
Dariel sekuat tenaga berusaha melepaskan diri dari cekikan maut Kayra.
Kesadarannya pulih, ia membuka mata. Lamat- lamat ia melihat ada seorang wanita cantik duduk diatas perutnya dan dengan sekuat tenaga sedang mencekiknya. Wanita itu adalah Kayra. Kenapa Kayra sebegitu benci padanya bahkan dari sorot matanya, seperti sangat bernafsu untuk membunuhnya. Bukankah dia adalah kekasih yang juga mencintainya. Berkecamuk beribu pertanyaan dalam kepalanya. Di coba menggali ingatannya yang terkubur dalam.
Hingga kesadarannya pulih kembali seratus persen. "Kayra dirasuki roh jahat." Gumam Dariel. Ia segera memegang pinggul Kayra dan membawanya berteleportasi meninggalkan kamar mess nya. Sangat berbahaya kalau sampai ada yang tahu ia telah membawa seorang gadis di kamarnya. Urusan akan semakin panjang. Dariel tidak suka berbohong, itulah sebabnya ia berusaha keras menutup rapat tentang kemampuan khususnya. Agar ia tidak perlu bersusah payah mengarang kebohongan saat ia harus memberi penjelasan.
Lagi - lagi Dariel menuju kaki gunung Kwoka, itulah satu - satunya tempat aman yang terfikir Dariel. Nafasnya tersengal - sengal ia segera melepaskan tangan Kayra dari lehernya. Ia harus berfikir cepat, tidak mungkin ia meladeni Kayra bertarung seperti kemarin malam. Itu hanya akan menguras tenaga baik dirinya juga Kayra. Dariel segera merapal mantra pelelap sukma.
Sebuah mantra yang tidak sengaja dipelajarinya dari seorang pencuri. Sebulan lalu gudang salah satu perusahaan Raka, kakak Dariel kebobolan pencuri. Modus pencurian cukup unik karena yang diambil bukan barang mahal. Dua pack kardus kecap manis botol selalu hilang dalam semalam.
Awalnya Raka tidak terlalu mempermasalahkan. Setelah tiga hari berturut - turut kejadian itu terjadi, juga yang paling membingungkan tiga orang security yang berjaga selalu ketiduran. Membuat Raka curiga ada konspirasi di perusahaannya. Ia menambahkan dua orang security yang bertugas jaga malam, juga memasang beberapa kamera cctv di sekitar area gudang. Namun malam keempat pencurian masih terjadi.
Sebuah pencurian rapi dan bersih, tidak ada jejak bahkan cctv tidak menangkap keanehan. Siapa dan seperti apa pencurian dilakukan, menjadi teka - teki yang tak terpecahkan. Raka yang tidak pernah percaya pada hal - hal mistis, sempat menyerah berpikir logis. Raka mulai memikirkan kemungkinan kalau kejadian pencurian empat hari berturut - turut di gudang pabrik kecapnya melibatkan kekuatan supranatural. Sehebat apapun pencuri, pasti meninggalkan jejak, tapi ini benar - benar sangat aneh. Entahlah yang jelas ia sangat gusar dan akan berusaha menyingkap kasus pencurian ini. Si pencuri seakan sengaja mempermainkan mereka.
Kegusarannya diceritakannya pada adiknya. Saat Dariel mendengar keluhan kakaknya, ia menawarkan bantuan untuk menyelidiki kasus pencurian itu. Di malam ke lima, Dariel ikut berjaga, namun ia memilih untuk bersembunyi di tempat - tempat yang telah dikuncinya dengan mantra. Ada tiga titik tempat yaitu dinding pos security, daun pintu gudang satu - satunya jalan masuk ke gudang dan salah satu dinding di dalam gudang. Dengan teleportasi memudahkan Dariel berpindah ke tiga titik tempat itu untuk berjaga - jaga.
__ADS_1
Tepat jam dua belas malam, Dariel melihat ada sesosok bayangan mengendap - endap mendekati pos security. Bayangan itu berhenti dekat Dariel mengintai. Bayangan itu adalah seorang pria berbaju serba hitam dan ber penutup wajah. Sikapnya sangat waspada, menoleh ke segala arah untuk memastikan keamanan aksinya. Si orang yang mencurigakan itu, juga selalu menghindari tempat terbuka dan berlindung di balik bayang - bayang.
Lamat - lamat didengarnya orang itu bergumam, kemudian seperti meniupkan sesuatu pada telapak tangannya. Tidak beberapa lama dua orang security yang berada di dalam pos langsung jatuh tertidur. Si pencuri tetap berlindung di balik bayang - bayang. Dariel seketika takjub akan kemampuan si pencuri. Saat melihat si pencuri berjongkok sangat dekat dengannya membuat Dariel tidak sabar ingin menyergap pencuri itu. Namun ia ingin memastikan bagaimana cara pencuri itu beraksi juga mungkin si pencuri tidak sendiri dalam aksinya. Memikirkan berbagai kemungkinan membuat Dariel menahan diri.
Lima belas menit kemudian tiga orang security yang lain datang ke pos jaga. Si pencuri merapalkan sebuah mantra dan melakukan seperti yang pertama dilakukannya, yaitu meniupkan sesuatu di telapak tangannya dan mengarahkannya pada tiga security yang baru datang. Seketika mereka rebah tertidur di depan pos jaga.
Dariel menajamkan telinganya. Hingga ia bisa mendengar cukup jelas rapalan mantra pelelap sukma yang dirapalkan si pencuri . Ia berusaha menghafalnya dengan cepat. Tiba - tiba si pencuri lari kearah pintu gudang, dengan masih tetap berlindung dalam bayangan. Dariel berteleportasi ke titik pengintaian ke dua. Di daun pintu gudang, ia dapat melihat dengan jelas. Si pencuri mengambil anak kunci dari kantong bajunya dan segera membuka gembok pintu gudang yang langsung terbuka. Dariel masih membiarkannya. Si pencuri dengan pongahnya memasuki gudang, ia tidak menyadari ada Dariel yang sedari tadi memperhatikannya dengan seksama.
Si pencuri mengambil hp dari dalam kantong bajunya, ia menyuruh dua orang kawannya yang sedang menunggu di truk depan gudang pabrik, untuk masuk dan membantu mengosongkan gudang. Malam ini aksi terakhir mereka, semua barang di gudang kalau bisa diangkut semua sampai bersih. Tidak berapa lama teman sipencuri datang, mereka bersiap membereskan isi gudang.
Dariel menghapus ketiga tempat persembunyiannya dengan mantra pembatal. Kemudian ia segera menelephon kak Raka memberi tahu ada pencuri, dan mengatakan kalau saat ini ia sangat mengantuk.
Di rumahnya saat Raka mendapat telephon dari Dariel, ia segera berangkat ke gudang. Tidak lupa ia menghubungi polisi terlebih dahulu. Hingga Raka dan polisi bisa datang ke tkp hampir bersamaan.
Raka dan keempat polisi segera masuk ke area gudang. Keempat polisi bersiaga mengokang senjatanya, melihat keadaan gudang yang sepi, membuat mereka semakin waspada. Saat mereka sampai di pos jaga mereka melihat lima orang security tergeletak di lantai pos jaga. Salah satu polisi segera melangkah maju memeriksa keadaan para penjaga. Dua orang tergeletak di dalam ruang pos jaga sementara tiga orang security lain tergeletak di depan pos jaga. Saat selesai memeriksa ke lima security, polisi itu bernafas lega. "Mereka hanya pingsan saja."
__ADS_1
Raka dan empat orang polisi segera menuju ke gudang. Di depan gudang terlihat sesosok tubuh terbaring di lantai. Raka mengenalinya dan segera menghampiri Dariel yang terbaring di lantai depan pintu gudang. Raka diliputi kecemasan melihat adiknya terbaring di lantai. Ia berusaha membangunkan Dariel. Raka menggoncang - goncangkan tubuh Dariel. Namun Dariel tidak juga bangun.
"Tenang pak, adik bapak hanya pingsan. Mungkin kena bius, nanti kalau hilang pengaruh biusnya pasti ia sadar." Salah satu polisi menenangkan Raka yang sedang cemas.
"Lapor Ndan, ada tiga orang pingsan di dalam gudang. Mereka terduga pelaku
pencurian. Kami mengenali salah satunya sebagai residivis yang kabur dari tahanan." Lapor salah satu polisi dengan tanda garis satu warna merah.
"Segera minta ambulan untuk mengangkut mereka." perintah sang Kanit Reskrim pimpinan operasi malam itu.
Beberapa waktu saat diperjalanan menuju rumah sakit, Dariel bangun. Membuat kak Raka yang setia menemaninya merasa sangat lega. Ia sangat bangga pada adiknya. Sekalipun Dariel hanya mengatakan kalau ia melihat ada orang mencurigakan masuk gudang, dan tiba - tiba ia mengatuk. Sehingga ia memutuskan untuk menelephon kakaknya. Raka langsung memeluk erat adiknya, dan berjanji dalam hati, tidak akan melibatkan Dariel untuk urusan berbahaya lagi.
***
Mengingat keberhasilan Dariel merapal mantra pelelap sukma waktu itu. Membuatnya berani mencobanya pada Kayra, berharap mantra pelelap sukma bisa menahan Kayra untuk tidak menyerangnya.
__ADS_1