Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Sahabat Atau Cinta


__ADS_3

Siang itu Gia sedang menikmati suasana kampus yang tenang dan sepi bersama teman-temannya di bawah gazebo taman kampus. Kevin yang baru saja tiba di kampus, ketika melihat Gia sang gadis pujaan sedang bersantai bersama teman-temannya hatinya mulai bersemangat. Pagi-pagi langsung disuguhkan pemandangan yang indah seperti ini bagaimana tidak menyenangkan hati. Setiap kali melihat wajah manis Gia, selalu membuat hatinya berbunga-bunga dan bahagia.


Kevin pun melangkah menjumpai Gia dan squadnya itu.


" Hai,! sapanya.


Gia menoleh ke arah sumber suara. Gia tak lagi terkejut jika mereka lihat sosok Kevin yang dengan tiba-tiba muncul dihadapannya. Karena walau bagaimanapun dia ingin menghindar mereka pasti akan bertemu. Gia kini sudah mulai menerima keadaan. Selama dia masih berada di kampus ini dan berstatus sebagai mahasiswa, maka sangat besar kemungkinannya jika mereka pasti akan sering bertemu. Apalagi mereka berada dalam satu kelas yang sama meski Kevin adalah mahasiswa senior namun ada beberapa mata kuliah yang harus diulangnya.


Seperti saat ini, Kevin yang muncul dihadapannya dan tak mungkin diusirnya.


" Hai! balas Gia diikuti oleh teman-temannya.


" Boleh gabung disini nggk? pinta Kevin dengan mimik wajah memohon. Teman-teman Gia saling melirik satu sama lain lalu kemudian serempak menoleh ke arah Gia. Seakan meminta persetujuan darinya.


" Silahkan! jawab Gia akhirnya mempersilahkan. Kevin dengan senang hati langsung duduk dekat Gia.


" Gi, nanti siang kamu masih ada jadwal kuliah nggk? tanya Kevin.


" Kenapa? jawab Gia balik bertanya.

__ADS_1


" Adik gue Keenan pengen ketemu kamu. Katanya dia rindu sama kamu! ucap Kevin. Gia menatap tajam kepada dalam bola mata Kevin. Gia seakan sedang menyelidiki apakah pria disampingnya itu berkata jujur atau hanya sedang membohonginya saja.


Kevin tahu jika gadis itu sedang mencurigainya. " Aku tidak lagi berbohong. Ini beneran loh. Keenan pengen ketemu sama kamu. Nggk mungkin kan aku bawa dia ke kampus untuk ketemuan sama kamu? ucap Kevin untuk meyakinkan Gia. Melihat sorot mata Kevin yang sepertinya memang berkata jujur Gia pun mengiyakan.


" Baiklah. Nanti siang aku ikut kamu.!


Mendengar jawaban Gia tak terkira betapa bahagianya hatinya. Gadis ini memang berhati baik dan lembut. Kevin menyunggingkan senyum terbaiknya. Hari ini tak akan disia-siakan olehnya. Sejujurnya hati Kevin sangat bahagia sekali ingin rasanya dia melompat-lompat seperti anak kijang yang kegirangan. Namun dia harus menahan diri agar jangan sampai memperlakukan diri sendiri dihadapan Gia dan teman-temannya. Mau ditaruh dimana mukanya nanti. Sebagai pria idola kampus Kevin harus selalu menjaga image dan wibawanya dihadapan teman-teman kampusnya itu. Jangan sampai mencoreng nama baiknya diantara sesama civitas.


Siangnya, Kevin sudah menunggu Gia di pintu gerbang kampus. Rasanya tak sabar ingin segera melihat wajah manis Gia. Meski tadi pagi mereka baru saja bersama-sama. Tapi tetap saja hatinya begitu merindu. Gadis itu memang benar-benar istimewa.


Namun tak perlu menunggu lama sosok Gia terlihat berjalan menuju ke arah Kevin. Gia memang bukan tipe wanita yang suka mengulur-ngulur waktu. Sekalipun dia tidak menyukai seseorang dia tetap akan bersikap baik dan menghargainya.


" Maaf ya lama menunggu! ucap Gia merasa bersalah karena muncul sedikit terlambat.


Kevin lalu membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Gia untuk masuk terlebih dahulu. Kevin benar-benar memperlihatkan sisi pria sejatinya demi seorang Gia. Dan bagi Gia sendiri diperlakukan dengan penuh perhatian seperti ini tentu saja menggugah hatinya. Bagaimanapun sebagai sesama manusia respect terhadap usaha orang lain itu sangat penting.


Disaat Gia masuk ke dalam mobil Kevin, ternyata dari kejauhan Varen memperhatikan mereka berdua. Varen penasaran, mengapa Gia masukkan kedalam mobil Kevin? Ada hubungan apa diantara mereka berdua.? Varen pun teringat akan cerita Kevin perihal gadis pujaan hatinya. Apakah mungkin gadis yang dimaksud oleh Kevin adalah Gia? Gadis yang juga sedang mengisi hatinya saat ini.


Apakah mungkin mereka berdua telah menyukai gadis yang sama? Oh, tidak mungkin. Bagaimana jika itu benar-benar terjadi.? Mereka memang sering bersaing dalam melakukan sesuatu. Namun persaingan mereka bukan untuk menonjolkan diri siapa yang paling diantara mereka. Tapi hanya sekedar motivasi bagi mereka berdua untuk terus berkompetisi menunjukkan hal-hal positif yang dapat mendukung kemampuan mereka masing-masing.

__ADS_1


Tapi dalam hal perasaan atau hati, mereka sudah sepakat tidak akan ada persaingan. Karena cinta dan perasaan bukanlah hal yang pantas untuk dipersaingkan. Karena cinta dan perasaan merupakan anugerah yang sangat istimewa dari Tuhan.


Varen pun beranjak dari sana dan berencana mencari informasi tentang Gia ataupun Kevin belakangan ini dari teman-temannya yang lain. Meski dirinya dan Kevin adalah sahabat ada kalanya mereka tak saling bercerita apa saja yang sedang mereka lakukan selama 24 jam. Satu atau dua rahasia pasti tersembunyi dalam diri mereka masing-masing yang tidak harus diceritakan kepada orang lain sekalipun itu adalah sahabat sendiri.


Tak perlu menunggu waktu yang lama, Varen kini sudah mengumpulkan informasi yang dicarinya. Dan sesuai dengan dugaannya. Gia adalah gadis yang sama-sama mereka sukai. Gadis yang sama yang telah mencuri perhatian diantara mereka berdua.


Varen terduduk sejenak. Mencoba mencerna dengan baik bagaimana selanjutnya. Sahabat atau cinta? Jika dirunut waktu, siapa yang pertama kali bertemu dan berkenalan dengan Gia, dia sendiri pun tidak tahu. Varen tidak tahu harus berbuat apa dan bertindak bagaimana. Dia juga tidak tahu bagaimana dengan perasaan gadis itu. Siapakah pria yang dia sukai.


Namun dari sudut pandangnya sendiri, ketika bertatap muka dengan Gia dia bisa menilai jika sorot mata gadis itu berbinar bahagia saat menatap dirinya. Namun disaat bersama Kevin dia tidak tahu bagaimana sorot mata Gia saat memandangnya.


Ataukah Varen harus mengundurkan diri segera sebelum Kevin juga menyadari tentang perasaannya kepada Gia.? Tapi seperti pernah Kevin katakan kepadanya, " Gia adalah gadis yang istimewa. Dia berbeda dari gadis-gadis lainnya. Dan Kevin berkata benar ketika sahabatnya itu mengatakan bahwa dirinya pasti akan jatuh cinta juga saat pertama kali melihat sosok Gia.


Dan itu benar-benar terjadi. Pada saat jumpa pertama kali di Bali waktu itu, Gia sebenarnya telah mencuri hatinya. Namun Varen berusaha untuk menyangkalnya karena saat itu dia merasa jika perasaan sesaat Itukan akan hilang seiring berjalannya waktu. Tapi siapa mengira jika mereka dipertemukan kembali di kampus ini.


Seolah-olah semesta merestui perasaan yang ada dalam hatinya. Namun seakan semesta juga sedang mempermainkan dirinya. Karena kini dia harus memilih diantara menjaga persahabatan yang sudah lama terjalin dan melupakan rasa cinta dalam hatinya. Ataukah mengabaikan persahabatan dan mempertahankan rasa cinta dalam hatinya?


Varen kini bergulat dengan perasaannya sendiri. Mengapa disaat hatinya sudah begitu yakin telah menemukan cinta sejatinya yang selama ini dicarinya, harus dihadapkan pada dilema seperti ini? Adakah semesta sedang mencoba bermain hati dengan dirinya? Selama ini dirinya telah lama bertualang mencari sudut-sudut hati yang benar-benar tulus untuk mencintainya. Dan selama itu pula tak satupun yang benar-benar menyentuh kedalaman hatinya.


Dan ketika Gia hadir dalam hidupnya, sekalipun Gia belum pernah mengutarakan isi hatinya, tapi hati Varen langsung tersentuh dan yakin jika Gia adalah gadis yang sudah lama ditunggunya.

__ADS_1


Untuk saat ini, Varen tidak tahu harus memutuskan seperti apa. Hanya bisa berpasrah pada kehendak semesta dan sang Penguasa Semesta.


Dalam keresahan hatinya Varen hanya bisa memejamkan matanya. Menyerahkan semuanya pada rencana Tuhan. "Terjadilah padaku menurut kehendakMu."


__ADS_2