Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

Eva sudah bersiap akan pergi menjumpai Grego dan Joe di sebuah restaurant. Malam ini adalah malam yang sedikit menegangkan bagi Eva karena dia akan membuat suatu keputusan menyangkut masa depannya dan juga masa depan Gio.


Mengenakan gaun merah marun bermotif bunga lily di dadanya Eva terlihat lebih anggun dari biasanya. Dengan rambut digerai menutup lehernya yang jenjang dan mulus.


Aura kecantikannya nampak natural sehingga membuat siapapun yang memandanginya takkan bosan bahkan semakin ingin memandanginya karena terpesona. Kira-kira pukul 07.00 Grego dan juga Joe sudah sedang dalam perjalanan. Pertemuan kali ini sepertinya akan menjadi malam yang panjang dan bersejarah bagi Eva. Tak pernah dalam khayalannya sekalipun akan mengalami peristiwa jatuh cinta yang cukup kompleks seperti sekarang ini. Taksi yang ditumpangi oleh Eva berhenti tepat di depan restaurant yang sebelumnya sudah direservasi oleh Eva.


Eva turun dari taksi online dan berhenti sejenak di depan pintu restaurant sebelum memasukinya. Dia menarik napas panjang seolah-olah dia hendak akan pergi ke daerah pertempuran.


Setelah merasa keberaniannya sudah penuh, Eva pun melangkahkan kakinya memasuki restaurant tersebut.


Grego terlihat sudah datang lebih awal. Dia sedang duduk sambil memainkan telvon genggamnya.


Eva pun berbatuk kecil seperti memberikan sebuah sinyal agar Grego melihat ke arahnya. Grego yang mendengarnya menoleh ke arah Eva ketika melihat Eva dia langsung berdiri dan menyambutnya dengan senyum yang manis.


" Malam Va." sambutnya dengan segera menarik kursi keluar dan mempersilahkan Eva untuk duduk dihadapannya.


"Malam Tuan Muda." balas Eva dan langsung duduk.


" Malam ini kita tidak ada boss dan karyawan, kamu jangan memanggilku dengan sebutan itu." ucap Grego.


Eva hanya membalasnya dengan senyuman dan anggukan.


" Kamu mau pesan apa Va? tanya Grego kemudian.


" Kalau boleh kita pesannya nanti saja ya, nunggu Joe datang dulu lalu kita pesan sama-sama. Bagaimana? jawab Eva sembari bertanya balik.


Grego terlihat bingung, dia mengira makan malam ini hanya ada mereka berdua. Ternyata masih ada orang lain yang harus mereka tunggu. Dia jadi penasaran siapa orang yang akan makan bersama mereka berdua malam ini. Eva tidak menceritakannya sama sekali.


Tapi kemudian Grego hanya mengangguk mengiyakannya.


Sembari menantikan kehadiran sosok orang ketiga tersebut mereka berdua mulai saling berbicara tentang hal-hal yang bersifat sedikit pribadi. Nampak Eva terkadang menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh Grego hanya dengan senyuman saja.

__ADS_1


20 menit sudah berlalu yang ditunggu belum juga hadir. Perasaan Eva mulai tak tenang. Tidak biasanya Joe datang telat jika mereka ada janji ketemu. Bahkan dia selalu datang lebih awal.


Eva melirik jam ditangannya sudah hampir setengah jam dan Joe belum juga muncul.


Baru saja Eva melihat layar telvon genggamnya sebuah panggilan masuk muncul dilayarnya. Panggilan dari Joe.


Eva segera mengangkatnya dan terdengar suara dari seberang.


" Halo! Tapi itu bukan suara Joe.


" Halo! jawab Eva.


" Ini dengan saudara Eva? tanya suara tersebut.


" Iya saya sendiri! jawab Eva mulai was-was.


" Kami dari rumah sakit " Sehat Insani", kami mau memberitahukan jika pasien atas nama Joe Alexander saat ini sedang berada di ruang unit gawat darurat karena mengalami kecelakaan. Dan nomor anda yang tertera dalam panggilan darurat di ponsel pasien." ucap suara tersebut.


Tak sampai 30 menit, Eva dan Grego sudah tiba di rumah sakit. Eva berlari di sepanjang lorong rumah sakit mencari ruang unit gawat darurat setelah tadi bertanya kepada salah satu perawat yang ada disana.


Grego hanya mengekor dari belakang. Dalam hatinya penuh tanda tanya siapa gerangan orang yang saat ini akan mereka jumpai.


Karena sepengetahuannya Eva tidak punya kerabat di kota ini. Setelah cukup lama mencari akhirnya ruangan tersebut terlihat juga. Eva melihat dari luar ruangan kaca Joe yang terbaring dengan tusukan jarum dibeberapa bagian tubuhnya dan selang oksigen yang membantu pernapasannya.


Seorang dokter keluar dari ruangan tersebut. Eva langsung menjumpainya hendak menanyakan tentang kondisi Joe.


" Dokter, bagaimana keadaannya? tanya Eva dengan penuh kekhawatiran.


Si dokter tersenyum sejenak sebelum menjawab pertanyaannya.


" Syukurlah kondisi pasien sekarang sudah melewati masa kritis dan kondisinya sudah stabil." jawab si dokter mencoba menenangkan hati Eva yang terlihat cemas.

__ADS_1


" Tapi, kita masih butuh pemeriksaan lebih lanjut karena pasien mengalami pendarahan yang cukup banyak dan mengalami gegar otak akibat benturan keras di kepalanya." lanjut si dokter lagi.


" Apakah anda keluarga dari pasien? si dokter balik bertanya.


" Saya temannya dok.! jawab Eva


" Kalau boleh silahkan anda untuk menghubungi keluarga si pasien dulu karena masih ada beberapa pemeriksaan lanjutan yang harus kami lakukan." si dokter menjelaskan.


Eva hanya bisa mengangguk pasrah karena dia bingung harus menghubungi siapa. Dia sama sekali tidak tahu keluarga Joe ada dimana sekarang. Dan bahkan dia tidak punya nomor keluarga Joe yang bisa dihubungi.


Grego yang melihat kegelisahan di wajahnya Eva dengan refleks langsung merangkul Eva dan memberinya sentuhan hangat yang menenangkan. Sebagai tanda jika dia ada disana yang siap untuk membantunya.


Lalu si dokter mengundurkan diri dan meninggalkan kedua insan tersebut disana.


Mungkin si dokter masih ada pekerjaan memeriksa pasien lainnya.


Grego lalu memapah Eva dari sana membawanya untuk duduk sejenak karena mungkin saja dia sudah merasa kelelahan.


Nampak raut kesedihan terlukis jelas di wajahnya. Grego yang melihatnya semakin penasaran siapa sebenarnya orang yang sedang terbaring didalam sana.


Mengapa Eva begitu sangat sedih sekali?


Ingin rasanya Grego bertanya kepada Eva namun melihat Eva yang begitu terlihat sedih sekali Grego pun harus mencoba menahan diri untuk tidak bertanya dulu.


Tapi melihat kesedihan diwajah Eva, Grego bisa merasakan jika pria itu pasti bukan orang biasa saja. Eva sepertinya memang punya hubungan dengan sosok tersebut.


Dari tatapan matanya yang berkaca-kaca dan sayup-sayup, Grego tahu jika perasaan di hatinya Eva sepertinya mendalam. Grego sedikit khawatir memikirkan jika seandainya demikian yang terjadi antara Eva dan Joe maka dia tahu pasti hatinya akan sangat terluka. Karena dia sudah terlanjur sangat mencintai wanita ini. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika saat itu akan terjadi dan pasti sulit baginya untuk menerimanya.


Hatinya sudah terlanjur cinta dan sangat cinta kepada Eva. Sosok Eva begitu berharga baginya dan tidak sudi rasanya untuk kehilangan sebelum memilikinya.


Dalam rangkulan hangat dan nyaman Eva merasa tenang dan aman. Rasa sedih hatinya sedikit terobati. Kehadiran Grego memberinya kekuatan untuk berada ditempat ini.

__ADS_1


__ADS_2