Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Geng Pink


__ADS_3

Pagi hari yang sibuk di kediaman Erlangga. Kayra dan Daniel bangun kesiangan, karena semalaman mereka ikut begadang menjaga baby boy. Bukan karena baby boy rewel, tapi karena Mirachel terlihat sangat imut dan lucu. Membuat Dariel dan Kayra tidak bosan-bosan memandanginya.


Padahal Kak Raka dan kak Keke tertidur pulas. Namun Dariel dan Kayra begitu setia menjagai baby boy. Setiap gerakan lucu baby boy menjadi momen yang sangat mereka tunggu.


Kayra dan Dariel bisa saja tidak tidur semalaman kalau kak Keke tidak mengusir mereka dari kamar nya. Jam empat kak Keke terbangun karena rasa ingin buang air kecil. Ia begitu kaget melihat Dariel dan Kayra masih duduk manis di sofa menunggui baby boy. Mereka masih asyik berbisik-bisik membahas baby boy.


Karena acara begadang itulah pagi ini Kayra dan Dariel bangun kesiangan. Acara ospek dimulai jam delapan. Jam setengah delapan mereka baru bangun tidur. Jadi lah pagi ini Kayra dan Dariel terburu-buru mandi. Mereka pun tidak sempat sarapan.


"Riel... kita telat banget nich..." Kata Kayra ragu. Dalam sejarah semasa sekolah dia tidak pernah terlambat ataupun sampai bolos. Kali ini ia dihadapkan pilihan sulit. Masing-masing pilihan ada konsekuensinya.


"Tenang aja, kita tidak akan telat kok." Kata Dariel yakin.


Mereka berangkat menaiki Porsche Carrera GT baru hadiah ibu Neta. Dariel melaju menuju gang buntu dekat rumahnya yang biasanya selalu sepi. Kayra bingung, namun ia memilih diam saja. Rupanya di gang buntu itu, Dariel berteleportasi bersama dengan mobilnya. Dalam sekejab mata mereka sudah sampai di jalan raya dekat kampus. Kayra terpana.


"Ra... berikan aku minum." Kata Dariel menjulurkan tangan nya. Kayra segera mengambil botol minum dari dalam tas nya. Peluh membanjiri pelipis Dariel.


"Riel... bagaimana kamu bisa melakukan nya?" Tanya Kayra keheranan.


"Ini seperti teleportasi biasa nya namun didukung menggunakan tenaga dalam. Cukup menguras tenaga. Namun berhasil menolong pada masa genting seperti ini." Kata Dariel masih fokus dengan setirnya.


Mobil mereka sudah memasuki gerbang kampus. Banyak pasang mata spontan mengawasi mereka. Mungkin tertarik dengan mobil mewah mereka. Ada dua orang mahasiswa mendatangi mereka. Mereka adalah orang yang kemarin mengancam Dariel dan juga yang memasang micro kamera.

__ADS_1


"Wah... ternyata kamu anak orang bengkel ya. Setiap hari gonta-ganti mobil. Bagaimana kalau cat nya kita hias sedikit?" Tanya pria bertubuh tinggi, sambil mengeluarkan sebilah pisau lipat dari saku celananya.


Kayra memandang ngeri, sementara Dariel masih tenang-tenang saja.


"Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan berani bikin masalah." Dariel segera menggandeng tangan Kayra mengajaknya segera masuk ke kelas.


Rupanya gertakan halus Dariel dipandang enteng oleh dua mahasiswa itu. Mahasiswa yang baru mengeluarkan pisau lipat itu segera menggoreskan pisau nya pada body mobil Porsche Carrera GT. Tapi kejadian aneh terjadi, tubuh si pemuda seperti terkena setrum. Ia tidak bisa melepaskan pisaunya. Teman nya berusaha menolong namun nasib yang sama dialaminya.


Dua orang mahasiswa itu berdiri dengan badan gemetaran, menempel satu sama lain. Mereka tidak bisa berteriak minta tolong karena selain badan, lidah mereka juga gemetaran tidak bisa bicara. Parkiran itu sudah sepi, karena mahasiswa sudah mulai kegiatannya. Mereka harus bersabar menunggu pertolongan beberapa jam lagi sampai ada yang datang menolong nya.


Kayra dan Dariel menuju ruangan mereka masing-masing. Untung saja mereka tidak terlambat, sehingga tidak perlu mendapat hukuman dari kakak seniornya.


Kegiatan orientasi hari ini diadakan di ruang kelas masing-masing. Kegiatan nya kurang menarik, karena hanya pengenalan bidang studi dan seputar mata kuliah.


Sepanjang penjabaran sks, silabus dan sebagainya, benar-benar hampir membuat Kayra tertidur. Untunglah bel jam istirahat segera berbunyi. Kayra segera menuju kantin. Tak lupa, ia memberi kabar pada Dariel bahwa ia sudah menunggunya di kantin.


Kayra memesan soto ayam dan juga sate. Perutnya sudah keroncongan, karena tadi pagi ia tidak sempat sarapan.


Sesekali Kayra mencari-cari keberadaan Dariel yang belum datang juga. Ia belum ada banyak teman, jadi gak asyik makan sendirian.


Ada tiga orang cewek dengan baju nuansa pink mendekati Kayra. Dari raut wajahnya terlihat marah dan tidak menyukai keberadaan Kayra. "Ehmm.... maaf, ini tempat duduk kami. Kamu cari tempat yang lain aja ya!" Salah satu cewek berkuncir kuda.

__ADS_1


Kayra segera bangkit dari kursinya, saat ini ia tidak ingin membuat masalah. Ia membawa nasi sotonya yang baru setengah dimakannya.


Namun keisengan gank pink tidak hanya di situ saja. Salah satu cewek yang berdiri di dekatnya sengaja menjulurkan kaki nya. Kayra sudah waspada. Ia sengaja menginjak kaki gadis itu yang spontan berteriak kesakitan.


"Aduhhh... kaki ku patah... dasar cewek si*lan." Gerutunya sambil mengusap kaki nya yang sakit. Ia mengaduh dan mengumpat kesal. Dua orang cewek yang lain mengejar Kayra. Salah satu menjambak rambut panjang Kayra.


"Kau anak baru jangan coba-coba menentang kami ya." Bentak cewek yang berhasil menarik rambut Kayra. Ia sudah berniat menjambak. Namun berhasil digagalkan Dariel yang tiba tepat waktu.


Dariel mencengkram tangan cewek yang menjambak rambut Kayra. Ditariknya hingga terlepas begitu saja dari rambut Kayra.


"Kalian jangan macam-macam dengan adik ku ya. Kalau itu sampai kalian lakukan, aku tidak segan mengeluarkan kalian dari kampus ini." Ancam Dariel.


Tiga cewek genk pink itu pun pergi dengan mengedumel tak jelas dan menjauhi Kayra.


Kayra sempat shock. Ia tidak menyangka bagaimana cewek-cewek yang belum dikenalnya tadi membulinya tanpa alasan yang jelas.


Kayra duduk dibangku terdekat. Ia termangu mengingat kejadian yang barusan dialaminya.


"Ra... kamu tidak apa-apa?" Tanya Dariel sambil menyentuh tangan Kayra.


Kayra menggeleng. "Riel... mereka tadi mengusir ku dari kursi yang sudah ku duduki. Mereka bilang, itu tempat mereka. Saat aku mau meninggalkan tempat duduk, salah satu cewek itu berniat menjegal kaki ku. Namun ku balas menginjak kaki nya. Eh mereka tidak terima. Salah satu cewek itu menjambak rambut ku. Riel... seperti inikah keadaan kampus? Mengerikan Riel..." Kata Kayra sedih.

__ADS_1


Dariel menggenggam erat jemari Kayra. "Ra... maaf karena aku tadi masih ada urusan, kamu jadi mendapat kesulitan seperti ini." Kata Dariel penuh penyesalan.


"Riel... siapa sebenarnya genk pink itu?" Tanya Kayra. Ia kecewa di kampus se elite Universitas Tunas Bangsa ada genk cewek dengan kelakuan seperti itu? Kayra membayangkan bagaimana nasib cewek-cewek lemah yang lain. Pasti juga mengalami kesulitan seperti dirinya.


__ADS_2