
Saat Kayra memaksakan menelan makanannya. Seketika kepalanya terasa berputar- putar, pandangannya menjadi kabur. Apa sebenarnya yang terjadi pada nya? Ia kehilangan kesadaran dan seketika ada sesuatu yang jahat merasuki jiwanya. Ada yang secara paksa mengambil kesadarannya. Hingga Kayra tidak punya daya untuk sekedar merasakan keberadaannya di dunia. Ya.. setiap ada roh jahat yang menguasainya, jiwanya tergusur masuk ke dalam penjara kegelapan.
"Ra... ada apa? Apakah kamu keracunan?" Dariel mendekati Kayra dan langsung memijat tengkuk Kayra. Namun usaha Dariel tidak diindahkan Kayra yang segera bangkit menjauhkan diri dari Dariel. Mata Kayra menyorot tajam penuh kemarahan. Ia serta merta mengarahkan pandangan menusuknya pada Dariel. Mengayunkan tangannya menyerang Dariel dari jarak jauh.
Lengan Dariel terkena serangan Kayra, seakan tergores pedang. Lengan bajunya robek, sayatan itu tembus hingga menggores kulit lengannya. Ada rasa perih dirasanya, dan seketika darah merembes keluar mengenai lengan kemejanya.
Dariel tertegun, beberapa hari Kayra terbebas dari pengaruh jahat. Kenapa malam ini saat mereka dinner romantis tiba- tiba Kayra menyerangnya? Ada perasaan sedih dan kecewa menelusup masuk dalam hati Dariel.
Saat Kayra melihat luka di lengan Dariel karena serangannya. Ada sebuah kekuatan yang serta merta muncul ke permukaan. Seakan menyeret kesadarannya kembali pada tempatnya. Sorot mata Kayra berubah teduh.
"Riel... maafkan aku. Aku tidak sadar
apa yang telah ku lakukan." Kayra memandangi telapak tangannya dengan tatapan ngeri dan jijik. Seakan ada kotoran menempel di sana.
Kayra melangkah mendekati Dariel. Ia bermaksud hendak melihat keadaan Dariel dan ia akan berusaha mengobati Dariel dengan kemampuan khusus yang dimilikinya. Namun Dariel sesaat terperangah. Ia tidak boleh lengah, bagaimanaun ia tidak mau mati konyol di tangan kekasihnya. Dariel memilih pergi meninggalkan Kayra. Ia berlari dan mengunci diri di dalam kamar. Membuat Kayra terkejut. Tidak seperti yang lalu- lalu, sekalipun bukan kali ini saja Kayra tidak sadar menyerang dan menyakiti Dariel. Biasanya Dariel dengan sabar bisa mengerti keadaan Kayra. Namun kali ini terlihat jelas Dariel marah dan membenci Kayra. Dan sorot mata ketakutan yang ditunjukkan Dariel membuatnya sedih.
Kayra merasa hatinya benar-benar hancur. Ia benar- benar tidak sadar saat menyerang Dariel kekasih yang sangat dicintainya. Ia dalam kendali sesuatu yang tidak diketahuinya. Kayra kalut, tidak menyangka Dariel terluka lagi karena nya dan meninggalkannya begitu saja dalam kemarahan. Kayra tidak tahu apa yang harus dilakukannya lagi.
__ADS_1
Saat ini ia hanya bisa menyerah. Sejauh ini belum ada cara untuk menghapus kutukan itu dari dirinya. Air matanya meleleh membanjiri pipinya. Kayra segera berlari keluar rumah. Di kepalanya hanya terpikir satu solusi. Ia harus menjauhi Dariel sejauh mungkin, sampai tidak ada kuasa jahat yang terus mempengaruhinya untuk melukai atau membunuh Dariel.
Kayra berlari menyusuri jalanan yang menurun. High hell yang dipakainya sangat merepotkan. Kakinya sempat terkilir, namun ia bertekat tidak akan berhenti. Ia harus pergi jauh kalau bisa menghilang dari kehidupan Dariel. Dengan menahan rasa nyeri pada kakinya, Kayra membulatkan tekat pergi sejauh mungkin dari villa.
Sampai ia dikejutkan klakson mobil yang berjalan di belakangnya. Mungkin itu Dariel yang mencarinya. Ternyata sepasang suami istri paruh baya. Mobil mereka berhenti tepat di samping Kayra.
"Dek... malam- malam begini mau kemana?" Tanya si istri ramah.
"Mau ke Jakarta Bu. Saya terpisah dari rombongan." Jawab Kayra berbohong.
"Bagaimana kalau kami antar ke terminal atau stasiun?" Tanya si ibu menawarkan bantuannya pada Kayra.
"Kalau boleh saya tahu anak ini nama nya siapa?" Tanya si ibu kembali saat mobil mulai melaju tenang.
"Saya Rara bu. Saya dari Jakarta. Seminggu ini saya dan beberapa teman mengadakan perjalanan wisata ke Batu. Jadwal tiket pesawat jam sembilan malam hari ini. Kami sudah bersiap naik travel, saat tiba- tiba saya sakit perut. Jadi saya buru-buru turun dan berlari ke kamar mandi. Setelah selesai ternyata travel yang kami sewa sudah tidak ada di halaman villa. Itulah sebabnya saya berlari mencoba mengejar travel itu. Tas, hp , uang dan barang- barang semua terbawa travel. Saya bingung pak, Bu... saya harus bagaimana?"
Rangkaian cerita bohong dibuat Kayra. Karena tidak mungkin baginya menceritakan kisah yang sesungguhnya. Sesaat suami istri itu berbisik membahas masalah Kayra. Si bapak memperdengarkan suaranya yang dalam dan berwibawa.
__ADS_1
"Neng, erkenalkan saya pak Sukar dan ini istri saya bu Rahayu. Begini penerbangan terakhir ke Jakarta jam 9 malam.
Tidak mungkin bisa terkejar. Bagaimana kalau naik kereta api. Nanti Bapak yg belikan tiketnya. Besok siang sudah tiba di Jakarta." Solusi si Bapak membuat Kayra bernafas lega.
"Bapak dan Ibu Sukar, saya sangat berterimakasih. Saya tidak bisa membalas kebaikan bapak dan Ibu. Hanya ucapan terimakasih dan doa." Kayra sangat bersyukur ada pertolongan baginya yang tidak diduganya sama sekali.
Mobil Avansa itu melaju menembus kegelapan. Mengejar kereta api malam yang akan segera mengantar Kayra ke Jakarta. Ia sangat merindukan rumahnya, Bik Sari dan mang Ujang, juga ia sedikit merindukan ibu tirinya Neta dan Cerry.
pasangan suami istri itu menepati janjinya. Mereka membelikan Kayra tiket kereta api. Tidak berapa lama kereta api jurusan Jakarta tiba dan menaikkan penumpang. Ini pengalaman pertama Kayra menaiki kereta api. Bersyukur ada teman seperjalanan yang cukup ramah dan duduk dideretannya. Seorang gadis remaja seumuran dengannya. Namanya Ratih ia bekerja sebagai penjaga toko di Bekasi. Ratih orangnya sangat ceria dan pandai bercerita. Membuat perjalanan Kayra terasa mengasyikkan dan jauh dari kebosanan.
"Ra... kamu ke Jakarta kemana tujuanmu?" Tanya Ratih.
"Ehm... aku nggak tahu." Kayra kebingungan. Ia belum memutuskan apakah ia akan pulang kerumah? Tapi kalau ia tidak pulang ke rumah, ia tidak punya tujuan lain. Satu - satunya yang ia punya adalah ibu dan saudara tirinya. Ya ia harus pulang ke sana.
"Apakah kamu kabur dari rumah?" Ratih berusaha mengorek informasi mengenai Kayra.
"Ya... bisa dibilang demikian." Kayra langsung teringat Dariel yang ditinggalkannya di villa. Apakah Dariel sudah mengetahui kalau ia kabur? Apakah Dariel kebingungan mencarinya? Semua pertanyaan seketika berkecamuk dalam pikirannya. Bagaimana kalau Dariel mencemaskannya. Keputusan sudah dibuat.
__ADS_1
Kayra tidak bisa mundur lagi. Ratih terus memerhatikan raut wajah Kayra yang terlihat sedih.
"Tidak salah lagi, gadis ini kabur dari rumah. Akan sangat mudah menjebaknya." pikir Ratih.