Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Tetap Tinggal


__ADS_3

"Dariel adik Raka satu - satunya. Bagaimanapun Raka punya kewajiban untuk menjaga Dariel."


Raka berusaha membuat ayahnya mengerti apa yang ingin dilakukannya. Ia hanya ingin melakukan kewajibannya sebagai seorang kakak. Terlebih Dariel adik satu - satunya. Hubungan mereka sangat baik dan akrab. Seringkali Dariel membantunya dalam bisnis. Raka pun tidak ingin hal - hal buruk terjadi pada adiknya.


"Maafkan papa untuk kali ini papa tidak memberikanmu ijin!"


Kata Erlangga tegas dalam suaranya ia ingin menunjukkan superiornya untuk tidak mendapat bantahan dari anak sulungnya.


"Kenapa pa?" Tanya Raka tidak habis mengerti alasan papanya. Kalau alasannya adalah istrinya yang sedang hamil. Itu bukan masalah besar, toch keluarganya pemilik Rumah Sakit Melati berkelas internasional. Jadi Keke akan mendaat pertolongan di tangan yang tepat. Juga orang tua dan saudara Keke juga tidak akan menolak untuk menjaganya. Jadi sebenarnya tidak ada alasan kuat papanya untuk menahannya.


Erlangga mendengus, membuang segala beban yang memberatkan hatinya.


"Maafkan papa Raka, papa tidak mau terjadi apa - apa pada mu. Sebaiknya kamu bantu dari sini saja. Bantu carikan detektif terbaik untuk menyelidiki hilangnya Dariel dan juga Kayra."


Raka menurut, ia juga tidak mau membebani pikiran Erlangga. Ia lebih memilih untuk menurut pada perintah papanya. Karena bagi Raka apapun keputusan papanya pasti yang terbaik.


"Baiklah pa, aku akan bantu dari sini semampuku." Raka berpamitan pada papanya. Ia pulang ke rumah ingin segera menjumpai Keke istri yang sangat disayanginya. Raka sangat bersyukur memiliki istri sesempurna Keke. Selain cantik, Keke juga sangat dewasa dalam menyikapi setiap apapun dalam rumah tangganya. Saat Raka sampai di rumah hari sudah sangat larut. Ia segera menuju ke kamar dan mendapati istrinya tidur miring dengan sangat nyenyak.


Raka tidak ingin membangunkan istrinya, ia melangkah pelan - pelan. Ia segera berganti baju kimono tidurnya. Setelah cuci muka dan cuci kaki, Raka berbaring di sebelah istrinya. Ia memandangi wajah istrinya yang cantik dan memberikan ciuman pada kening Keke. Merasa ada sentuhan di keningnya membuat Keke tidak nyaman. Ia menggeliat sesaat, mencari posisi ternyamannya dan kembali terlelap.


Raka memandangi Keke calon ibu dari anak - anaknya. Hatinya tergetar haru, ia sangat bangga pada Keke. Keputusan Keke untuk segera punya anak membuatnya bangga. Ia tahu sebuah pengorbanan yang sangat besar telah dilakukan Keke. Mengingat keinginan Keke menjadi foto model internasional hampir terwujud. Ada sebuah kontrak besar sudah ditawarkan kepadanya. Namun Keke telah membuat sebuah keputusan untuk berhenti dari profesi model yang telah digelutinya dari SMA. Keke berkomitmen untuk menjadi istri dan ibu yang baik setelah sah menikah dengan Raka Erlangga.


Raka memeluk istrinya, tangan kanannya mengelus perut Keke. Kebiasaan yang dilakukan Raka semenjak Keke hamil. Elusan di perut membuat Keke dan bayinya merasa nyaman.

__ADS_1


***


Di sebuah bangunan Villa di atas bukit. Dariel membawa Kayra bertransportasi ke sana. Saat Kayra membuka mata, mereka sudah berada di sebuah ruang tamu yang hangat.


"Riel... kita di mana?" Tanya Kayra.


"Kita sekarang di Songgoriti Malang, Jawa Timur." Jawab Dariel.


Kayra takjub melihat kesekeliling ruangan. Sebuah ruang tamu dengan horden- horden besar berwarna pastel. Sofa empuk dan lembut dengan warna senada. Sebuah tv LED cukup besar terpasang anggun di dinding. Juga sebuah dapur minimalis di ujung ruangan. Semua perabot bernuansa minimalis moderen. Sebuah tempat peristirahatan yang cukup elegan.


"Ra.... pilih kamar mu ya?" Kata Dariel sambil menunjuk dua buah pintu tertutup di depannya.


"Tapi Riel.... tidak kah engkau mau bercerita mengenai keadaanmu yang kacau itu?" Tanya Kayra minta penjelasan Dariel.


Kayra masuk ke kamar lain untuk melihat keadaan di dalam nya. Ia menyalakan lampu kamar. Seketika cahaya terang dan hangat memperlihatkan keadaan kamar yang sangat rapi dan bersih. Sebuah springbad king size dengan busa tebal dan lembut, sprei dengan corak garis kuning yang langsung membuatnya jatuh hati. Kayra merebahkan tubuhnya. Ia merasakan ranjang sangat nyaman, berbeda jauh dengan kamar mes Dariel.


Udara dalam kamar cukup sejuk dan dingin. Semakin lama terasa makin dingin. Kayra menyapukan pandanganya pada dinding juga semua sudut kamar. Ia tidak menemukan sebuah AC pun dalam kamar. Kayra berlindung dibalik selimut tebal.


Beberapa saat kemudian ada suara ketukan dari luar.


Tok... tok... tok


"Rara.... udah tidur?"

__ADS_1


panggil Dariel di depan pintu kamar Kayra.


"Masuk Riel...!" Jawab Kayra tanpa beranjak dari tempat tidurnya. Ia masih bergelung di bawah selimut dan hanya menyisakan sepasang matanya saja yang nampak.


Dariel masuk ke dalam kamar Kayra membawa dua mug berisi coklat panas. "Minum coklat dulu biar badan jadi hangat." Dariel menyerahkan sebuah mug kepada Kayra. Kayra segera bangun dan menerimanya. Dihirupnya aroma coklat hangat yang sangat nikmat.


"Makasih ya Riel, kamu baik banget." Kayra terkagum pada ketulusan Dariel. Ia pun menyesap sedikit coklat hangatnya. Seketika perutnya terasa hangat. Benar - benar nikmat sangat cocok dengan suasana tempat itu yang sangat dingin.


"Rara.... maaf kan aku ya, karena kelambatan ku datang tadi. pasti kamu ngalami kesulitan gara - gara aku."


"Iya.... Riel tadi di kamar mu terjadi insiden. Aku hampir ketahuan. Untungnya aku bisa sembunyi tepat waktu saat ada dua orang mendobrak kamarmu."


"Ada yang berani mendobrak paksa kamar ku?" Tanya Dariel tidak percaya. Ia mengira tidak ada seorangpun yang berani mengusiknya. Tetapi ini ada yang dengan sembrononya sampai masuk dengan paksa ke dalam kamarnya. Dariel akan menyiapkan kejutan untuk dua orang itu supaya jera.


"Iya Riel... aku mimpi buruk trus tanpa sadar aku teriak - teriak. Membuat dua orang karyawan yang kebetulan berada dekat kamar mendengarnya. Mereka curiga ada pencuri hingga mereka berani mendobrak kamar. Saat itulah aku langsung sembunyi dan menyalakan DVD. Kebetulan film horor yang terputar. Lucunya saat lihat reaksi dua orang yang mendobrak pintu. Mereka berdua sampai bengong dan melotot. Hampir aja aku tertawa ditempat persembunyian. Hehehe..." Kayra bersemangat bercerita membuat Dariel tersenyum simpul.


"Terus, seharian penuh Rara gak makan? Maaf ya... aku benar- benar kelupaan." Dariel sangat menyesal pada kelalaiannya.


"Hehehe sempat kelaparan, tapi yang paling menyiksa saat kebelet ke kamar mandi. Jadi pas malam dah gak nahan aku keluar kamar. Untung aja mudah nemu kamar mandinya. Aku juga sempat nyuri donat di ruang makan. Bahkan orang - orang ampe berkelahi waktu kupindahin bidak caturnya."


Kayra menyeringai puas saat menceritakan kejadian malam di ruang makan. Dariel gemas melihatnya dan reflek mencubit hidung Kayra.


"Rara ku ini emang suka iseng ya..!"

__ADS_1


__ADS_2