Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Menghabiskan Waktu


__ADS_3

Dariel mendekati Kayra yang sedang terbaring. Saat ia akan menyentuh Kayra untuk membangunkannya, tiba - tiba Kayra terbangun dan segera berdiri waspada. Namun Kayra tidak menyadari ia berada diatas batu yang cukup tinggi, ia hampir jatuh tergelincir namun beruntung Dariel dengan sigap menangkapnya. Kayra berada dalam pelukan hangat Dariel. Mata mereka bertemu, ada detak cinta dalam jantung mereka. Semakin kencang berdetak saat mereka berdekatan.


Dariel mendekatkan bibirnya pada bibir Kayra. Ciuman lembut dan dalam tidak dapat dihindarkan. "Rara..., aku mencintaimu." Bisik lirih Dariel disela


- sela pagutan bibir yang semakin intens.


"Aku juga cinta kamu Riel......" desah Kayra mengundang lidah Dariel bermain dalam rongga mulutnya.


Kruuyuuuuuk..... kruyuuuuk


Suara perut Kayra protes minta diisi. Seketika Dariel dan Kayra terdiam menghentikan aktifitasnya.


Hahahaahhaahaaaa.....


Meledak tawa mereka berdua. "Maaf..." Kayra tersipu malu.


"Gapapa..., sudah hampir empat hari cinta belum makan. Aku bawain makanan. Tapi maaf aku gak kepikiran tadi, harusnya bubur, tapi malah kubawain spageti." Kata Dariel penuh penyesalan.


"Untung dibawain selain bubur, soalnya aku paling gak bisa makan bubur ataupun nasi lembek." Jawab Kayra.


"Ini cinta, ayo cepat dimakan." Dariel mengambil spageti dengan garpu dan menyuapkannya pada Kayra.


"Yang.... aku bisa makan sendiri, gak perlu disuapi." Kayra berniat mengambil piring makan dari tangan Dariel. Namun Dariel menahannya.


"Aku ingin menebus kesalahan karena tidak membesuk cinta di rumah sakit." Kata Dariel sambil menyuapkan spageti ke mulut Kayra. Sesaat Kayra menahan kunyahannya ia seperti berpikir tentang sesuatu.


"Kenapa cinta, apa tidak enak?" Tanya Dariel was - was.

__ADS_1


Kayra menelan kunyahannya dan langsung merebut piring dari Dariel. Ia segera menghabiskan spagetinya tanpa sisa.


"Hemmmm enak sekali beli dari mana? aku belum pernah makan spageti saos padang apalagi ada seafoodnya." Kayra mengelus perutnya yang kekenyangan.


Dariel geleng - geleng kepala. "Mungkin karena efek tidak makan beberapa hari makanya rasanya jadi enak." Kata Dariel kemudian mengambilkan Kayra air botol mineral dan semangkuk salad buah. Kayra meneguk air minum namun saat Dariel menyodorkan salad buah ia menolaknya.


"Aku gak suka salad buah." Kata Kayra menolak.


"Mau aku suapin supaya salad buah ini termakan?"


"Gak mau! Aku gak suka ada mayonais nya" Kayra mengelakkan suapan Dariel.


"Kalau ini cinta pasti suka."


Diam - diam Dariel memasukkan sesendok salad buah ke dalam mulutnya. Ia mendekati Kayra dan mencium bibirnya. Kayra tidak mengelak. Saat bibir Kayra terbuka, Dariel mendorong salad buah ke mulut Kayra dengan lidahnya. Spontan Kayra melotot, Dariel tidak melepaskan bibir Kayra tetap memberikan sentuhan lembut pada bibir Kayra.


"Ku suap sekali lagi ya?" kata Dariel sambil mengerling nakal.


"Gak ah... ternyata salad buah rasanya gak seburuk bayanganku." Kayra tersipu dan salah tingkah. Ia mengambil satu sendok salad buah dan langsung dimakannya cepat - cepat.


"Hari ini satu hari penuh kita akan habiskan waktu bersama, Rara ingin ngelakuin apa?" Kata Dariel sambil membelai rambut Kayra yang terasa lembut di tangannya walaupun sedikit kusut.


"Riel, apa aku lagi mimpi ya?" Tanya Kayra galau.


"Kenapa emang nya?" Dariel bertanya pada Kayra.


"Apa aku benar baru kecelakaan? Aku mimpi menabrak truk container. Kemudian Roh ku keluar dari raga. Di ruangan ICU rumah sakit tubuh ku dirawat. Aku melihat tubuh ku luka - luka. Kata dokter kaki ku harus diamputasi karena tulang - tulang nya hancur dan sudah mulai ada infeksi. Bik Sari dan Mang Ujang menangis mereka sangat setia menunggui ku. Bahkan sempat diusir perawat saat mereka menangisi ku. Sementara, kamu Riel.... yang aku tunggu - tunggu tapi tidak sekalipun datang menjenguk ku. Riel .... yang kualami itu hanya mimpi kan?"

__ADS_1


Dariel duduk mendekat dan merangkul Kayra. "Rara... yang kamu alami nyata, bukan mimpi. Aku minta maaf tidak menjenguk mu sama sekali. Kalau aku sampai melihat keadaan mu, aku takut melakukan kesalahan."


"Maksud mu?" Kayra tidak paham maksud Dariel.


"Aku tahu ada sesuatu yang sedang terjadi dalam tubuhmu."


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi pada ku?" Desak Kayra.


"Rara kamu adalah orang terpilih dengan kemampuan khusus. Saat umur tertentu atau saat raga mu pada titik terendah, kemampuan khusus mu baru muncul kepermukaan. Kalau aku datang diwaktu yang tidak tepat, misalnya saat ragamu masih dalam persiapan menerima kemampuan khusus itu dan aku coba membantu menyembuhkanmu. Bukannya menolong, aku malah akan membuatmu lebih menderita. Itulah sebabnya aku tidak menengok mu di rumah sakit." Dariel memberi penjelasan panjang lebar pada Kayra.


"Kalau aku terluka parah dan kata dokter kemungkinan terbaik aku selamat, namun kemungkinan lumpuh total. Sementara yang kualami pada hari ke tiga tiba -tiba aku terbangun dan semua luka mendadak sembuh, bagaimana bisa?" Tanya Kayra lagi.


"Itu salah satu kemamuan khusus mu. Bisa menyembuhkan. Coba pegang tangan ku yang luka ini dan bayangkan kau menyembuhkannya." Dariel membimbing tangan Kayra menyentuh tangannya yang terluka bekas pertarungannya dengan Kayra semalam. Sesaat Kayra berkonsentrasi dengan memejamkan matanya melakukan intruksi Dariel. Saat ia membuka mata, tidak ada yang terjadi. Luka di tangan Dariel tidak bergeming.


"Aku tidak bisa melakukannya." Kayra putus asa.


"Rara pasti bisa, ayo coba lagi. Sekarang lihat aku, lihat Ra... luka ku sangat menyakitkan, tidak kah engkau ingin menyembuhkan ku?" Dariel bersandiwara seakan ia sedang kesakitan karena lukanya. Kayra jadi panik.


"Kalau aku bisa, aku pasti menolongmu Riel...." Dengan tatapan sedih Kayra segera menjamah tangan Dariel yang luka. Saat itu lah keajaiban terjadi. Luka pada lengan Dariel seketika tertutup sempurna.


"Rara... kamu bisa melakukannya. Lihat torehan dan ruam di wajah ku bisa juga kan kamu sembuhkan?" Dariel menuding bagian wajahnya yang terasa pedih dan tidak nyaman. Rara melakukan hal yang sama ia menyentuhkan jari - jari lentiknya di atas permukaan luka Dariel. Keajaiban kembali terjadi semua luka dan ruam pulih seperti sedia kala. Kayra tersenyum bangga.


"Kalau begitu aku bisa jadi dokter tanpa sekolah. Heheehe." Kayra menepuk dadanya berlagak seperti menyombongkan diri.


"Kemampuan khusus, bukan untuk menggantikan sebuah profesi. Kalau itu kamu lakukan, kasihan rumah sakit bakalan tutup, dokter bisa beralih profesi." Jelas Dariel.


"Terus buat apa?" Tanya Kayra tidak habis pikir. Kalau punya kemampuan menyembuhkan setidaknya bisa jadi dokter. Banyak orang tidak perlu mengalami sakit atau mungkin kematian. Seandainya ia punya kemampuan itu saat ayahnya masih hidup tentu ia tidak perlu kehilangan ayahnya yang sangat disayanginya. Ia akan menyembuhkan sakit jantung ayahnya.

__ADS_1


"Setiap kemampuan khusus ada misi tersendiri. Tidak semua orang bisa kita tolong. Salah - salah akan jadi bumerang bagi diri sendiri."


__ADS_2