
Eva sedang berdiri di depan pintu rumah Grego. Hatinya sedikit gugup seolah-olah ini adalah yang pertama kali baginya berdua saja dengan Grego.
Ditariknya napas panjang. Lalu ditekannya bel pintu rumah besar itu.
Tidak berapa lama pintu terbuka dan Grego muncul dari balik pintu. Malam ini dia terlihat sangat mempesona. Meski hanya dengan memakai kemeja polos ketat dan celana denim yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang macho Grego bak model pria yang begitu tampan dan elegant. Wanita manapun yang melihatnya pasti akan tergoda.
Eva yang disambut dengan senyuman manis membuatnya semakin gugup dan gemetaran.
Jantungnya berdetak semakin kencang.
Grego langsung meraih tangan Eva dan membawanya masuk kedalam menuju sebuah ruangan yang sudah disulap sedemikian rupanya. Penerangan di ruangan tersebut nampak remang namun jadi terasa romantis.
Sebuah meja bundar diatasnya menyala sepasang lilin merah, lengkap dengan sebotol wine dan hidangan lezat yang mungkin tidak pernah di rasakan oleh Eva. Bahkan namanya saja Eva tidak tahu sama sekali.
Dipersilahkannya Eva untuk duduk di salah satu kursi yang telah dihias dengan indahnya.
Grego pun duduk di kursi persis berhadapan dengan Eva.
Perasaan Eva semakin tidak menentu. Senang, bahagia bercampur gugup. Yah karena ini merupakan pengalaman yang pertama baginya. Sekalipun dulu dia pernah punya pacar tapi tidak pernah melakukan hal romantis seperti ini.
Eva hanya bisa terdiam tak mampu untuk berkata apa-apa. Bahagianya sungguh tak terkatakan.
__ADS_1
Grego juga sepertinya tidak banyak berbicara. Dia seakan-akan ingin menikmati kebersamaan ini dengan sepuas-puasnya.
Dilayaninya Eva dengan sangat istimewa.
Malam ini Eva bagaikan seorang Ratu yang dilayani oleh sang Raja.
Setelah menikmati hidangan makan malam yang romantis, tanpa banyak berbicara. Kemudian mereka berpindah ke ruangan lain yang lebih romantis lagi dihiasi dengan bunga-bunga nan cantik dan indah.
Mata Eva sungguh disuguhkan dengan pemandangan yang begitu menakjubkan.
Mungkin seumur hidupnya Eva tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti malam ini.
Grego lalu memutar musik romantic menambah suasana malam itu semakin sempurna.
Grego merogoh sesuatu dari dalam kantung celananya dan langsung berlutut dengan satu kaki dihadapan Eva. Dan Eva tentu saja merasa terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh pria idamannya itu.
" Va, maukah kamu menjadi pendamping hidupku yang menemaniku seumur hidupku. Menjalani setiap hari yang indah bersamaku.
Aku berjanji akan membahagiakanmu bersama dengan Gio." ucap Grego dengan percaya diri sembari menyerahkan sebuah cincin berlian putih yang sangat indah.
Eva hanya terdiam terpaku. Semua peristiwa malam ini berada di luar kendalinya.
__ADS_1
Tapi tak perlu baginya berpikir lama untuk menjawab permintaan Grego.
Apalagi ketika Grego menyebut nama Gio dalam lamarannya itu. Sambil mengangguk Eva menjawabnya dengan yakin dan pasti,
" Aku bersedia mendampingi kamu dan berbagi kebahagiaan bersamamu dan putraku Gio seumur hidupku. Hanya satu pintaku jangan pernah menyakiti hati Gio karena dia adalah hartaku yang paling berharga."
Grego langsung berdiri dan memeluk Eva dengan begitu erat dan hangat.
" Aku berjanji akan selalu membahagiakan kamu dan Gio. Karena bagiku Gio sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Bagiku kamu dan Gio adalah harta yang paling berharga." bisik Grego di telinga Eva. Eva tersenyum bahagia sekali. Dibalasnya pelukan Grego dengan memeluknya lebih erat lagi.
Bahagianya kali ini berlipat-lipat ganda rasanya.
Rasanya ucapan syukur tiada henti-hentinya diucapkannya dalam hati kepada Sang Maha Kuasa.
Sungguh besar anugerahNya yang diterimanya saat ini. Tuhan sungguh menjawab doa-doanya selama ini.
Dan sebagai ungkapan rasa sayang dan bahagianya Grego pun menghadiahi Eva dengan ciuman yang romantis. Eva pun membalasnya sebagai ungkapan rasa cintanya yang berbalas.
Malam itu berakhir dengan ciuman yang begitu memabukkan. Kedua mahluk Tuhan itu mengungkapkan rasa cinta mereka dalam pelukan hangat dan ciuman mesra.
Tubuh mereka seakan menunjukkan tanda-tanda cinta yang sudah lama terpendam.
__ADS_1
Dan disaat ini mereka berdua melampiaskan gairah asmara yang sudah lama merindukan kehangatan cinta dan kasih sayang antara pria dan wanita.