Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Janji Seorang Ayah


__ADS_3

Malam itu Grego memutuskan untuk bermalam di rumah Eva. Sepanjang malam dilewatinya dengan tidur bersama Gio. Sebelum mata terlelap mereka berdua saling bercerita dari hati ke hati. Layaknya antara ayah dan anak yang sudah begitu lama terpisahkan. Gio nampak bahagia dalam tidurnya malam itu. Mungkin itu adalah malam yang paling membahagiakan di sepanjang hidupnya. Grego sungguh menunjukkan kasih sayangnya dengan tulus dan jujur dan hal itu bisa dirasakan oleh Gio.


Itulah mengapa dia begitu merasa nyaman dan senang saat berada bersama dengan Grego. Malam itu terasa begitu cepat berlalu. Ingin rasanya Gio memperpanjang waktu agar bisa berlama-lama dengan Grego. Karena kesempatan seperti ini tentu tak akan datang untuk yang kedua kalinya. Dia ingin menikmati malam berdua dengan Grego sebagai seorang anak yang ingin dimanja sang ayah. Grego yang bisa melihat dan merasakan jika Gio benar-benar sangat merindukan kehangatan dari seorang ayah, mengerti akan keinginan bocah manis itu.


Dicurahkannya kasih sayangnya pada Gio malam itu. Dipeluknya anak itu hingga terlelap dalam tidurnya. Seandainya Eva bisa melihatnya dia pasti akan bisa merasakannya juga apa yang sedang dialami oleh kedua pria manis itu.


Pagi hari langit begitu cerah. Matahari nampak bersinar dengan terang dan hangat. Sehangat kasih sayang ketiga insan manusia yang ada di dalam rumah itu.


Grego dan Gio masih terlelap dalam mimpi indah mereka. Eva yang sudah bangun lebih awal dan melihat adegan manis itu menjadi terharu biru. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat indah di pagi hari.


Dibiarkannya kedua pria yang sangat istimewa dihatinya itu melanjutkan tidur indah mereka. Dia pun menyibukkan diri untuk menyiapkan sarapan bagi mereka bertiga.

__ADS_1


Sambil memasak hatinya bersenandung bahagia, khayalan-khayalan indah menari-Nari dalam benaknya. Membayangkan kebersamaan diantara mereka seandainya mereka benar-benar hidup bersama. Tentu saja hari-hari yang mereka lalui akan terasa lebih bahagia lagi.


Saat sedang asyik-asyiknya memasak, Eva tidak sadar jika Grego dan Gio sedang memperhatikannya sejak tadi. Kedua insan itu senyum-senyum lucu melihat tingkah Eva yang asyik sendiri dan sekali-kali nampak menari-nari kecil menggoyang-goyangkan pinggul dan bahunya.


Dan tiba-tiba terdengar suara tawa dari keduanya membuat Eva sadar jika ada orang yang menontonnya bertingkah aneh seperti tadi. Eva berbalik dan melihat Grego dan Gio yang berdiri di ujung meja makan menyaksikan dirinya sejak tadi. Perasaan malu pun muncul dalam hatinya membuat wajahnya memerah dan menjadi salah tingkah. Tak mampu berkata-kata dan terdiam adalah jalan satu-satunya.


Eva pun pura-pura menyibukkan diri seolah-olah dia tidak melihat siapa-siapa.


Makanan sudah terhidang di meja makan. Grego dan Gio sudah selesai membersihkan diri dan kini duduk manis dihadapan hidangan lezat yang dimasak oleh Eva dengan penuh cinta. Hanya tinggal menunggu Eva yang masih membersihkan dirinya.


Tak berapa lama kemudian Eva ikut bergabung. Setelah mengucap syukur pada Sang Maha Kuasa, hidangan pun siap untuk dipindah tempatkan dari atas meja kedalam perut yang dari tadi sudah berdemonstrasi karena merasa lapar. Eva melayani kedua pria itu layaknya seorang istri dan ibu yang melayani anak dan suaminya. Mendapatkan perlakuan yang begitu manis dari Eva membuat Grego berlonjak kegirangan dalam hatinya. Sedangkan Gio memandangi kedua insan dewasa yang ada dihadapannya saat ini dengan perasaan yang bercampur aduk. Bahagia, senang, haru, membuatnya tak ingin hari ini berlalu.

__ADS_1


Grego yang melihat ke arah Gio segera menangkap dengan jelas bagaimana perasaan anak itu sekarang ini.


" Gi, om janji nanti om akan lebih sering datang kesini dan kita bisa bersama-sama seperti ini. " ucap Grego memberikan suatu harapan untuk bocah itu. Mendengar hal itu Gio tersenyum lebar dan hatinya sungguh senang.


" Janji ya om? Gio ingin bermain lagi bersama dengan om! ujarnya dengan polosnya.


Grego membalas dengan senyuman dan anggukan. Sedangkan Eva tak mampu menyembunyikan perasaannya saat itu. Tak henti-hentinya senyum lepas dari bibir manisnya. Seandainya ini tidak hanya untuk sementara waktu saja.


Grego dan Gio saling menautkan kedua jari kelingking mereka sebagai simbol janji mereka berdua. Pinky promise kata orang-orang.


Moment manis yang tercipta di pagi ini memberi semangat baru dalam diri Grego. Selama perjalanannya di dalam mobil menuju kantor tak henti-hentinya bibirnya melukis senyum. Sekali-kali terdengar tawa kecil karena mengingat moment indah saat berada di rumah Eva. Hingga tak terasa dia sudah tiba di kantornya. Para karyawannya yang memandangi tingkahnya yang sedikit aneh pagi ini pun menjadi penuh tanda tanya. Mereka tidak pernah melihat Presidir mereka bertingkah seperti itu. Jadi menurut mereka ini adalah sesuatu hal yang janggal. Tapi bagi Grego, dia tidak peduli apapun itu. Siapa yang berani membicarakannya jangan harap kau akan selamat.

__ADS_1


__ADS_2