Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Ketika Hati Mulai Bertindak


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu Eva pun merasa tidak tenang saat berada di kantor apalagi jika harus berhadapan langsung dengan bosnya itu.


Dia begitu gugup jika harus bertemu dan bertatap muka dengan mahluk sempurna tersebut. Dan Aletta dengan mata tajamnya bisa melihat gelagat dari sahabatnya itu.


"Kamu kenapa VA, seperti nggk tenang gitu? tanya Aletta tiba tiba yang membuat Eva sedikit terkejut.


Eva yang terkejut memandang wajah temannya itu dengan muka kesal.


" Mbak Al, bisa nggk sih nggk bikin aku terkejut gitu.?


Aletta malah senyum senyum usil.


"Kamu kepikiran sama pria yang kamu jumpai kencan buta tempo hari ya? tanya Aletta semakin kepo.


Eva memang kepikiran dengan seorang pria yang dia jumpai di malam kencan buta tersebut. Namun pria yang ada dalam pikirannya berbeda dengan pria yang ada dalam benak Aletta.


Dengan wajah males Eva hanya mendengus menghembuskan napas dengan berat membalas pertanyaan Aletta.


Melihat sikap Eva yang cuek cuek bebek Aletta langsung berbalik kembali ke mejanya.


Beberapa detik kemudian Pak Ardian muncul.


"VA, tolong file ini kamu antar ke ruangannya Pak Grego ya! setelah meletakkan file di meja kerjanya Pak Ardian langsung beranjak dari sana kembali ke ruangannya.


Dengan rasa berat hati Eva pun harus berhadapan dengan pria yang telah merasuki pikirannya tersebut.


Setelah mengetuk pintu dengan cukup pelan Eva segera masuk tanpa harus menunggu jawaban dari sosok yang ada dalam ruangan tersebut. Grego terlihat sibuk di depan layar komputernya. Kedatangan Eva tidak mengalihkan perhatiannya sama sekali.


"Maaf Pak, ini file yang bapak minta dari Pak Ardian! ucap Eva dengan suara yang sebenarnya terasa gugup.


Dan Grego hanya menjawab....


" hemmm..!!!

__ADS_1


Eva langsung meletakkan berkas tersebut di atas meja dan dengan langkah cepat dia langsung pergi. Dia tidak ingin berlama lama di ruangan tersebut.


Setelah bayangan Eva tak lagi terlihat diruangan tersebut, Grego malah menatap ke arah pintu. Seakan akan dia sedang melihat Eva disana. Padahal tadi saat Eva sudah ada dihadapannya dia malah terlihat pura pura sangat sibuk. Namun sebenarnya ujung matanya mencoba melirik ke arah Eva.


Demi rasa harga diri yang sangat tinggi dia tidak ingin jika Eva melihatnya sedang menatapnya.


Dasar laki laki pecinta harga diri.


Benaknya pun kembali membayangkan peristiwa malam itu saat Eva pulang dari kencan butanya.


Flashback....


Ketika Grego sudah membantu Eva dan menaikkannya ke dalam mobil dan berniat untuk mengantar karyawannya tersebut pulang ke rumah dengan selamat.


Selama dalam mobil mereka berdua hanya terdiam cukup lama. Tidak ada yang berani untuk memulai perbincangan diantara keduanya. Suasana di dalam mobil itu lebih sepi dibandingkan dengan suasana di kuburan.


Tapi berkat rasa penasaran yang begitu besar dalam hati Grego dia pun memberanikan diri mengawali percakapan dengan bertanya kepada Eva.


Dengan perasaan gugup Eva pun menjawab pertanyaan tersebut. Dengan suara pelan dan sedikit gemetar Eva menjawab.


" Tadi saya ada kencan buta di restaurant itu pak!


Grego langsung ngerem mendadak. Untuk tidak terlalu kencang sehingga Eva tidak sampai terjerembat ke depan dan untung ada seat belt yang melindunginya.


" Kamu bilang apa? tanya Grego memperjelas pendengarannya.


" Kencan buta Pak! jawab Eva lagi.


"Ngapain kamu ikut kencan buta? tanya Grego tidak percaya jika gadis itu ternyata mau ikut kencan buta.


"Mbak Aletta yang mendaftarkan saya Pak.! jawab Eva dengan jujur dan polos. Grego kembali menghidupkan mesin mobil dan melaju dengan tenang membelah jalanan ibu kota.


"Lalu dimana pria itu. Kenapa dia tidak mengantar kamu pulang? Tanya Grego dengan rasa tidak suka. Terdengar dari tekanan suaranya yang seperti emosi.

__ADS_1


"Sudah pulang duluan tadi Pak! jawab Eva.


"Apa? Dia pulang tanpa mengantar kamu balik ke rumah? Pria macam apa itu? ucap Grego semakin emosi mendengar jawaban Eva.


"Pria tidak bertanggung jawab! ucapnya lagi.


Eva hanya terdiam dan bingung dengan sikap Grego yang terlihat emosi dan marah.


Entah dia marah kepada siapa.


"Lalu kamu jadian dengan pria tidak bertanggung jawab itu? tanya Grego lagi.


"Tidak Pak. Kami tidak saling menyukai! jawab Eva dengan polosnya.


"Baguslah kalau begitu. Pria seperti dia tidak pantas untuk kamu. Atau dengan wanita manapun. Dasar tidak bertanggung jawab!


Grego terlihat begitu gondok sekali dengan kelakuan pria yang menjadi teman kencan buta Eva tersebut.


" Lain kali kamu tidak perlu ikut ikutan kencan buta seperti itu.! ucapnya dengan tegas.


Bukannya menjawab Eva malah hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


Dan ternyata Grego masih mengingat dengan jelas tempat tinggal Eva. Tanpa Eva beritahu Grego sudah mengantar Eva sampai didepan rumahnya dengan selamat.


Sebelum turun dari mobil Eva melihat ke arah Grego dan mengucapkan terima kasih. Eva pun langsung keluar dari mobil dan langsung menutup pintu mobil tersebut. Dia berdiri sejenak disamping mobil dan menunggu sampai Grego meninggalkan rumahnya. Dan Grego memang langsung pergi begitu saja. Mobil itu melaju dengan cukup kencang.


Flash off....


Setelah membayangkan kejadian tersebut tiba tiba Grego malah tersenyum. Entah apa yang dipikirkannya sampai sampai dia tersenyum seperti itu. Perasaan senangkah karena Eva mendengarkannya ketika dia melarang wanita itu untuk ikut kencan buta?


Namun yang pasti ada sesuatu yang terjadi dengan hatinya ketika melihat wanita itu.


Eva terasa misterius baginya sehingga membuatnya begitu penasaran dan ingin mengenal wanita itu lebih dalam.

__ADS_1


__ADS_2