Mencari Cinta Untuk Anakku

Mencari Cinta Untuk Anakku
Pilihan yang Tepat


__ADS_3

Eva dan Gio saat ini sedang duduk berdua. Mereka saling berhadapan layaknya seperti dua orang dewasa yang sedang memikirkan sesuatu hal yang sangat serius. Dan memang saat ini ada hal serius yang hendak mereka diskusikan bersama. Sudah cukup lama mereka berdua tidak duduk santai tapi serius seperti malam ini. Percakapan-percakapan akrab antara seorang ibu dan anak.


Eva sebenarnya bingung harus memulai dari mana, tapi dia sudah memutuskan harus segera membicarakannya dengan Gio. Sehingga dia pun bisa memutuskan jawaban seperti apa yang akan dia sampaikan kepada kedua pria itu.


"Gio sayang, Bunda mau ngomong sesuatu." Eva akhirnya memulainya.


" Ya Bunda, Gio akan mendengarkan Bunda." jawabnya dengan manis.


" Tapi sebelumnya Bunda ingin bertanya, apakah Gio masih ingin punya ayah? Tanya Eva dengan nada pelan.


Gio hanya tersenyum simpul.


" Bunda hanya ingin tahu apa isi hati Gio. Karena Bunda ingin Gio bahagia dengan pilihan Gio." ucap Eva dengan sikap keibuannya.


" Bunda, Gio selama ini merasa bahagia kok bersama Bunda. Gio tidak pernah kekurangan kasih sayang dari Bunda." jawab anak itu dengan sikap dewasanya. Eva tersenyum mendengar ucapan putra kesayangannya itu.


" Seandainya Gio punya ayah baru bagaimana? tanya Eva lagi dengan hati-hati.


"Selama ayah sayang dan membuat Bunda bahagia maka Gio pasti akan bahagia dan menerimanya." jawabnya membuat Eva semakin bangga dan sayang padanya.

__ADS_1


" Bagaimana pendapat Gio tentang bossnya Bunda di kantor? Apa Gio suka dengannya? Karena Bunda lihat kalian berdua terlihat akrab waktu itu.! tanya Eva tentang penilaian Gio terhadap bossnya itu.


" Gio suka sama om Grego, dia baik dan juga sayang kepada Gio." ucapnya dengan jujur sebagaimana yang dirasakannya saat bersama dengan pria itu. Eva cukup senang dengan jawaban anaknya itu.


" Lalu bagaimana dengan om Joe? Tanya Eva lagi.


Gio nampak berpikir sejenak. Dia baru bertemu satu kali dengan pria itu. Tentunya dia belum bisa menilai dengan baik bagaimana pendapatnya.


Eva mengerti jika hal ini pasti sedikit sulit bagi Gio untuk memberikan jawaban dengan mudahnya. Apalagi dia masih kecil. Pemikirannya pasti masih sangat sederhana. Meski dia tergolong anak yang cerdas. Tapi ada kalanya sifat kekanak-kanakannya muncul pada saat-saat tertentu.


" Gio mengerti jika Bunda pasti ingin Gio memilih salah satu diantara mereka bersuara untuk dijadikan ayah bagi Gio kan Bunda? Tanya Gio dengan tegasnya. Layaknya seorang anak dewasa yang sedang berbicara dengan ibunya.


" Gio akan menerima siapa saja yang ingin Bunda nikahi. Yang penting Bunda dan ayah saling menyayangi. Dan Bunda tetap sayang kepada Gio sekalipun nantinya Bunda sudah menikah dan kelak punya dedek baru." ucap Gio dengan begitu hangatnya.


Dan mendengar ucapan Gio tersebut membuat hati Eva menjadi sangat terharu. Hatinya begitu tersentuh karena dia tidak pernah menyangka jika anaknya itu memikirkan hal tersebut begitu dalamnya.


Dia begitu sangat berharap kebahagiaan bagi Bundanya terlebih dahulu dari pada memikirkan kebahagiaannya.


Eva segera bangkit dari duduknya, didekatinya anak kesayangannya itu dan dipeluknya dengan penuh cinta.

__ADS_1


Sungguh, Gio adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan di dalam hidupnya. Gio adalah harta yang paling berharga yang tidak akan bisa digantikan oleh apapun.


Untuk itu Eva akan selalu membahagiakan Gio seumur hidupnya. Sekalipun Gio hanyalah seorang anak adopsi tapi baginya Gio melebihi darah dagingnya sendiri. Selamanya akan menjadi anak kesayangannya Seandainya suatu saat nanti dia akan menikah dan punya anak yang lain. Hidup dan nyawanya akan diberikannya demi anaknya itu. Gio membalas pelukan Bundanya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Gio memang sangat mencintai Bundanya itu. Bahkan Gio berharap hingga dia dewasa nanti dia akan selalu bersama-sama dengan Bundanya sampai akhir hayatnya.


Cinta dan kasih sayang memang tidak mengenal hubungan darah. Bahkan cinta itu melebihi ikatan darah.


Cinta yang sejati tidak mengenal syarat atau alasan mengapa dia harus mencintai.


Karena cinta adalah anugerah dari yang Kuasa.


Malam ini berlalu dengan damai dan tenang. Gio memilih untuk tidur bersama Bundanya. Dia ingin bermanja lagi dengan Bundanya seperti masa kecilnya dulu.


Meski Eva sendiri belum bisa mengambil keputusan karena jawaban Gio yang tidak memberi kepastian siapa yang harus dipilihnya. Namun Eva hanya bisa berharap jika apapun pilihannya nanti akan menjadi pilihan yang tepat untuk kebahagiaan Gio seorang. Karena baginya kebahagiaan Gio adalah yang terpenting dalam hidupnya.


Eva sudah memutuskan akan memberi jawaban kepada kedua pria yang mengharapkan cintanya itu. Dia sudah merencanakan sesuatu yang bisa membantunya untuk membuat keputusan yang benar-benar terbaik.


Keesokan harinya, Eva hendak menghubungi Grego dan Joe. Pilihannya akan ditetapkannya malam ini. Dan pilihan ini semoga menjadi yang terbaik bagi semuanya. Tidak ada kebencian atau sakit hati karena adanya penolakan. Karena walau bagaimanapun Eva tak mungkin memilih keduanya.


Maka salah seorang dari mereka harus berlapang dada atas keputusan yang akan dipilih oleh Eva.

__ADS_1


__ADS_2