Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Terkubur Dalam


__ADS_3


Neta Ardila


*****


Sepulangnya Dariel juga orang - orang de party. Kayra segera masuk ke dalam kamarnya. Ia segera mandi sore, berpakaian santai. Mengenakan celana jeans pendek selutut dengan kaos garis- garis tanpa lengan. Kayra ingin bersantai sejenak. Mencoba menelaah kejadian sepanjang hari ini yang penuh dengan kejutan.


Ia segera mencari buku hariannya dan menuliskan semua kejadian luar biasa sepanjang hari ini. Dirangkainya kata-kata penuh makna, diuntainya syair menjadi puisi hati. Ditorehkannya pena di atas lembaran buku dengan abjad aneh yang belum pernah diketahui dunia.


Aktifitasnya seketika terhenti saat suara ketukan pintu kamar menginterupsi.


tok...... tok...... tok


"Non Kayra, makan malam sudah siap ." Bik Sari berseru memanggil Kayra untuk makan malam.


"Ya, Bik tunggu sebentar. Kayra segera turun." jawab Kayra dari dalam kamar segera ia menyimpan diary nya dan bergegas turun ke ruang makan.


Saat ia membuka pintu, ia mendapati bik Sari masih setia menunggu di depan pintu.


"Ya ampun Bik.... Bibik nungguin Kayra dari tadi?" tanya Kayra sambil merangkul bik Sari dan mengajaknya bersama - sama menuju ruang makan.


"Ibu Neta dan Cerry sudah pulang bik?"


"Belum Non." jawab bik Sari.

__ADS_1


"Trus... Mang Ujang sudah datang Bik?" Sudah Non baru saja, katanya Non Cerry minta diantar ke Mall dan Mang Ujang di suruhnya pulang."


"Kalau gitu kita makan bersama ya bik, panggil mang Ujang juga."


"Baik Non." Bik Sari segera memanggil suaminya untuk makan bersama. Tak berapa lama mereka sudah bergabung di meja dupur menikmati makan bersama. Suasana yang akrab dan diselingi candaan. Serasa kembali kemasa lalu saat Kayra kecil dititipkan oleh ayahnya pada Bi Sari dan Mang Ujang. Sesekali Kayra menyuapkan sesendok makanan kepada bik Sari juga mang Ujang.


Saat itulah Neta pulang dari kantor. Dengan raut lelah dia masuk ke rumah. Ia berniat mau mengambil air dingin di dapur. Namun ketika ia melihat tiga orang sedang makan si dapur. Dan melihat keakraban Kayra dengan Bik Sari juga Mang Ujang hatinya terusik.


Ada sesuatu yang muncul dari hatinya terdalam. Sesuatu nun jauh dibawah sana yang terkubur dan terlupakan.


Sebuah perasaan yang telah diingkarinya puluhan tahun ini. Neta mengurungkan niatnya semula, tanpa menoleh dua kali Neta segera berlalu. Berjalan dengan tergesa menuju kamarnya. Di hempaskan tubuhnya di atas ranjang. Ia segera memeriksa ponselnya. Melihat koleksi foto- foto pribadinya, di sana ada foto seorang pria muda yang sangat tampan. Memakai hem biru dan jas hitam. Garis bibirnya melengkung membentuk senyuman sempurna. Mata yang hitam teduh memberikan rasa nyaman.


Sesaat Neta terpaku pada manik mata pria itu. Kenangan manis saat pertemuan pertama mereka. Neta remaja yang masih berusia belasan tahun. Ia sedang berlari menghindari para body guard nya.


Neta merasa bosan karena kemanapun ia berada selalu ada dua atau lebih pengawal yang selalu menguntitnya. Seperti bayangan yang enggan terpisah darinya. Hal itu sebenarnya wajar saja karena Neta Ardila adalah satu - satunya ahli waris pengusaha kaya raya. Tentunya orang tuanya ingin anak semata wayangnya terlindungi dengan baik. Sehingga ayah Neta mempekerjakan beberapa orang yang cukup handal yang secara khusus bekerja sebagai pengawal pribadi Neta.


Beberapa saat kemudian para bodyguard nya baru menyadari kalau Neta majikan mereka telah hilang. Segera mereka berpencar mencari. Mereka sangat ketakutan dengan kecerobohan yang telah mereka lakukan. Bodyguard nya terdiri dari tiga orang pria dengan baju setelan biru gelap. Tubuh mereka tinggi tegap dengan langkah panjang dan sigap. Hingga akhirnya mereka melihat Neta sedang berlari.


Neta berlari - lari melintasi trotoar basah dan licin. Hujan seharian membuat jalanan tergenang air dimana- mana. Neta kehilangan konsentrasi hingga ia tergelincir di jalanan yang licin. Beruntung ada tangan kokoh yang sigap menangkapnya sehingga ia selamat tidak tercebur di atas genangan air hujan.


"Non hati - hati." Suara wibawa pria itu berhasil membuatnya terhipnotis.


"Te.....ri...ma kasih." Dengan terbata Neta mengucapkan terimakasih. Senyuman pemuda itu telah membuatnya gugup seketika. Neta Ardila jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang pemuda yang baru pertama dilihatnya. Hingga ia tak kuasa untuk terus menebarkan senyuman dan memandangi pria itu hingga lupa berkedip.


Hingga dikejutkan kehadiran tiga orang bodyguard nya. "Non.... mari kita kembali, mobilnya sudah beres." Kata bodyguard bertampang sangar.

__ADS_1


"Dra.... bagaimana kamu bisa ketemu Non Neta?" Tanya salah satu bodyguard yang berkumis tebal.


"Gak sengaja paman, Hendra juga baru pulang sekolah." kata pemuda tampan itu.


"pak Doni kenal?" tanya Neta penasaran.


"Iya Non, Hendra ini anak pak Sabar tukang kebun di rumah, ia membantu ayahnya bekerja sambil sekolah." Jawab pak Doni menjelaskan.


"Ajak pulang bareng kita aja." Neta segera ambil kesempatan untuk mengenal cowok pujaannya itu. Ternyata cowok rupawan yang telah membuatnya jatuh cinta adalah anak penjaga kebunnya yang selama ini juga tinggal dirumahnya.


Bagaimana ia bisa tidak mengenalnya?


Itulah debaran cinta pertama Neta bersama Hendra. Ya cinta pertama yang tidak pernah bisa ia lupakan begitu saja.


Semua detail pertemuannya dengan Hendra membayang seperti baru terjadi. Neta meremas dadanya, menahan gejolak yang membuatnya tak berdaya dan rasa sakit yang menyayat dalam rongga dadanya.


"Kenapa engkau tega meninggalkanku? Setelah semua yang ku perjuangkan ternyata sia - sia saja." Air mata Neta tak kuasa menetes. Ada kesedihan mendalam yang tidak dapat lagi ia tahan. Isakan tertahan mulai keluar dari bibirnya. Namun hanya sesaat.


Hatinya kembali mengeras. Segera ia hapus air matanya dan membersihkan diri di kamar mandi.


Selesai mandi, Neta mengenakan kimononya. Ia kemudian membuka pintu kamar dan berteriak memanggil Bik Sari. "Bik... antar makanan ke kamar!"Setelah berteriak Neta segera masuk kembali ke dalam kamarnya.


Sementara di ruang dapur, Bik Sari sedang mencuci piring bekas makanan mereka. Saat mendengar perintah Neta, bik Sari segera mencuci tangannya. Namun dihentikan oleh Kayra. Bik Sari lanjutin aja cuci piringnya biar Kayra yang antar makanannya. Bik Sari merasa gak enak "Gak papa Non biar bibik aja yang antar makanannya."


"Bik sekalian Kayra ada yang mau dibicarakan sama ibu Neta, gak papa Kayra aja yang antar makanan ini." Kata Kayra sambil mempersiapkan makan malam Neta pada sebuah baki. Tidak lupa ia juga membuatkan jus apel tanpa gula dan susu kesukaan Neta.

__ADS_1


Tok...tok..tok


Kayra mengetok pintu sebelum masuk ke dalam kamar Neta. Namun Kayra mendapat sambutan yang tidak diharapkan.


__ADS_2