Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Wanita Bercadar


__ADS_3

Acara penguburan bertambah dramatis, saat tiba-tiba seorang wanita bercadar meringsek maju. Wanita itu membawa sekeranjang bunga sedap malam.


"Kesya.... kenapa nasib mu malang sekali nak? Baru saja engkau melahirkan ahli waris keluarga Erlangga. Tiba-tiba engkau mengalami kejadian tragis yang merenggut nyawa mu. Apakah ada orang yang tidak menyukaimu di tengah keluarga Erlangga?"


Teriakan dan tangisan wanita bercadar itu seketika menyita perhatian banyak orang. Mulai ada kasak-kusuk yang membicarakan perkataan si wanita bercadar. Orang-orang mulai berasumsi dan menggunjingkan kalau kematian pasangan suami-istri itu akibat perbuatan anggota keluarga Erlangga yang lain.


Dariel yang mendengarnya langsung naik pitam. Ia berbisik pada Dio yang tepat berdiri di sampingnya. Ia memerintahkan agar Dio mengamankan wanita tersebut untuk mengetahui motifnya membuat keributan di acara penguburan kakaknya.


Dio memberi isyarat pada dua bodyguard dibelakangnya. Seketika dua pria bertubuh tegap itu, memaksa wanita bercadar meninggalkan pemakaman.


Wanita bercadar itu menunjuk-nunjuk Kayra, saat lewat dekatnya.


"Jangan kau kira aku tidak tahu. Kamu iri pada Keysa bukan? Karena ia menjadi menantu dari anak pertama yang berhak atas seluruh harta warisan Erlangga. Kamu pembunuh anak ku!!! Aku akan merebut cucuku dari tangan mu, gadis licik!" Ancam wanita bercadar.


Membuat Kayra tidak nyaman. Babby M juga menggeliat tidak nyaman. Bayi itu menangis keras seperti berusaha memprotes perkataan wanita bercadar yang menyakiti hati Kayra.


Bersamaan, angin tertiup kencang. Menyibakkan cadar yang menutupi wanita berlidah tajam itu. Seketika luka bakar terpampang mengerikan menghiasi separuh wajah wanita paruh baya itu.


Hati Kayra mencelos, ia teringat malam saat babby M mengalami panas tinggi. "Jangan-jangan wanita inilah yang bermaksud mencelakai Babby M malam itu dengan santet." Pikir Kayra. Ia segera menenangkan babby M.


"Tenang sayang.. mama akan menjagamu selalu." Kayra mengecup lembut pipi babby M, serta merta tangisannya reda. Bayi itu kembali tertidur dalam pelukan Kayra.

__ADS_1


Acara penguburan kembali dilanjutkan. Namun suasana tidak sesyahdu sebelumnya. Ada beberapa orang yang terlihat asyik bergunjing dengan kejadian barusan. Ada yang mengkaitkan musibah yang menimpa Raka dan istrinya dengan kehadiran Kayra di tengah-tengah keluarga Erlangga. Namun ada juga yang menarik kesimpulan kalau Kayra berhati lembut dan tidak mungkin berbuat sejahat itu. Mereka melihat bagaimana Kayra dengan mudah menenangkan bayi almarhum.


Kayra memutuskan untuk segera meninggalkan pemakaman. Hatinya terasa sakit, saat ia mengingat perkataan wanita bercadar itu padanya.


Tudingan itu begitu menyakitkan, terlebih ancamannya mau mengambil babby M dari sisinya. Entahlah ancaman itu serasa sangat menyakitkan. Ia terlanjur mencintai babby M seperti anak kandungnya sendiri.


Nenek dan ibu Neta mengikuti Kayra menuju mobil mereka.


Di mobil, ibu dan Nenek Sari menghibur Kayra.


"Ra... jangan di dengar kata-kata wanita jahat itu. Dia hanya bermaksud jahat membuat kekacauan di acara penguburan. Kalau ia memang ibu nya Keke, apa pantas dia berkata seperti itu. Lagian dimana dia selama ini? Saat pernikahan mu, dia tidak datang juga saat Keke melahirkan tak nampak juga batang hidungnya. Benar-benar wanita aneh." Kata ibu Neta meluapkan kekesalannya.


"Ra... sebaiknya segera urus surat adopsi babby M. Supaya kamu ada kekuatan hukum. Antisipasi kalau sampai wanita aneh itu mewujudkan niatnya berusaha merebut babby M." Kata nenek Sari mengingatkan.


Kayra kembali mengingat saat wanita tadi mengancamnya. Ada desiran aneh yang dirasakannya. Sebuah teror tak kasat mata menguar membuat kecut hatinya. Apakah wanita dengan luka bakar di wajahnya itu ada kaitannya dengan sakit demam babby M. Di malam yang sama kejadian kecelakaan papa Erlangga dan kak Raka? Juga kematian kak Keke?


Kayra menenangkan hatinya. Ia mencium pipi babby M. Seketika ia mendapat sekilas penglihatan. Seorang wanita paruh baya dengan penampilan elegan menemui seorang dukun.


"Saya minta, kau bunuh tiga orang ini." Kata wanita paruh baya seraya menyerahkan tiga lembar foto. Foto Raka, papa Erlangga dan seorang bayi yang dikenalinya sebagai babby M.


"Berapapun bayaran yang kamu minta pasti akan ku berikan, asalkan pekerjaanmu beres." Kata wanita paruh baya yang dikenalnya sebagai wanita bercadar.

__ADS_1


Dalam penglihatan sekilas, wajah wanita itu masih mulus dan cantik.


Jantung Kayra berdetak kencang. Bagaimana mungkin, seorang yang mengakui nenek tega merencanakan membunuh cucu kandungnya sendiri. Ia tidak sadar memeluk erat gendongannya pada babby M. Seakan takut kehilangan bayi mungil itu.


"Ra... ayo kita turun. Sudah jangan terlalu dipikirkan kejadian di makam tadi. Dariel pasti bisa membereskannya." Hibur ibu Neta. Ia membantu membawakan tas berisi perlengkapan babby M. Mereka masuk kedalam rumah Keluarga Erlangga yang mulai ramai di datangi para pelayat yang hendak menyampaikan rasa ikut berbela sungkawa.


Kayra segera mengajak ibu dan neneknya masuk ke dalam kamar. Ia harus segera memandikan babby M, karena hari sudah semakin sore. Ia menyiapkan air hangat untuk memandikan babby M. Nenek Sari bertugas melepaskan baju, sementara ibu Neta mempersiapkan bedak, minyak telon dan baju ganti untuk babby M.


"Ra... setiap pagi, jemur babby M dibawah sinar matahari langsung. Nenek lihat kulit babby M sedikit pucat kekuningan." Kata nenek Sari. Kayra langsung menghambur untuk memeriksa keadaan babby M. Ia tidak terlalu paham tentang mengurus bayi.


"Apakah keadaan babby M membahayakan, nek?" Tanya Kayra kawatir.


"Tidak, asalkan kita bisa mencegahnya sedini mungkin. Bayi memerlukan cahaya matahari untuk pertumbuhan tulang juga metabolisme nya. Kalau kekurangan sinar matahari ataupun asupan gizi memberi dampak kulit bayi berwarna kekuningan. Sebelum jam sembilan adalah waktu yang tepat menjemur bayi, bagian mata jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Bisa mengganggu penglihatannya nanti."


Nasehat nenek Sari didengarnya sungguh-sungguh. Ia bertekat mengasuh babby M dengan sebaik-baiknya.


Hari ini Kayra belajar banyak dari ibu Neta dan nenek Sari tentang cara memandikan, memakaikan minyak telon, memakaikan baju sampai menyeduh susu dalam botol. Kayra sangat bersyukur, mempunyai ibu dan nenek yang selalu mendukungnya.


"Ra... jangan lupa, cari kartu imunisasi babby M. Dengan kartu itu kamu akan tahu jadwal tepat babby M mendapatkan imunisasi di waktu yang paling tepat." Kata ibu Neta memperingatkan Kayra.


"Iya Bu... aku akan segera mencarinya setelah acara penghiburan selesai. Aku akan memberikan yang terbaik pada babby M. Ia sangat berarti bagi kami. Kak Keke dan kak Raka menitipkan babby M pada kami." Kata Kayra dengan tekat kuat.

__ADS_1


Selain babby M sudah dimandatkan orang tuanya melalui mimpi. Juga rasa cinta Kayra pada babby M, membuatnya bertekat untuk menjaga dan mengasuh babby M seperti anak kandungnya sendiri.


"Ra... bagaimana hubungan mu dengan Dariel? Kamu tidak bisa mengasuh babby M dengan baik, kalau masalah mu dengan Dariel tidak diselesaikan dengan baik." Kata ibu Neta memperingatkan Kayra.


__ADS_2