
Hari ini Eva tidak masuk kantor. Grego menyuruhnya untuk beristirahat melihat kondisi tubuhnya yang kurang istirahat karena beberapa hari belakangan ini Eva sibuk dan juga menjaga Joe selama di rumah sakit.
Kini Joe sudah siuman dari komanya, keadaannya sudah mulai membaik jadi Eva sudah bisa memberikan waktunya untuk dirinya sendiri dan juga Gio. Meskipun Joe sudah terlihat membaik tapi Eva masih saja khawatir dengan keadaan Joe. Dia belum sempat berbicara langsung dengan Joe sehingga Eva sama sekali belum tahu pasti keadaaan Joe yang sebenarnya.
Sore ini Eva sedang berada di rumah sakit. Dirinya sudah tidak sabar ingin berbicara dengan Joe setelah sadar dari komanya. Dengan senyum sumringah Eva menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan Joe dirawat. Nampak di tangan kanannya ada bingkisan buah-buahan. Buah kesukaan Joe.
Eva segera masuk ke ruangan tempat Joe di rawat, namun ruangan itu malah kosong.
Eva jadi bingung karena tidak ada siapapun lagi disana. Tempat tidur sudah dirapikan.
Lalu Joe dirawat dimana? Atau Eva salah masuk kamar kosong? Tapi dia sangat ingat ruangan ini. Hampir setiap hari dia datang ketempat ini jadi tidak mungkin dia lupa dan salah masuk ruangan.
Lalu seorang perawat muncul dari balik pintu. Eva pun bertanya,
" Sus, pasien yang ada disini kemana ya? Kok tidak ada?
__ADS_1
" Pasien sudah pulang tadi pagi mbak! jawab sang perawat sambil membereskan ruangan tersebut.
Pulang?? Kok Joe sudah bisa pulang? Dia kan baru siuman! pikiran Eva penuh tanda tanya.
Eva mengambil telvon genggamnya dan menekan angka yang sudah tertera disana. Namun tidak ada jawabnya. Eva pun bertanya-tanya dalam benaknya ada apa gerangan.
Eva pun mencoba menghubungi nomor Joe kembali. Panggilan masuk, tidak berapa lama kemudian terdengar suara dari seberang.
" Halo ini siapa? Tanya pemilik suara. Dan suaranya terdengar suara perempuan
"Iya halo! balas Eva.
" Saya dengan Mamanya Joe,." balas dari seberang.
" Maaf tante, saya Eva temannya Joe.!
__ADS_1
" Apa? Jadi kamu yang namanya Eva, janda beranak satu itu ya ? Yang merayu anak saya ? nada suara perempuan yang mengaku sebagai Mama Joe itu terdengar kurang bersahabat.
" Maksudnya tante apa ya? tanya Eva semakin bingung.
" Kamu memang janda gatel ya, yang suka merayu pemuda tampan untuk dijadikan ayah bagi anakmu!! cela Mama Joe tanpa tahu cerita yang sebenarnya. Hanya karena mendengar berita gosip tentang Eva langsung menjudge Eva dengan sebutan "janda gatal"
Entah dari mana gosip ini muncul sehingga Mama Joe tidak suka dengan Eva.
Mendengar sebutan janda gatal saja rasanya sungguh pilu. Hati Eva sungguh sangat sedih. Tak diduganya dia akan mengalami kejadian menyedihkan. Maksud hati ingin menghibur Joe dan berbincang-bincang dengannya tetapi yang diperoleh adalah sebuah penghinaan.
Eva pun melangkahkan kakinya dengan gontai. Sepertinya dirinya kehilangan banyak tenaga. Eva tak habis pikir, mengapa tiba-tiba Mamanya Joe mengatakannya hal yang menyakitkan seperti itu.
Sedangkan di kantor Grego masih terlihat sibuk. Beberapa pekerjaannya harus segera diselesaikan. Namun meski begitu hati dan pikirannya tak pernah melupakan Eva. Nama Eva seolah-olah sudah terpatri di dalam hati dan pikirannya.
Tak ingin rasanya berlama-lama di kantor ini karena kerinduan dalam hatinya untuk Eva.
__ADS_1
Grego sudah memutuskan hari ini pulang dari kantor dia akan langsung ke rumah Eva. Baginya rumah Eva adalah rumahnya juga.
Di tempat lain Eva terlihat murung. Perkataan Mama Joe masih terngiang-ngiang dalam benaknya. Sungguh sangat menyakitkan dan menyedihkan, tapi Eva harus bisa menahannya. Apapun kata orang, baginya yang terpenting adalah dia bukanlah sepertinya yang dikatakan oleh mereka.