mereka bemesraan dan bercanda ria sepanjang malam.

__ADS_1


Tiba- tiba Rudy teringat sesuatu.


"Apa mama mu tidak akan mencarimu?" Tanya Rudy agak gelisah.


" Tadi aku sudah kabari mama kalau aku nginap di tempat teman, mama sudah kasih ijin." jawab Cerry dengan senyum


merekah.


"Kalau gitu aman....." kata Rudy sambil menghembuskan nafas... lega.


Malam itu saat mereka mulai terlelap. Liontin kalung Cerry yang berbentuk hati, tiba- tiba memendarkan cahaya merah redup. Seketika Cerry terbangun dari tidurnya.


Ia bangkit dan berjalan, masih dalam keadaan mata terpejam. Keluar dari kamar hotel terus berjalan menuju tangga darurat. Sampai keluar dari hotel kemudian berjalan dan berjalan terus menembus kegelapan malam.


Hembusan angin dingin tidak dirasanya. Dia terus melangkah tanpa sekalipun membuka mata. Beberapa kali ia berpapasan dengan beberapa orang yang sama-sama pejalan kaki. Tapi mereka yang bertemu dengannya berlaku biasa dan tidak melihat keanehan pada Cerry.


Ada kabut tipis yang menghalangi pandangan orang terhadapnya. Sehingga saat mereka melihat Cerry, yang tampak oleh mereka adalah orang biasa yang tidak menarik perhatian sama sekali.


padahal kenyataannya, Cerry berjalan seperti zombi. Terseok dan tersendat seakan digerakkan oleh tali- tali yang tak terlihat. Tak ubahnya seperti robot yang dikendalikan dengan remot.


Tak terasa hampir lima belas kilometer telah ditempuhnya. Namun tak menunjukkan kelelahan sedikitpun. Bahkan helaan nafasnya tetap datar dan teratur seperti seorang yang tertidur lelap.


Sampailah ia di depan rumah besar berlantai dua. Bangunan besar bercat putih dengan penerangan suram. Sesaat ia berhenti di depan pintu kayu besar, kemudian tanpa mengetuk pintu ia langsung membukanya dengan sedikit dorongan. Melangkah masuk tanpa menoleh kebelakang. Sementara pintu dibelakangnya tertutup dan terkunci dengan sendirinya.


Cerry melangkah dan menaiki tangga, membuka pintu kamar kedua. Ia masuk ke kamarnya sendiri. Cahaya liontin kalungnya mati. Segera ia rebahkan tubuhnya diranjang dan melanjutkan mimpinya.


Di sebuah kamar paling ujung Neta bersimpuh di depan pedupaan yang menyala. Menebarkan asap putih menyesakkan dan aroma kemenyan terbakar yang memabukkan.


Neta menyeringai "Berhentilah Cerry, sudah cukup main- mainnya."


Bisiknya dengan suara dalam yang serak. Kalau ada yang mendengarnya pasti merinding karena suaranya serak dan dalam seperti dari dunia lain.


Neta kemudian mengambil sebuah boneka jerami kecil berbentuk manusia, hanya sebesar genggaman tangan. Ada beberapa helai rambut tertanam dalam kepala boneka. Rambut milik Kayra.

__ADS_1


Boneka itu digerak-gerakkan di atas dupa yang menyala. Kemudian dijatuhkannya dalam sebuah bejana berisi cairan hitam pekat. Aromanya berbau tajam, campuran amis darah dan bau busuk dari bangkai kelelawar.


Diambilnya boneka yang sudah menyatu dengan ramuan busuk itu dan dimasukkannya boneka itu kedalam kotak kecil hitam diatas meja dekat dupa.


"Untuk sementara, Kayra akan tetap jadi itik buruk rupa. Sampai aku berhasil mencapai tujuanku. ya tinggal lima hari lagi."


Neta menyelesaikan ritualnya. Kemudian kembali kekamar untuk istirahat.


pagi hari Cerry terbangun dengan badan dan kaki pegal-pegal. Sekalipun badan capek dan kaki pegal, ia tersenyum lebar. pengalamannya semalam sangat menyenangkan.


Ada perasaan menyeruak dalam dadanya, suatu kebanggaan. Ia berhasil ya.... seperti baru memenangkan perlombaan.


Cerry mengingat betapa menyenangkan semalam bersama pria yang dicintainya. Bagaimana mereka berjalan- jalan di pantai yang indah. Dan ketika Rudy mengantarkannya sampai kedepan rumahnya. Juga Salam perpisahan yang menggetarkan hatinya saat Rudy mengecup keningnya dengan sayang.


Cerry tidak menyadari kalau yang dialami nya hanya ilusi. Sebuah sihir kuat yang dilakukan mamanya terhadapnya.


Mantra penggerak raga.


Sebuah mantra yang bisa menggerakkan orang lain untuk melakukan apapun yang disuruh. Tanpa orang itu menyadarinya.


Cara kerjanya seperti hipnotis namun ada perbedaan yang mendasar.


Hipnotis memerlukan persetujuan dan kesediaan dari orang yang akan dihipnotis, menggunakan media, bisa benda bisa juga pengalih untuk menarik perhatian orang. Cara kerja Hipnotis dengan mempengaruhi psikologis bawah sadar, jadi hanya orang hidup yang bisa dihipnotis.


Sementara penggerak raga, bisa bekerja pada semua orang yang masih ada raganya/tubuh jasmani. Bisa juga menggendalikan mayat. Untuk yang masih hidup semua bisa dikendalikan, asalkan jiwanya tidak dibentengi dengan keimanan. penggerak raga menggunakan kekuatan supranatural/mistis dari kuasa kegelapan.


perlu ritual dan mantra khusus untuk melakukannya.


Namun berbeda dengan Neta, ia menyegel orang-orang yang biasa dikendalikannya dengan suatu benda. pada Cerry ia berikan kalung berliontin hati. Sehingga sejauh apapun ia masih bisa mengendalikannya.


Tanpa ritual khusus, hanya dengan mantra dan memanggil namanya, penggerak raga sudah bisa bekerja. Itu yang sering Neta lakukan. Kalung berliontin hati bisa sebagai pengganti Gps bahkan bisa sebagai mata-mata /cctv yang langsung terhubung dengan pikiran Neta. Tidak ada yang tidak diketahui oleh Neta. Segala gerak-gerik Cerry pasti diketahui oleh Neta. pastinya keusilan Cerry waktu mengintipnya di kamar ia juga tahu. Ada alasan tertentu hingga ia membiarkan tingkah anaknya itu.


Sementara untuk Kayra ia berikan sebuah tatto tak terlihat berbentuk lingkaran hitam tepat di dahinya. Hanya orang-orang pintar atau indigo saja yang bisa melihat tatto itu.

__ADS_1


Neta tidak pernah percaya pada siapapun sehingga sangat perlu baginya untuk memonitor dan mengontrol setiap orang yang ada disekelilingnya.


Neta memiliki banyak ilmu hitam yang setiap waktu terus bertambah. Namun ketika muncul bulan purnama sesaat kekuatannya lemah. Karena saat itu ia mencharger kekuatan supranaturalnya. Seperti ular yang lemah ketika sedang mencerna mangsanya.


__ADS_2