
"Rara..... apapun bisa kulakukan buat mu. Met ultah ya... semua yang terbaik jadi bagian mu, panjang umur, sehat selalu dan semakin dewasa, supaya kita bisa cepat nikah. Hehehe" Kata Dariel sambil mengecup kening Kayra.
"Kita kan seumuran, kalau aku cepat dewasa berarti cepat tua donk. Gak mau...!" Kayra memprotes doa Dariel buat nya.
"Ya udah ... gak cepat dewasa tapi tambah cantik aja ya?" Goda Dariel.
"Berarti aku sekarang kurang cantik?" Kayra manyun tidak terima.
"Ih.... kenapa cinta manyun gini? Cantiknya berkurang loh?" Dariel semakin gemas menggoda Kayra. Ingin sekali ia melahap bibir Kayra yang lucu saat ia manyun.
"Kita jalan - jalan yuk... beli baju buat mu, mumpung aku masih ada waktu dua jam sebelum makan malam di mess. Rara mau kan? Berpetualang bersama ku?" Tanya Dariel sambil memeluk Kayra erat. Saat Kayra mengangguk, spontan ia menempelkan bibirnya ke bibir Kayra. Menyisipkan lidahnya diantara celah bibir Kayra. Lidah Dariel menyapu seluruh isi mulut Kayra. Membuat Kayra serasa melayang, saat itulah Dariel membawa Kayra berteleportasi, hanya dalam hitungan menit mereka telah tiba di depan sebuah butik.
Kayra merasa ada yang mengawasi mereka. Ternyata benar, pada saat ia membuka mata. Banyak orang yang berlalu lalang melewati mereka dan melemparkan pandangan aneh pada mereka. Kayra segera mendorong tubuh Dariel yang masih dengan asyiknya menikmati bibir manis nya. Dariel terkaget mendapat dorongan tiba - tiba dari Kayra dan saat ia sadar sudah sampai tempat tujuan, ia hanya menyeringai puas. Karena baru kali ini, pengalaman berteleportasi sangat menyenangkan bersama kekasihnya.
__ADS_1
Ada papan nama besar terpampang di atas pintu kaca butik. "BUTIK DORRY". Mereka masuk ke dalam butik dan disambut dengan ramah oleh para pelayannya. Butik Dorry di jalan Sutomo Surabaya ini menyediakan berbagai jenis pakaian dan perlengkapan wanita. Ada berbagai jenis dan model pakaian, dalaman juga berbagai merek kosmetik terkenal dan tidak ketinggalan berbagai sepatu dan sandal wanita dengan edisi terbatas.
Kayra langsung menyerbu tempat beraneka gaun dipajang. Sudah sangat lama ia tidak belanja bajunya sendiri. Ia mulai asyik memilih - milih baju, ada lima gaun yang telah memikat hatinya. Seperti baru tersadar, ia sama sekali tidak bawa uang. Kalau ia ambil semuanya apakah tidak membebani Dariel? Kayra menyerahkan gaun yang telah ia pilih kepada penjaga toko untuk membantu menyimpannya dulu. penjaga toko itu sedari tadi mengikutinya. Mungkin penjaga toko itu was - was dan meragukan Kayra dapat membayar apa tidak. Karena baik penampilan Kayra atau Dariel terlihat sebagai pasangan ABG dari kalangan biasa. Terlebih Kayra tidak pakai alas kaki. Membuat penjaga toko waspada jangan - jangan pelanggannya kali ini hanya gelandangan yang nyasar.
Kayra berjalan mendekati Dariel yang memilih menunggu di sebuah ruangan tunggu khusus. Dimana ada beberapa sofa telah disediakan di sana, ada sebuah tv LED cukup besar terpasang didinding juga di pojok ruangan tersedia mini bar, sebuah stand khusus disiapkan berbagai macam kopi instan, gula, creamer dan teh, juga dispenser air panas. Kadang pada hari khusus juga disediakan berbagai kue sebagai teman minum teh atau kopi. Dariel memilih membuat kopi latte dengan tambahan ekstra satu sendok penuh creamer. Ia baru selesai membuat kopi saat Kayra mendekatinya.
"Lho... sudah kah memilih bajunya?"
"Ehm... Riel, aku gak bawa uang." Kata Kayra ragu. Seperti tahu keraguan hati Kayra, Dariel segera menenangkannya.
Tidak menunggu lama Kayra langsung memilih berbagai dalaman dengan model yang unik - unik. Ia juga mengambil dua potong celana santai dan tank top hitam dan merah. Ia juga mengambil compack powder, sebuah lip gloss aroma strowberry, dan dua pasang sandal santai. Kayra memanggil Dariel ketika hendak membawa belanjaannya ke kasir. Dariel beranjak mendekati Kayra. Membayarkan semua belanjaannya dengan uang cash.
Dariel menoleh pada Kayra "Apakah sudah tidak ada lagi yang mau dibeli?"
__ADS_1
"Sudah." Jawab Kayra. Ia merasa semua sudah dibelinya.
Dariel menghadap pelayan toko, "Tolong ambilkan produk pembersih wajah satu paket juga parfum aroma jasmin." Tidak menunggu lama pelayan toko sudah datang membawakan pesanan Dariel dan menambahkannya ke dalam belanjaan. pelayan toko terlihat menarik nafas lega. Ia tidak menyangka pelanggan yang dibuntutinya sedari tadi ternyata punya uang banyak dan memborong banyak belanjaan. Ia juga lega untungnya tadi ia bisa bersikap ramah. Coba kalau ia hanya melihat penampilan, pasti ia akan malu sekali.
Sebelum mereka meninggalkan butik, Kayra minta ijin untuk berganti baju dulu. Ia memilih mengenakan gaun kuning pendek. Ia terlihat sangat cocok dengan gaun yang dikenakannya. Di sapukannya tipis - tipis bedak pada wajahnya dan terakhir dioleskannya lipgloss strowberi di bibir tipisnya. Seketika bibirnya memerah segar. Rambutnya di rapikannya dengan jari - jari tangannya. Kayra melihat pantulan dirinya di cermin, seorang gadis cantik menawan tersenyum kearahnya. Ia pun keluar dari ruang ganti.
Saat itu Dariel menunggu di depan ruang tunggu, ia terpana dengan penampilan Kayra saat ini yang begitu cantik menawan. Seketika ia menelan ludah dengan kasar membayangkan manis dan segarnya bibir Kayra.
Dariel membawakan sebagian besar belanjaan Kayra dalam paperbag. Mereka bergandengan keluar butik. Diantarkan penjaga toko yang tidak henti mengucapkan terimakasih atas kunjungan mereka.
Dariel dan Kayra memutuskan berjalan - jalan sebentar menikmati suasana sore hari di kota pahlawan. Mencoba mencicipi berbagai kuliner yang ada. Kayra sangat suka dengan soto ayam lamongan. Kuahnya yang segar dipadukan dengan koya yang gurih. Membuatnya ketagihan dan berjanji akan beli lagi dilain waktu. Sementara Dariel memilih sate ayam madura dengan nasi lontong. Kayra penasaran dengan tuak buah siwalan, rasanya manis dan sedikit panas saat diminum, khas minuman berfermentasi.
Mereka mengakhiri jalan - jalan sore dan segera mencari tempat yang sepi. Sambil tetap bergandeng tangan dan saling melemparkan candaan mereka berjalan ke belakang sebuah rumah tua. Saat dirasa aman Dariel membawa Kayra berteleportasi kembali ke gua batu.
__ADS_1
Tanpa disadari Kayra dan Dariel rupanya ada seorang hansip yang sedari tadi mencurigai gelagat mereka. Terlebih saat melihat sepasang muda - mudi itu berjalan ke belakang rumah tua. Ia tahu dibelakang rumah tua itu hanya ada gang buntu. Tembok - tembok setinggi empat meter tidak mungkin bisa dipanjat. Tinggal menunggu beberapa saat ia akan menangkap basah muda - mudi itu berbuat mesum, kalau beruntung ia akan dapat uang tutup mulut yang lumayan, melihat si pemuda membawa belanjaan cukup banyak.
Seperti seekor singa yang mengintai mangsa, sang hansip waspada dan terus mengamati jalan keluar. Sudah hampir lima menit, muda - mudi itu tidak juga keluar. Ia segera menuju belakang rumah kosong dan bersiap mengangetkan pasangan muda - mudi yang lagi bermesraan. Namun saat ia tiba di gang buntu ia terkejut, karena tidak di dapatinya muda - mudi yang dilihatnya tadi. Seketika bulu kuduknya meremang. Jangan - jangan yang dilihatnya tadi genderuwo yang menyerupai manusia. Hihihi...... sang hansip ketakutan hingga lari terbirit - birit.