Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Kacau


__ADS_3

Kayra gugup, apakah ia bisa meyakinkan Dariel, kalau ia masih hidup setelah sepuluh tahun menghilang. Ataukah ia akan mendapatkan penolakan darinya?


Kayra semakin dalam memasuki ruang tamu dengan dekorasi pernikahan yang sangat megah. Di salah satu sisi ruangan terdapat pelaminan yang tak kalah megah. Hiasan ratusan tangkai bunga memberi semarak pelaminan yang bernuansa putih dan emas.


Kayra terus menggandeng Rino untuk melangkah mendekat ke arah pelaminan. Namun langkah mereka terhambat oleh banyaknya tamu undangan di ruangan itu.


Kayra menajamkan pandangannya, berusaha mengenali kedua pasang mempelai yang duduk di kursi pelaminan. Sosok pria yang ada di sana tidak seperti Dariel. Apakah sepuluh tahun telah mengubah Dariel?


"Permisi, maaf... silakan menikmati jamuan makan dulu karena mempelai akan beristirahat sebentar." Tegur ramah seorang waitress berbaju putih dengan rambut yang tersanggul rapi ala pramugari.


Kayra merasa kecewa namun karena desakan Rino, ia pun mengajak Rino ke meja prasmanan di ujung ruangan. Kayra mengambilkan makan untuk Rino. Sementara untuk dirinya sendiri ia hanya mengambil segelas jus buah.


Rino makan dengan lahap, karena baru kali ini ia makan seenak ini. Kayra terus saja mencari-cari keberadaan Dariel yang tak nampak dimana pun.


Kayra mulai merasa kalau keputusannya menunggu adalah sebuah tindakan pengecut. Mungkin ia akan segera menyesali apa yang saat ini dilakukannya. Seharusnya ia segera lari ke dalam, berteriak-teriak memanggil Dariel. Namun ia terlalu takut.


Ruangan tampak hening saat musik mengalun lirih. Sepertinya sengaja musik dipelankan kemudian masuk Seorang MC.


"Terimakasih atas kehadiran para undangan sekalian. Sebentar lagi akan ada acara spesial dimana mempelai pria akan menari bersama pasangannya...."


Kata-kata sang pembawa acara terpotong saat mikrophone nya direbut seorang wanita. Wanita bergaun ketat dengan potongan sangat pendek.


"Dariel... keluar! Apa maksud semua ini? Kamu memanggilku jauh-jauh hanya untuk dipermalukan seperti ini?!!!"


Wanita itu tampak sangat marah.

__ADS_1


"Cepat keluar atau kamu ingin ku kacaukan tempat ini?!" Serunya lagi dengan amarah yang berapi-api.


Kayra mengenali wanita itu. "Cerry" gumam Kayra menyebut nama saudara tirinya. Jadi... siapa yang menikah dengan Dariel?


Kasak kusuk mulai merebak diantara para undangan. Mempertanyakan siapa wanita yang berani mengacau dipesta. Mulai ada spekulasi diantara para tamu kalau wanita itu mungkin terganggu otaknya? Bagaimana bisa ia mempermalukan diri sendiri di pesta pernikahan.


Cerry mulai tidak sabar menunggu kedatangan Dariel. Ia merapalkan sebuah mantra dan seketika muncul api yang membakar dibeberapa tempat. Seketika kepanikan meneror. Semua undangan pontang- panting melarikan diri. Mereka saling mendorong berusaha keluar dari tempat acara.


Kayra dan Rino masih bertahan di tempatnya semula. Memandangi kekacauan yang seketika terjadi.


Kayra merasa takjub akan kehebatan Cerry. Orang lain mungkin tidak tahu kalau kebakaran yang menyebabkan kekacauan itu adalah ulah Cerry. Namun Kayra tahu, kalau kekecauan yang terjadi adalah ulah Cerry saudara tirinya.


Semua orang telah keluar. Menyisakan Cerry, Kayra dan Rino di ruangan besar yang nyaris terbakar. Cerry menjadi semakin marah saat Dariel tak kunjung keluar menemuinya. Ia pun masuk ke ruang keluarga, mencari-cari keberadaan Dariel.


"Kau pasti akan menerima konsekuensi karena sudah mempermalukan aku Dariel." Gerutu Cerry masih terus mencari keberadaan Dariel yang tak ditemuinya dimanapun.


Tak seberapa lama datang tiga unit mobil pemadam dan segera memadamkan api yang menghanguskan ruang pesta.


Sebuah mobil sport nampak datang tergesa. Seorang pria tampan turun dari dalamnya. Keningnya mengeryit, tidak menyangka pada apa yang terjadi di rumahnya.



Dia adalah Dariel Erlangga pewaris kekayaan keluarga Erlangga.


Dariel menyapukan pandangnya pada sekumpulan orang yang juga memandangnya dengan penasaran. Pria tampan berjas rapi itu sangat menarik perhatian.

__ADS_1


Kayra dan Rino juga melihatnya. Seketika detak jantung Kayra berpacu. Kerinduannya sudah membuncah dalam dada.


"Riel..." bisik Kayra lirih


"Dariel... Katakan, mengapa engkau mempermalukan aku?" Cerry tiba-tiba sudah berlari mendekati Dariel.


Dariel yang tidak tahu menahu akan apa yang terjadi hanya tertegun.


"Dariel... kamu bilang mau menikah dengan ku? Apa yang sudah kamu lakukan?" Cecar Cerry meluapkan kemarahannya.


"Apa maksudmu Cerry?" tanya Dariel kebingungan.


"Kamu menikahi orang lain, iya kan?" teriak Cerry marah.


"Sebaiknya kita ngobrol di tempat lain!" Dariel melangkah pergi menjauhi Cerry.


"Tunggu!" Cerry berlari-lari mengejar Dariel.


"Apakah kekacauan ini juga ulahmu Cerry?" Tanya Dariel dengan nada dinginnya.


"Harusnya ku lenyapkan juga wanita itu." Jawab Cerry acuh.


"Cerry, aku rasa keputusan ku untuk bertunangan dengan mu adalah sebuah kesalahan. Maaf, aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini." Dariel memasukkan ke dua lengannya dalam saku celananya.


"Oh... karena kamu sudah menemukan wanita lain dan menikahinya. Makanya kau campakkan aku. Dariel... Dariel... kamu hanyalah pria hidung belang. Kata mu kamu cinta Kayra, tapi apa buktinya? hahaha..."

__ADS_1


Cerry tertawa sinis.


Sementara Dariel menggeretakkan giginya menahan amarah.


__ADS_2