Mantra Kutukan

Mantra Kutukan
Pencarian


__ADS_3

Di rumah besar Erlangga nampak Dariel dan Erlangga berbicara dengan lima orang pria berseragam polisi.


"Adakah informasi mengenai menantu saya?" Tanya Erlangga pada kelima orang polisi itu.


"Informasi terakhir nyonya Kayra terlihat di Jawa Timur tepatnya di pelabuhan Tanjung Perak." Kata salah satu polisi menyampaikan informasinya.


"Kalau begitu langsung aja dilakukan pencarian di area Surabaya dan sekitarnya!" Kata Dariel antusias. Dua hari tanpa istirahat, dia terus mencoba mencari Kayra namun belum juga membuahkan hasil. Bahkan mencari sedikit jejak keberadaan Kayra saja tidak juga didapatnya. Saat ia mendengar kabar dari intelegen polisi itu semangatnya kembali menyala. Ada harapan ia akan segera menemukan istrinya.


"Sebenarnya bukan hanya di Surabaya namun informan kami juga mendapati wanita mirip nyonya Kayra berada di lima kota pada waktu yang hampir bersamaan."


Gleg... informasi itu membuat Dariel semakin galau. Bagaimana bisa ada lima orang wanita yang mirip dengan Kayra berada di lima tempat yang berbeda. Apakah jangan-jangan yang menculik Kayra mempunyai kemampuan berteleportasi seperti dirinya. Kalau itu memang terjadi, pantasan dia tidak bisa melacak keberadaan Kayra. Dan yang paling membuatnya gelisah, ia sama sekali tidak bisa bertelepati dengan Kayra.


"Bagaimana bisa Pak?" Tanya Dariel penasaran.


"Jadi ada informan-informan kami yang memberi laporan kalau tadi pagi berkisar jam sembilan mereka melihat wanita yang sangat identik dengan nyonya Kayra. Ini foto-foto yang dikirimkan dari kelima tempat yang berbeda itu."


Dariel menĂ²erima setumpuk foto dari tangan salah seorang polisi. Ia mulai mengamati foto-foto itu. Wanita dalam foto sangat mirip dengan istrinya, namun hatinya menolaknya. Ia merasa, mereka bukan Kayra.


"Mereka bukan istriku. Tak satupun dari mereka." Dariel kembali menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa. Rasa kecewa kembali menyeruak dalam hatinya.


Erlangga merasa penasaran. Ia mengambil tumpukan foto dari atas meja. Ia terperangah melihat lima lembar foto yang diberi keterangan tempat pengambilan gambarnya.


Ia tidak meragukan kalau foto yang dipegangnya adalah Kayra menantunya. Namun kenapa Dariel mengatakan kalau itu bukan Kayra?


"Riel... kamu yakin kalau foto itu bukan Kayra?"


"Bukan Pa. Mereka hanya orang yang mirip dengan Kayra." Kata Dariel yakin.

__ADS_1


Sebuah keanehan, bagaimana bisa diwaktu yang sama bisa muncul lima wanita yang sangat mirip dengan Kayra? Masing-masing terpisahkan pulau berbeda. Apakah ini suatu pengalihan?


Dariel menghela nafas berat. Bagaimana kalau terjadi hal buruk pada istrinya?


"Apakah sudah dipastikan ke lima lokasi itu apakah ada tanda-tanda keberadaan Kayra?" Tanya Erlangga memastikan.


"Kami sudah mengerahkan anggota ke lima tempat itu namun kami kehilangan jejak."


"Baiklah Bapak-bapak, kami sangat berterimakasih atas kerja kerasnya. Kami sangat berharap pencarian ini cepat membuahkan hasil." Kata pak Erlangga menutup pertemuan mereka. Para Polisi itu pamit mengundurkan diri.


"Riel... Papa kangen babby M. Bisakah bawa pulang babby M ?" Tanya Erlangga saat melihat Dariel akan beranjak dari kursinya.


"Babby M sedang bersama neneknya. Biar saja malam ini babby M menginap di rumah ibu Neta. Besok siang baru saya jemput. Malam ini Riel mau coba cari Rara di sekitar pelabuhan. Semoga saja kali ini Riel dapat petunjuk. Doakan ya Pa... supaya Kayra cepat ketemu." Kata Dariel sambil melangkah menuju kamarnya.


"Riel jangan lupa makan dulu, supaya ada tenaga dan jangan lalai jaga kesehatanmu!" Nasehat Erlangga. Ia tidak tega melihat Dariel yang tidak beristirahat sama sekali.


Ayah dan anak itu menuju ruang makan. Mereka menikmati makan malam dalam diam, sibuk dengan segala pikiran mereka masing-masing.


"Riel... apakah engkau berfikir kalau penculik Kayra bukan orang biasa?" Tanya Erlangga memecahkan kebisuan diantara mereka.


Dariel menghentikan makannya. Ia menatap papanya dengan penuh tanda tanya.


"Riel... kamu kan punya ikatan kuat sama Rara. Kalau sampai dua hari kamu tidak bisa merasakan keberadaannya, mungkin orang yang menculik dan menyekap Kayra punya kemampuan khusus?"


Dariel mengangguk-anggukkan kepalanya. Prediksi papanya sangat masuk akal. Selama ini ia tidak pernah kesulitan bertelepati dengan Kayra. Namun dua hari ini ia sama sekali tidak bisa menjangkau Kayra.


"Riel... Papa tadi pagi lihat berita di televisi, katanya malam ini akan muncul Bloodmoon dan itu akan memicu aktifitas supranatural. Papa berpikir, apakah ini ada kaitannya dengan kalian? Ehmmm Riel... sudah lama papa menyimpan pertanyaan ini. Apakah Rara juga punya kemampuan khusus seperti mu?" Erlangga melemparkan tatapan keingintahuannya, membuat Dariel dilema.

__ADS_1


Apakah ia akan terus menyembunyikan semua pada papa nya?


"Iya Pa... Kayra juga seperti aku." Jawab Dariel pelan. Ia berharap papa nya tidak terlalu banyak bertanya karena sebenarnya ia sangat enggan untuk menceritakan kemampuan khususnya. Semata-mata untuk menjaga papanya agar tidak terkena masalah.


Sepertiya Erlangga mengerti keengganan Dariel. Ia memilih mengalihkan pembicaraan.


"Riel, sebelum para polisi tadi datang, Rahardian ngasih info." Erlangga menjeda kalimatnya, sebenarnya dia ragu untuk melanjutkan kata-katanya. Ia takut info yang akan diberikannya tidak ada hubungan nya dengan hilangnya Kayra. Erlangga merasa tidak nyaman membuat Dariel merasa tidak diprioritaskan.


Dariel sangat jelas mendengar keraguan dalam benak papanya. Ia sengaja memberikan papanya ruang. Terlebih karena ia tidak ingin papanya mengetahui kemampuan khususnya membaca pikiran orang.


Setelah beberapa saat terdiam, Erlangga akhirnya melanjutkan bicaranya.


"Riel... ini tentang mamanya Kesya."


Dariel menatap papanya dengan tatapan bingung. Kenapa papanya sampai berurusan dengan Amanda wanita jahat itu?


"Maaf mungkin ini tidak ada kaitannya dengan hilangnya Kayra. Namun papa berfikir, sekecil apa pun kemungkinannya sepatutnya kita tidak boleh mengabaikannya."


"Iya itu benar Pa. Info apa yang sudah berhasil didapatkan Rahardian?" Tanya Dariel antusias.


Beberapa waktu yang lalu ia telah membuat masalah dengan Rahardian. Ia telah menghapus vidionya yang sedang berteleportasi dengan Kayra. Membuat Rahardian kehilangan hasil kerjanya yang hampir sebulan. Ini membuat Rahardian semakin terpuruk dengan ketergantungannya dengan minuman keras.


Dariel pun belum sempat meminta maaf atas kelakuannya saat itu. Ia berjanji pasti akan menjelaskannya padanya. Untuk kali ini Dariel merasa cukup lega mendengar Rahardian telah kembali aktif menjadi informan bagi ayahnya.


"Bu Indah, mamanya Keke terlihat di sebuah villa di Bogor. Villa itu berpenjaga sangat ketat. Juga sering terlihat aktivitas mencurigakan. Rahardian sudah menyusupkan anak buahnya ke dalam villa itu."


"Dimana Villa itu Pa?"

__ADS_1


"Di Bogor, nama Villa nya Bloodmoon."


__ADS_2