Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Awal Penderitaan


__ADS_3

" Horeee.....! teriak Gio kegirangan ketika mendengar Bundanya mengatakan jika hari ini mereka akan pulang dengan naik bus trans. Ternyata Gio juga rindu akan masa-masa mereka saat masih berdua dulu.


" Sepertinya anak Bunda bahagia sekali! ucap Eva dengan senyum-senyum.


" Iya dong Bunda! Bersama Bunda aku pasti selalu bahagia.! ucapnya dengan bangganya.


Mereka berdua pun segera beranjak dari sana. Untuk mencapai Halte bus trans yang berjarak kira-kira 370 kaki dari gerbang sekolah dan melewati dua zebra cross yang berlawanan arah. Eva menggandeng tangan Gio dan Gio berjalan sambil melompat-lompat kecil karena bahagianya. Dari mulut mungilnya terdengar senandung gembira. Sebelum menyebrang di zebra cross yang pertama mereka berhenti sejenak menoleh kiri kanan memastikan tidak ada kendaraan yang akan lewat.


Setelah memastikan aman mereka berdua menyebrang dengan selamat. Tiba di penyebrangan yang kedua mereka juga berhenti sejenak melihat kiri dan kanan. Nampak sebuah mobil mewah warna silver parkir di sisi kiri jalan tidak jauh dari tempat mereka berdua berdiri.


Setelah memastikan keadaan juga aman mereka pun menyebrang. Tapi Gio tiba-tiba melepaskan genggaman Bundanya dan berlari menyebrangi jalan. Eva pun jadi panik.


" Sayang, jangan lari tunggu Bunda! teriak Eva.


Mobil yang sedang parkir tadi pun tiba-tiba saja melaju dengan kencangnya ke arah Gio dan Eva. Eva yang melihat ada sesuatu yang tidak beres segera berlari mengejar Gio berusaha untuk menyelamatkannya. Namun laju mobil itu begitu kencang dan Eva tidak akan bisa menggapai tubuh Gio dengan cepat. Tanpa berpikir panjang Eva berusaha melompat dan mendorong tubuh Gio dengan keras dan yang terjadi berikutnya.......! Mobil silver menghantam tubuh Eva dengan keras hingga terdengar dentuman yang cukup kuat. Tubuh Eva terlempar hingga beberapa meter. Sedangkan mobil itu terus melaju tidak peduli jika nyawa yang ditabraknya itu masih hidup atau sudah tak bernyawa lagi. Jalan aspal hitam itu kini berlumur darah Eva. Orang-orang mulai berkerumun dan beberapa orang berinisiatif menghubungi pihak yang berwajib.

__ADS_1


Sedangkan Gio yang menyaksikan kejadian tersebut dengan tubuh yang juga lecet dan memar karena di dorong oleh sang Bunda terdiam mematung. Dipegangnya lengan Bundanya yang sudah berlumuran darah. Wajahnya terlihat pucat pasi, pandangannya kosong dan napasnya seakan-akan sedang berhenti bernapas.


Butuh waktu hampir satu jam pihak yang berwajib baru tiba bersama dengan mobil ambulance. Tubuh Eva yang berlumuran darah segera diangkut ke dalam ambulance dan dibawa ke rumah sakit. Pihak yang berwajib pun membawa Gio serta karena orang-orang yang ada ditempat itu mengaku jika bocah itu bersama dengan wanita korban tabrak lari itu.


Grego yang sedang sibuk di kantornya, tiba-tiba saja merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya. Rasa sakit dan perih tiba-tiba saja menghujami jantungnya. Kontak bathin diantara mereka memang sangat kuat. Merasa ada yang tidak beres dan hati serta pikirannya pun tidak tenang, diambilnya telvonnya kemudian dihubunginya nomor Eva.


Bunyi nada panggilan terdengar masuk tetapi tidak ada respon. Grego berulang kali menghubunginya tapi tidak ada jawaban sama sekali. Eva tidak pernah tidak mengangkat telvonnya kecuali dia sedang tidur. Hati Grego semakin gelisah dan was-was.


Hatinya merasa jika sesuatu yang buruk sedang terjadi saat ini. Dengan perasaan yang gelisah dan khawatir Grego pun berniat untuk pulang ke rumah untuk memastikan jika Eva dan Gio sudah berada di rumah saat ini.


Saat panggilan sudah terhubung hanya dengan sekali panggilan, terdengar jawaban dari salah satu asisten rumah tangga itu.


" Halo bi, ini saya Grego, apa Nyonya Eva dan Gio sudah pulang dari sekolah.? Tanya Grego sambil melangkah tergesa-gesa menuju parkir di basement.


" Belum Tuan. Dari tadi Nyonya dan Tuan muda belum pulang dari sekolah.! jawab asisten tersebut.

__ADS_1


Grego semakin bertambah cemas dan khawatir. Sudah lebih dari satu jam yang lalu waktu bagi Eva seharusnya menjemput Gio dan sudah seharusnya mereka ada di rumah saat ini. Tapi asisten rumah tangganya baru saja memberitahukan dirinya jika Eva dan Gio belum kembali sama sekali. Dan baru saja dia hendak masuk ke dalam mobil, telvonnya berdering dan nama Eva yang muncul di layar.


Diangkatnya segera dan baru saja dia hendak berbicara bibirnya langsung terdiam kelu karena suara orang yang berbicara di telvon dengannya saat ini bukanlah suaranya Eva tetapi suaranya seorang laki-laki.


" Apakah ini dengan Tuan Grego? tanya pemilik suara itu.


" Ya saya sendiri! jawab Grego


" Kami dari kepolisian, saat ini istri anda dan anak anda sedang berada di rumah sakit. Mereka jadi korban tabrak lari.! Beritahu Pak polisi


Mendengar berita itu, tubuh Grego seakan lemas tidak bertenaga. Bagai tersambar petir. Dipegangnya pintu mobil dengan erat karena tubuhnya hampir saja terjatuh.


Sedangkan saat ini di ruang ICU Eva sedang berjuang antara hidup dan mati. Dokter sedang berusaha menyelamatkan nyawanya. Pendarahan besar terjadi di otaknya akibat benturan yang sangat keras. Gio dirawat di salah satu ruangan ditemani oleh seorang perawat. Gio hanya diam membisu tidak bersuara sama sekali. Sepertinya dia mengalami trauma psikis karena menyaksikan secara langsung peristiwa yang cukup mengerikan bagi seorang anak seusianya. Bahkan orang dewasa saja merasa ngeri ketika melihat kejadian tersebut. Matanya terus memandang langit-langit rumah sakit dengan tatapan kosong.


Grego berlari tak tentu arah disepanjang koridor rumah sakit. Seluruh jiwa raganya bagai remuk dan sakit. Entah bagaimana kondisi Eva dan Gio saat ini. Dia berusaha membuang pikiran-pikiran buruk dari dalam pikirannya.

__ADS_1


Dia lalu bertanya pada seorang perawat yang ada disana letak ruangan ICU. Dengan kondisi yang seperti orang linglung, Grego tetap berusaha untuk kuat. Ya dia harus kuat demi dua orang yang dicintainya itu.


__ADS_2