Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Kemampuan khusus


__ADS_3

Dariel merapalkan mantra. Sesaat kemudian Kayra terjatuh pingsan. Dariel segera menggendong Kayra dan berteleportasi ke kamar messnya. Baru saja ia membaringkan Kayra ke tempat tidurnya. Terdengar ketukan dari luar.


Tok.... tok.... tok..


"Tuan muda.... tuan muda apa yang terjadi?" Teriakan seseorang dari luar kamar.


Dariel segera membuka pintu sedikit.


"Ada apa?"


"Maaf Tuan muda, saya mendengar ada suara ribut - ribut dari kamar tuan. Apakah tuan muda baik - baik saja?" Tanya salah satu pria pekerja proyek. pria itu beberapa kali berusaha mencuri - curi pandang ke dalam kamar Dariel untuk memastikan tidak ada apa - apa atau siapa pun dalam kamar Dariel. Dariel menyadarinya sehingga ia dengan tidak mencurigakan menempatkan badannya menghalangi pandangan pria pekerja proyek itu.


"Gak ada apa - apa, mungkin suara berisik tadi karena saya baru dapat mimpi buruk dan terjatuh dari kasur. Tapi tenang aja saya baik - baik saja." Kata Dariel menenangkan.


"Saya mau coba tidur lagi karena hari masih malam." kata Dariel langsung menutup pintu dan menguncinya saat pria di depan kamarnya minta diri.


Dariel menghela nafas lega setidaknya hari ini ia masih aman. Namun membayangkan satu bulan harus kucing - kucingan menyembunyikan Kayra? Bukan masalah yang gampang. Apalagi Kayra sering dihinggapi roh jahat yang berusaha membunuhnya. Di satu sisi ia tidak ingin berlama - lama menyembunyikan Kayra. Karena itu akan sangat menyulitkan ayah nya. Namun kalau ia bisa tetap mempertahankan Kayra di dekatnya, mungkin ia bisa membantu Kayra lepas dari pengaruh roh jahat sekalipun nyawanya terancam.


Seandainya ada orang yang bisa memberinya solusi mengenai masalah Kayra. Ia tidak akan sepusing ini.


Dariel merebahkan tubuhnya disamping Kayra. Memandangi Kayra yang terlelap. Rasa perih seketika menyelusup dalam hatinya, meloloskan sebutir air mata dari sudut matanya.

__ADS_1


"Rara.... aku sangat mencintai mu. Aku akan cari cara untuk membantu mu lepas dari pengaruh roh jahat ini." Dariel mengecup dahi Kayra. Membawanya dekat dalam pelukannya, menghirup wangi tubuh Kayra yang menenangkan. Dariel pun jatuh terlelap.


Di pagi hari yang cerah saat sinar mentari mulai menerobos masuk melalui celah serat tirai, Kayra merenggangkan tubuhnya yang terasa penat. Ada tangan kekar yang melingkar di perutnya. Ia segera menoleh memastikan siapa yang memeluknya. Di lihatnya Dariel terlelap di sampingnya. Diamatinya masih ada gerakan turun naik di dada Dariel. "Syukurlah Riel masih hidup. Benar - benar mimpi gila semalam. Bagaimana bisa aku jadi orang jahat membunuh kekasih ku sendiri?" Gumam Kayra dalam hati. Ia pun mengamati leher Dariel, ada memar warna merah di sana. Kayra terkejut dan membungkam mulutnya sendiri, ia tidak percaya. "Jangan - jangan semalam bukan mimpi? Ya Tuhan, apa yang sudah ku lakukan pada Riel ?" Kayra terisak, ia ketakutan dan menyesal. Dariel mendengar isakan Kayra dan terbangun. Refleks membawa Kayra berteleportasi ke gua batu.


"Cinta.... kenapa menangis?"


"Riel.... apa yang telah ku lakukan pada mu semalam?" Kayra mengamati tangannya dengan pandangan jijik bercampur ngeri.


"Tenang, aku gak papa. Itu bukan salah kamu cinta.... Ada roh jahat yang merasuki mu."


"Riel.... aku gak mau kehilangan mu." Kayra terisak semakin keras. Dariel merengkuh Kayra ke dalam pelukannya.


"Riel... aku takut berbuat jahat pada mu saat aku tidak sadar." Kayra menggenggam erat tangan Dariel.


"Kita akan coba cari solusinya. Rara tenang aja ya..." Mereka berpelukan erat seakan takut terpisahkan. Hubungan mereka memang belum genap satu bulan, namun hati mereka sudah terpatri erat satu dengan lainnya.


"Kita dimana?" Tanya Kayra manja.


"Di goa." Dariel membelai rambut Kayra. Memberikan kecupan lembut di pucuk kepala Kayra.


"Bertahan sedikit lagi ya Cinta... supaya keluarga kita tidak ada yang curiga, dan cinta perlu berlatih mengendalikan kemampuan khusus mu. Juga yang paling penting adalah membentengi fikiran agar tidak mudah dibaca orang lain."

__ADS_1


"Apa pentingnya membentengi fikiran?" Tanya Kayra kebingungan.


"Sehebat apapun seseorang kalau fikirannya mudah dibaca orang lain pasti akan mudah dikalahkan. Makanya dalam olah raga sering ada taktik pengecoh supaya gerakannya tidak bisa diprediksi lawan. Sehingga kesempatan menang bisa lebih besar." Dariel menjelaskan panjang lebar. Bukannya membuat Kayra mengerti malah Kayra jadi semakin bingung.


"Riel.... kita bukan mau perang atau ikut turnamen olah raga kan?"


"Rara, ini yang harus kamu tahu. Orang dengan kemampuan khusus, sering dikenal sebagai pemilik indra ke enam, paranormal, juga indigo. Jumlahnya tidak sebanyak orang biasa, perbandingannya hanya satu orang berkemampuan khusus dibanding satu juta orang biasa. Masalahnya banyak orang biasa yang terobsesi menjadi penguasa. Mereka punya ambisi besar namun kemampuan minim. Hingga jalan pintas mereka ambil. Yaitu dengan memanfaatkan orang berkemampuan khusus menjadi budak mereka bahkan digunakan sebagai kelinci percobaan. Untuk bisa membuat kloningnya. Rara pernah lihat film tentang Mutan? Itu benar terjadi di dunia nyata."


Saat Dariel memberi penjelasan, Kayra terperangah karena ini benar - benar hal baru baginya. Menimbulkan semakin banyak tanda tanya di benaknya.


"Bagaimana Riel .... tahu semua ini?" Tanya Kayra.


"Satu tahun lalu aku berkenalan dengan seorang teman melalui media online namanya Frederick dari Seatle. Saat itu ia baru menyadari kalau ia punya kemampuan khusus bisa memunculkan api di telapak tangannya. Frederick memamerkan kemampuannya di chanel you tube nya. Membuatnya sempat viral, saat itulah aku mulai mengenalnya dan rajin mengunjunginya sekali seminggu. Namun suatu hari aku dapat kabar melalui chanelnya kalau ia meninggal karena kecelakaan mobil. Aku penasaran dan mencoba menyelidiki kebenaran berita itu. Ternyata bohong. Frederick diculik dan diuji coba disebuah laboratorium pemerintah di negara X. Saat aku mau coba untuk membantu Frederick kabur, ternyata keadaannya sudah tidak memungkinkan. Ia sekarat, setelah dijadikan kelinci percobaan. Beragam tes dilakukan pada tubuhnya membuatnya lemah dan akhirnya ia meninggal. Saat itulah aku menjadi paranoit dan menutup diri. Aku tidak mau mati karena keteledoran ku. Terlebih setelah mengenal mu Ra... aku mau hidup bahagia bersama mu." Dariel memeluk Kayra dan menciumi puncak kepala Kayra takut kehilangannya.


"Riel... aku jadi takut." Kayra merapatkan tubuhnya untuk lebih mendapatkan kehangatan pelukan Dariel.


"Ada kabar lebih buruk lagi. Tantangan kita bukan dari manusia saja tapi juga roh jahat. Seperti yang terjadi pada mu Ra.... Roh jahat punya ambisi kuat untuk membuat kerusakan di muka bumi. Namun ia perlu wadah untuk bisa melakukannya. Orang - orang berkemampuan khusus menjadi media paling kuat bagi mereka. Seperti halnya kita."


"Riel ... apakah aku sudah dijadikan wadah oleh roh jahat?" Kayra bergetar ketakutan.


"Roh jahat itu masih dalam tahapan berusaha mempengaruhimu".

__ADS_1


__ADS_2