Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Mobil Buat Kayra


__ADS_3

"Udah... gak perlu berpikir macam - macam, bisa jadi itu ada orang nabrak ayam, terus mengira punya kita jadi digantungnya di depan pagar." Neta mencoba menenangkan dan tidak menganggapnya suatu masalah yang serius. Kemudian Ia menyuruh Mang Ujang untuk membereskan bangkai ayam yang sudah membuat semua penghuni rumah jadi heboh.


"Mang Ujang, buang aja bangkai ayam itu di tempat sampah. Takutnya nanti malah bikin bau." perintah Neta, yang segera dikerjakan oleh Mang Ujang.


Mang Ujang segera mengambil bangkai ayam itu, menyimpannya ke dalam kresek hitam. Dan dibuangnya di tempat pengumpulan sampah sementara yang tempatnya lumayan jauh dari komplek. Ia sengaja membuangnya agak jauh untuk menjaga supaya tidak timbul bau bangkai dekat rumah. Setelah membuang bangkai ayam itu, Mang Ujang segera bergegas melangkah pulang. Ia takut kena marah Neta bila terlalu lama di luar.


Tanpa sepengetahuan Mang Ujang. Ada kejadian aneh terjadi, sesaat setelah kresek berisi bangkai ayam itu mendarat di bak Container sampah besi. Isi kresek perlahan - lahan mengembang seperti balon yang ditiup. Seperti ada sesuatu yang tumbuh di dalamnya. Sekalipun pelan namun semakin lama benda dalam kresek hitam itu bertambah besar.


Kresek hitam kecil itupun robek tidak bisa lagi menampung isinya yang semakin membesar. Dan terlihatlah isinya. Bukan lagi bangkai ayam hitam, melainkan sesosok mayat seorang pria berbaju hitam dengan muka dan badan hancur penuh luka. Hampir seluruh badannya tertutup darah yang mulai mengering. Begitu parahnya kerusakan wajahnya hingga tidak akan lagi dapat dikenali.


Sementara di rumah, masih ada kasak - kusuk antara Cerry dan Ibunya. Namun Neta tidak suka membahas masalah sepele yang tidak penting. Ada rencana besar yang harus segera ia kerjakan.


"Bik Sari, siapkan sarapan." Neta mengalihkan pembicaraan.


"Baik Nyonya, ingin dimasakin sesuatu yang spesial nyonya?" Tanya bik Sari.


"Buatin saya sandwich telur aja bik, sama jus apel seperti biasa." jawab Neta.


"Aku pingin nasi goreng ayam pedas sama ayam goreng tepung dan jus stroberi yang manis ya Bik." Cerry menyela.


"Kalau Non Kayra ingin makan apa?" Tanya bik Sari pada Kayra yang masih terlihat lemas dan sesekali menguap karena baru bangun tidur.


"Samain menu Cerry aja bik." jawab Kayra sambil menutup mulutnya dengan tangan saat tak kuasa menguap menahan kantuk.


"Cerry segeralah mandi nanti ikut mama ke Showroom, hari ini mama mau beliin kamu mobil baru." Kabar gembira yang membuat Cerry melonjak kegirangan.

__ADS_1


"Makasih mama, I love you so much.


Muach........." Cerry pun mencium pipi mamanya.


"Trus mobilku yang lama gimana ma?" Tanya Cerry.


"Kalau buat Kayra aja apa kamu keberatan?" Tanya Neta pada Cerry.


"Gak pa pa Ma." Jawab Cerry.


Neta berbalik dan bertanya pada Kayra. "Kayra apakah kamu mau pakai mobil Cerry, kan masih bagus dan juga baru dipakai dua tahun, sayang kalau di jual."


"Iya Ma... gak papa Kayra mau. Makasih ya Ma." Jawab Kayra dengan hati berbunga - bunga. Hatinya sangat gembira karena ia diberi mobil, hingga tidak perlu lagi susah payah naik sepeda untuk ia bisa pergi kemana - mana. Kantuknya langsung menguap pergi. Kegembiraan dan semangat baru mendapat mobil, telah menjadi kafein buatnya. Senyuman lebar menghias wajah Kayra.


"Sebaiknya kita mandi dulu, sambil menunggu Bik Sari nyiapin sarapan." perintah Neta yang tidak bisa dibantah oleh Cerry juga Kayra. Mereka segera menuju kamar masing - masing untuk segera mandi.


Drrrrtttt.... drrrrtttt


Tanda panggilan tersambung. Namun tidak juga diangkat. Kayra memutuskan untuk mandi dulu baru akan menghubungi Dariel kembali.


Setelah mandi dan berpakaian, Kayra segera mengambil ponsel nya dan hendak menghubungi Dariel. Bersamaan ada telephon masuk dari Dariel.


"Hallo... Cinta selamat pagi." Terdengar suara Dariel dari seberang.


"Met pagi yang... Maaf ya tadi pas sayang telephon Kayra lagi di bawah. Trus ku telephon balik gak diangkat- angkat?"

__ADS_1


"Iya barusan mandi." Jawab Dariel. "Cinta mulai hari ini aku ngantor di perusahaannya papa. Disuruh sama papa belajar kerja mulai sekarang. Barusan, pagi ini dibilangnya dan gak bisa ku bantah. Sebenarnya malas banget kerja kantoran gak bisa kemana - mana. padahal pinginnya bisa deketan sama cinta ku. Gimana ya?"


"Gak papa sih buat aku, setidaknya masih bisa komunikasi by phone. Berlatih kerja mulai sekarang itu bagus banget, aku kan gak perlu ragu lagi pada masa depan kita nanti. Hehehehe." Jawab Kayra. "Semangat ya sayang dalam bekerja, dan mulai nabung buat ngelamar aku nanti." Canda Kayra.


"Cinta....Kalau cuman buat ngelamar aku dah punya cukup tabungan. Kalau mau aku lamar Cinta saat ultah ke tujuh belas gimana?" Tanya Dariel antuaias.


"No....no.... kita masih terlalu kecil, gimana kalau cinta kita ini cuma cinta monyet. Trus waktu ketemu jodoh yang lain. Nyesel deh jadinya." Jawab Kayra mengesalkan bagi Dariel.


"Rara.... kamu percaya kan aku sangat mencintaimu. Aku akan lakukan apapun untuk bisa selalu bersamamu. Jadi jangan pernah ragukan cintaku. Ra.... jodoh itu ditangan kita sendiri. Kita yang harus memperjuangkannya. Kamu gak ragu sama aku kan?" Tanya Dariel galau.


"Sekarang sih..... aku cinta dan percaya sama kamu Yang. Tapi gak tahu ya nanti....?" Kata Kayra menggantung membuat Dariel gemas.


Kayra tidak bisa menahan ketawanya.


"Udah ya ..telephonnya, hari ini kan hari pertama sayang Riel kerja di kantor jadi jangan sampai terlambat ya." Kayra mengingatkan Dariel. Seketika Dariel tersadar, dari tadi ia belum berpakaian dan masih hanya mengenakan handuk.


"Oke Cinta... ku tutup dulu telephonnya, aku belum siap - siap nich. Love u.... "


"Love u too". Kayra segera menutup telephonnya. Ia melangkah keluar kamar untuk sarapan. Di ruang makan Neta dan Cerry baru menyelesaikan sarapannya.


"Kayra... kami mau pergi dulu, Oh ya kontak mobil juga surat kelengkapannya disimpan Bik Sari. Kamu sudah boleh memakai mobilmu sendiri." Kata Neta memberi penjelasan pada Kayra.


"Makasih Bu, makasih Cerry buat mobilnya. Aku sangat senang. Oh ya Bu.. aku nanti mau jalan - jalan pakai mobil, bolehkan Bu?" Kayra minta ijin.


"Ya... boleh tetap hati - hati di jalan." Kata Neta memberikan ijinnya. "Kalau perlu ajak Mang Ujang untuk jaga - jaga, karena kamu dah lama gak bawa mobil."

__ADS_1


Neta dan Cerry pun segera berangkat ke Showroom mobil langganan mereka. Karena banyak acara yang akan Neta kerjakan sepanjang hari ini.


Sementara Kayra punya sebuah rencana kejutan buat Dariel. Ia segera sarapan, tak lupa mengajak Bik Sari dan Mang Ujang sarapan bersama. Sebuah kebersamaan yang sangat dinikmati oleh ketiganya.


__ADS_2