Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Resepsi


__ADS_3

Belum puas mereka melihat- lihat hasil jepretan kamera fotographer profesional, Raka memanggil Dariel dan Kayra.


"Dariel dan Kayra, sudah waktunya kita berangkat ke tempat acara resepsi. Kalian sudah siap?" Tanya Raka kembali memastikan kesiapa kedua nya.


"Udah kak... kami sudah siap." Kata Dariel mantap. Ia menggandeng tangan Kayra. Menjalinnya dalam tautan jari- jari dan memerangkapnya dalam pertautan telapak tangan yang saling menempel. Seakan- akan mewakili suara hati mereka yang hanya ingin berdua, dan tak mau terpisahkan meskipun sekejab.


Dariel membawaku ke tempat parkiran. Sebuah limosin terparkir disana. Kami pun berangkat menuju tempat resepsi.


Sepanjang perjalanan, Dariel tidak bisa menahan diri, ia mendekap erat istrinya. Membuat Kayra protes.


"Riel.... jangan terlalu erat memeluk ku, nanti baju kita kusut." Kata Kayra memperingat kan. Dariel pun melonggarkan pelukan nya.


"Ra... kamu cantik banget..., boleh ya minta sedikit kiss?" Tanya Dariel manja.


"Enggak... nanti riasan ku rusak." Kata Kayra menolak Dariel, penolakan Kayra malah menjadi tantangan buat nya. Dariel mulai mengecup pundak Kayra yang terbuka. Leher Kayra dijelajahinya dengan kecupan- kecupan ringan. Membuat tubuh Kayra merinding merasakan getaran hasrat yang mulai bangun.


"Riel... hentikan." Kayra mendorong tubuh Dariel menjauhinya. Ia takut Dariel lepas kendali.


"Cuma kiss aja masak gak boleh sih?" Protes Dariel saat menerima penolakan dari Kayra.


"Gak mungkin akan selesai hanya dengan sebuah ciuman. Aku tahu Riel... kamu pasti akan minta lebih." Jawab canggung Kayra. Untunglah Dariel paham akan alasan Kayra. Ia pun sedikit menjaga jarak duduk nya.


Dariel tidak menyangka kalau pesona Kayra memikat nya. Membuatnya ingin selalu dekat, kalau bisa mereka terus ada dalam penyatuan jiwa dan raga.


Dariel mendesah dalam, diambilnya sebotol minuman yang sudah disediakan di dalam limosin. Ia menuangkan ke dalam gelas nya. Dalam satu tegukan, dihabiskannya minuman dalam gelas nya. Namun serta merta ia memuntahkan kembali minuman nya. Kayra yang melihat nya seketika terkejut dan kawatir pada Dariel.


"Riel kenapa? Apa kamu kurang enak badan?" Tanya Kayra.


"Peh...." Dariel meludahkan sisa minuman dalam mulut nya. "Ini minuman keras Ra..., kenapa kak Raka iseng banget taruh ini di sini?" Gerutu Dariel, ia merasa dipermainkan kakak nya.


Kayra penasaran ia mengambil dua buah botol yang tersedia. Ia membaca botol- botol itu. Ya dia mengenali kalau botol- botol itu memang minuman keras.


"Untung lah gak keminum, bisa gawat kalau Riel sampai mabuk." Kata Kayra sambil mengembalikan botol itu ke tempat nya semula.


"Aku dulu pernah coba minuman kayak itu, tubuh ku rasa nya terbakar. Hanya satu gelas ku minum dan aku hampir mati. Sampai sekarang aku gak pernah berani coba minuman itu."


Dariel mengingat pengalaman masa lalu yang membuat hatinya kecut.


"Ehm... ya... minuman seperti itu memang seharusnya dihindari. Karena bukan manfaat yang didapat tapi malah segala penyakit akan datang."


Kayra juga tidak suka segala jenis minuman keras. Didikan ayah nya lah yang membuatnya tidak pernah sekalipun berani mencoba- coba.


"Oh ya Riel... besok kita sudah mulai kuliah ya?" Tanya Kayra mengingatkan.


"Ya... harus nya besok kita mulai kuliah. Tapi Ra... kita kan baru menikah. Apa tidak seharusnya kita ambil beberapa hari dulu untuk cuti?"


Dariel masih ingin menghabiskan waktu berdua hanya dengan Kayra istrinya. Itulah sebab nya ia enggan untuk segera masuk kuliah. Kalau bisa tidak perlu lagi kuliah, karena tujuan nya sekarang hanya satu. Bersama Kayra selamanya.


"Riel... kalau kita menunda kuliah, kita tidak akan pernah jadi kuliah. Apakah kamu lupa cita- cita mu ingin menjadi dokter?" Tanya Kayra mengingatkan.

__ADS_1


"Kayak nya bersama dengan kamu. Itu sudah cukup Ra..." Dariel memegang jemari Kayra dan membawanya mendekat ke bibir nya. Sebuah kecupan hangat diberikan Dariel kepada jari- jari lentik Kayra.


"Riel... aku mau kasih tantangan buat kamu. Berani gak?" tantangan Kayra membuat mata Dariel melebar. Dalam fikiran nya sudah mulai muncul spekulasi apa saja yang mungkin diminta Kayra.


Mungkin Kayra akan meminta nya merayu nya. Atau mungkin akan meminta hadiah yang harus dibelinya sendiri. Ah itu gampang, karena dia sudah punya beberapa usaha sendiri yang mulai berkembang. Atau mungkin Kayra mau minta mobil? Saat memikirkan semua itu membuat Dariel tersenyum lebar.


"Coba katakan apa permintaan mu!" Dariel tidak sabar mendengar permintaan yang menantang dari istrinya.


"Ehm... kita akan bersaing mendapatkan prestasi terbaik saat kuliah nanti. Gimana... berani gak terima tantangan ku?" Tanya Kayra mengerling menggoda.


"Kalau Riel tidak berani menerima tantangan ku, maka selama satu bulan Riel harus nurut apa pun perintah ku." Kata Kayra memberikan warning nya.


"Apa coba contoh perintah nya?" Tanya Dariel penasaran. Kalau perintah nya untuk melayani Kayra, memijit nya, memandikan, dll tanpa disuruhpun ia akan lakukan itu dengan suka rela. Namun jawaban Kayra selanjut nya sangat mengejutkan nya.


"Contoh perintah nya: Jauhi aku, gak boleh cium, gak boleh tidur seranjang, Makan sendiri tanpa ku temani, dll. Gimana? Mau terima tantangan atau menyerah kalah?"


Tanya Kayra dengan memamerkan senyuman tertahan nya.


"Oke... aku terima tantangan mu. Oh ya kutambahkan lagi, selama di kampus kita adalah musuh saling bersaing dan tidak saling kenal. Gimana Cinta bisa gak?"


Tanya Dariel balik memberikan tantangan buat Kayra. Membuat Kayra ragu. Gimana jadinya mereka berpura- pura tidak saling mengenal? Apakah nanti tidak akan berdampak pada pernikahan mereka. Semula ia memberi tantangan hanya untuk memberi support agar Dariel kembali bersemangat melanjutkan kuliah. Tapi ini?


Dariel melihat keraguan di mata Kayra. Membuat ia serasa di atas angin. "Kalau gak berani terima tantangan ya sudah. Gak kuliah sebenar nya tidak akan jadi masalah buat ku. Kita sudah ada beberapa usaha yang cukup menjanjikan. Sudah lebih dari cukup untuk menutup keperluan kita juga anak- anak kita nantinya. Kan lebih enak kita habiskan waktu berdua keliling dunia. Gimana?" Usul Dariel membuat Kayra semakin teguh pada pendirian nya. Ia tidak boleh mundur.


Limosin mulai melambat laju nya, dan benar- benar berhenti saat tiba di depan sebuah restoran. Kayra dan Dariel menghentikan pembicaraan mereka.


"Pikirkan benar- benar ya cinta, supaya jangan menyesal nantinya." Bisik Dariel saat ia membantu Kayra turun dari mobil. Kayra hanya tersenyum, ia tahu apapun yang diputuskan nanti harus lah yang terbaik untuk hubungan juga masa depan mereka. Kayra tidak akan asal membuat keputusan, ia akan memikirkan tantangan Dariel matang- matang.


MC langsung memberi sambutan kedatangan kepada kedua mempelai, dan mempersilahkan mempelai duduk di kursi yang disediakan di podium. Penataan ruang resepsi, memukau mata Kayra. Semua bernuansa kuning dan putih. Rangkaian mawar kuning mendominasi podium.


Kayra tidak menyangka resepsi yang diadakan untuk nya benar- benar wah. Banyak nya artis papan atas yang mengisi acara benar- benar sebuah kejutan buat nya. Terlebih salah satu artis idolanya membuatnya tidak sabar untuk berfoto dan meminta tanda tangan nya.


"Kenapa Cinta memandang penyanyi itu sampai segitunya?" Bisik Dariel, ada kecemburuan dalam nada suaranya.


Kayra tersenyum penuh semangat. "Riel... itu artis idola ku." Kata Kayra bersemangat. "Apakah bisa minta foto dan tanda tangan nya?" Tanya Kayra ragu.


Dariel menimbang- nimbang, apa yang sebaiknya ia katakan. Saat ia tahu istrinya mengidolakan pria lain seketika ada rasa aneh menguasai hatinya. Rasa tidak rela, rasa sakit yang tidak berdarah apakah mungkin ia telah cemburu?


Lamunan Dariel terusik, saat kembali Kayra bertanya pada nya.


"Riel... bisa kah minta berfoto dengan nya?" Tanya Kayra seperti seorang anak kecil yang begitu bersemangat menginginkan mainan yang disukainya.


"Bisa," jawab ketus Dariel. Namun Kayra tidak menyadari kemarahan Dariel. Ia terlalu bahagia melihat secara langsung artis idolanya. Yang selama ini hanya bisa dilihat nya di layar televisi.


Meskipun Dariel marah dan cemburu, tetap saja ia meluluskan permintaan Kayra. Ia mendekati MC dan berbisik sesuatu pada nya. Selesai penampilan artis idola Kayra, sang MC meminta artis itu untuk tetap tinggal dan mempersilakan pasangan pengantin untuk berfoto dengan nya.


Kayra bergegas mendekati artis itu.


"Aliandro... aku mengagumi mu, bisakah minta foto?" Kata Kayra memberanikan diri. Kayra mendekati Sliandro untuk ber wefie. Namun tiba- tiba Dariel menerobos ketengah mereka. Kayra sedikit kecewa. Namun ia bisa menerima, bagaimana pun Dariel suaminya. Asalkan ia dapat foto Aliandro itu sudah sangat cukup baginya.

__ADS_1


Tiga kali ia mengambil foto Aliandro, dan lagi- lagi Dariel selalu berada di tengah- tengah mereka. Selesai berfoto, Dariel langsung mengajak Kayra kembali ke tempat duduk nya.


"Ra... kenapa kamu tidak mengidolakan suami mu ini saja?" Tanya Dariel menggoda Kayra. Sebenarnya Dariel tidak menyangka kalau Kayra yang polos dan sederhana ternyata mengidolakan seorang artis. Ternyata Kayra tidak berbeda dari gadis- gadis alai lainnya? Yang tergila- gila karena ketampanan idolanya.


"Ehm... Riel apa kamu marah pada ku?" Tanya Kayra penuh penyesalan. Ia mengagumi Aliandro sebatas kagum pada prestasi, juga karier yang gemilang yang didapatnya. Sebelum ia mengenal Dariel, sudah lama ia kagum pada nya. Dan menjadikan Aliandro sebagai inspirasinya untuk maju dan berptestasi. Sementara sekarang, ia sudah punya Dariel. Dan harusnya itu sudah cukup. Apakah Dariel merasa di dua kan oleh nya?


"Iya Ra... aku gak suka kamu mengagumi pria lain. Aku ingin kamu hanya memandang ku, mencintai ku dan tidak ada pria lain di hatimu!" Kata Dariel tegas.


"Ya... Riel. Maaf kan aku ya, kalau aku kekanak- kanakan. Sekarang aku sudah punya kamu. Kamu lah my hero ku, dan satu- satunya penghuni hati ku." Kata Kayra sambil menghapus semua foto bersama Aliandro.


Dariel sangat lega melihat keputusan Kayra. Ia kembali diyakinkan kalau istrinya adalah wanita paling sempurna di hatinya. Dariel memeluk Kayra, memberikan ciuman lembut di bibir Kayra.


Kayra pun membalas ******* lembut bibir Dariel. Ciuman itu mulai memanas. Suara tepuk tangan dan sorakan menghentikan ciuman mereka.


Kayra dan Dariel berpandang- pandangan dan seketika tersipu malu. Bagaimana mereka begitu terhanyut dan melupakan keberadaan mereka ada dihadapan orang banyak. Dariel merutuki kekonyolan nya. Bisa- bisa ia kena omelan Kayra nanti.


"Wah... Mas Erlangga seperti nya akan cepat punya cucu nich." Celetuk salah satu undangan.


"Doa kan... biar rumah kami segera diramaikan oleh suara tawa cucu- cucu ku." Jawab Erlangga bahagia.


"Iya Ra... gak usah ditunda, ibu juga pingin cepat gendong cucu." Tiba- tiba ibu Neta sudah naik ke podium pelaminan.


"Ibu..." Kayra menghambur memeluk ibunya.


"Anak ibu sepertinya sudah dapat kebahagiaan baru, jadi sudah mulai lupa sama ibu ya?" Goda Neta. Kayra semakin mengeratkan pelukan nya.


"Ibu... tetaplah kebahagiaan Rara... Bu... kita tinggal serumah saja ya? Ikut tinggal di rumah papa Erlangga. Mau ya Bu?" Tanya Kayra meluapkan keinginan nya.


"Ra... ra... kalau kamu kangen, kan bisa saja ajak suami mu menginap di rumah. Kasian kan kalau Bu Sari dan Pak Ujang ditinggal?" Ibu Neta memberikan penjelasan pada Kayra. Membuat Kayra memahami keinginan ibu nya.


"Mana Bik Sari ,Buk?" Tanya Kayra seraya mengedarkan pandang nya mencari sosok wanita paruh baya itu. Namun tak terlihat di mana pun.


"Bu Sari nanti menyusul. Tadi masih sibuk mengerjakan sesuatu." Jawab Ibu Neta membuat Kayra bingung.


"Kerja apa Buk? Kenapa dikasih kerjaan, padahal ini kan acara bahagia kita?" Protes Kayra pada ibu nya.


"Sebentar lagi pasti datang kok.." Kata Neta menenangkan Kayra. "Bagus sekali ya dekorasi dan semua nya terlihat elegan, berkelas namun juga sangat hangat. Membuat acara resepsi ini seperti acara reunian keluarga." Kata Neta kagum.


"Eo punya kak Raka Buk yang mengaturnya." Neta pun mengangguk- angguk kan kepalanya.


MC mengundang pasangan- pasangan untuk berdansa. Dengan alunan musik romantis menghipnotis, pasangan- pasangan mulai berjalan ke tengah aula dan mulai berdansa. Tak terkecuali Dariel dan Kayra. Mereka pun berpegangan tangan. Saling memberikan dukungan satu sama lain.


Tubuh Dariel dan Kayra meliuk mengikuti alunan musik pengiring nya. Tanpa tahu nama tarian nya. Mereka dengan insting, menggerakkan tubuh seirama musik. Beberapa kali Kayra menginjak kaki Dariel.


Dariel tidak kekurangan akal. Ia menyuruh Kayra untuk berjejak di atas kaki nya. Membuat tubuh mereka semakin berdekatan. Kayra bisa merasakan hangat nya desahan nafas Dariel. Seketika hatinya merasa damai dan bahagia.


"Ra... aku mencintai mu." Bisik Dariel pada istri cantik nya. Entahlah sudah berapa kali ia mengatakan kalimat itu pada Kayra. Ia lupa tidak menghitung nya, bahkan kalau perlu ia akan mengatakannya terus. Rasa nya ia lah satu- satunya pria yang sangat bahagia di dunia ini.


"Aku juga cinta kamu Riel," jawab Kayra dalam bisikan.

__ADS_1


Pasangan baru itu, seakan- akan menjadi pemilik dunia. Sementara yang lain hanya numpang ngontrak. Bagaimana Dariel dan Kayra terus saja berdansa meskipun musik sudah terhenti sejak tadi. Apakah mungkin hati mereka memainkan musik yang sangat indah? Para tamu undangan menggeleng kepala takjub. Inilah kalau orang sudah dibutakan cinta. Membuat nya tidak menyadari ada penghuni lain di bumi.


Sedari tadi kak Raka dan kak Keke hanya duduk saja di pojok ruangan. Sepertinya ada yang salah. Itu baru disadari Kayra saat tak sengaja ia melihat mereka, saat dirinya dan Dariel berjalan kembali ke pelaminan.


__ADS_2