
Tok....tok...tok...
Suara pintu diketuk dari luar. Kayra segera membukakan pintu. Diluar berdiri seorang abang Ojek Online tersenyum ramah pada Kayra.
"Selamat malam mbak.... Saya mengantarkan paket. Atas nama Kayra Mahendra." Sambil menyodorkan paper bag kecil berwarna merah maroon.
"Ya... saya sendiri." Jawab Kayra terheran-heran.
"Minta tanda tangannya disini ya mbak!" Sambil menyodorkan bolpoint dan selembar nota tanda terima.
"Satu lagi mbak, minta foto bareng sama paketannya ya... buat laporan ke customernya."
Kayra penasaran, siapa yang mengiriminya paket? Aneh sekali.
"paket dari siapa ya bang? gak ada nama pengirimnya?" Tanya Kayra penasaran.
" Maaf non, katanya surprise. Saya tidak boleh memberitahukannya." Abang ojek online segera pamit dan bergegas pergi.
Setelah mengunci pintu, Kayra segera membawa paper bag itu ke dalam kamarnya. Ia sangat penasaran. Dengan segera ia membukanya, didalam paperbag itu ada kotak kecil dibungkus kertas kado gambar hati.
Deg.... hatinya jadi galau, ia ingat saat malam-malam ada orang mengetuk pintu dan meletakkan bunga mawar didepan pintu kamarnya. Dan pelakunya tak lain adalah Rudy yang sangat dibencinya. Ia jadi malas membuka kado kecil itu. Ia berencana akan membuangnya. Saat ia akan membawanya ketempat sampah, tiba- tiba kado itu bergetar.
"Jangan- jangan isinya handphon?" Segera disobeknya kertas kado dan benar di dalam
nya berisi box handphon dengan merek terkenal keluaran terbaru. Segera dikeluarkannya handphonnya dari dalam kotak dan ia melihat ada vcall dari Riel? Seketika hatinya berbunga- bunga.
"Hai..... Riel, ini hadiah buat ku?" Kayra segera mengatur posisi camera hp supaya pantulan gambar wajahnya terlihat jelas.
"Iya, Rara....maaf ya gak bisa antar langsung ke kamu. Soalnya lagi ada acara tunangan kak Raka. Kamu suka gak?"
"Em... suka banget. Makasih ya..." Jawab Kayra dengan senyum mengembang.
"Rara, tolong dijaga ya Hp nya supaya kita bisa tetap berkomunikasi. Maaf ya aku masih ditempat acara nanti kita sambung lagi ya...Da...." Dariel pun mengakiri vcallnya.
Kayra begitu bahagia mendapat sebuah hadiah istimewa dari orang yang paling spesial. Iapun mencium hp pemberian Dariel sambil membayangkan orang yang memberikannya. Heheheh Kayra bertingkah seerti anak- anak yang kegirangan mendapat mainan baru.
Dia berjanji akan menjaga hp pemberian Dariel dengan segenap jiwanya.
Kayra segera membuka setiap aplikasi yang ada di handphon dan mencobanya. Saat ia membuka galeri foto ternyata ada banyak foto-foto di sana. Foto Dariel sendiri, Dariel bersama teman-temannya dan juga bersama keluarganya. Semua dihiasi dengan senyuman Dariel yang menawan. Saat membuka- buka foto muncul ide usilnya. Ia segera mengirim pesan lewat WhatsApp. Yang rupanya sudah diaktifkan Dariel.
"Hallo Riel..... makasih foto-fotonya ya.. pas banget aku lagi memerlukannya. Hehehe"
__ADS_1
"Oh ya....? Emangnya fotoku buat apa? buat ngobatin rindu ya?"
"Nanti aku mau cetak fotonya besar-besar."
"Rara... kamu bikin aku tersanjung." Balas Dariel gemas.
"Habis ku cetak besar-besar, trus aku tempel di kamar, dapur dan gudang".
"Kenapa sampai ditempel di gudang sih?" Balas Dariel penasaran.
"Soalnya buat ngusir kecoak. pasti saat mereka liat foto kamu langsung lari terbirit-birit. hahahhaha😂😂😂." Kayra senyum-senyum sendiri sambil mengetikkan pesan.
"Rara... kamu tega banget sama aku 😢ðŸ˜ðŸ˜." Balas Dariel dengan emotikon sedih.
"Riel.... aku cuma bercanda, jangan tersinggung ya ✌peace...." Kayra takut kalau keisengannya bisa membuat Dariel marah atau ilfeel padanya.
Beberapa waktu pesannya belum dibaca
"Ya ampun, marahkan jadinya." Kayra jadi gak nyaman, ia gak mau kalau Dariel sampai marah kepadanya. Ia menunggu balasan pesan dari Dariel dengan harap- harap cemas.
drrrrrtttt... drrrrtttt
Tanda ada panggilan masuk. Dari Dariel.
"Iya aku marah" jawab Dariel sambil menahan suaranya untuk tidak tertawa.
"Maafin aku ya Riel.... Aku benar- benar becanda gak maksud nyakitin hati kamu."
"Rara aku sangat marah, kamu udah bikin aku kangen setengah mati." Dariel tidak bisa menahan hatinya.
"Ha... maksudnya Riel?" Kayra takut salah dengar. Ia ingin memastikan akan apa yang telah didengarnya.
"Kayra Mahendra, maukah engkau jadi pacar ku?" Dariel langsung mengungkapkan isi hatinya pada Kayra.
Ada perasaan hangat menyelinap memasuki hati Kayra. Seakan ada tamu misterius yang memaksa masuk ke dalam jiwanya.
"Emmmm... apakah kamu serius Dariel? karena kita baru aja kenal." Kayra mencoba mencari kesungguhan dalam perkataan Dariel.
"Rara.... baru kamu yang membuat aku merasakan jatuh cinta. Terus terang, rasa itu sudah ada saat kita bertemu di jembatan Merah. Sejak itu aku ingin selalu ketemu kamu, dan merindukanmu. Seperti saat ini, aku ingin selalu dekat sama kamu, ingin terus dengar suara kamu. please Ra... berikan aku kesempatan untuk mencintaimu dengan segala ketidak sempurnaanku".
Dariel sangat berharap cintanya akan diterima Kayra, gadis pujaannya.
__ADS_1
"Riel.... banyak kekuranganku. Banyak orang mengejek dan menghinaku karena aku jelek. Juga aku sudah tidak punya keluarga. Ibu Neta dan Cerry yang ada
lah Ibu dan adik sambungku tidak mau mengakui aku. Di rumahku sendiri aku dijadikan pembantu. Bahkan aku tidak bisa membela diri ku di depan mereka. Trus bagaimana nanti hubungan kita, kalau mereka menentangnya? Aku takut patah hati ataupun sampai menyakitimu, Riel." Kayra menumpahkan segala kegalauannya dengan isakan tertahan.
"Setiap hubungan pasti ada tantangan, kalau jodoh dari Tuhan, tidak akan ada yang bisa memisahkan." Hibur Dariel.
"Riel.... hubungan kita pasti tidak akan mudah. Terutama ibu tiri ku tidak akan berdiam diri, bila sampai ia mengetahuinya. Aku takut ia akan berbuat jahat juga padamu."
"Rara... biarlah terjadi seperti kehendak Tuhan. Kita cukup menjalani saja. Jangan kuatir pada hari esok. Tapi percaya pada Tuhan, ia yang akan membimbing dan menolong kita."
"Riel... terimakasih telah mencintai ku. Aku juga sayang kamu."
"Rara... aku janji akan menjaga cinta kita sampai pada pernikahan kudus nanti. Saat aku meraih cita- citaku jadi dokter, juga kamu jadi pengacara hebat. Masih lama Ra... lima tahun lagi. Maukah engkau bersabar untuk ku?"
"Ya... Riel, aku akan setia padamu."
"Makasih Rara... Met bobok Cinta, I love you."
"I love you too".
Tiba- tiba terdengar ledakan yang memekakkan telinga.
Duarrrrrrr.....
Kayra sangat kaget dan ketakutan, ingin hatinya memastikan tidak terjadi apa-
apa di dalam rumahnya, namun ia terlalu takut untuk sekedar keluar dari kamar.
Drrt....drrt suara notif pesan dari Dariel.
"Cinta jangan lupa berdoa minta perlindungan Tuhan." bunyi pesan dari Dariel.
"Trimakasih sudah diingatkan sayang." Balas Kayra dengan hati lega dan mulai tenang.
Ia segera menyembunyikan hpnya, tidak lupa di mode silent. Segera ia rapikan sofanya. Kemudian ia mulai berlutut dan berdoa meminta perlindungan dari Tuhan. Tidak terasa sampai hampir dua jam ia berdoa. Kayra langsung merebahkan tubuhnya dan tertidur dengan pulasnya. Terbawa ke alam mimpi indah.
Kyra tidak menyadari ada puluhan makhluk tak kasat mata dengan berbagai bentuk mencoba meringsek masuk ke dalam kamarnya. Namun makhluk- makhluk itu seakan tertahan oleh tembok tebal yang tak terlihat.
Di tempat lain, di atas sebuah batu karang di sebuah tanjung. Neta bersila menghadap laut sambil merapal mantra- mantra. Tidak berapa lama, ia terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya. Ia segera meludahkan darah dari mulutnya yang terasa asin dan anyir.
Kutukan dan serapah langsung keluar dari bibirnya.
__ADS_1
"***** selama ini aku meremehkannya, sekarang dia sudah terlalu kuat. Aku harus cari jalan lain untuk menaklukkannya, jangan sampai kitab itu juga jatuh ketangannya."
Neta beranjak pergi...