
"Riel.... jangan macam- macam ya di kamar nanti!" Kata Kayra takut- takut.
"Cinta aku gak minta macam- macam. Minta nya cuma satu macam aja." Jawab Dariel melucu.
"Ih gak lucu tahu..." Kata Kayra sambil mencubit gemas perut Dariel. Membuat Dariel meringis kesakitan.
"Ra... kenapa kamu mencubit ku? Sakit lho... aku pasti membalas mu!" Kata Dariel seraya berusaha menangkap Kayra yang telah lebih dulu melarikan diri masuk kamar.
Kayra bersembunyi di balik pintu, yang langsung ditemukan Dariel dalam sekali pandang.
"Ye.... ketemu!" Teriak Dariel kesenangan. Ia segera mendekap Kayra yang tidak berkutik dalam dekapan nya.
Dariel mencium harum wangi tubuh Kayra, membuatnya langsung mendekatkan hidung ke arah asal bau wangi melati. Di ceruk leher Kayra yang jenjang. Beberapa lama, Dariel memuaskan indra penciuman nya di sana.
Seakan ingin menyesap habis wangi tubuh Kayra. Namun bukan nya berkurang, wangi melati itu semakin lembut dan mengundang.
Hembusan panas nafas Dariel seketika membuat Kayra menggelinjang. Ada getaran menyentak keluar dari luar kesadaran nya. Kecupan dan hembusan nafas Dariel seakan membangunkan suatu hasrat dari dalam tubuh nya.
Sebuah keinginan untuk penyatuan dengan suaminya itu. Bibir Dariel menjelajah sepanjang leher jenjang nya dan tidak menyisakan sedikit pun terlewat. Membuat Kayra tidak sadar mengeluarkan desahan- desahan yang semakin memprofokasi Dariel.
Dariel merebahkan Kayra di ranjang nya yang empuk. Ia memberikan sentuhan- sentuhan di area sensitif Kayra. Membuat Kayra mendesah lirih. Kelopak matanya seakan digelitik, membuat nya merem melek setiap saat Dariel menyentuh nya.
Bibir mereka sekarang sudah saling bertaut kembali. Dariel memberikan kecupan- kecupan cinta yang tidak bisa dijabarkan dengan kalimat puitis. Sebuah sentuhan yang semakin intens dan dalam. Memberikan rasa bahagia yang tak terlukiskan dengan kata.
"Ra... aku mencintai mu..." Bisik Dariel lembut. Memberikan sebuah keyakinan dalam diri Kayra. Ya... dia akan memberikan segalanya untuk suami nya. Saat ini.
"Riel... I love you too," balas Kayra sambil memberikan ciuman terbaiknya.
Tangan Dariel langsung bergeril ya. Menghalau setiap rintangan yang menghalangi penyatuan mereka. Hingga tak satu pun benang melekat di tubuh mereka berdua. Kembali Dariel menjelajah di setiap lekuk tubuh Kayra yang mengundang kecupan dari nya.
Tak lupa ia memberikan sentuhan di perut dan di bagian sensitif Kayra. Membuat Kayra kegelian nikmat hingga tak sadar ia menekan kepala Dariel semakin mengetat pada nya. Perlakuan Kayra semakin memompa semangat Dariel untuk memuaskan istrinya.
Membuat mereka semakin hanyut dalam hasrat kedua nya. Sebuah penyatuan indah berhasil mereka lewati.
Meskipun awalnya Kayra merasakan sakit dibagian sensitifnya, namun dengan kelembutan Dariel, mereka akhirnya bisa merasakan kenikmatan. Bersama- sama mereka meraih puncak kenikmatan itu. Membuat Kayra menjerit puas dan Dariel tersenyum penuh kemenangan.
"Trimakasih Cinta... kau telah menjaga kesucian mu untuk ku." Bisik Dariel lembut. Kayra tersenyum bahagia. Mereka berpelukan dan bersembunyi di balik selimut. Menyembunyikan tubuh mereka yang berpeluh.
Kayra tertidur dipelukan Dariel. Tanpa memperdulikan belaian tangan Dariel di rambut panjang nya. Rupanya Dariel masih menikmati keindahan wajah istrinya. Ia tersenyum bahagia, dan selalu berdoa agar kebahagiaan ini terus ada dalam rumah tangga mereka.
Sesekali Dariel mendekatkan hidung nya di ceruk leher Kayra, menikmati wangi lembut melati yang seakan menjadi obat tidurnya. Dariel pun tertidur.
"Kring.... kring..." Suara alarm hp membangunkan mereka tepat jam lima. Dariel dan Kayra terbangun karena bisingnya suara alarm yang di setel Dariel.
Dariel dengan malas mematikan alarm nya. Tak sengaja selimut mereka tersingkap dan mempertontonkan tubuh polos mereka. Kayra spontan menarik selimut dan menutup kembali tubuh nya. Membuat Dariel tersenyum.
"Ra... aku sudah lihat semua, tak usah kamu malu lagi. Toh semua yang kamu miliki adalah milik ku. Dan milik ku adalah milik mu. Bener gak?" Tanya Dariel sok puitis. Membuat Kayra mencibirkan bibir nya menggoda dariel.
Rupanya bibir Kayra yang lucu seketika membangkitkan hasrat Dariel kembali. Tanpa sungkan ia langsung mencecap bibir Kayra tanpa ampun. Penyatuan tubuh dua insan itu kembali terjadi. Getar- getar cinta semakin menggelora. Membuat mereka terkulai kelelahan setelah sama - sama mendaki kenikmatan.
__ADS_1
"Riel... cukup... sudah sore. Nanti malam ada acara lagi. Jangan sampai kita kelelahan. Gak lucu lho kalau kita berdua pingsan di acara resepsi nanti." Kata- kata Kayra mengundang tawa Dariel pecah.
"Hahaha... kalau boleh, gimana kalau kita tidak usah hadir di acara resepsi. Mendingan kita di sini aja. Oh ya... siang tadi kita gagal ke Amsterdam. Malam nanti kita ke Paris aja ya... bulan madu di atas menara Eifel." Rayu Dariel.
"Gak... gak mau.. ntar kalau nyasar di tempat lain kayak tadi siang gimana? Trus diusir orang. Enggak Ah.." Kayra menolak rencana Dariel, sepanjang siang tadi ia merasa tidak enak. Setelah mendapat usiran dari penjaga taman, dia pun digoda kak Keke juga papa Erlangga.
"Sebaiknya aku mandi saja. Rasanya badan ku lengket semua." Kayra hendak beranjak dari ranjang, namun mendadak rasa nyeri menyerang bagian sensitifnya.
"Aduh...." rintih Kayra sambil menutup bagian sensitifnya dengan tangan. Dariel melihat Kayra merintih, ia segera bangun.
"Ra... ada apa?" Tanya Dariel kawatir.
"Ehm.. nyeri..." Kayra mengeryit menahan rasa sakit di se*langkangan nya.
Dariel langsung membopong Kayra ke dalam kamar mandi. Ia menduduk kan Kayra di atas closed dan mengisi bath up dengan air panas. Setelah ia memastikan air dalam bathup hangat. Kembali ia membopong Kayra dan memasukkan nya dengan hati- hati ke dalam bathup.
Ternyata air hangat dalam bathup cukup ampuh meredakan rasa nyeri yang dirasa Kayra. Ia pun mulai rileks, saat rasa sakit itu berkurang.
Dariel langsung mandi cepat- cepat menggunakan shower. Ia pun bergegas memakai baju. Tak berapa lama ia kembali menemui Kayra di kamar mandi. Membawa sesuatu dalam tangan nya.
Satu box pizza hangat, juga ada milk jus dalam dua cup gelas. Kayra hanya melongo melihat nya.
"Riel... kamu baru belanja ini?" Tanya Kayra heran. Melihat Dariel sudah membawa makanan dan minuman untuk nya. Ia akan segera keluar dari bathup, namun ditahan Dariel.
"Ra... kamu berendam saja. Takut nya masih sakit. Ini obat pereda nyeri diminum ya, supaya kamu tidak tersiksa." Dariel menyerahkan sebutir pil pereda nyeri pada Kayra yang segera ditelannya dengan bantuan air mineral.
"Makasih Riel... kamu perhatian banget." Kata Kayra sambil matanya berkaca- kaca karena bahagia. Dariel mengecup kening nya.
Mereka pun menikmati pizza jumbo topping daging sapi yang masih mengepulkan asap. Kayra dan Dariel sangat lahap, ini karena mereka baru memeras keringat bukan untuk kerja namun untuk mendaki puncak kenikmatan. Ternyata menyedot energi, hingga membuat mereka kelaparan.
Rasanya satu buah pizza jumbo tidak cukup untuk mereka berdua. Dariel sudah berencana mau membeli lagi, namun Kayra melarang nya.
"Sudah cukup Riel... habis ini kubuatkan makanan untuk kita." Bisik Kayra manja.
Kayra merasa sudah baikan, ia pun segera menyelesaikan mandinya.
"Ra... ku gendong ya." Dariel menawarkan bantuan nya.
"Enggak usah Riel... aku sudah tidak sakit lagi." Kayra merasa sudah baikan, tidak ada lagi rasa nyeri di area sensitif nya.
Mereka saling membantu mengeringkan rambut. Sekali- kali Dariel menciumi wangi rambut Kayra. Dan melabuhkan ciumannya di bahu dan leher Kayra. Namun saat ada sesuatu yang mulai mendesak di bawah sana, ia segera menghentikan keisengannya.
Kayra sempat bingung melihat Dariel, yang seperti orang mengerem mendadak. Namun ia menjadi paham saat melihat raut wajah Dariel. Kayra tak tahan menahan senyuman nya.
"Ra... kamu menertawakan apa?" Tanya Dariel yang rupanya memperhatikan Kayra dari pantulan kaca rias.
"Eng... gak, aku cuma tersenyum aja. Mengagumi wajah suami ku yang sangat ganteng." Kata Kayra ngeles.
"Kamu menggoda ku ya Ra... apakah kamu ingin... sekali lagi." Goda Dariel membuah wajah Kayra seketika merona.
__ADS_1
"Cukup... nyeri ku aja baru sembuh, apakah Riel gak kasihan sama aku?" Kayra cukup syok Suami nya cepat sekali terangsang. Membuat nya sedikit takut, bagaimana ia nantinya bisa mengimbangi dan memuaskan suaminya.
"Iya... cinta, aku bisa menahan nya sampai nanti malam. Hehehhe." Tawa Dariel.
"Udah jam berapa ini, ayo kita ganti baju dan segera turun. Takut nya dari EO the Party sudah ada yang datang." Kata Kayra mencoba mengalihkan pikirannya. Mereka pun segera berganti pakaian. Dan tak berapa lama mereka sudah duduk manis di ruang keluarga.
"Kirain masih tidur, rencana nya tadi aku mau nyalain petasan buat bangunin kalian." Kata kak Raka sambil menyusul duduk di sofa dekat Dariel.
"Kak Raka ini jahat banget, masak merencanakan mau nyalain petasan hanya untuk membangunkan kami?" Protes Dariel pada kakak nya.
"Ya untung lah kalian sudah cepat bangun, jadi tidak perlu buang uang untuk beli petasan." Kata Raka sedikit menyesal. Tingkah Raka benar- benar membuat adik nya gemas. Dariel langsung berdiri dan menggencet hidung kakak nya kuat- kuat. Baru dilepaskan nya saat Raka berteriak kuat- kuat.
"Aduh... lepaskan... sakit tahu!" Teriakan Raka mengagetkan Dariel, membuatnya melepaskan kakak nya.
"Kakak sih... pikiran nya iseng banget. Oh ya kak, bagaimana kuliah kami?" Tanya Dariel mengingatkan rencana kuliahnya.
"Kenapa? kalian berubah pikiran setelah menikah jadi tidak bersemangat kuliah ya?" Raka asal menebak.
"Kakak ini... kami akan lanjut kuliah. Tapi setahu Dariel, ada peraturan yayasan kalau mahasiswa tidak boleh menikah selama masa kuliah?" Tanya Dariel mengorek info dari kakak nya.
"Ya... memang. Tapi yayasan juga tidak menolak mahasiswa yang sudah menikah. Mengerti maksud ku?" Raka balik bertanya.
"Oh... gitu... paham kak. Terus gimana nanti kalau Kayra hamil. Apakah masih bisa kuliah?" Tanya ragu Dariel.
"Gampang itu... bisa diatur. Kalian berencana ingin cepat punya anak ya?" Pertanyaan Raka membuat Kayra malu. Pertanyaan yang terus terang, membuat Kayra jengah. Ia berpura- pura sibuk mengganti saluran televisi.
"Iya lah kak... kak Raka sebentar lagi jadi ayah, kasihan kan kalau gak ada teman bermain. Maka nya kami akan lembur supaya nanti anak kak raka ada teman mainnya." Raka yang mendengar jawaban Dariel geleng- geleng kepala. Tidak menyangka adik nya sudah bertumbuh dewasa.
"Maaf permisi tuan, ada karyawan The Party sudah menunggu di ruang tamu." Kata seorang pembantu wanita melapor kepada Raka.
"Baik, makasih ya Bik." Jawab Raka sopan. Keluarga Erlangga sangat menjaga sikap walaupun itu hanya kepada pembantu. Membuat Kayra terkagum pada didikan papa Erlangga pada dua putranya.
"Kalian langsung ke kamar tamu. Semua sudah disiapkan di sana." Kata Raka kepada Dariel dan Kayra. Mereka bertiga berjalan menuju ke ruang tamu. Disana sudah menunggu beberapa karyawan the Party.
Dua Orang pria melambai langsung mengarahkan Dariel dan Kayra ke sebuah kamar yang sudah mereka persiapkan. Kamar itu berisi dua meja rias dan beberapa setel gaun dan jas couple.
Dua orang perias itu masing- masing menangani Dariel dan Kayra. Dariel merasa agak risih saat wajah nya diberikan bedak. Ia sempat protes, namun saat sang perias memberi penjelasan akhirnya ia pasrah.
Terlebih saat melihat lirikan Kayra. Yang seakan berkata kepada nya. "Nurut aja, supaya cepat selesai!" Seketika membuat Dariel menurut, seperti kerbau di cucuk hidung nya. Bahkan saat si perias memakaikan lipbalm pada bibir nya ia menurut saja.
Kayra disulap menjadi gadis ala korea. Sangat cantik dengan gaun simpel putih nya. Rambut nya dibiarkan terurai, membuatnya terlihat cantik alami. Sementara Dariel mengenakan kemeja putih yang sengaja tidak terkancing. Dipadukan dengan celana jeans. Rambutnya diberikan gel cukup banyak, hingga memberi kesan basah. Dariel terlihat sangat maco dengan belahan dada yang diekspos memperlihatkan otot- otot yang mulai terbentuk.
Pemotretan pertama dengan setting ala korea dibawah ribuan hamparan bunga sakura yang sedang mekar. Kayra dan Dariel tidak menyangka kalau background pengambilan foto dibuat senyata itu. Karena sebelumnya ia berfikir mungkin kurang persiapan jadi fotonya nanti hanya mengandalkan fotoshop saja. Perkiraan mereka salah.
EO The Party punya kak Raka totalitas memberikan pelayanan ke pada mereka. Kerja sama yang sangat baik diantara karyawan The Party membuat acara pengambilan foto Dariel dan Kayra berjalan sangat lancar. Satu jam setengah bisa menyelesaikan pengambilan gambar dengan enam setting yang berbeda.
Yang paling membuat Kayra kagum, enam setting berbeda dengan gaya rambut dan make up yang berbeda juga. Kurang dari sepuluh menit, sang perias berhasil mengubah nya seperti sebuah sulap.
Make up dan gaun terakhir lah yang dipakai mereka untuk acara resepsi sebentar lagi. Dariel dan Kayra begitu penasaran dengan hasil pemotretan mereka. Tidak disangka puluhan foto terbaik mampu dihasilkan foto grapher itu. Membuat Kayra dan Dariel berdecak kagum melihat hasil foto mereka.
__ADS_1
"Bagus banget... nanti tolong di cetak sebuah foto yang paling bagus. Sebagai hadiah untuk ibu Neta ya." Pinta Kayra pada fotographer nya.
"Baik Non" Nanti kalau sudah selesai editing nya. Saya kirimkan soft copy nya supaya tuan dan nyonya bisa memilih, mana- mana yang ingin dicetak." Jawab sang Fotographer profesional. Tentunya ia tidak ingin mengecewakan klien nya.